
" Baiklah kita akan mulai untuk peserta pertama, Delima dengan karya make up," ucap Jennie dengan meriah dan di sambut tepuk tangan.
Delima pun menaiki panggung dan mulai menunjukkan apa yang di buatnya terlihat di layar bagaimana ilustrasi make up yang di tampilkan yang di pakai dari kalangan remaja dan orang dewasa.
Memang seperti menunjukkan hasil komik dengan delima yang juga memberi penjelasan dan juri-juri termasuk, Ari Purnama, Athar, Gibran, Derry, Marko dan yang lainnya menilai dengan baik.
Hanya 10 menit waktu yang di berikan. Selesai menampilkan dengan sempurna selanjutnya Jennie memanggil peserta ke-2 Jihan sama dengan Delima yang juga di beri waktu 10 menit dan juga sampai pada putri peserta ke-3. Selesai menampilkan yang terbaik. Jennie kembali menaiki atas panggung.
" Baiklah untuk yang ke-4 kita panggilkan Aurelia Bhatari Chandra Maya," sahut Jennie dan mendapatkan sambutan tepuk tangan begitu Aurelia menaiki panggung.
" Selamat pagi semuanya salam hormat saya untuk semuanya," Aurelia basa basi dulu sebelum menampilkan apa yang ingin di tampilkannya.
" Desain yang saya tunjukkan gaun yang saya rancang sendiri dengan tangan saya dan pasti semuanya tidak mudah dan tidak langsung bisa berbentuk seperti gaun," ucap Aurelia.
" Tidak ada yang langsung jadi, seperti yang kita lihat di layar ini adalah ilustrasi yang saya buat. Lihatlah seorang anak kecil yang bercita-cita menjadi seorang desainer terkenal yang bisa membuat gaun indah seperti putri di negri dogeng. Namun semua itu tidak mudah. Anak kecil itu terus berusaha untuk membuat suatu karya yang di mulai dari membuat sapu tangan sampai akhirnya membuat jauh lebih baik," Aurelia memberikan penjelasan untuk ilustrasi di buatnya.
Di layar tersebut terlihat anak kecil yang dalam gambar komik menjait sapu tangan, namun berkembang-kembang anak tersebut semakin dewasa dan apa yang di desainnya juga berkembang menjadi dress yang indah.
Anna juga melihat ilustrasi kakaknya. Dia tau kakaknya itu dari dulu bercita-cita untuk menjadi desainer terkenal dan bahkan sapu tangan itu pernah di buat Aurelia saat Aurelia duduk di bangku dasar kelas 3 SD dan Anna lah yang menemaninya saat itu.
Anna melihat ilustrasi itu membayangkan masa kecilnya bersama kakaknya yang suka mengganggu kakaknya jika sedang menjait menggunakan tangan. Di bagian foto terakhir yang terlihat gambar 2 anak kecil tertawa dengan sapu tangan yang sama-sama di pegang. Gambar seperti di komik itu menggambarkan dia dan Aurelia dan itu mampu membuat mata Anna berkaca-kaca.
__ADS_1
" Hanya seperti ini yang bisa di lakukan anak kecil itu sampai akhirnya dia dewasa dan bisa membuat gaun indah seperti ini," lanjut Aurelia menunjukkan hasil terakhirnya gaun indah berwarna merah. Penampilan Aurelia cukup mencuri perhatian dan harus di akui sangat bagus.
" Gaun indah ini juga akan aku pakai malam ini di hari pertunanganku!" Lanjut Aurelia melihat ke arah Anna.
" Aku berharap dia yang menemaniku dulu mendukung pertunganku!" Lanjut Aurelia lagi yang matanya tidak lepas menatap Anna. Pandangan mata dari seorang kakak yang lelah dan hanya ingin meminta adiknya itu untuk mengalah kepadanya.
Namun Athar yang mendengarkan kata-kata Aurelia membuatnya mengingatkan jika malam ini dia akan bertungan. Dia yang menginginkannya dan tanpa ada sadari hari itu adalah malam ini.
Waktu 10 menit akhirnya selesai dan Aurelia mendapatkan tepuk tangan yang meriah dari semua orang dan mata Anna masih tetap melihat Aurelia yang sudah tidak melihatnya lagi.
" Terima kasih untuk semuanya. Semoga apa yang saya perlihatkan bisa memberi motivasi untuk semuanya karena segala sesuatu harus dari yang kecil dulu. Baru menjadi yang indah dan pasti keindahan berasal dukungan orang-orang di sekeliling kita," ucap Aurelia dengan kata-katanya dengan akhiran membungkukkan tubuhnya memberi penghormatan terakhir dan kembali mendapat sambutan tepuk tangan.
Aurelia menghela napasnya panjang dan menuruni panggung yang mana Jennie juga langsung naik berselih dengan Aurelia.
" Anna ayo naik," ucap Olive.
" Anna semangat, semoga sukses," sahut Sana.
" Santai aja, jangan gugup," sahut Lisa.
Anna mengangguk dan membuang napasnya perlahan kedepan di mana dia begitu gugup. Dan langsung menaiki panggung dengan beberapa kali menarik napas dan membuangnya perlahan.
__ADS_1
Setibanya di atas panggung Anna lebih gugup lagi saat melihat banyaknya orang di depannya. Melihat juri-juri. Anna melihat ke arah teman-temannya yang mana temannya pasti memberinya semangat. Matanya juga melihat Chandra dan isyrinya di sampingnya. Namun hanya sebentar saja untuk melihat orang itu
Lalu mata Anna berhenti pada Athar. Athar juga melihatnya. Namun hanya sebentar untuk saling melihat. Karena Anna harus menampilkan hal yang terbaik hari ini. Dia harus fokus.
" Selamat pagi," sapa Anna basa-basi. Yang langsung mendapat jawaban selamat pagi.
" Terima kasih untuk kesempatan ini. Saya akan menunjukkan ilustrasi karya saya yang berupa ikat rambut. Di mana benda yang sangat di perlukan wanita baik anak kecil, remaja, desawasa dan juga orang tua dari kalangan kecil, menengah sampai atas dan terkadang juga banyak Pria atau dipakaian untuk wanitanya," ucap Anna pembukaan.
Lampu mati untuk mempertunjukkan layar monitor yang begitu besar dan lampu kembali hidup dengan pertama menunjukkan jenis banyaknya kuciran rambut dari berbagai jenis yang pasti buatan Anna.
" Di sini beberapa desain yang saya buat yang dari yang simple, yang sering di gunakan aamapai yang memiliki keunikan yang berbeda-beda yang lucu-lucu yang sering kita lihat di pakai anak-anak.
" Saya membuat desain ikat rambut, bando atau pita mungkin suatu yang simpel. Tapi saya ingin berbeda karena ingin membuat karya baru untuk Perusahaan Glossi yang memberikan saya perkejaan,"
" Pasti banyak bertanya, kenapa harus sesimpel itu sementara yang lain sangat sulit. Tetapi bagi saya ini adalah suatu kesulitan.
" Untuk ide itu datang begitu saja. Karena sayang mengingat suatu ikatan. Seperti di gambar ini," layar monitor menunjukkan gambar orang-orang yang mengikat rambut orang lain. Ibu mengikat rambut anaknya sesama teman mengikat rambutnya.
" Hanya karena benda yang kecil itu mampu membuat orang saling membutuhkan untuk saling mengikat agar rambut yang menjadi mahkota tidak mengganggu akvitatas kita," ucap Anna mmebwri penjelasan sedikit.
" Kuciran yang simple itu tanpa kita sadari membuat ikatan yang tidak ada menjadi ada. Karena itulah kenapa ide ini tiba-tiba muncul di kepala saya. Karena bagi saya ikat rambut dalam benda menjadi ikatan salah 2 hubungan yang artinya mengingat. Mengikat hubungan kedekatan, ketergantungan dengan rasa yang nyaman dan iklas, sama seperti yang di lakukan mereka yang saling membantu," jelas Anna.
__ADS_1
Bersambung