Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 182 Keputusan


__ADS_3

Karena ingin menuntaskan masalahnya dengan Athar, Anna nekat Kerumah Athar dengan berharap benar-benar bisa bicara dengan Athar dan tidak lama Anna sudah sampai dan motornya berhenti tepat di rumah Athar.


Anna membuka helmnya dan langsung turun dari motornya. Kondisi Anna masih terlihat tidak baik. Bahkan dia begitu merasa sulit untuk bernapas karena dadanya yang terasa begitu sesak dia hanya ingin masalahnya benar-benar cepat selesai dengan Athar.


" Mobil Athar masih ada. Dia belum pergi ke kantor. Aku harus menemuinya sekarang. Aku tidak akan menyia-nyiakan waktu ini. Aku hanya bisa berusaha dan sisanya aku hanya bisa berserah dan pasrah," batin Anna yang meletakkannya helmnya pada spion motornya dan langsung menghampiri melangkah kerumah Athar.


Dengan menarik napas panjang dan membuangnya perlahan. Anna yang ingun mengetuk pintu rumah itu. Namun baru di ketuk pintu itu sudah terbuka dan menampilkan Athar. Pria yang ingin di temuinya. Tangan Anna bahkan hampir mengetuk wajah tampan yang begitu dingin itu.


Athar jelas kaget dengan Anna yang berada di depannya. Mata Athar melihat wajah Anna yang begitu pucat yang sangat kelihatan Anna yang tidak sehat sama sekali.


Bahkan Athar ingin bertanya ada ada apa dengan Anna. Namun ada tembok yang tidak bisa mengatakan hal itu. Mereka ber-2 diam saling menatap. Namun hanya sebentar saja.


" Ngapain kau disini." tanya Athar dengan suara dinginnya.


" Aku ingin menemui Olivie," jawab Anna.


" Kalau begitu minggir! kau menghalangi jalanku," ucap Athar dengan ketus.


" Tapi aku juga ingin bicara kepadamu sebentar," ucap Anna.


" Jangan membuat keributan di rumah ku. Aku tidak mengijinkanmu untuk bicara kepadaku. Kau hanya bawahan yang tidak pantas bicara banyak-banyak pada atasa mu. Ingatkan pada stusmu," ucap Athar dengan sinis.


Lagi dan lagi kata menyakitkan itu harus di dengar Anna dan harus bersabar dengan kata-kata indah dari Athar.


Melihat Anna yang tidak mau minggir Athar langsung berjalan dengan mennggeser tubuh Anna yang menghalangi jalannya.

__ADS_1


" Athar tunggu!" Panggil Anna yang langsung mengejar Athar.


Athar benar-benar menolak untuk bicara dengan Anna semakin dia melihat Anna rasa marah, sakit hati, kecewa itu semakin besar. Athar terus berjalan yang ternyata tidak memasuki mobilnya langsung tetapi Athar langsung pergi ketaman belakang dan Anna masih mengejarnya


" Athar tunggu!" panggil Anna membuat langkah Athar terhenti.


" Aku sudah mengatakan jangan menggangguku. Kenapa masih mengikutiku? Pergilah dari sini! Aku dan kau tidak ada urusan apa-apa. Jangan membuatku semakin marah yang akhirnya aku kehilangan kesabaran kepadamu," ucap Athar tanpa membalikkan tubuhnya


" Segitu bencinya kamu kepadaku sampai terus menghindariku, tidak mau bicara kepadaku. Aku sudah mengatakan semuanya tidak seperti..-"


" Cukup Anna!" bentak Athar membuat Anna tidak jadi bicara lagi. Dan Athar membalikkan tubuhnya menghadap Anna.


" Kau jangan mengungkit masalah itu lagi. Aku sudah muak dengan mu, dengan sandiwara yang semua kau lakukan. Perlu aku tegaskan untuk yang terakhir kalinya kepadanu. Jangan muncul di hadapanku. Kau hanya wanita seorang karyawan yang bukan siapa-siapa ku. Anggap aku bodoh yang percaya dengan wanita sepertimu. Anggap aku bodoh yang telah terjebak di tipu musihatmu. Wajahmu yang polos itu dan tingkahmu seakan manusia yang tidak punya dosa membuatku semakin jijik kepadamu dan membuatku semakin menyadari jika banyaknya waktu yang aku buang hanya untuk kepadamu," ucap Athar dengan kata-kata yang semakin lama semakin menyakitkan.


" Kau tidak akan mengerti Anna. Karena hatimu itu sudah mati dan tidak akan tau apa yang aku rasakan. Kau tau dalam hidupku. Aku baru menyesal saat usiaku sekarang ini di mana aku bertemu dengan mu. Itu penyesalan yang terbesar yang aku lakukan. Aku sangat menyesal telah bermain hati kepadamu," ucap Athar menegaskan dengan kemarahan yang tak kunjung padam.


" Jadi aku Athar atasanmu memberi peringatan yang terakhir kali untukmu. Jangan berani bicara atau menegurku lagi. Jika tidak mendengarkan. Aku benar-benar akan mengeluarkanmu dari Perusahaan," ucap Athar dengan penuh penegasan dan penekanan yang juga memberi Anna ancaman.


Anna hanya diam dengan air matanya yang akhirnya menetes. Sudah di tahan. Ternyata tidak bisa dan jatuh begitu saja.


" Dengar Anna, kau bukan siapa-siapa ku dan kita akan menjadi siapa-siapa ku. Jika hubunganmu sudah baik dengan keluargamu. Karena kita akan menjadi saudara ipar. Aku rasa kau pasti tidak lupa jika aku tunangan kakakmu," ucap Athar membuat Anna kaget.


" Jadi perbaiki hubungan mu dengan keluargamu. Baru kau bicara dengan baik kepadaku. Karena jika kau tidak memperbaikku hubunganmu dengan keluargamu. Kita bukan satu level," lanjut Athar lagi.


Dek, Sesak begitu sesak rasanya. Bagai di cabik-cabik. Di gores-gores, di tusuk-tusuk di siram air asam bahkan seperti di kuliti mendengar kata-kata dari Athar. Bahkan air mata Anna sudah tidak mengalir lagi karena begitu sakit yang di rasakannya. Yang tidak pernah di rasakannya harus di rasakannya.

__ADS_1


" Kau sudah mengertikan apa yang aku katakan," ucap Athar. Kaki Anna begitu lemas dan ingin jatuh melihat manusia dingin di depannya yang memperjelas statusnya dengan Aurelia.


" Jadi kau akan mengubah kembali keputusanmu?" tanya Anna dengan suara seraknya suara yang begitu sulit untuk di keluarkannya. Athar diam tanpa menjawab apa-apa.


" Dan karena itu juga kau mencabut semua Cctv dari perumahanku. Karena benar-benar sudah tidak ingin berhubungan lagi denganku?" lanjut Anna.


Namun wajah Athar terlihat heran dengan kata-kata Anna.


" Ya dan itu artinya maka tidak ada lagi urusan kita ber-2," sahut Athar dengan memutuskan segalanya. Anna pasrah dengan apa yang di usahakannya ternyata sia-sia.


Namun kakinya yang begitu lemas tiba-tiba mendadak ingin jatuh dan Athar melihatnya ingin melangkah menolong Anna. Namun tiba-tiba Derry datang dan langsung menahan tubuh Anna dengan memegang kuat bahu Anna.


" Anna kamu tidak apa-apa?" tanya Derry. Anna merasa lemas menggeleng kan kepalanya.


Anna melihat kearah Athar yang sama sekali Athar tidak peduli dan sekarang Athar malah pergi. Anna hanya melihat punggung Athar yang semakin lama semakin jauh.


" Atharr benar-benar sudah tidak peduli lagi. Dia memang sudah tidak peduli. Dia bukan hanya marah atau membenciku. Tetapi dia juga seakan tidak mau mengenalku," batin Anna yang terasa begitu sakit.


" Anna kamu tidak apa-apa kan?" tanya Derry.


" Tidak pak Derry saya tidak apa-apa," jawab Anna.


" Makasih pak Derry sudah membantu saya. Saya datang hanya untuk menemui Olive," sahut Anna.


" Olive ada di dalam. Ya sudah biar saya antar," ucap Derry. Anna mengangguk dan Derry merangkul bahu Anna untuk membawa Anna menemui Olive.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2