Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 68 Perasaan yang aneh.


__ADS_3

Anna berdiri di depan lift dan buru-buru menekan tombol lift yang ingin naik ke lantai atas di mana ruang kantor Athar berada.


" Huhhhh, lama sekali liftnya terbuka, sudah tau orang mau buru-buru memang dasar ini lift nggak ada akhlak. Bagaimana jika dia nanti kabur coba," cerocos Anna yang marah-marah di depan lift. Ada-ada saja yang harus di salahkan nya.


Ting pintu lift akhirnya terbuka dan tidak perlu mencari Athar lagi. Athar sudah berada di dalam lift bersama Jennie.


" Kebetulan sekali," ucap Anna yang merasa lega dengan napasnya yang masih tersenggal-senggal.


Anna pun memasuki lift. Anna tersenyum pada Jennie dan Jennie hanya tersenyum tipis Anna pun berdiri di samping Athar yang terlihat dingin dan jangan berharap akan senyum kepadanya.


Sebelum pintu lift tertutup ternyata beberapa karyawan masuk kedalam lift yang pada akhirnya membuat Anna dan Athar mundur sedikit demi sedikit dan akhirnya berada paling belakang.


Ting pintu lift tertutup, Anna yang di samping Athar melihat mendongak ke atas melihat Athar dengan gayanya yang cool hanya diam saja.


" Apa iya aku harus memintanya sekarang," batin Anna kebingungan dengan tujuannya yang memang ingin menemui Athar.


" Mana mungkin aku memintanya di depan orang ramai yang adanya mereka akan mengatai aku yang tidak-tidak. Aku tidak mau hal itu terjadi," batin Anna yang kebingungan dengan matanya yang terus melihat Athar dan Athar yang merasa di lihat oleh Anna langsung dengan cepat menurunkan pandangannya melihat Anna dan dengan cepat Anna mengalihkan pandangannya.


" Selalu mengatakan aku melecehkannya. Tapi apa yang dia lakukan. Dia saja mencuri-curi untuk melihatku," batin Athar berdesis dengan Anna yang curi-curi pandang.


Lama di dalam lift tiba-tiba lift goyang mendadak membuat orang-orang yang ada di dalamnya panik.


" Ada apa ini," ucap Athar melihat-lihat ke atas. Anna juga melihat-lihat yang merasa goyangnya lift.


" Apa ada gempa," ucap Anna. Orang-orang yang berada di dalam lift heboh dengan berdecak- decak dengan panik. Dan goyangan lift semakin kuat.


" Aaaaaa," teriak orang-orang yang berusaha berpegangan agar tidak jatuh termasuk Anna yang spontan memegang kuat tangan Athar agar dia juga tidak jatuh. Athar menurunkan pandangannya pada tangannya yang di pegang Anna. Athar melihat wajah Anna panik yang seperti tidak sadar dengan apa yang di lakukan Anna.

__ADS_1


Goyangan itu bertambah kuat membuat orang-orang merapat mundur kebelakang dan membuat Athar terhimpit yang akhirnya menghimpit tubuh Anna kedingding dan kepala Anna yang hampir terbentur dingding langsung Athar mencegah dengan meletakkan telapak tangannya di kepala belakang kepala Anna dengan tubuhnya yang menghimpit Anna dan sebelah tangannya berpegang pada dingding lift. Athar seakan juga melindungi Anna dari orang-orang yang ingin menghimpitnya.


" Kalian semua tenang," ucap Jennie yang juga sebenarnya tegang namun berusaha untuk tenang.


Namun Anna dan Athar yang saling menghimpit membuat Anna mengangkat kepalanya dan melihat Athar yang begitu dekat dengannya. Mata mereka ber-2 saling bertemu. Orang-orang yang ada di dalam lift heboh dengan panik namun Athar dan Anna malah saling menatap dengan napas yang saling menerpa.


Goyangan terjadi lagi dan akhirnya dan membuat wajah Athar semakin dekat dengan Anna sampai hidung Athar yang mancung mengenai hidung Anna yang membuat Anna mendadak diam, biasanya dia akan heboh dan mengatai Athar melecehkannya dan bla-bla lainnya.


Namun saat ini dia diam dengan matanya yang saling bergumul dengan Athar dan dahi mereka sudah menempel.


Athar terlihat gugup dan juga tidak bicara apa-apa pada Anna. Athar juga kesulitan bernapas dengan dekatnya dia dengan Anna yang membuat suara jantungnya mendadak tidak normal, kecepatan yang tidak stabil yang tidak dapat di mengertinya dan Anna juga mungkin merasakan hal itu.


" Coba semuanya tenang dulu," ucap Jennie saat goyangan lift berhenti dan Jennie menekan tombol-tombol lift, namun lift tiba-tiba mati.


" Ada apa ini kenapa mati tiba-tiba,"ucap Jennie panik. Ricuh kembali terjadi yang membuat Anna dan Athar yang saling menatap tersentak dan sama-sama sadar.


Anna juga beberapa kali membuang napasnya kedepan karena merasa baru ini bisa bernapas.


" Athar kamu tidak apa-apa?" tanya Jennie.


" Tidak apa-apa," jawab Athar dengan datar yang juga terlihat mengatur napasnya yang mengendalikan perasaannya kepada Anna.


" Bagaimana ini?" tanya seorang karyawan yang kepanikan.


" Liftnya tiba-tiba mati, apa yang harus kita lakukan?" tanya salah satu karyawan.


" Iya, bagaimana ini, bagaimana ini," orang- yang ada di dalam lift heboh sendiri. Namun Anna tidak berbicara sama sekali dia malah kepanasan yang mencoba mengerti apa yang terjadi barusan.

__ADS_1


" Kalian tenanglah, semua akan baik-baik saja. Di sana ada cctv pengawas pasti akan datang," ucap Athar dengan berwibawa membuat ketenangan pada karyawannya agar tidak panik.


Hampir 30 menit mereka berada di dalam lift. Bahkan pria yang ada di dalam lift itu sudah membuka jasnya yang tidak tahan dengan panas.


Lift itu memang kecil dan ada 8 orang di sana jadi bagaimana tidak kepanasan di dalam tempat yang sempit itu. Athar masih tetap memakai jasnya karena dia memang sangat berwibawa. Jadi tetap memakai jasnya.


Tiba-tiba dari atas lift di bukakan bagian langit lift di bukakan 1 dan di atas sana ada seorang Pria yang sepertinya melakukan penyelamatan darurat. Karena pintu lift tidak kunjung bisa di buka.


" Pak Athar apa bapak baik-baik saja?" tanya Pria itu yang hanyaenyakan Athar saja.


" Saya baik-baik saja, cepat bergerak selamatkan mereka," sahut Athar dengan menegaskan.


" Baik pa," sahut Pria itu, " tolong kasih ruang sedikit," ucap Pria itu menurunkan tangga agar orang-orang yang terjebak di dalam lift itu bisa keluar secara bergantian.


Tangga itu sudah turun kelantai lift.


" Kalian naiklah secara bergantian!" titah Athar.


Karyawan mengangguk dan mereka bergantian menaiki anak tangga yang di atas sana juga di bantu petugas untuk menarik ke atas.


Namun Anna terlihat gelisah dengan yabg sepertinya tidak berminat untuk naik. Karena Anna lagi-lagi memakai rok pendek yang bisa jika dia menaiki anak tangga orang-orang di bawah sana akan mengintipnya.


" Kamu kenapa diam ayo naik!" tegur Athar yang melihat Anna gelisah.


" Yang lain saja kan masih banyak," sahut Anna tersenyum tipis. Athar hanya mendengus dan membiarkan saja Anna mau ngapain. Satu persatu karyawan sudah keluar dari lift melalui penyelamatan dari tangga.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2