Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 43 Insiden Anna dan Athar


__ADS_3

Anna menumpahkan kemarahannya di dalam toilet mencuci tangannya di wastafel.


" Dasar pria gila. Perusahan ini memang tempatnya pria-pria tidak waras seperti mereka. Seenaknya saja dia bicara suka-sukanya. Memang dia pikir siapa dirinya. Mengataiku rendahan. Apa katanya tadi meberi tubuh ku padanya. Mulutnya memang tidak pernah di sekolahkan, bicara tanpa sopan santun," cerocos Anna dengan menggosok-gosok tangannya dengan kuat di pancuran air wastafel.


Anna memang punya hobi tersendiri menumpahkan kekesalannya berdasarkan hatinya yang sakit. Kebiasaannya jika tersinggung akan mengacu pada tangannya yang dicuci dengan kuat sampai menimbulkan kemerahan di telapak tangan itu.


Tiba-tiba di toilet yang sama Aurelia keluar dari salah satu WC dan ketika melihat Anna. Aurelia langsung berdiri di sampingnya untuk memperbaiki riasannya. Aurelia melirik ke arah bawah melihat tangan Anna yang memerah. Akibat gesekan yang kuat.


" Hatimu sedang tidak bagus?" tanya Aurelia dengan merapikan rambutnya.


" Bagaimana mau bagus jika kau ada di sini," sahut Anna ketus. Yang masih melanjutkan pekerjaannya yang melukai dirinya sendiri.


" Ini tempatku. Jadi aku akan terus di sini dan kita akan bersaing Anna," sahut Aurelia membuat Anna menghentikan pekerjaannya dan melihat sinis ke arah Aurelia.


" Aku tidak percaya. Jika anak orang kaya sepertimu. Mau bersaing dengan kelas karyawan seperti ku," sahut Anna dengan sinis.


" Kau dan teman-teman mu itu bukan tandinganku. Aku bukan hanya anak orang kaya. Tapi juga menjadi pemenang dalam pertandingan ini. Karena kualitasku, jika kau tidak percaya. Aku jauh lebih tidak percaya dengan kau yang akhirnya menjadi saingan ku. Bukan saingan tapi kau akan melihat, memang sejak dulu aku sangat berkualitas," tegas Aurelia.


" Percaya diri sekali," geram Anna dengan terus menggosok-gosokkan tangannya dan semakin kuat karena emosinya bertambah dengan kehadiran Aurelia melihat Aurelia sama saja membuat hatinya juga sakit. Karena mengingat keluarganya yang hancur itu. Aurelia melihat tingkah Anna semakin menjadi-jadi.


" Hentikan!" gertak Aurelia menahan tangan Anna dan mata mereka sama-sama saling melihat tajam. Terlihat kebencian dari mata Anna. Aurelia menjatuhkan tangan Anna dan mengeluarkan sesuatu dari tasnya berupa salep.


" Tanganmu bisa putus," ucap Aurelia menekan suaranya meletakkan salep itu di pinggir wastafel. Lalu langsung keluar dari kamar mandi.


Anna mendengus kasar dengan melihat salep pemberian Aurelia yang pasti masih peduli dengan Anna.


" Hah, benar-benar munafik, dia memberiku ini," desis Anna dengan kesal.


Flashback


" Anna kecil yang berusia 10 tahun berlari kekamar mandi dengan menggosok-gosokkan tangannya di wastafel mencuci dengan kuat sampai menimbulkan kemerahan di telapak tangan itu.


" Anna apa yang kamu lakukan jangan seperti ini, tangan mu bisa terluka," ucap Aurelia yang datang menghentikan perbuatan adiknya itu.


" Jangan menggangguku. Papa jahat dia sudah melukai perasaanku. Dia bukan papa ku lagi, aku membencinya," ucap Anna yang menangis.

__ADS_1


" Anna hentikan!" Aurelia menghentikan adiknya itu dan memeluknya untuk menengkannya.


" Kamu bisa terluka jika seperti ini terus. Kamu jangan begini ya. Kakak tidak mau kamu kenapa-kenapa. Jangan membuat kakak takut," ucap Aurelia menegaskan pada Anna.


Flass on


Anna tidak sadar meneteskan air matanya saat mengingat hal itu. Di mana Aurelia akan terus ada di sampingnya saat ada yang menyakiti hatinya. Anna mengambil salep itu dan keluar dari kamar mandi dengan penuh kekesalan yang bertumpuk-tumpuk. Saat keluar dari kamar mandi. Anna tampaknya mencari Aurelia ingin mengembalikan salep itu.


Anna melihat Aurelia berjalan santai dan dengan penuh emosi Anna membuang salep itu.


" Aku tidak butuh ini!" desis Anna membuang penuh kemarahan dan saat itu juga Athar lewat dan sial benda yang melayang-layang itu mengenai wajah Athar bukan wajah Aurelia.


" Ahhhhh," lirih Athar memegang bagian pelepisnya yang terkena lemparan Anna. Anna menganga dengan melihat apa yang terjadi. Dengan matanya yang terbuka lebar dan kedua tangannya menutup mulutnya yang menganga


" Mampus aku," batinnya yang pasrah dengan ke adaannya. Athar langsung melihat arah lemparan itu berasal dari mana dengan perlahan Anna membalikkan tubuhnya yang ingin lari dari Athar.


" Tunggu!" Gertak Athar membuat Anna tidak jadi pergi. Anna memejamkan matanya dengan menundukkan kepalanya yang takut pada Athar.


" Selesai saat ini juga," batin Anna pasrah.


" Kau yang melakukannya?" tanya Athar dengan menekan suaranya menjaga emosinya.


" Anna, kenapa kamu tidak hati-hati. Lihat apa yang kau lakukan Anna. Kau benar-benar keterlaluan," batin Anna yang sudah ketakutan dengan Athar.


" Jawab!" gertak Athar yang berusaha untuk mengendalikan dirinya.


" Aku tidak sengaja," jawab Anna dengan entengnya menjawab.


" Kau benar-benar. Kau pikir wajahku ini tempat sampah," geram Athar.


" Kan mirip," batin Anna.


" Angkat kepalamu!" titah Athar dan Anna langsung perlahan mengangkatnya dan melihat wajah monster Athar. Dan memang Anna melihat ulahnya yang menyebabkan luka di pelipisnya bahkan terdapat darah di sana.


" Kebiasanmu membuang sampah sembarangan bukan hanya merusak kantorku. Tapi lihat ulahmu!" teriak Athar.

__ADS_1


" Aku tidak sengaja. Lagian itu bukan sampah, kalau sampah itu kosong dan itu ada isinya jadi bukan sampah," ucap Anna pelan.


" Banyak alasan!" bentak Athar.


" Telinga mu benar-benar rusak. Kau pikir Perusahan ini jalanan hah, Jang bisa suka-suka mu," teriak Athar.


" Aku hanya...!"


" Jangan menjawab bentak Athar. Anna diam mengunci mulutnya.


" Apa kau yang kau lakukan hah! kau sengaja melemparku. Karena dendam kepadaku. Iya kan!" teriak Athar, Anna diam saja.


" Kenapa diam jawab, aku bukan radio rusak," teriak Athar semakin emosi.


" Memang punya masalah dengan otaknya. Barusan menyuruhku diam dan sekarang meneriaki ku, karena tidak menjawab. Dia benar-benar koslet," batin Anna.


" Heh, kau punya mulut apa tidak?" tanya Athar semakin kesal.


" Aku punya mulut, kau kan bisa melihat. Lagian kau tadi menyuruhku untuk diam. Dan aku diam kau marah-marah," sahut Anna.


" Ada saja jawabanmu," desis Athar kehabisan akal menghadapi Anna. Athar membuang napasnya perlahan dengan berkacak pinggang di depan Anna. Sepertinya Athar memang kewalahan menghadapi orang seperti Anna.


" Ikut denganku!" titah Athar yang menenangkan dirinya.


" Mau kemana?" tanya Anna heran.


" Jangan bertanya lagi, ikut denganku," geram Athar.


" Tapi mau kemana dulu?" tanya Anna lagi.


" Keruangan ku!" teriak Athar, " Ahhhhhhhhh," Anna membuang napasnya dengan perlahan dan langsung pergi dari hadapan Anna sebelum dia struk di depan Anna.


" Tammat kamu Anna, dia pasti akan menghukumku. Aku pulang lama setelah ini. Kamu sih Anna cari gara-gara mulu. Bukan salah kamu tapi dia yang seenaknya," batin Anna yang terlihat pasrah dengan memeluk menepuk jidatnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2