
Anna berjalan dengan langkah yang begitu cepat. Beberapa kali dia membuang napasnya kedepan. Napas berat yang dibuangnya mempertandakan dia begitu lelah. Bahkan matanya dan wajahnya tidak bisa bohong. Jika dia ingin menangis. Namun air matanya tidak kunjung keluar.
Apa yang di katakan Aurelia jelas membuatnya sakit hati. Walau memberontak untuk sakit hati tetapi dia tetap sakit hati.
Anna berjalan menuju motornya yang sepertinya ingin pergi. Saat ingin menaiki motornya. Tiba-tiba sebuah tangan menariknya yang membaut Anna kaget yang ternyata Athar yang langsung membawanya pergi.
" Apa yang kamu lakukan. Lepaskan aku! lepaskan aku apa yang kau lakukan! lepaskan aku!" teriak Anna yang memberontak saat Athar membawanya pergi.
" Athar lepaskan aku! kamu ini apa-apaan sih Athar! lepaskan Athar!" berontak Anna dengan berusaha melepas tangannya dari cengkraman Athar.
Athar tidak peduli dan terus berjalan dengan cepat dengan yang membawa Anna pada mobilnya yang terparkir. Namun saat berada di dekat mobilnya. Athar membuka pintu mobil dan memaksa Anna masuk. Namun Anna memberontak dan menahan diri agar tidak masuk.
" Apa yang kamu lakukan. Aku tidak mau," berontak Anna.
" Masuklah!" tegas Athar.
" Aku tidak mau," bantah Anna dengan melihat Athar dan Athar juga melihat mata Anna yang bergenang yang air mata itu di tahan agar tidak keluar.
" Ayo masuk!" Athar harus memaksanya sedikit dengan menundukkan kepalanya dan memaksanya masuk. Lalu mengunci pintu mobilnya.
" Athar apa kamu gila!" teriak Anna yang berusaha membuka pintu. Namun Athar sama sekali tidak peduli dan langsung buru-buru masuk kedalam mobilnya dan duduk di samping Anna.
" Buka pintunya!" tegas Anna. Athar tidak mendengarnya dan malah melajukan mobilnya dan membiarkan Anna yang memberontak.
Ternyata Aurelia berdiri di depan lobi perusahaan dan melihat Athar yang membawa Anna pergi.
" Meeting, kau ingin meeting dengannya kau memang tidak pernah punya alasan jika berhubungan dengannya. Namun dengan ku kau selalu banyak alasan," desis Aurelia yang marahnya semakin memuncak.
" Kurang ajar kamu Athar. Sungguh kamu benaran keterlaluan Athar. Kamu mengabaikanku dan membawanya pergi. Kau seakan tidak pernah memikirkanku. Kau benar-benar mengabaikan perasaanku Athar. Kau pergi dengan membawanya. Kau sungguh keterlaluan Athar," ucap Aurelia yang bertambah marah dengan apa yang di lakukan Athar pada Anna.
__ADS_1
Ternyata Jennie juga melihat hal itu. Jennie menarik napas panjang dan geleng-geleng.
" Apa mungkin mereka akan terlibat cinta segitiga, terjadi keributan besar, banyak menuntut dan tidak tau mana yang korban," batin Jennie yang melihat ke arah Aurelia yang terlihat mengepal tangannya dan sorot mata yang tajam dengan penuh kebencian.
" Aku berharap Athar benar-benar tidak sibuk mengurusi cinta segitiganya itu yang akan membuatnya lengah dalam urusan pentingnya. Aku tau Athar kamu orang yang pintar dan juga tegas. Kau bisa menghadapi semua ini," batin Jennie yang mempercayai temannya itu.
Tetapi dengan tiba-tiba Jennie yang ingin pergi dari tempatnya berdiri. Namun tiba-tiba Jennie melihat Gibran yang di sebrang jalan sana yang berbicara serius dengan seorang Pria.
" Siapa yang bersama Gibran," batin Jennie penasaran yang memperhatikan Gibran yang terlihat marah-marah.
" Mana mungkin itu kliennya. Kenapa penampilannya seperti itu,". Batin Jennie yang kebingungan bertanya-tanya dengan apa yang di lihatnya. Pria itu bertubuh kekar yang seperti Pria yang berpenampilan seorang preman yang membuatnya kebingungan.
" Siapa kira-kira pria itu, kenapa mereka begitu serius sekali bicara," Jennie hanya melihat terus dengan penuh kecurigaan. Tetapi tidak lama Jennie pun pergi dari tempat itu. Walau merasa ada yang aneh. Tetapi Jennie tidak mau ikut campur.
************
Athar dan Anna masih berada di dalam mobil yang mana Anna begitu kesalnya melihat Athar yang memaksanya masuk kemobilnya dan sekarang tidak tau mau di bawa kemana dia. Suasana hatinya yang buruk dan di tambah semakin buruk dengan Athar yang lagi-lagi suka mencari masalah dengannya.
" Athar kau mendengarku atau tidak! turunkan aku Athar," teriak Anna.
Athar tetap menyetir dan menghidupkan musik agar telinganya tidak mendengar suara berisiknya Anna yang sampai detik ini masih marah-marah terus.
" Kau benar-benar ya Athar. Keterlaluan!" Geram Anna yang langsung mematikan musik itu.
" Kau turunkan aku! aku tidak ingin tunaganmu memaki ku lagi!" teriak Anna.
" Jika kau tidak menurunkanku. Maka aku melompat," ancam Anna yang kesabarannya sudah habis.
Athar pun memberhentikan mobilnya di pinggir jalan dan begitu berhenti Anna langsung ingin keluar. Namun pintu mobil ternyata di kunci oleh Athar.
__ADS_1
" Buka!" tegas Anna dengan menatap Athar tajam.
" Aku minta maaf," ucap Athar dengan pelan. Yang membuat Anna terdiam. Ini pertama kali Athar Pria yang yang menyebalkan itu mengatakan maaf dengan suara beratnya.
" Aku akan bicara pada Aurelia dan akan menjelaskan semuanya," lanjut Athar.
" Jangan ikut campur dengan urusanku. Dan aku juga tidak ada urusan dengan kalian berdua. Jadi jangan membuatku terlibat dengan hubungan kalian," sahut Anna menegaskan. Athar diam dan tidak bicara lagi.
" Buka pintu mobilnya, aku ingin turun!" perintah Anna dengan menahan dirinya sejak tadi.
" Aku ada pertemuan dengan klien," sahut Athar.
" Lalu apa urusannya denganku," sahut Anna semakin kesal.
" Kau karyawan dan harus ikut. Itu gunanya aku membawamu untuk masuk kemobilku,"' sahut Athar.
" Aku tidak mau," tolak Anna.
" Aku bosmu. Jangan menolak," sahut Athar menegaskan.
Anna hanya berdecak kesal yang pasti jika sudah bicara mengenai status dia tidak akan bisa berbuat apa-apa. Athar menoleh ke arahnya dan melihat wajah Anna yang masih berantakan yang basah karena siraman Olive. Athar mengambil sapu tangannya dan memberikannya pada Anna.
" Ambilah lap wajahmu," ucap Athar.
" Tidak perlu," sahut Anna.
" Aku ingin menemui klien penting dan aku tidak ingin dia kecewa hanya karena melihatmu," sahut Athar. Anna yang tidak punya pilihan langsung mengambil sapu tangan itu dan mengusap wajahnya. Anna juga mengatur napasnya yang sedari tadi terus memburu yang mana dia begitu tidak tenang.
Anna terus melap wajahnya dan ternyata sekalian dengan air matanya yang akhirnya jatuh. Pasti mana mungkin tertahan lagi air mata itu. Hal yang paling menyakitkan adalah kakak sendiri yang menghinanya dan menuduhnya yang tidak tidak-tidak.
__ADS_1
Athar menoleh kesamping dan melihat Anna berusaha mengelak dengan melihat ke luar jendela agar Athar tidak melihat dirinya. Namun Athar tau jika Anna menangis. Dan Athar pasti tau apa yang membuat Anna menangis pasti kata-kata Aurelia yang begitu kasar dan diapun ada di sana saat itu.
Bersambung.