
Setelah kepergian Jennie Aurelia langsung menghampiri Athar berdiri didepan Athar dengan wajahnya yang sendu.
" Hariku sedang buruk dan hatiku sedang sakit. Jangan seperti ini. Aku sangat menderita Athar," ucap Aurelia dengan suaranya yang tertekan bahkan air matanya menetes yang mengharapkan rasa iba dari Athar.
" Aku sudah mengatakan kepadamu Aurelia. Apa yang terjadi tidak perlu di bahas. Aku tipe laki-laki yang tidak harus membahas masalah yang tidak penting dan aku rasa kau tau itu," sahut Athar.
" Tapi kamu juga laki-laki yang tidak mungkin membuatku menangis. Kamu juga berjanji itu saat kita sama-sama sekolah di Luar Negri. Kamu selalu menjagaku dan tidak membuatku menangis. Dan aku tidak pernah menagis saat kamu di sisiku dan sekarang ini pertama kalinya aku menagis saat ada di dekatmu," ucap Aurelia. Athar menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan.
Aurelia melangkah mendekati Athar dan memeluk Athar. Dengan wajahnya yang menempel pada Athar. Athar tidak membalas pelukan itu dengan satu tangannya di dalam sakunya dan satunya di memegang agenda yang di berikan Jennie.
" Jangan terus mengabaikan ku Athar. Aku tidak bisa kamu perlakukan seperti ini terus. Tolong obati luka ku. Aku takut Athar jika kamu terus mengabaikanku," ucap Aurelia yang menagis di pelukan Athar. Tidak ada jawaban dari Athar. Tidak mengeluarkan suara atau merespon apapun sama sekali.
Annan berjalan dengan memegang map berwarna biru yang berjalan dengan santai.
" Isshh, Lisa mentang-mentang nanti siang mau meneraktirku. Sekarang malah menyuruhku menyerahkan ini kepadanya. Lisa tidak tau apa. Bertemu dengannya itu bencana untukku. Bagaikan di terpa gelombang sunami," gerutu Anna yang mengoceh terus.
Anna melihat ruangan Athar terbuka. Anna memang harus menarik napas dulu sebelum sampai keruangan itu dan begitu sampai di depan pintu Anna langsung di suguhkan Athar dan Aurelia yang berpelukan. Memang gelombang sunami yang di dapatkan Anna dan anehnya Anna berdiri mematung melihat mereka berpelukan.
Tidak tau apa yang terjadi dengannya. Seakan tidak suka atau menolak hal yang di lakukan Athar dan kakaknya itu. Namun Anna menyadarkan dirinya dengan menggoyang kepalanya dan memilih untuk pergi yang kelihatan tidak mau ikut campur.
" Ada apa!" suara itu membuat Anna tidak jadi membalikkan tubuhnya dan kembali melihat ke arah dalam yang ternyata Athar sudah melihat dirinya. Aurelia yang di pelukan Athar heran dan melepas pelukan itu melihat arah pandang Athar sambil menyeka air matanya.
Aurelia melihat Anna dan Anna jelas melihat Aurelia habis menagis yang Anna juga tidak peduli kenapa kakaknya itu menangis.
" Aku hanya mengantarkan ini. Lisa menyuruhku mengantarkannya," sahut Anna berusaha santai dan melangkah memasuki ruangan itu dan meletakkan map itu di atas meja. Tanpa melihat Aurelia sama sekali. Sementara Aurelia melihatnya dengan sinis.
" Aku ingin makan bersamamu. Aku menunggumu nanti," ucap Aurelia yang langsung pergi dari ruangan itu.
" Aku hanya mengantarkan ini. Aku permisi," sahut Anna yang juga ingin pergi.
" Kenapa Lisa menyuruhmu?" tanya Athar membuat Anna tidak jadi pergi.
" Aku mana tau. Aku hanya membantunya," sahut Anna dengan santai.
" Apa dia tidak punya kaki sama sekali sampai harus menyuruhmu, " sahut Athar.
__ADS_1
Anna diam tidak menjawab dan tumbennya dia tidak ada jawaban apa-apa. Biasanya mulutnya selalu lancar dengan jawaban untuk pertanyaan Athar. Makanya Athar selalu kalah debat dengannya.
Athar melihat Anna tampak diam yang seperti merasa ada yang berbeda dari Anna. Anna sendiri saja bingung yang memang tiba-tiba saja dia seperti kikuk dan seperti hormonnya ada kemarahan.
" Kau tidak mengikuti desain ulang kemarin. Jadi cepat buat dan serahkan kepadaku. Kembalilah keruanganmu!" titah Athar.
" Iya," jawab Anna yang langsung pergi begitu saja.
Athar terlihat membuang napasnya perlahan. Dia lagi semakin bingung dengan perasaannya yang seolah merasa bersalah. Tetapi tidak tau merasa bersalah pada Aurelia karena Anna atau merasa bersalah pada Anna karena berpelukan dengan Aurelia.
Sudah ada mulai perasaan tanda tanya yang di tidak bisa di tarik kesimpulannya sama sekali. Ya Athar mulai merasakan hal aneh.
*********
Anna berada di dalam lift. Pintu lift terbuka dan kebetulan Aurelia ada di depan lift. Aurelia langsung masuk. Namun Anna keluar tetapi Aurelia menahan lengannya dan pintu lift tertutup. Anna langsung melepasnya tangannya dari Aurelia dan mereka berdiri saling berhadapan di dalam lift.
" Apa yang kau katakan kepada Athar?" tanya Aurelia.
" Apa maksud mu?" tanya Anna kembali.
" Aku tidak harus menceritakan kepadamu. Apa yang harus aku katakan," sahut Anna. Jawaban itu jelas membuat Aurelia kesal.
" Aku sudah memperingakan mu Anna. Jangan melewati batasmu. Aku bisa kehilangan kesabaranku," ucap Aurelia mengingatkan kembali. Anna menyunggingkan senyumnya mendengarnya.
" Aku lihat-lihat apa kau sangat ketakutan. Ya aku bisa melihat kau begitu ketakutan. Seakan menurutmu aku ingin merampasnya darimu. Hmmmm jika sudah begini aku jadi tertarik untuk melakukan apa yang membuatmu ketakutan," ucap Anna dengan santainya yang seolah menantang Aurelia.
Apa yang di katakan Anna membuat mata Aurelia melotot. Tidak menyangka kata-kata itu akan di perdengarkannya di telinganya.
" Apa yang kau bicarakan Anna?" tanya Aurelia dengan menekan suaranya.
" Ternyata baru perkataan saja. Sudah semakin takut. Apa aku harus melakukannya," sahut Anna menantang dengan tersenyum sinis.
Aurelia yang kesal mengangkat tangannya untuk menampar Anna. Namun tangan itu tidak jadi melayang dan tertahhan di depan Anna.
Anna mendengus kasar melihat tangan Aurelia yang ingin memukulnya. Aurelia menahan dirinya dengan bergetarnya tangan itu yang ingin menampar pipi Anna agar Anna tau batasannya.
__ADS_1
" Ternyata benar kata pepatah buah tidak jauh jatuh dari pohonnya. Sekarang kau sudah mewarisi sifat ayahmu yang kasar itu," sahut Anna tersenyum tipis.
Aurelia menurunkan tangannya dengan mengendalikan dirinya, mengatur napas mencoba tenang agar tidak terpancing dengan mulut Anna yang tajam yang membuatnya ingin mencekik Anna detik itu juga.
" Iya. Kau benar aku akan mewarisi semua sifatnya dan jika kau benar-benar melewati batasmu. Kau berani punya pikiran untuk mendekati Athar atau sengaja mendekatinya untuk membuatku marah. Dengar Anna aku bukan hanya mewarisi sifat papa yang sudah menampar pipimu. Tapi aku juga mungkin akan mewarisi sifat ketidak manusiaannya yang mana itu baru kejadian beberapa hari yang lalu. Jika kau selamat dari tangan papa. Maka dari tanganku kau tidak akan selamat," tegas Aurelia menunjuk tepat di wajah Anna yang memberikan ancaman pada Anna.
Seperti biasa Anna hanya tersenyum dengan apa yang di katakan Aurelia. Tidak takut dengan ancaman itu sama sekali.
" Aku tidak main-main Anna dengan apa yang aku katakan. Kau hanya akan menyesal mencampuri urusanku. Karena aku tidak mencampuri urusanmu," lanjut Aurelia lagi dengan penuh emosi.
" Aku jadi bingung apa aku melakukannya dulu. Baru bisa melihat tindakan itu," sahut Anna yang benar-benar menantang Aurelia.
" Anna!" geram Aurelia dengan merapatkan giginya yang kembali terpancing emosi dengan kata-kata Anna.
Anna menyunggingkan senyum melihat kakaknya itu yang begitu ketakutan. Wajah Aurelia memang tidak bisa bohong. Jika dia begitu takut dengan semua yang di katakan Anna.
Ting pintu lift terbuka.
" Jika kau mewarisi sifat ayahmu itu. Aku kepikiran untuk mewarisi sifat ibu tirimu. Aku ingin belajar cara mengambil Pria yang di miliki orang lain," ucap Anna menegaskan.
Mata Aurelia kembali melotot dengan tangannya yang mengepal. Lama-lama Anna memang bicara tanpa berpikir.
" Hmmmm jadi saranku jaga baik-baik dia Jangan sampai aku benar-benar tertarik kepadanya," lanjut Anna dengan santai.
Lalu keluar dari lift. Anna membuang napasnya panjang perlahan kedepan yang mencoba menenangkan dirinya dan melanjutkan langkahnya meninggalkan Aurelia di dalam lift.
" Kurang ajar kamu Anna!" teriak Aurelia yang menendang pintu lift. Kata-kata Anna sunggu membuat emosinya semakin menjadi-jadi. Dia benar-benar bisa menjadi wanita sakit jiwa. Karena perkataan Anna yang seolah ingin menantang Aurelia.
" Tidak Anna. Aku tidak akan biarkan kamu melakukan itu. Kamu tidak bisa mencampuri masalah hidupku dan juga Athar. Aku tidak akan membiarkanmu berpikir sedikit saja untuk merebut Athar dari ku. Tidak akan Anna," desis Aurelia dengan penuh emosi.
Dia begitu mencintai Athar dan Athar adalah cinta pertamanya laki-laki yang di cintainya sejak dulu. Dia sudah mengenal Athar semenjak Aurelia sekolah menengah atas dan saat itu bahkan masih serumah dengan Anna. Athar dan Aurelia satu sekolah. Dan bahkan mereka sama-sama kuliah di Luar Negri dan Athar adalah senior Aurelia 1 tahun lebih tua dari Aurelia.
Mana mungkin Aurelia akan membiarkan apa yang di katakan Anna menjadi kenyataan. Itu sangat tidak mungkin dan tidak akan pernah terjadi. Karena baginya Athar akan menjadi miliknya sampai kapanpun dan tidak akan ada yang bisa menghalangi semua itu termasuk Anna adiknya sendiri.
Bersambung
__ADS_1