
Tibalah hari yang Anna tunggu-tunggu. Apa lagi jika Anna dan teman-temannya akan berangkat untuk healing bersama. Anna, Sana dan Olive menunggu di depan perumahan tempat Anna tinggal.
3 wanita cantik itu terlihat berbahagia dengan wajah yang berseri. Siapa yang tidak bahagia dengan liburan mendadak dan apalagi liburannya di biayai Perusahaan dan pasti ulah Anna yang memanfaatkan situasi. Anna memang wanita cerdik kalau masalah dalam hal-hal tersebut itu.
" Olive kamu yakin bawa koper. Kita kan hanya sebentar saja. Lagian tidak jauh juga," protes Sana.
" Isshhhh, ini itu perlengkapannya penting semua jadi mau tidak mau harus di bawa, lagian aku yang bawa. Tidak merepotkanmu juga," sahut Olive.
" Memang apa yang penting sih. Kenapa tidak pakai ransel saja," sahut Anna yang ikut-ikutan protes.
" Issss, sudahlah kalian jangan banyak protes yang penting penting dan sangat penting," sahut Olive menegaskan.
" Ya terserah kamu deh, mau penting atau tidak," sahut Sana merasa bodo amat.
" Hmmm, bye the way. Lisa lama sekali ya. Padahal ini sudah jam berapa," ucap Anna yang melihat arloji di tangannya yang sedari tadi begitu resah.
" Benar sangat lama. Kakiku sudah pegal," sahut Sana.
" Hmmm, itu sepertinya Lisa!" tunjuk Anna dengan melihat mobil BMW hitam yang mendekati mereka melaju pelan ke arah mereka.
" Wou keren sekali mobil temanmu Anna," sahut Sana yang takjub.
" Aku juga tidak percaya di punya mobil semewah itu," sahut Anna yang terlihat heran.
" Tapi kok kayak kenal mobilnya ya," sahut Olive bingung dengan melihat mobil itu yang tidak asing baginya.
Dan tidak lama mobil itu berhenti tepat di depan mereka dan mereka sama sekali tidak bisa melihat kedalam. Karena kaca mobil yang begitu hitam.
" Ini memang mobil Lisa, ayo naik. Aku di depan ya," sahut Anna dengan percaya dirinya dan masuk begitu saja kedalam mobil dan di susul Sana yang masih dengan wajah takjubnya dan Olive dengan penuh kebingungannya.
Mereka tidak tau jika Athar yang mengemudi dan Lisa duduk di bagian belakang di bagian tengah dan mereka masuk dengan santai tanpa menyadari apa-apa. Anna duduk di depan dengan memakai sabuk pengamannya. Olive dan sana masuk begitu saja dari pintu kanan dan kiri yang tidak menyadari Lisa ada di tengah yang diam seperti robot. Sampai akhirnya Olive dan Sana sadar.
" Loh kak Lisa kok duduk di sini?" tanya Olive. Anna mendengarnya melihat kebelakang tanpa melihat siapa disampingnya.
" Kamu pakai supir ternyata," sahut Anna asal bicara yang mengira di sampingnya adalah supir. Lisa hanya diam pasrah. Athar mendengus kasar saat dikatain supir oleh Anna.
__ADS_1
" Oke tidak masalah," sahut Anna santai. " Jalan pak," ucap Anna menepuk Athar dan saat Anna melihat orang yang di pukulnya.
Eiengggg
Betapa terkejutnya Anna melihat Pria yang di sampingnya itu. Bola matanya sampai mau keluar melihat Athar yang duduk dengan santai namun menahan kekasalan. Olive dan Sana pun melihat orang yang duduk di kursi pengemudi dan membuat Olive kaget melihat kakaknya.
" Kamu, kak Athar," ucap mereka serentak benar-benar schok.
Anna dan Olive hampir jantungan saking terkejutnya melihat Athar. Mereka juga terlihat panik. Setelah itu mereka melihat serentak ke arah Lisa. Lisa hanya menunjukkan ekspresi pasrah.
" Hahahaha," sahut Anna tertawa kecil, " kita salah mobil ternyata. Lisa kamu tidak bilang di antarkan olehnya bos kita. Ayo turun kita semua salah mobil!" ucap Anna tertawa cengengesan dan perlahan membuka sabuk pengamannya. Dan membuka pintu mobil sama dengan Sana dan juga Olive. Tapi ternyata tidak bisa di buka yang pasti Athar mengkuncinya.
Anna melihat ke arah Athar dan Athar langsung melihatnya dengan menaikkan 1 alisnya.
" Tolong buka. Kami mau turun," ucap Anna dengan lembut sambil tersenyum manis pada Athar.
" Mau kemana?" tanya Athar dengan dingin yang sedari tadi menahan diri pada Anna.
" Hmmm, mau turunlah, kan mau itu. Mau jalankan tugas dari kantor. Kan kemarin sudah buat ijinnya. Kamu juga setuju dan Lisa ikut. Masa kamu cepat lupa. Kamu ini masih muda sudah pelupa," ucap Anna yang bicara cengengesan. Athar membuang napasnya kasar dengan perlahan dengan melonggarkan dasinya.
" Hmmm, kebetulan kak. Olive itu sedang ada tugas kampus dan 1 arah dengan Anna. Jadi sekalian aja," sahut Olive dengan memberikan alasannya dengan berbohong.
" Hmmm, benar sekali dan temanku tidak ikut dia tadi sekalian mau pulang jadi numpang sama kami," tambah Anna lagi dengan beribu alasannya melihat Sana dengan mengedipkan matanya. Sana kebingungan dengan maksud Anna. Olive juga sudah mencubit tangannya untuk memberi kode.
" Ha, iya benar aku itu mau kekantor makanya numpang," sahut Sana menambahi.
" Kantor apa rumah?" tanya Athar.
" Mampus. Sana kamu itu kurang breafing," batin Anna yang Athar begitu pintar mengamati kata-kata Sana.
" Rumah Sana bersebelahan dengan kantornya kak," sahut Olive yang ada saja idenya untuk membohongi makanya.
" Sejak kapan kamu selancar itu berbohong?" sahut Athar dengan melihat Olive dari kaca spion.
" Siapa yang bohong. Orang memang benar kok," Bantah Olive.
__ADS_1
" Kau mengajari adikku yang tidak-tidak?" tanya Athar pada Anna.
" Heh, kau itu pikiran mu buruk terus padaku. Mana ada aku mengajarinya," sahut Anna membantah.
" Kalau begitu jawablah kenapa mereka ikut bersamamu?" tanya Athar sekali lagi.
" Ya memang kenapa kalau Meraka ikut. Kan Sana sama Olive bukan karyawan kantor yang harus minta ijin padamu. Lagian nih ya untuk pencarian bahan yang tepat. Aku itu butuh banyak pendapat untuk menghasilkan karya yang bagus. Jadi hanya membawa Lisa itu tidak cukup. Jadi terserahku harus membawa siapa. He dengar ya. Seharusnya bukan hanya Olive, Lisa dan Sana yang ikut. Tetapi masih ada lagi. Tapi mereka tiba-tiba tidak bisa. Jadi syukur-syukur mereka menemaniku," ucap Anna dengan menegaskan yang pasti bukan Anna namanya tidak memberi jawaban yang masuk akal.
Athar mendengarnya hanya mendengus kasar yang pasti tidak percaya kata-kata Anna. Karena Athar tau mana yang benar.
" Begitu rupanya?" sahut Athar.
" Ya iyalah begitu masa tidak," sahut Anna dengan santai.
" Baiklah, tunjukkan kota mana yang mau kunjungi untuk menemukan bahan yang butuh banyak pendapat orang lain," ucap Athar.
" Buat apa kau tau," sahut Anna.
" Aku ini atasanmu. Aku juga ingin memberikan pendapat bahan untuk karyamu yang bagus itu. Jadi tunjukkan tempatnya. Biar ku antarkan kau dan sekutumu itu kesana!" tegas Athar dengan menekan suaranya yang merapatkan giginya yang sudah begitu geram dengan Anna.
" Mampus, kenapa jadi seperti ini sih," batin Anna mendadak panik.
" Ahhhhh, tammat riwayat ku," batin Lisa sedari tadi diam membisu.
" Kak Athar itu detektif atau apa sih. Kok dia langsung tau gitu aja," batin Olive yabg terlihat manyun.
" Aduh, siapa sih sebenarnya Pria ini. Kenapa yang lain pada tegang," batin Sana kebingungan.
" Kenapa kau masih diam. Cepat katakan!" ucap Athar.
" Baik," sahut Anna dengan santai yang menantang Athar.
" Awas saja kau masih menipuku. Hidupmu benar-benar selesai di tanganku," desis Athar dengan penuh emosi yang mengancam Anna. Anna hanya menarik ujung bibirnya keatas kesal dengan Athar.
" Anna kau harus santai. Semuanya akan baik-baik saja," batin Anna berusaha tenang.
__ADS_1
Bersambung