Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 269 Kecewa.


__ADS_3

" Tante Maharani apa yang di katakan Gibran. Itu tidak mungkin kan?" tanya Anna yang meminta kepastian. Mata Anna juga melihat ke arah Ari Purnama, " Om itu tidak mungkin kan. Apa kaitannya dengan semua ini?" tanya Anna lagi.


" Tante kenapa diam. Katakan Tante apa yang di katakan Gibran itu tidak benar. Katakan jika apa Tante tidak ada hubungannya dengan papa, mama dan juga wanita itu," ucap Anna yang terus bertanya dan rasanya tidak akan menerima jika apa yang di katakan Gibran adalah kebenarannya.


" Tante, kenapa diam. Katakan Tante. Katakan kebenarannya?" tanya Anna lagi yang terus mendesak Maharani.


" Kenapa tidak bertanya pada pria di sampingmu Anna. Bukannya dia tau semua ini dan sengaja menutupinya darimu," sahut Gibran dengan menatap sinis Athar.


Athar menjadi terlihat gusar. Dia memang menyimpan rahasia apa yang di ketahuinya tentang hubungan persahabatan Maharani, Maya dan Amelia. Tetapi dia tidak tau dengan hubungan awalnya. Jika ada cerita yang lain lagi.


" Athar katakan kau tau sesuatu? kau mengetahui semuanya? kau tau tentang apa yang terjadi?" tanya Anna yang menatap Athar penuh dengan tanya. Dan Athar benar-benar bingung yang tidak tau harus mengatakan apa. Harus memulai dari mana semuanya.


" Athar kenapa kau diam? ada apa ini? apa yang kau sembunyikan?" Anna terus saja bertanya.


" Anna. Aku....." Athar menjadi bingung harus mengatakan apa-apa. Dari wajah Athar sudah bisa di jelaskan. Jika Athar mengetahui semuanya yang membuat Anna meneteskan air mata.


" Jadi semuanya benar. Benar apa yang di katakan Gibran. Jadi selama ini. Bukan hanya wanita itu saja yang merusak rumah tangga mama dan papa. Tetapi pada kenyataannya Tante juga ikut-ikutan. Bahkan memulai semuanya dan Tante juga diam saja dengan perselingkuhan wanita itu dan bahkan mendukungnya. Sampai pada akhirnya keluarga Anna hancur. Tante ada di balik semuanya," ucap Anna menyimpulkan sendiri yang bicara menahan rasa sesak melihat ke arah Maharani.


" Tante bisa jelaskan Anna," sahut Maharani.


" Katakan saja apa itu benar atau tidak. Katakan jika Tante mengenal mama Anna dan bahkan ada hubungan dengan papa sebelum Anna. Katakan saja Tante," sahut Anna yang butuh kejelasannya.


" Jangan bertanya lagi Anna. Kenyataannya memang benar. Papa mengetahui hubungan gelap mama dengan Chandra papamu. Dia menjalin kasih dengan papamu saat sudah sama-sama memiliki pasangan dan juga mengetahui hubungan Amelia dengan Chandra dan mama menutupi semuanya sampai detik ini," sahut Gibran menjelaskan semuanya tanpa ada yang di sembunyikannya.


" Gibran cukup!" bentak Maharani.

__ADS_1


" Maaf mah. Aku sangat menghormatimu. Tetapi aku sudah tidak berarti lagi. Di mana keburukanku di bongkar dan aku di permalukan dan di salahkan. Keburukan papa yang terungkap dan mama juga yang mempunyai kesalahan paling besar. Lalu untuk apa ada tersembunyi lagi," sahut Gibran dengan wajahnya yang terlihat sudah begitu lelah.


" Kenapa Gibran kau mengetahui semua ini?" tanya Ari Purnama.


" Semua rahasia yang tersimpan bukannya akan terungkap juga. Jadi sesuai tema semuanya rahasia terungkap detik ini," sahut Gibran dengan tegas.


" Jahat," sahut Anna yang mengeluarkan 1 kata dengan air matanya yang mengalir yang melihat ke arah Maharani.


" Anna. Maafkan Tante," sahut Maharani yang juga ikut menangis dan berusaha mendekati Anna. Namun Anna mengangkat tangannya yang tidak mau di dekati Maharani.


" Jadi semuanya memang benar. Tante menyembunyikan semua ini. Dari awal Tante sudah mengenal Anna. Atau jangan-jangan ini alasan Tante selama ini dekat dengan Anna. Sok kenal dan begitu baik pada Anna. Jadi karena hanya masa lalu ini. Di mana Tante menjadi salah satu orang yang menjadi duri di rumah keluarga Anna," sahut Anna dengan emosinya dengan penuh rasa kekecewaan yang tidak bisa menerima semua kenyataan itu.


" Tante bisa jelaskan Anna," sahut Maharani.


" Tidak ada bedanya Tante dan dia sama saja. Kenapa kalian itu tega pada ibu Anna. Apa tidak ada laki-laki lain selain suami orang. Kenapa kalian ber-2 begitu jahat menyakiti mama Anna. Apa salahnya pada kalian ber-2. Bukannya tadi Gibran mengatakan kalian bersahabat. Kenapa kalian harus menusuk mama dari belakang. Kalian benar-benar tidak punya hati," ucap Anna yang mengungkap rasa kekecewaannya kepada Maharani.


" Cukup Tante. Anna benar-benar tidak menyangka Tante bisa seperti ini. Semua kebaikan Tante selama ini hanya menutupi kesalahan Tante. Anna sangat kecewa pada Tante. Tante sama saja dengan wanita itu sama-sama menghancurkan rumah tangga orang lain," ucap Anna yang langsung menjudge Maharani.


" Anna, Tante tau Tante...."


" Sudah cukup!" sentak Anna yang tidak mau mendengarkan Maharani lagi.


" Anna!" Athar mendekati Anna dengan memegang tangan Anna. Namun Anna langsung melepasnya dengan kasar dan menatap Athar dengan tatapan tajam yang penuh kekecewaan.


" Kau juga mengetahui semua ini dan kau menutupinya dariku," ucap Anna.

__ADS_1


" Aku tidak menutupi apapun dari mu. Dengarkan aku dulu!" ucap Athar. Anna mengusap kasar air matanya dan langsung pergi begitu saja yang terlihat kecewa.


" Anna!" panggil Athar. Anna tidak mau mendengarkan lagi dan pergi begitu saja. Sebelum mengejar Anna Athar melihat Gibran dengan penuh dengan kemarahan dan langsung mengejar Anna dengan cepat.


Tinggal lah keluarga itu yang dalam kondisi tegang sekarang.


" Semuanya ternyata sama saja tidak papa tidak mama semuanya sama. Kalian itu sama-sama pembohong. Sama-sama jahat. Keterlaluan. Semuanya benar-benar sangat keterlaluan. Aku kecewa sama kalian semua," ucap Olive dengan penuh rasa kekecewaannya dan langsung pergi.


" Olive, mau kemana kamu. Olive!" panggil Maharani.


" Olive benci sama mama dan papa. Olive benci!" teriak Olive.


Derry tidak bisa bicara apa-apa lagi, dia juga tidak tau harus berpendapat seperti apa dan akhirnya memilih untuk pergi juga tanpa berbicara dan mengatakan apapun.


Sama dengan Gibran yang juga tidak mengetahui bagaimana posisinya sekarang. Dan ada sebaiknya dia juga pergi dari ruang tamu yang sekarang hanya meninggalkan Maharani dan juga Ari Purnama.


Di mana pasangan suami istri itu saling melihat.


" Kamu merasa paling suci dan tidak bersalah Maharani. Tetapi pada kenyataannya. Kamu menyembuyikan rahasia besar. Kamu telah menyembunyikan semuanya dan kamu pikir aku tidak tau hah!" sahut Ari Purnama.


" Tetapi aku belajar dari kesalahanku. Aku tidak mengulanginya mas. Tetapi kamu apa. Kamu mengulangi semuanya," ucap Maharani.


" Kita sama-sama punya masa lalu. Dan aku juga sudah tidak melakukan hal itu lagi. Stop sampai pada ibu Derry," sahut Ari Purnama.


Maharani tidak bisa berkata apa-apa lagi dan lebih baik memilih pergi dengan penuh kekecewaan dan penuh dengan kesedihannya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2