
"Jadi Anna tidak membahas masalah kak Athar lagi?" tanya Derry lagi.
"Tidak ada sama sekali. Semenjak Anna tau semuanya tidak ada yang di bahasnya. Dia hanya sedih beberapa hari saja yang mungkin hanya berpikir dengan apa yang terjadi dan aku juga tidak berharap apa-apa. Sepertinya Anna juga sudah lelah. Ya seharusnya jika Athar ada masalah bercerita pada Anna. Bukan lari dari masalah yang membuat posisi Anna serba salah," ucap Aurelia dengan bijak.
"Ya sudahlah biarlah itu menjadi urusan mereka. Jika Anna dan kak Athar berjodoh. Pasti ada jalan untuk mempertemukan mereka lagi dan sebaliknya jika mereka tidak berjodoh dan mungkin itu yang terbaik. Kita hanya penonton dan yang tau semuanya hanya mereka. Mereka yang tau dan mereka yang merasakan," ucap Derry dengan bijak.
"Iya kita doakan saja apa yang terbaik untuk ke-2nya," sahut Aurelia yang juga tidak mau ikut campur lagi.
"Ya sudah kalau begitu kamu pulang kemana. Aku akan mengantarmu?" tanya Derry yang menawarkan diri.
"Tidak usah Derry aku pulang sendiri saja, dekat kok dari sini," ucap Aurelia.
"Justru dekat jadi aku harus mengantarmu," ucap Derry membuat Aurelia tersenyum.
"Baiklah kalau begitu," Aurelia tidak bisa menolak lagi dan Derry pun mengantarnya. Memang dekat kok. Sehingga berjalan pun akan sampai.
"Hmmm, oh iya Derry kamu tau tidak aku sama Olive sekarang sudah menjadi teman," ucap Aurelia dengan bahagianya menyampaikan kabar tersebut.
"Benarkah?" tanya Derry.
Aurelie menganggukan kepalanya, " kami sudah berdamai dan kami sudah baik-baik aja. Aku juga tidak percaya kami bisa berdamai," ucap Aurelia.
"Aku tidak tau kalau sebelumnya kalian bermusuhan," ucap Derry membuat Aurelia tertawa.
"Kamu itu apa-apaan sih, tidak tau apa pura-pura tidak tau. Jika aku menjadi musuh Olive. Karena hanya kebodohan kami berdua, kamu pasti sedang mengejek aku dan Olive kan," sahut Aurelia menyadari hal itu membuat Derry mendengus dengan senyuman.
"Siapa yang mengejek. Tapi aku memang tidak tau kalau kalian itu benar-benar bermusuhan," ucap Derry lagi.
"Issss Derry sudah deh jangan mulai deh," sahut Aurelia.
"Jadi kalian benar-benar sudah berdamai?" tanya Derry.
"Hmmm kita berdua benar-benar sudah berdamai. Kita sudah baikan,"
"Begitu rupanya. Tapi aku senang dengan kamu yang akhirnya berdamai dengan Aurelia. Itu Artinya kalian sudah dewasa," ucap Derry.
"Apa selama ini aku kurang dewasa?" tanya Aurelia melihat ke arah Derry. Tidak sungkan Derry untuk menganggukkan kepalanya.
"Kamu memang kurang dewasa," ucap Derry yang apa adanya.
"Lalu apa kamu juga sudah memaafkanku?" tanya Aurelia menghentikan langkahnya yang menghadap Derry.
"Memang kamu melakukan kesalahan apa. Sampai aku harus memaafkan mu?" tanya Derry.
"Bukannya banyak kesalahan yang aku lakukan kepadamu. Kesalahan ku tidak terhitung termasuk menyakiti hati mu. Jadi aku benar-benar mohon maaf dengan apa yang aku lakukan. Karena sudah menyakiti mu, membuatmu kecewa dan pasti sangat membenciku," ucap Aurelia yang menyadari hal itu.
Derry tersenyum melihat Aurelia yang memang sudah sangat berbeda. Wajah Aurelia lebih positif dengan pembawaannya yang jauh lebih dewasa.
"Aku tidak pernah membencimu Aurelia. Namun jika kamu tanya aku kecewa kepadamu itu memang iya. Namun untuk membenci tidak sama sekali," ucap Derry. Aurelia tersenyum mendengarnya yang lagi-lagi Derry sangat pemaaf dan begitu tulus. Dia tidak tau kemana selama ini matanya. Kenapa tidak pernah melihat orang sebaik Derry. Padahal Derry begitu dekat kepadanya.
"Jadi aku katakan kepadamu sekali lagi jika aku tidak pernah membencimu. Sampai kapanpun itu dan aku sangat senang melihat kamu yang sekarang sudah berubah. Kamu lebih positif dan begini jauh lebih baik," ucap Derry yang begitu lembut bicara yang membuat Aurelia tersenyum dan langsung memeluk Derry.
Jujur Derry begitu terkejut mendapat pelukan dari Aurelia yang tidak di duga-duga. Namun pelukan itu di balas Derry yang begitu merindukan Aurelia.
__ADS_1
"Aku benar-benar minta maaf Derry. Aku janji akan menjadi orang yang lebih baik lagi dan tidak akan pernah mengecewakan mu. Aku janji Derry," ucap Aurelia yang benar-benar tulus pada Derry.
"Jangan berjanji apa-apa. Jika kamu tidak bisa menepatinya. Jadilah diri sendiri dan teruslah berbuat baik. Karena itu tidak akan merugikan kamu," ucap Derry memberi ingat pada Aurelia.
"Pasti Derry. Kau pasti akan menuruti dan mendengarkan apa yang kamu katakan. Jangan khawatir aku akan melakukannya," ucap Aurelia yang memeluk Derry dengan erat.
Namun pelukan itu terasa sangat berbeda. Di mana sekarang terlihat dia merasakan hal yang aneh dan ada getaran yang tidak pernah di rasakannya. Kalau di tanya nyaman pasti nyaman. Karena sebelum-sebelumnya dia juga sangat nyaman pada Derry. Namun ini berbeda pelukan yang tidak biasanya di rasakan Aurelia.
"Tetap saja hatiku tidak pernah tidak bergetar. Jika aku sedekat ini dengan Aurelia. Tetapi aku tidak pernah berharap apa-apa. Aku tidak ingin kecewa untuk yang ke-2 kalinya. Jadi biarlah perasaan ku tetap seperti ini," batin Derry yang juga berdamai dengan hatinya yang tidak ingin berpikiran jauh.
Karena nanti semuanya akan kembali terulang seperti yang sebelumnya dengan Aurelia. Di mana dia berharap. Tetapi Aurelia malah tidak merespon perasaannya yang akhirnya dia juga yang kecewa.
Aurelia dan Derry saling melepas pelukan mereka dengan mereka sama-sama tersenyum.
"Makasih sudah memaafkanku," ucap Aurelia. Derry mengangguk dengan mengusap-usap lembut pucuk kepala Aurelia.
"Ayo kita pulang!" ajak Derry. Aurelia mengangguk dan mereka langsung pergi meninggalkan tempat itu kembali ke hotel.
***********
Acara pernikahan Jennie dan Mahendra.
Tujuan ke Swiss untuk acara bahagia tersebut pernikahan Jennie dan Mahendra yang di adakan di tempat yang mewah yang bertema clasik seperti ala-ala barat.
Tamu undangan juga tidak banyak hanya ada keluarga, kerabat dekat, teman-teman hanya itu yang menghadiri acara pernikahan itu.
Yang pastinya Ari Purnama dan istrinya juga menghadiri pernikahan itu karena Jennie merupakan orang yang paling berjasa di Perusahaan Glossi. Begitu juga dengan Maya yang baru saja tiba yang juga menghadiri acara pernikahan itu yang sama dengan Anjani.
Anna, Olive selalu berdekatan. Maklum hanya mereka berdua jomblo. Karena Aurelia dan Derry tampaknya sudah mulai dekat dengan mereka yang nempel-nempel tersebut.
Sejak tadi dia hanya menonton pasangan yang berbahagia yang terus saling melihat dengan aura kecantikan dari wajah Jenni yang mereka menyapa para tamu undangan.
Penampilan Mahendra dan Jennie tidak terlalu mencolok. Jennie orang yang sangat simple yang hanya memakai dress panjang dengan belahan sampai pahanya dress yang di padukan dengan berlian-berlian mewah tanpa lengan tersebut.
Sementara Mahendra yang memakai jas putih yang senada dengan istrinya. Ya Jennie sudah sah menjadi istrinya. Karena sebelum pesta pernikahan sudah di adakan ijab kabul Sebelumnya dengan lancar.
Pasangan tersebut terlihat sangat bahagia dengan sama-sama tersenyum dengan wajah mereka yang saling berhadapan dan saling menatap dengan penuh cinta pastinya.
"Ternyata kak Jennie itu kalau sudah jatuh cinta sangat bucin," bisik Olive yang sejak tadi baper gara-gara melihat ke bucinan Jennie dan Mahendra.
"Namanya juga sudah suami istri," sahut Anna, "tuh lihat contohnya Sana dan Gibran, sejak tadi nempel mulu. Lihat itu Lisa dan Marko baru pulang bulan madu masih nempel-nempel aja, lihatlah apa mereka tidak melebih bucin tingkat dewa," ucap Anna.
"Benar juga sih," sahut Olive mengangguk-anggukan yang membenarkan hal itu.
"Anna!" tiba-tiba Anna di sapa Maharani dan Ari Purnama yang menghampirinya.
"Mama, papa," Olive yang menyahut.
"Tante!" sapa Anna yang tersenyum dan mencium punggung tangan Anna dan Ari Purnama secara bergantian.
"Kamu cantik sekali malam ini," puji Maharani.
"Tante bisa aja. Tante juga sangat cantik," sahut Anna yang tidak kalah memujinya.
__ADS_1
"Mama memuji Anna. Tetapi Olive tidak. Sangat pilih kasih," sahut Olive yang mulai cemberut.
"Kamu juga cantik Olive," sahut Ari Purnama.
"Hmmm, papa memang bestienya Olive yang selalu jujur," sahut Olive langsung memeluk manja papanya itu.
Anna hanya tertawa-tawa saja dengan temannya yang memang sangat manja ya namanya juga anak cewek satu-satunya dan belum lagi Olive juga anak terakhir.
"Kamu apa kabar Anna?" tanya Ari Purnama.
" Anna baik-baik saja Om," sahut Anna.
"Mama kamu datang Anna kemari?" tanya Maharani.
"Ada kok Tante tadi baru aja sama Anna. Oh itu lagi mengobrol dengan orang tua Mahendra," ucap Anna sembari menunjuk.
"Lalu papa kamu tidak ikut?" tanya Ari Purnama.
"Tidak Om, papa sedang ada urusan," jawab Anna dengan simple.
"Hmmm, begitu rupanya," sahut Ari Purnama.
prok-prok-prok tiba-tiba terdengar suara tepuk tangan yang mana ternyata MC yang sejak tadi memimpin acara memberikan mike pada Jennie untuk menyampaikan sedikit kata-kata dan semua perhatian orang-orang tertuju langsung pada Jennie yang sudah mulai berbicara.
"Terima kasih untuk kesempatan malam hari ini. Hmmm, saya sangat berterima kasih untuk semua tamu yang hadir di sini. Yang menyempatkan waktunya untuk hadir di hari bahagia kami,"
" Untuk mama dan papa mertua saya. Saya juga ucapkan terimakasih yang memberi saya kesempatan untuk membahagiakan putra kalian. Terima kasih untuk restu yang di berikan kepada kami berdua. Semoga pergikan kami membawa kebagian untuk kalian," ucap Jennie dengan tulus yang melihat ke arah orang tua Mahendra dan ke-2 orang tua Mahendra tersenyum dengan mengangguk-angguk yang sudah sangat jelas memberikan restu pada Jennie dan juga Mahendra.
Jennie bahkan sampai berkaca-kaca dengan kebahagian yang bertubi-tubi yang di dapatkannya. Dia sangat bahagia dengan apa yang di dapatkannya sekarang dan begitu juga dengan Mahendra yang sekarang mengusap-usap punggung istrinya itu untuk menguatkannya.
"Sekali lagi terima kasih untuk mama dan papa. Jennie tidak akan pernah mengecewakan kalian. Jennie akan menjadi menantu yang terbaik akan berusaha terus untuke menjadi yang terbaik," ucap Jennie yang mendapatkan ajungan jempol dari ibu mertuanya.
Anna dan yang lainnya juga terharu dengan kata-kata singkat Jennie. Ya walau sangat singkat tetapi sangat menyentuh.
"Dan untuk yang lainnya saya juga mengucapkannya banyak terima kasih atas kedatangan kalian semua. Makasih untuk waktu nya dan iya saya tidak akan lupa dengan semua ini. Kalian sangat baik yang sudah banyak membantu saya. Sekali lagi saya ucapkan banyak terima kasih," ucap Jennie.
" Dan saya di sini juga ingin mengucapkan terima kasih untuk salah satu partner saya yang pasti sangat membantu saya selama ini. yang membantu saya saat saya benar-benar terpuruk dan juga membantu saya dan Mahendra suami saya. Dia buka hanya teman saya. Dia juga sahabat saya dan iya dia juga keluarga saya. Athar yang ada di sana orang yang paling special bagi saya yang meluangkan waktunya untuk datang di hari pernikahan saya," ucap Jennie membuat dada Anna berdebar saat nama itu di ucapkan yang mana dia juga langsung melihat kearah mana Jennie menunjuk yang mana Athar tersenyum dengan mengangguk pada Jennie.
"Aku dan Mahendra berterima kasih kepadamu telah menyiapkan pernikahan kamu dan aku juga pribadi benar-benar mengucapkan banyak terima kasih untuk semua yang kamu lakukan untukku," ucap Jennie.
Anna masih terus melihat Athar. Bukan hanya Anna yang lain juga melihat kearah Anna yang melihat Athar. Yang tau masalah hubungan Anna dan Athar ya pasti mereka ingin melihat reaksi Anna pertama kali melihat Athar saat mereka putus.
"Athar kamu tidak ingin mengucapkan selamat kepadaku?" tanya Jennie. Yang sepertinya ingin Athar mengeluarkan sepatah 2 kata.
Athar mengangguk dan dengan gagahnya menghampiri Jennie dan Mahendra yang mengambil mike dari tangan Jennie yang akan menyampaikan apa yang ingin di sampaikannya.
Athar menarik napasnya dan membuangnya perlahan kedepan. Dan melihat satu persatu tamu undangan dan sangat bertepatan matanya bertatapan dengan Anna yang masih melihatnya. Olive juga melihat Anna dan bergantian melihat kakaknya yang juga melihat Anna.
"Baiklah, tidak banyak yang bisa sampaikannya. Saya hanya bahagia di beri kesempatan untuk datang acara pernikahan kamu. Jennie kita sahabat teman sekolah, teman kerja dan saya ikut bahagia dengan pernikahan kamu dan juga Mahendra," ucap Athar. Jennie mengangguk tersenyum dengan mengatakan terima kasih.
"Hanya itu yang bisa sampaikan. Semoga kalian berdua bahagia selalu dan pernikahan kalian utuh sampai kakek nenek," ucap Athar.
Tidak banyak yang di katakan Athar dan bahkan saling melihat kembali dengan Anna yang tidak tau apa arti dari tatapan mereka yang jelas Anna sudah tau apa yang terjadi pada Athar. Hanya saling menatap sebentar dan Athar pun pamit dari hadapan para tamu selesai mengatakan apa yang di katakannya dan mendapat sambutan tepuk tangan dari tamu undangan yang lain. Tepuk tangan yang meriah kecuali Anna yang malah terlihat bengong.
__ADS_1
Bersambung