
" Athar!" lirih Aurelia yang menganggap Derry adalah Athar. Hal itu membuat Derry melihat ke arah Aurelia.
Derry menatap mata Aurelia yang penuh kekosongan itu dengan wajahnya tersenyum yang menyimpan luka. " Aku bukan Athar, aku Derry," ucap Derry menegaskan pada Aurelia.
Aurelia malah tertawa terbahak-bahak mendengar pernyataan itu.
" Jangan bohong, memang kamu pikir aku buta, aku tidak buta Athar. Jika kau tidak menyukaiku ya sudah jangan bohong segala," sahut Aurelia dengan menepuk-nepuk pipi Derry. Derry tidak menggubris pernyataan Aurelia dan melanjutkan pekerjaannya.
Namun tiba-tiba Aurelia menarik dasi Derry sehingga membuat tubuh Pria itu lebih dekat kepadanya sampai hidung mereka bersentuhan. Derry begitu terkejut dengan apa yang di lakukan Aurelia membuatnya kesulitan menelan salivanya bahkan bernapas begitu sulit bagi Derry.
Dalam shocknya Derry. Aurelia langsung mencium bibir itu membuat Derry lebih shock lagi sampai matanya melotot saat Aurelia mencium bibirnya. Dalam pengaruh alkohol Aurelia melakukan ciuman dengan dalam yang membuat Derry memejamkan matanya dan memegang pipi Aurelia.
Tidak tau apa kah Derry memanfaatkan kesempatan dalam ciuman itu. Karena tadi Aurelia menganggapnya Athar dan Derry yang tiba-tiba di cium malah meladeni Aurelia dan malah membalas ciuman itu. Di mana Aurelia yang tetap duduk di jok mobil dan Derry masih saja setengah berdiri yang tadinya memasangkan sabuk pengaman. Pasangan itu berciuman dengan posisi yang sama dan pintu mobil yang terbuka sedikit.
Hotel.
Karena tidak tau harus membawa Aurelia kemana mau tidak mau Derry pun membawa Aurelia ke hotel. Derry berdiri di depan kamar hotel yang bersandar di dingding dengan tangannya di masukkan kedalam sakunya.
Krekkk.
Pintu kamar di buka dari dalam dan membuat Derry menegakkan posisi berdirinya yang mana pelayan wanita yang keluar dari dalam kamar itu.
" Apa sudah selesai?" tanya Derry.
" Sudah pak, saya sudah mengganti bajunya," jawab pelayan itu.
__ADS_1
" Ya sudah kalau begitu terima kasih," ucap Derry.
" Baik pak. Saya permisi!" ucap wanita itu undur diri. Derry menganggukkan kepalanya dan membiarkan wanita itu pergi.
Derry menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan, " syukurlah jika dia sudah ganti baju," batin Derry yang merasa jauh lebih lega dan akhirnya memilih masuk kedalam kamar hotel tersebut.
Ciuman mereka tadi di akhiri dengan muntahan Aurelia. Yang muntahan mengenai jas Derry dan juga baju Aurelia. Derry yang membawa Aurelia ke hotel tidak mungkin membiarkan Aurelia tidur dengan ke adaan seperti itu dan lebih tidak mungkin lagi jika dia harus mengganti pakaian Aurelia.
Jadi Derry harus meminta bantuan pelayan mengganti pakaian Aurelia yang mana memang hanya memakaikan dengan bathrobe berwarna putih saja.
Derry sekarang sudah memasuki kamar itu dan melihat Aurelia yang tertidur dan sepertinya sudah lumayan tenang. Aurelia terlihat lumayan tenang.
Derry menarik selimut sampai ke dada Aurelia yang membuat Aurelia hanya bergerak sedikit saja. Derry duduk di samping ranjang dan menatap penuh dengan kasihan pada wajah sendu Aurelia.
" Aku mengenalmu dulu adalah gadis yang baik. Kita juga saling mengenal lama dan kau juga menceritakan jika kau mempunya wanita yang kau sayangi. Dari ceritamu aku bisa menilai kau perempuan baik Aurelia. Kau adalah wanita yang baik dan juga tulus kau tidak jauh beda nya dengan Anna. Karena pada dasarnya kalian saling menyayangi. Tetapi cinta mu yang buta membuatmu menjadi orang lain. Aku tau Aurelia kau dari dulu menyukai kak Athar bahkan mencintainya. Tapi aku melihat cintamu jauh lebih sehat dari pada sekarang. Sekarang kau lebih terlihat begitu obsesi kepadanya. Aku bisa melihat semua itu. Kau hanya ingin memiliki dan tidak mau kalah dari Anna," ucap Derry yang menatap terus wajah Aurelia.
**********
" Di mana Aurelia!!!!!" teriak Chandra yang heboh sendiri, marah-marah di depan anak buahnya yang hanya menunduk tanpa berani menjawab apapun.
" Apa kalian tuli? Dia mana dia?" Chandra berteriak lagi.
" Ka_ka_ kami tidak tau tuan," jawab Jaya dengan gagap.
" Bodoh!" teriak Chandra yang sudah hilang kendali dan ingin membunuh bodyguard di rumahnya itu.
__ADS_1
" Apa gunanya aku memperkerjakan kalian, di suruh menyelidiki wanita yang bernama Anjani itu tidak tau dan sekarang anak kurang ajar itu juga entah di mana," ucap Chandra dengan memegang kepalanya yang hampir pecah dengan banyaknya masalah.
" Maaf pak, tadi kami menemukan mobil nona Aurelia di salah satu Club. Tetapi kami mencari kedalam tidak menemukan nona Aurelia. Kami tidak tau di mana nona Aurelia," jelas Jaya dengan bibirnya bergetar.
" Itu karena kalian tidak pernah serius bekerja," sahut Chandra dengan suara teriakannya.
" Maaf tuan," sahut Chandra menundukkan kepalannya.
" Argggghhh, persetan dengan maaf mu!" teriak Chandra, " sekarang juga aku tidak mau tau cepat temukan Aurelia dan juga Anna. Cari Anna dan wanita itu. Aku tidak peduli bagaimana caranya yang penting cari dia sampai ketemu!"ucap Chandra menegaskan.
Jaya dan yang lainnya masih diam dan tidak bergerak sama sekali.
" Kenapa masih diam? cepat cari dia!!!" teriak Chandra yang membuat Jaya dan anak buah yang lainnya langsung berlari dengan cepat-cepat seperti di kejar-kejar setan saat di sembur Chandra.
" Dasar bodoh!" teriak Chandra degan penuh emosi dengan kepalanya yang semakin sakit dengan masalah yang semakin banyak.
" Mas kamu kenapa sih teriak-teriak?" sahut Amelia yang tiba-tiba datang dan memperotes suaminya yang membuat rumah seperti tauran berisik karena suara yang tidak berbobot itu.
" Bagaimana aku tidak teriak-teriak. Kamu lihat Anna sekarang entah di mana dan wanita itu sampai detik ini tidak ada yang tau siapa dia dan Aurelia setelah membatalkan pertunangan beraninya dia Club dan menghilang begitu saja," ucap Chandra dengan suara keras bicara pada Amelia.
" Ya tapi tidak perlu marah-marah di dalam rumah ini," sahut Amelia.
" Jadi maksud kamu jika marah-marah aku di jalanan sana begitu, harus menarik anak buah yang tidak berguna itu kejalanan dan berteriak-teriak di sana itu maksud kamu," sahut Chandra.
" Itu jauh lebih baik dari pada kamu harus berteriak di rumah ini," sahut Amelia dengan suaranya menekan yang tampak melawan Chandra. Jelas jawaban Amelia itu membuat Chandra kaget dengan matanya yang melotot menatap tajam Amelia.
__ADS_1
Bersambung