
" Apa masih sakit?" tanya Athar datar.
" Ya sakitlah," sahut Anna santai.
" Makanya jangan sok-sokan lain kali," ucap Athar.
" Iya," desis Anna.
" Sudah sana pergi, ngapain masih di sini!" usir Athar. Anna hanya berdecak kesal.
" Sekarang aku harus pergi dengan baju seperti ini," gerutu Anna semakin kesal.
" Apa yang kau katakan?" tanya Athar.
" Tidak ada," jawab Anna dan langsung pergi begitu saja.
Athar pun melihat Anna yang berjalan dengan baju Anna yang sobek dan Anna berusaha menutup dengan tangannya. Karena memang pasti malu. Athar melangkah dengan kakinya yang lebar sambil membuka jasnya dan begitu sampai di belakang Anna Athar langsung memakaikan pada Anna untuk menutupi pakaian itu.
Hal itu membuat Anna terkejut sampai melihat ke arah Athar. Yang memberikan jasnya kepadanya.
" Jangan memamerkan yang tidak seberapa," ucap Athar.
" Apa maksudnya," batin Anna heran.
" Jalan. Kenapa masih bengong," ucap Athar dengan menaikkan alisnya.
Anna pun langsung berjalan dan seimbang dengan jalan Athar yang mereka sama-sama keluar dari gudang itu. Walau Anna masih merasa aneh dengan Athar yang tiba-tiba memberi jasnya padanya.
Di saat yang bersamaan Aurelia memasuki pabrik untuk mencari Athar.
" Di mana Athar. Jennie bilang dia ada di pabrik, tapi aku tidak melihatnya sedari tadi," ucap Aurelia yang melihat-lihat di sekelilingnya yang mencari keberadaan Athar.
Tiba-tiba mata Aurelia berhenti. Melihat Athar yang keluar dari gudang penyimpan bahan-bahan dan terlihat bersama Anna. Hal itu jelas membuat Aurelia kaget.
" Anna, kenapa mereka bersama keluar dari sana?" batin Aurelia dengan wajahnya yang penuh tanda tanya.
" Lalu kenapa Anna memakai jas Athar. Apa mereka sedekat itu. Tidak mungkin ini pasti ada kesalahan Anna dan Athar tidak mungkin dekat," batin Aurelia yang terlihat begitu resah.
" Athar!" panggil Aurelia.
Athar dan Anna berhenti ketika mendengar suara panggilan itu dan melihat Aurelia yang datang menghampiri mereka. Sampai Aurelia sudah berada di depan Anna dan Athar dan Aurelie melihat Anna dengan mengintimidasi dan memastikan apa yang di pakai Anna memang Jas Athar.
Tatapan Aurelia membuat Anna tidak nyaman. Aurelia pasti ingin bertanya banyak. Namun masih di tahan dengan menatap adiknya itu.
__ADS_1
" Aku permisi!" ucap Anna yang langsung pergi. Dia tidak mau ribut dengan Aurelia dan Athar juga bisa tau apa hubungannya dengan Aurelia. Saat Anna pergi Aurelia bahkan masih melihat punggung Anna yang berjalan semakin jauh.
" Ada apa Aurelia?" tanya Athar.
" Kamu ngapain?" tanya Aurelia yang kembali bertanya.
" Aku, memang aku ngapain?" tanya Athar bingung.
" Kamu mengenalnya?" tanya Aurelia to the point.
" Bukannya dia karyawan di sini," sahut Athar yang terlihat santai.
" Iya aku tau dia karyawan. Tapi tidak semua karyawan kamu kenal," ucap Aurelia yang terlihat begitu posesif.
" Ada apa sebenarnya Aurelia. Apa tujuan kamu datang kemari?" tanya Athar kembali yang bingung dengan Aurelia.
" Tenanglah Aurelia kamu jangan berpikir aneh-aneh belum tentu mereka ada apa-apa. Itu pasti hanya kebetulan," batin Aurelia.
" Aurelia," tegur Athar. Aurelia mengeluarkan kertas undangan dari dalam tasnya.
" Ini, papa menyuruhku memberikannya padaku. Sampaikan pada keluargamu undangan ulang tahun papa. Aku berharap kamu datang,"'ucap Aurelia yang memberinya saja dan tidak basa-basi dia yang langsung pergi.
Perasaannya mungkin tidak tenang dan takut terlihat posesif di depan Athar. Jadi Aurelia memilih untuk pergi.
Memang pasti tidak biasanya. Karena biasanya Aurelia akan banyak basa-basi dulu dengan Athar. Namun hari ini Aurelia pergi begitu saja.
**********
Anna sampai di ruangannya. Anna membuka jas yang menutup bajunya yang sobek. Anna berusaha melihat sobekan itu dengan kepalanya mendongak kebelakang.
" Kenapa matanya melihatku seperti itu. Apa pikirannya aneh-aneh kepadaku," batin Anna yang teringat pandangan Aurelia padanya.
" Ya ampun pakai sobek lagi. Berkurang satu pakaian ku. Seenaknya mengatakan harganya murah. Tapi iya sih. Masa sekali tarik langsung sobek. Mengobati sih mengobati. Tetapi sama saja bikin rugi," cerocos Anna.
Brukkk.
Pintu ruangan Anna di buka kasar membuat Anna kaget dan melihat Aurelia datang dengan tatapannya yang tajam.
" Ada apa masuk sembarangan kayak nggak punya tangan aja mengetuk pintu," sahut Anna yang kembali memakai jas Athar untuk menutup bajunya yang sobek.
" Kenapa kamu memakai jasnya?" tanya Aurelia yang langsung pada intinya.
" Apa aku harus melaporkan alasannya padamu," sahut Anna ketus. Aurelia tampak kesal dan mendekati Anna.
__ADS_1
" Anna kamu karyawan di sini. Aku rasa kamu juga tau. Jika aku adalah tunangannya," ucap Aurelia menegaskan. Anna tersenyum mendengarnya.
" Lalu apa urusannya denganku, nggak ada pentingnya untukku. Kau yang tunangan kenapa melapor padaku," sahut Anna dengan santai.
" Urusannya. Kamu harus menjaga sikapmu. Dan kamu tidak pantas memakai jas itu," sahut Aurelia menegaskan yang benar-benar kesal dengan Anna.
" Tapi dia yang memberinya padaku, aku tidak memintanya. Tanya saja kalau tidak percaya," sahut Anna dengan santai.
" Aku tidak main-main Anna dengan masalah ini," ucap Aurelia dengan suara rendahnya.
" Aku juga tidak main-main," sahut Anna. Aurelia mengepal tangannya dengan menghadapi Anna yang terlalu santai.
" Keluarlah dari ruangan ku. Aku sibuk!" usir Anna.
" Aku peringatkan kamu Anna jangan sampai melewati batasmu. Aku bisa bertindak yang jauh, kalau kau mengganggu hidupku," ucap Aurelia menunjuk tepat di depan Anna.
" Siapa yang mengganggu hidupmu yang adanya kau yang menggangguku," sahut Anna santai.
" Aku tidak pernah mengganggumu. Jadi dengar jangan aneh-aneh denganku. Dia adalah tunangan ku. Jangan pernah berpikir lain padanya," tegas Aurelia memperingatkan Anna dengan serius. Anna terlihat santai-santai saja mendengarnya.
Aurelia yang sudah mengeluarkan unek-uneknya langsung pergi dari ruangan Anna.
" Jadi benar dia cemburu. Hanya perkara jas. Dasar aneh. Memang siapa juga yang ingin merebutnya. Ya begitulah ciri-ciri orang yang mendadak kaya. Segala sesuatu yang di milikinya sangat takut kehilangan. Lagian itu mau tunangannya atau suaminya. Nggak ada urusannya dengan ku," batin Anna yang menggedikkan bahunya yang terlihat begitu santai.
**********
Athar tiba di rumahnya, mama, papa dan Olive ada di ruang tamu.
" Tumben cepat pulang," sahut Olive yang sibuk memakai kutek pada kukunya.
" Nih, pa, undangan om Chandra," ucap Athar yang tidak mempedulikan pertanyaan Olive dan langsung memberikan undangan itu pada papanya.
" Undangan apa ini?" tanya Ari Purnama yang membukanya.
" Ulang tahun," ucapnya.
" Wau, kita akan pergi ke pesta," sahut Olive kesenangan.
" Kamu ini ya, pesta aja juara satu," sahut Maharani.
" Ya, itu harus dong ma," sahut Olive.
" Ya sudah aku kekamar dulu," sahut Athar yang langsung pergi.
__ADS_1
Bersambung