
Mereka tetap melanjutkan perjalanan pulang menuju tempat Anna. Karena hujan kendaraan hanya lalu lalang satu-satu saja. Tidak terlalu ramai.
Namun tiba-tiba Athar yang fokus menyetir melihat dari kaca spion melihat mobil sport melaju kencang di belakang mobil yang di kendarainya dan sepertinya mengikuti Athar sedari tadi. Athar begitu memperhatikan mobil itu yang membuat Athar mencurigai mobil itu.
Merasa ada yang tidak beres membuat Athar menginjak kencang gas mobil dan melaju dengan kecepatan tinggi. Hal itu sampai membuat Anna terkejut.
" Athar pelan-pelan. Kenapa laju sekali. Ini hujan sangat bahaya menyetir dengan cepat," ucap Anna memperingatkan Athar. Athar tidak menjawab dan menyetir mulai tidak terkontrol.
Anna malah ikutan panik dengan Athar yang menyetir dengan suka-suka nya. Anna sampai berpegangan karena takut dengan Athar yang begitu terburu-buru. Yang takut jika Athar tiba-tiba merem mendadak dan Anna bisa terpelanting.
" Kenapa sih dia, apa mau jadi pembalap," oceh Anna yang begitu panik.
Syittttt tiba -tiba mobil yang di belakang menghimpit mobil Athar tepat di bagian Anna. Yang mana mobil itu saling berdempetan.
" Aaaaaa!" teriak Anna saat mobil itu berada di samping Anna yang membuatnya berteriak ketakutan.
Athar semakin panik dan berusaha menghindarkan mobil itu supaya tidak menghimpit mobilnya dan melihat Anna yang begitu ketakutan membuatnya semakin khawatir.
" Tenanglah," ucap Athar yang melaju lebih kencang dari mobil yang mengejar mereka.
" Siapa dia Athar?" tanya Anna dengan bibirnya yang bergetar dan terus melihat mobil itu.
" Aku tidak tau," sahut Athar bertambah panik. Dia hanya melajukan mobilnya dengan cepat. Namun Anna terus melihat kebelakang mobil yang mengejar mereka bolak-balik menabrak belakang mobil Athar yang membuat Anna kaget dan pasti dia begitu gemetaran.
" Ya Allah, apa dia rampok. Kenapa seram sekali. Bukannya mobilnya mewah kenapa malah merampok," ucap Anna yang masih sempat-sempatnya berpikir yang lain-lain.
" Kau harus tenang percaya kepadaku. Tidak akan ada terjadi apa-apa. Aku pasti akan melondungimu," ucap Athar meyakinkan Anna dengan melihat ke arah Anna. Mendengar kata melindungi membuat Anna menatap serius kepada Athar.
Kata-kata itu seakan teduh dan apalagi wajah Athar yang terlihat sangat Kkhawatir.
" Kau percayakan kepadaku?" tanya Athar melihat Anna. Anna hanya mengangguk yang berusaha untuk tenang walau sebenarnya dia sangat takut.
__ADS_1
Mereka terus saling memburu dengan mobil di belakang. Bahkan Athar beberapa kali mengelakkan mobil yang melaju di depannya. Agar tidak terjadi tabrakan.
" Athar belokkan saja mobilnya kekiri di sana ada kantor Polisi alangkah baiknya kita berhenti di sana," ucap Anna memberi saran
Athar mengangguk dan mengikuti perintah Anna. Athar membelokkan mobilnya dan mobil yang mengejar mereka masih mengikuti mereka dan begitu tiba di kantor Polisi Athar langsung menghentikan mobilnya dengan cepat dan bahkan merem mendadak.
Anna yang kaget hampir maju kedepan. Namun Athar dengan cepat meletakkan tangannya di depan Anna. Agar Anna tidak tersungkur kedepan. Mobil itu pun langsung melaju dengan cepat melewati mobil Athar.
" Kau tidak apa-apa?" tanya Athar terlihat panik. Anna menggeleng dengan napasnya yang naik turun dan matanya masih fokus ke depan melihat mobil itu yang sudah pergi jauh.
" Siapa dia? tidak ada plat nomor kendaraan nya? tanya Anna dengan suara seraknya yang masih mengatur napasnya.
" Aku juga tidak tau Anna. Aku tidak tau siapa dia dan apa ini....." ucap Athar yang tidak jadi melanjutkan kalimatnya. Wajahnya yang terlihat mengetahui sesuatu.
" Ada apa Athar?" tanya Anna yang melihat Athar diam.
" Tidak apa-apa," sahut Athar yang terlihat menutupi sesuatu.
" Apa mungkin itu orang yang sama yang selama ini mengintai Anna. Iya sepertinya itu orang yang sama," batin Athar yang kepikiran dengan masalah Anna.
" Tidak apa-apa," sahut Athar. " Kau sendiri tidak apa-apa kan?" tanya Athar lagi.
" Aku tidak apa-apa. Aku hanya terkejut saja. Sebenarnya aku tidak takut. Ya tapi tadi aku refleks berteriak hanya kaget. Padahal jika dia berhenti dan memperlihatkan siapa dia. Aku tidak akan kabur. Aku akan menghajarnya," sahut Anna dengan mulutnya yang mengkerut merocos terus, tersenyum yang merasa dia tidak apa-apa. Senyumnya hanya menutupi rasa takutnya saja.
Athar hanya bernapas lega dengan melihat kondisi Anna yang baik-baik saja. Namun Athar masih tetap mencemaskan Anna. Karena seumur hidupnya dia belum pernah mendapatkan kejadian seburuk ini makanya Athar berpikiran jika itu masalahnya adalah Anna. Karena belakangan Anna telah di awasi.
" Siapa sebenarnya orang tadi," batin Anna yang ternyata masih kepikiran.
" Hmmmm, kita mau menunggu di sini sampai besok pagi?" tanya Anna yang malas untuk memikirkan orang yang tidak penting itu.
" Aku akan menyuruh orang-orang ku untuk mengawasi kita sampai pulang kerumahmu.Tunggulah sebentar lagi," ucap Athar.
__ADS_1
" Kenapa harus pakai pengawas. Apa kau takut pada mereka," sahut Anna dengan mengejek Athar.
" Aku tidak takut sama sekali," sahut Athar membantah.
" Ya sudahlah kalau begitu, kenapa harus menunggu orangmu," sahut Anna santai.
" Sudah diam saja," sahut Athar. Anna hanya menggedikkan bahunya.
Anna membuang napasnya dengan panjang dan melihat-lihat di sekelilingnya. Mereka berada di depan kantor polisi dan terlihat sepi dengan hujan yang deras.
Anna tiba-tiba memegang perutnya yang terasa begitu lapar. Karena suara hujan jadi suara demo di dalam perutnya tidak terdengar.
" Kau kenapa?" tanya Athar yang memperhatikan kondisi Anna.
" Aku lapar. Aku belum makan dari tadi," jawab Anna jujur. Masalah perut memang tidak baik di bohongi. Karena itu akan merugikannya. Jadi tidak ada image-image.
" Mana ada makanan di sekitar sini," sahut Athar.
" Maju sedikit biasanya di sana banyak jualan 24 jam buka," sahut Anna yang sepertinya hafal dengan kondisi itu.
Athar melihat di sekitarnya dan akhirnya menuruti Anna memajukan mobilnya sekitar 200 meter dan memang benar ada warung makan yang buka 24 jam. Athar hanya melihat ke warung makan tersebut. Warung yang terlihat begitu sederhana.
" Makan di sini?" tanya Athar yang merasa tidak yakin.
" Ya, iya iyalah, namanya juga sudah di depan warung. Jadi mau makan di mana lagi," jawab Anna. Athar sangat ragu untuk memasuki tempat itu.
" Athar kenapa diam, ayo turun. Aku sudah lapar," ucap Anna sedikit memaksa Athar.
" Hujan, jadi sebaiknya nggak usah makan," sahut Athar memberikan alasannya.
" Ya ampun tinggal beberap langkah doang. Nggak akan basah kuyup," sahut Anna.
__ADS_1
" Tetap aku tidak mau, kulitku sensitif. Aku tidak ingin mencari resiko," sahut Athar dengan banyaknya alasannya yang tidak ingin keluar. Anna mengkerutkan dahinya dengan Athar yang pasti ada saja alasannya. Kalau soal makan dengannya.
Bersambung