
Tibanya sore hari Anna langsung pulang rumahnya. Saat berada di depan parkiran tempat motornya. Anna melihat ada 2 Pria berjas yang seperti bodyguard yang berdiri di depan tangga yang menghalangi jalannya.
Anna melihat pria itu dengan heran. Namun Anna yang sudah turun dari motornya melihat-lihat pria itu dengan mengamati.
" Ngapain mereka di sini," batin Anna heran. Dan Anna mengahampiri 2 Pria itu. Ke-2 Pria itu langsung menundukkan kepalanya.
" Ngapain kalian di sini?" tanya Anna yang sepertinya mengenal. 2 pria itu.
" Maaf nona Anna menganggu. Kami hanya mengantarkan ini," ucap salah seorang bodyguard itu memberikan Anna undangan dan juga paper bag berwarna coklat.
" Apa ini?" tanya Anna.
" Tuan Chandra akan ulang tahun besok. Jadi tuan Chandra menyuruh saya untuk mengantarkan undangan ini dan juga ini. Dengan harapan nona akan menghadiri pesta tuan Chandra," jawab Pria itu menjelaskan sedikit. Anna mendengarnya mendengus kasar.
" Bawa kembali. Aku tidak butuh dan aku tidak bisa datang," ucap Anna yang langsung menolak mentah-mentah.
" Tetapi nona. Ini perintah tuan Chandra. Kami menjalankannya saja. Jadi mohon pengertiannya," ucap Pria itu.
" Aku tidak peduli perintah atau tidak aku bukan siapa-siapa jadi bawalah pergi semua itu dia ulang tahun bukan 5 tahun sekali. Jadi kenapa tiba-tiba mengundangku, apa dia masih mengingat masih mempunyai anak," ucap Anna kesal. Undangan dan barang bawaan itu hanya membuat moodnya berantakan.
" Sudah sana bawa. Jangan membuat ku jadi emosi," usir Anna dengan kesal.
Ke-2 bodyguard itu saling melihat. Karena mereka hanya di perintahkan. Merekapun meletakkan paper bag itu di anak tangga yang membuat Anna heran.
" Kami permisi nona," ucap salah satu Pria itu dan langsung pergi.
" Hey apa yang kalian lakukan, bawa ini kenapa meninggalkannya. Hey!" teriak Anna. Bodyguard itu tidak menggubris Anna dan pergi begitu saja meninggalkan Anna yang meneriakinya terus menerus.
" Woy benar-benar ya kalian. Ishhhh," geram Anna dengan menggertakkan ke- 2 kakinya..Dia benar-benar kesal dan penuh emosi. Karena ulah Pria itu.
__ADS_1
" Bodo amat," geram Anna yang pergi begitu saja yang tidak mau mengambil apa yang di antarkan bodyguard itu. Namun baru beberapa langkah Anna kembali lagi.
" Menyebalkan!" Dengan terpaksa Anna mengambil paper bag itu dan membawanya masuk kerumahnya.
Anna memasuki rumahnya dan mencurahkan isi paper bag itu yang keluar gaun berwarna yang cantik dan juga lengkap dengan sepatunya.
" Apa-apaan ini. Apa kepalanya terbentur tiang listrik bisa-bisa mengingat ada anaknya. 5 tahun tidak mempedulikanku sama sekali dan sekarang sok-sokan mengirim semua ini. Apa jangan-jangan ini ulang tahun terakhirnya, makanya dia sampai seperti ini," cerocos Anna yang kelihatan sangat membenci papanya itu. Sampai menyumpahi papanya yang tidak-tidak.
Namun di tengah kemarahannya Anna melihat ada sebuah surat dan Anna langsung mengambilnya.
" Apa lagi ini," desis Anna kesal yang langsung membacanya.
..." Papa minta maaf kepadamu. Papa mengalah untuk semua masalah kita, datanglah ke ulang tahun papa. Papa akan bahagia jika putri papa akan hadir, kamu sudah dewasa Anna. Jadi kurangilah ke egoisan kamu," tulis surat dari Chandra....
Anan terlihat merapatkan giginya dengan matanya berkaca-kaca membaca surat itu. Kebenciannya seakan di uji dengan kedilemaannya.
************
Anna berada di dalam kamarnya yang terbaring dengan gelisah. Beberapa kali dia melihat jam yang sangat cepat berlalu. Anna membuka ponselnya dan melihat pesan dari Sana.
..." Sudahlah Anna datang saja ke ulang tahun papamu. Lagian hanya datang saja. Kalau dia minta yang aneh-aneh. Kamu pergi saja, yang penting kamu menghargai undangannya," tulis Sana yang memberi saran pada temannya itu....
" Ishhh, kenapa coba harus undang-undang segala," desis Anna yang semakin kesal.
" Apa yang harus aku lakukan," batin Anna penuh kebingungan.
Anna sedang bermain dengan Ego, perasaan dan gengsinya dan tidak akan tau akan berhenti di mana. Anna memejamkan matanya dengan dan membuang napasnya panjang ke depan. Lalu langsung bangkit dari ranjang.
***********
__ADS_1
Kediaman Chandara.
Perayaan ulang tahun Chandra yang ke 50 di adakan di rumahnya. Dari luar sudah terlihat cahaya dari dalam rumah itu. Mobil-mobil mewah pun sudah terparkir.
Beberapa media juga ternyata menyoroti ulang tahun Chandra. Ulang tahun Chandra pasti berhubungan dengan bisnis. Makanya sengaja menggelar mewah untuk menarik para
Tidak lama 3 mobil juga datang secara bersamaan yang ternyata mobil pertama ada Ari Purnama dengan istrinya yang memakai dress duyung denga yang mewah yang membuat lekuk tubuh Maharani terlihat bak model di usianya yang sudah tidak muda lagi.
Di mobil yang sama juga keluar Olive dengan dress putih di atas lututnya dengan lengan 1 dan rambutnya di beri keriting untuk menambah kesempurnaan penampilannya.
Di mobil Ke-2 keluar 2 Pria tampan yang tak lain adalah Gibran yang tetap dengan gayanya yang songong. Selain itu ada Derry si tampan yang manis dengan Jas putih yang membuat Pria manis itu semakin manis.
Sementara di mobil ke-3. Athar juga turut hadir dalam pesta ulang tahun itu yang di dampingi sekretarisnya. Jennie di mana Jennie memakai dress hitam yang membentuk tubuhnya dengan rambutnya yang tetap di ikat satu. Penampilannya simple. Namun terlihat sangat mewah.
Kedatangan keluarga besar itu membuat para wartawan langsung menyoroti dan untung saja para bodyguard sudah siap untuk mengamankan dan memberi kenyamanan untuk keluarga kolong merat itu masuk kedalam rana pesta tersebut.
Di dalam rumah mewah Ari Purnama sudah di sulap mejadi suasan pesta yang sangat mewah. Tamu-tamu undangan juga sudah berdatangan. Yang pastinya bukan tamu-tamu sembarangan tamu yang hadir dalam acara ulang tahun Chandara.
beberapa rekan bisnisnya juga khusus datang dari Luar kota bahkan sampai Luar Negri.
Ari Purnama dengan yang menyapa para tamu dengan tangannya yang memegang putri bungsunya Chaca yang juga seperti princess malam ini dengan gaun indah berwarna merah mencolok lengkap dengan mahkotanya.
Chandra juga di temani istrinya dengan gaun senada dengan putrinya, gaun merah yang memanjang sampai dengan belahan sampai ke pahanya.
Sementara untuk Aurelia sendiri. Sangat cantik dengan gaun duyung berwarna Peach tanpa lengan dan membentuk lekuk tubuh Aurelia yang sangat sempurna dengan rambut Aurelia yang di sanggul Cepol dan ke atas dan memberi hiasan untuk anak rambutnya.
Mereka memang tokohnya di pesta ini. Termasuk Aurelia yang harus tampil sempurna di pesta besar itu.
Bersambung
__ADS_1