Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 236 hari ke dua.


__ADS_3

Anna dan Athar yang sama-sama membelakangi pintu serentak menoleh kebelakang dengan wajah Anna yang tadinya tersenyum. Namun Anna tiba-tiba menjadi terkejut kala melihat wanita di depan pintu yang juga sama-sama terkejut melihat Anna.


Athar yang juga sudah pernah melihat Maya terkejut yang tidak percaya dengan Maya yang di depan pintu itu. Padahal baru saja dia menyuruh Jennie untuk menyelidiki tentang Maya.


" Ma- mama!" lirih Anna dengan suara tertahan. Sangat sulit baginya mengeluarkan suara itu.


" Anna!" sahut Maya yang tidak kalah sesaknya melihat Anna nyata di depannya.


Air mata Anna kembali jatuh dan perlahan melangkah mendekati pintu mendekati wanita yang sekarang juga sudah mengeluarkan air mata.


Tiba Anna sudah berdiri di depan mamanya. Tangannya yang bergetar perlahan naik dan memegang pipi Maya.


" Mama!" ucap Anna dengan suaranya yang begitu serak.


" Anna!" ucap Maya yang juga sudah memegang Anna.


" Ini sungguh mama?" tanya Anna yang masih begitu shock. Maya mengangguk-anggukkan kepalanya dan di detik berikutnya mereka langsung berpelukan dengan erat dengan suara tangisan yang sama-sama keluar dari mulut masing-masing.


" Mama, kemana saja selama ini? Kenapa pergi meninggalkan Anna? Apa mama tidak tau jika Anna begitu merindukan mama. Tetapi apa yang mama lakukan. Kenapa pergi membiarkan Anna kesepian?" Anna terus bertanya dalam tangisannya yang senggugukan.


" maafkan mama Anna. Mama tidak bermaksud untuk meninggalkan kamu. Mama tidak bermaksud untuk tidak bertanggung jawab. Mama sayang sama kamu dan juga kakakmu. Mama hanya tidak punya kuasa untuk kembali bersama kalian. Mama tidak siap menerima apa yang terjadi. Hati mama begitu sakit sampai mama tidak bisa melihat kalian. Maafkan mama nak," ucap Maya di dalam pelukannya yang mengakui kesalahannya dan mengungkap penyesalannya.


Ibu dan anak itu terus berpelukan sambil mengungkapkan isi hati mereka masing-masing. Meluapkan rasa kerinduan. Gantian tadi Athar dan ibunya yang saling menagis dalam pelukan dan sekarang Anna dan ibunya.


Anjani yang melihat hal itu tersenyum dengan keharuan. Sama dengan Athar yang sekarang merangkul bahu ibunya yang dia pasti bahagia yang melihat Anna memeluk bertemu ibu kandungnya.


" Akhirnya takdir mempertemukan mereka. Ternyata garis takdir tidak seburuk yang aku pikirkan dulu. Semua sangat indah. Dan ini hasilnya memalui 2 orang yang membangun cinta. Mampu membuatku bersama putraku dan Maya kembali pada anaknya. Ya Allah ini benar-benar sangat luar biasa kebahagian yang engaku berikan," batin Anjani tidak henti-hentinya air matanya menetes dengan rasa kebahagian yang tidak bisa di gambarkan.


" Terima kasih Anna, kau hadir dalam hidupku dan membuatku bertemu dengan ibuku dan sekarang kau bertemu dengan ibumu. Itulah balasan dari kebaikan mu," batin Athar dengan mata yang berkaca-kaca dengan situasi yang di hadapinya begitu indah.

__ADS_1


***********


Setelah acara pelukan dan melepas rindu selesai. Anna, Maya, Anjani dan Athar sekarang duduk di salah ruangan di mana Anna harus mendengar cerita kehidupan mamanya. Kenapa bisa kenal Anjani? banyak yang ingin di ketahui Anna. Dan Maya harus menjelaskan semuanya.


" Jadi ibu Anjani yang menyelamatkan mama waktu itu?" tanya Anna setelah mendengar cerita Maya yang begitu memperhatikan.


" Iya Anna, mama mungkin sudah merasa tidak pantas hidup. Merasa salah, merasa tidak berguna. Karena mendapat penghiyanatan dan ingin mengakhiri segalanya. Mama ingin mengakhiri hidup mama tanpa memikirkan kamu dan Aurelia. Mama buta dengan pikiran yang buntu yang akhirnya membuat mama gelap mata," jelas Maya yang begitu menyesal dulu pernah melakukan hal bodoh. Dan jika Anjani tidak menyelamatkannya, mungkin dia tidak akan di sini sekarang.


" Anna mengerti perasaan mama," sahut Anna yang memeluk ibunya itu dengan erat.


" Maafkan mama ya, sudah meninggalkan kalian," ucap Maya.


" Jangan menyalahkan diri mama, yang penting sekarang mama sudah ada bersama Aman," sahut Anna.


" Semua karena Bu Anjani, dia yang membuat mama menjadi seperti ini. Merawat mental mama yang sudah hancur, pelan-pelan dia membuat mama bangkit dan sekarang bisa seperti ini," ucap Maya yang memang tidak akan melupakan hutang Budi Anjani.


Athar hanya tersenyum. Tidak percaya jika ibunya sudah dekat dengan calon mertuanya yang artinya Athar mengkantungi banyak restu.


" Jadi selama ini mama tinggal di Bangkok dan rumah ini punya siapa mama atau Bu Anjani?" tanya Anna.


" Ini rumah hasil kerja keras kita ber-2 dan hanya saja ibu Anjani suka tinggal di desa dan membiarkan mama yang mengelola semua bisnis kami," jelas Maya.


Anna mengkerutkan dahinya menatap mamanya serius, " mama mempunyai bisnis?" tanya Anna tampak terkejut. Maya mengangguk.


" Ya ampun mama ku sangat kaya sekarang," goda Anna nada bercandaan. Yang lainnya tertawa.


" Iya mama sudah kaya dan semua itu untuk kamu," sahut Maya dengan mencolek hidung Anna.


" Serius?" tanya Anna. Jiwa mata duitannya kembali meronta-ronta seakan melupakan kesedihannya. Maya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


" Hmmm, jika aku kaya. Aku berarti tidak perlu bekerja di perusahannya," sahut Anna dengan mengarahkan matanya pada Athar.


Wajah Athar yang tadi tersenyum. Langsung mengkerut mendengar kata-kata Anna.


" Untung saja aku sudah mengundurkan diri," lanjut Anna tanpa dosa yang sepertinya sengaja membuat Athar kesal.


" Meski kau lebih kaya dari padaku. Kau tidak bisa berhenti dari Perusahaan begitu saja," sahut Athar menegaskan dengan wajah seriusnya. Anjani dan Maya hanya tertawa-tawa geleng-geleng.


" Kenapa. Orang aku ada mama yang memberiku makan. Lagian capek bekerja, mending hidup enak tanpa bekerja yang memiliki Bos sepertimu," sahut Anna yang sangat berani. Mungkin ada mamanya. Jadi keberaniannya naik.


" Tetap tidak bisa. Kau harus tetap bekerja di sana," tegas Athar.


" Aku tidak mau," sahut Anna dengan menjulurkan lidahnya yang mengejek Athar.


" Kau ini!" geram Athar yang ingin menghampiri Anna. Namun di tahannya. Mana mungkin dia melakukan perdebatan panjang di depan 2 wanita itu.


" Sudah-sudah, kenapa kalian jadi ribut," sahut Anjani gelang-gelang.


" Benar kata Anjani. Ternyata kalian ber-2 memang sering bertengkar," ucap Maya.


" Bu Anjani. Apa Bu Anjani menceritakan sedetail itu sama mama?" tanya Anna memastikan.


" Iya Bu Anjani menceritakan apapun yang terjadi pada kamu. Termasuk waktu kamu lagi galau-galaunya di tinggalkan Athar bertunangan. Di mana kamu sampai mencoret-coret kertas dan bahkan menulis namanya dan bahkan kamu juga menangisinya di saat kalian bertengkar dengan kamu mengatakan masalah perasaan kamu," ucap Maya yang bicara apa adanya.


Athar merasa menang mendengarnya dan wajah Anna tampak panik yang pasti Athar merasa besar kepala karena tau dia melakukan hal itu.


" Tidak, aku tidak pernah melakukan itu. Bu Anjani mengada-ada," sahut Anna dengan paniknya mengelak.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2