
Setelah menyelesaikan pekerjaannya. Anna akhirnya pulang dari kantor dan saat keluar dari Perusahaan, ternyata Athar menunggu Anna di depan perusahaan yang berdiri di samping mobilnya.
Anna menghentikan langkahnya ketika melihat keberadaan Athar dan Athar langsung menghampiri Anna.
"Kita harus bicara," ucap Athar.
"Aku capek. Aku mau pulang," sahut Anna yang menolak Athar.
"Anna sebentar saja," bujuk Athar.
"Mau membicarakan apa. Masalah kamu pergi. Ya sudah bukannya tadi aku mengatakan. Kalau kamu mau pergi yang pergi sana. Karena apapun yang aku katakan. Tidak akan ada gunanya. Jadi kalau mau pergi. Pergilah dan jangan pulang-pulang sekalian," ucap Anna dengan kesal yang langsung pergi dari hadapan Athar.
Karena tidak jauh dari mobil Athar. Mahenndra juga sudah menunggunya yang pasti mau mengantar Anna pulang.
"Anna tunggu!" Athar menahan tangan Anna.
"Apa lagi sih!" sahut Anna kesal berusaha melepas tangannya. Namun Athar tetap memegangnya.
"Kita bicara sebentar. Kamu jangan marah seperti ini," ucap Athar dengan wajah memohon nya yang memang tidak ingin ribut dengan Anna dengan berkepanjangan.
"Aku sudah mengatakan Athar, aku capek. Jadi aku mohon jangan menggangguku dulu. Nanti saja kalau mau bicara. Kamu bisa tidak. Kasih aku waktu sebentar saja," ucap Anna.
"Baiklah!" sahut Athar melepas tangan Anna dan memegang lengan Anna sebagai gantinya, "Anna aku tau kamu marah kepadaku, kesal kepadaku dan tidak mau bicara padaku. Baiklah Anna aku akan menerima semuanya dan akan memberimu waktu. Tetapi aku mohon setelah itu kita harus bicara. Karena kita tidak bisa seperti ini," ucap Athar dengan lembut.
"Aku pergi!" ucap Anna yang langsung pergi begitu saja yang tidak mau bicara pada Athar. Dia sudah sangat kesal. Jadi wajar saja bawaannya pengen marah-marah dan bahkan melihat Athar saja dia sudah mulai emosi.
Anna langsung menuju mobil dengan pintu yang di bukakan oleh Mahendra dan Mahendra hanya mengangguk pada Athar saja. Lalu Mahendra langsung memasuki mobil dan Athar hanya melihat kepergian kekasihnya itu.
**********
Di dalam mobil Anna terlihat murung. Dengan wajahnya yang tidak ada semangatnya sama sekali, "giliran sudah seperti ini. Baru menyamperi ku kekantor. Biasanya juga jarang datang kekantor," gerutu Anna dengan kesal.
"Terserah dia mau ngapain. Apapun yang aku katakan. Dia juga tidak akan mendengarnya dan aku sekarang ragu, sebenarnya dia mencintaiku apa tidak sih. Pekerjaan selalu menjadi utama. Apa dia tidak memikirkan hubungan kami. Orang berlomba-lomba memikirkan pernikahan dia berlomba-lomba ingin ke Luar Negri," gerutu Anna dengan kekesalannya dengan suaranya yang tidak terlalu kuat. Namun dapat di dengar dan Mahendra bisa sedikit-sedikit mendengarnya terlihat dari Mahendra yang melihat dari kaca spion.
"Nona! kita langsung pulang?" tanya Mahendra.
__ADS_1
"Aku mau kerumah papa sebentar," jawab Anna yang sepertinya ingin menenangkan diri. Karena tempat Chandra memang sangat asyik untuk menenagkan diri.
"Baiklah Nona kalau begitu," sahut Mahendra.
Ting.
Tiba-tiba Anna mendapatkan pesan dari Lisa dan Anna membuka pesan wa itu yang mana ternyata Lisa menunjukkan telapak tangannya dan menggunakan cincin di jari manisnya.
"Anna aku tidak percaya. Ternyata selama ini Marko menyukaiku dan kau tau Anna dia barusan melamarku. Aku benar-benar sangat terkejut Anna. Aku begitu bahagia,"
"Kamu di mana Anna aku ingin cerita denganmu dengan Olive dan Sana juga. Eh tapi Sana lagi pasti bahagia-bahagianya dengan suaminya. Aku tidak mau ganggu ah.
"Kita ketemu ya Anna. Aku ingin berbagai dengan kalian,"
Tulis Lisa dalam pesannya yang menggambarkan kebahagiannya. Anna tersenyum dengan menghela napas. Ketika menerima pesan dari Lisa yang mengatakan dia sedang di lamar.
"Baru saja aku mengatakannya. Sudah kejadian. Sekarang Lisa di lamar oleh Marko. Padahal mereka sebelumnya tidak ada hubungan apa-apa. Pacaran tidak, hanya teman kerja dan Marko dengan cepat bertindak dan langsung melamar Lisa. Sama sebelumya dengan Gibran dan juga Sana. Lalu kenapa Athar tidak punya pikiran seperti Marko dan juga Gibran. Kami sudah berhubungan lama, pacaran dan dia tidak melakukan hal yang sama," gumam Anna yang mengeluhkan keadaannya.
Huffffff.
"Mungkin semua orang mempunyai nasib berbeda-beda dan ternyata ini lah nasibku. Mereka semua iri dengan hubunganku dan juga Athar, katanya bucin, sweet, romantis dan segalanya, mereka selalu mengatakan iri. Padahal apa yang mereka lihat tidak sama dengan keadaannya dan sekarang aku yang justru sangat iri dengan mereka," batin Anna yang terlihat sangat sedih.
***********
Tidak lama akhirnya Mahendra yang menyetiri Anna sampai di rumah Chandra.
"Makasih ya Mahendra. Aku turun dulu!" ucap Anna.
"Mau di jemput jam berapa Nona Anna?" tanya Mahendra.
"Kamu tidak usah menjemputku. Aku akan pulang sendiri. Nanti aku mau bertemu Lisa lagi," jawab Anna.
"Baiklah kalau begitu," sahut Mahendra. Anna mengangguk dan langsung turun dari mobil menuju rumah Chandra.
Anna yang berdiri di depan pintu rumah Chandra yang langsung mengetuk pintu, setelah beberapa kali di ketuk akhirnya di buka dan ternyata Aurelia yang membukanya.
__ADS_1
"Kak Aurelia!" pekik Anna yang kaget. Anna sepertinya tidak tau kalau Aurelia ada di rumah Chandra. Mungkin Maya belum memberitahunya.
"Anna," sahut Aurelia heran dengan kedatangan Anna, "kamu ngapain di sini. Apa mama yang menyuruh kamu. Aku sudah bilang sama mama, mau beberapa hari ini tinggal di rumah papa. Jadi jangan menjemputku," ucap Aurelia.
Aurelia berpikir jika Maya menyuruh Anna menjemput Aurelia.
"Kaka mau tinggal di sini?" tanya Anna yang terlihat heran.
"Iya," sahut Aurelia.
"Kok aku baru tau. Mama tidak bilang apa-apa tadi, aku juga tidak tau kakak akan tinggal di sini. Makanya kaget saat kakak datang," sahut Anna heran.
"Oh begitu. Jadi kamu mau kemari ngapain. Kalau tidak mau menjemputku?" tanya Aurelia.
"Ya mau ketemu sama papa," jawab Anna.
"Oh begitu," sahut Aurelia.
"Siapa Aurelia?" tanya Chandara dengan suara sedikit berteriak.
"Anna pah," sahut Aurelia.
"Lalu kenapa kalian masih di depan. Ayo masuk!" ajak Mahendra.
"Iya pah," sahut Aurelia.
"Ayo Anna!" ajak Aurelia. Anna menganggukkan kepalanya dan mereka ber-2 langsung memasuki rumah Chandra menghampiri Chandra yang berada di meja makan yang menyiapkan makanan di sana.
"Kamu datang juga Anna," sahut Chandra.
"Iya pah," sahut Anna dengan mengangguk dan langsung menghampiri Chandra mencium punggung tangan Chandra.
"Anak papa sedang berkunjung ke-2nya. Kalau begitu sekarang kita makan," ucap Chandra.
"Iya pah," sahut Anna tersenyum. Rezeki Anna yang datang langsung ada makanan.
__ADS_1
"Jangan diam saja. Ayo kita makan," sahut Chandra. Anna dan Aurelia saling melihat dan langsung ikut duduk bersama Chandra.
Bersambung