
Gibran menaiki anak tangga dengan langkahnya yang begitu terburu-buru dan hampir menabrak mamanya.
" Gibran kamu ini jalan nggak lihat-lihat," sahut Maharani.
" Maaf mah, Gibran buru-buru," sahut Gibran yang langsung menaiki anak tangga.
" Dasar anak itu benar-benar sangat aneh," batin Maharani yang geleng-geleng dengan kelakukan Gibran.
Gibran langsung kaemarnya dan langsung menerima telpon. Sang penelpon sudah bicara dan apa yang di bicarakan sang penelpon membuatnya penuh dengan kemarahan dengan matanya yang melotot dan hampir bola mata itu ingin keluar.
📞" Apa kalian bilang. Jadi tetap dia lolos," teriak Gibran dalam telponnya.
📞" Dasar bodoh menyinggirkan dia saja kalian tidak bisa. Apa yang bisa kalian lakukan hah! Kenapa kalian begitu bodoh, tolol!" teriak Gibran memaki orang dalam telponnya.
📞" Maaf bos. Kami sudah berhasil memancingnya dan membuat dia terluka. Tetapi saat kami mengejar mobil itu dan ingin meleyapkan nya. Ternyata sekretarisnya datang dengan membawa banyak anak buah," sahut seorang Pria dengan suara bergetar yang ketakutan.
📞" Seorang wanita. Apa maksudnya itu adalah Jennie," sahut Gibran menebak.
📞" Saya tidak tau bos. Wanita itu tinggi dengan dan wajahnya begitu jutek," sahut Pria itu.
📞" Lalu apa ada yang tertangkap?" tanya Gibran panik.
📞" Salah satu orang kami tertangkap bos," sahut Pria itu dengan suara ketakutan.
📞" Bodoh!" teriak Gibran, " bisa-bisanya kalian sebodoh itu. Aku tidak mau tolol jangan sampai dia memberitahu sebenarnya. Kalian urus semuanya. Jika rahasia ini terbongkar. Aku pastikan nyawa kalian semua melayang," bentak Gibran dengan penuh ancaman.
📞" Baik bos," sahut Pria itu yang langsung mematikan telponnya.
" A-a-a--a-a-a!" teriak Gibran yang langsung melempar hanphonnya dengan penuh emosi.
" Hanya seperti itu saja tidak bejus. Sial Athar ternyata tidak selemah yang aku pikir. Jennie datang tepat waktu apa Athar sedang menyusun taktik. Percuma aku menyusun rencana rapi-rapi. Aku menjadikan wanita itu umpan untuk membuat Athar lengah. Tapi ternyata tidak ada gunanya dan itu semua gara-gara kebodohan mereka," teriak Gibran dengan meremas rambutnya.
Flashback.
Gibran berada di dalam markas berdiri di depan beberapa Pria yang berbadan besar otot kekar dan sepertinya sangat ahli dalam berkelahi.
__ADS_1
" Aku ingin kalian menyinggirkan dia," ucap Gibran yang memberikan selembar foto yang mana ternyata foto Athar.
" Jika dia tetap hidup. Posisiku akan semakin terancam. Singgirkan dia secepatnya. Sebelum proyeknya berjalan!" perintah Gibran. Salah satu pria itu mengambil fotonya dan melihat-lihat foto itu dengan mereka yang saling melihat dan menyunggingkan senyumnya.
" Tapi jangan fokus kepadanya," sahut Gibran tiba-tiba.
" Maksud bos?" tanya salah satu Pria. Gibran mengeluarkan 1 foto lagi dan meletakkan di atas meja yang mana foto Anna.
" Gunakan wanita ini. Seakan-akan kalian ingin menyerangnya. Kalian harus buat fokus target kalian beralih padanya. Sehingga kalian mudah untuk melenyapkannya," jelas Gibran yang memainkan taktiknya.
" Baiklah bos," sahut salah satu Pria itu.
" Aku yakin dia pasti akan berusaha melindungi wanita itu dengan dia sibuk memikirkan wanita itu dia tidak akan menyadari jika nyawanya sedang di incar. Proyek kali ini harus di dasari dengan pertumpahan darah," batin Gibran yang menyunggingkan senyumnya.
Karena persaingan bisnis membuat Gibran gelap mata yang ingin meletakkan adik tirinya itu dan menggunakan Anna sebagai umpan. Karena Gibran sebelumnya telah menyelediki Anna dan Athar.
Gibran sangat yakin jika Athar peduli pada Anna dan makanya menggunakan Anna sebagai umpan.
Rencana Gibran berhasil dengan mengecoh hati dan pikiran Athar yang fokus pada Anna. Karena khawatir dengan Anna dan berpikiran jika selama ini Anna sedang di incar sampai Athar kepikiran jika Chandra pelakuknya.
Urusan Gibran hanya pada Athar yang ingin menyinggirkan Athar dari dunia ini dan Anna hanyalah umpan. Athar sampai tidak menyadari semuanya. Ternyata benar kata Anna yang di incar adalah Athar. Celetukan Anna memang kadang-kadang tepat. Di pikir Anna adalah target tau-taunya Athar lah yang target.
*************
Akhirnya setelah perjalanan yang cukup jauh mereka tiba di Jakarta dan mobil itu berhenti di perumahan Anna.
" Terima kasih sudah mengantarkan kami," ucap Anna yang membuka sabuk pengamannya.
" Iya makasih juga untuk semuanya," sahut Sana.
" Ya sudah kalian hati-hati ya, tidur yang nyenyak," sahut Olive.
" Iya Olive, kalian juga hati-hati. Hmmmm Lisa semoga tangannya cepat sembuh ya," ucap Anna yang prihatin pada tangan Lisa yang sampai-sampai memakai gifst
" Iya Anna makasih," sahut Lisa.
__ADS_1
" Ya sudah kami masuk dulu," sahut Anna yang langsung membuka mobil dan sana juga mengikutinya yang turun dari mobil. Anna melihat ke arah Athar dan masih melihat tangan Athar.
" Makasih," ucap Anna dengan pelan. Athar menganggukkan matanya. Anna tersenyum tipis dan langsung keluar dari dalam mobil bersama Sana.
" Ayo Sana!" ajak Anna yang langsung berlalu.
Mobil itu memang tidak akan bergerak jika Anna belum memasuki rumahnya dan Athar juga yang menyuruh Sana untuk menemani Anna.
Walau ada penjaga sekitar di rumah Anna tetapi Athar seakan tidak ingin Anna sendirian di dalam rumah. Anna tidak akan kenapa-kenapa. Karena yang di butuhkan itu nyawa Athar. Athar sampai detik itu tidak menyadari hal itu.
" Jalan!" perintah Athar. Supir mengangguk dan langsung jalan. Mata Athar tetap melihat rumah Anna yang dia masih saja sangat khawatir pada Anna.
***********
Anna dan Sana langsung menghempaskan tubuh mereka di atas ranjang yang mana mereka begitu lelah.
" Capek benget," ucap serentak ke-2nya. Sana melihat jam di hpnya yang sudah pukul 3 pagi.
" Kamu benar Anna kita sampai jam 3," sahut Sana.
" Aku bilang juga apa," sahut Anna.
" Apa kamu peramal dan jangan-jangan sudah tau lagi. Kalau akan ada insiden buruk. Makanya dugaan kamu bisa tepat. Karena kalau perjalanan kita tadi lancar. Seharunya kita sampainya lebih awal," sahut Sana.
" Aku rasa memang iya. Aku punya bakat yang terpendam," sahut Anna masih sempat-sempatnya menyombongkan diri.
" Tapi tetap aja besok harus ngantor. Apa tidak bisa di tunda saja," sahut Anna dengan wajah lemasnya dan begitu stres memikirkan pekerjaan besok. Anna mengambil handphone dan melihat pesan yang tiba-tiba masuk yang ternyata dari Athar.
..." Besok jangan masuk. Istirahatlah untuk satu hari. Ingat hanya 1 hari," mata Anna melotot dengan tulisan yang di terimanya....
" Ini sungguhan," gumamnya tidak percaya sampai mengucek-ngucek matanya.
" Ada apa Anna?" tanya Sana heran.
" Horeeee aku libur," sahut Anna dengan berteriak kesenangan yang akhirnya libur. Suasana hatinya begitu baik dengan Athar yang mulai memberinya banyak bonus-bonus kecil yang begitu manis.
__ADS_1
Bersambung