Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 202 Cemburu


__ADS_3

Athar yang berada di taman berdiri dengan wajahnya yang murung. Kata-kata Anna, kata-kata Jennie teringat di pikirannya yang membuat dirinya semakin galau yang bingung harus mengambil tindakan apa.


Athar sebenarnya juga tidak ingin berlama-lama di tempat itu. Namun dia harus tetap ada di sana.


Karena di sana juga ada wartawan yang meliputi yang membuatnya tidak ingin menjadi orang yang profesional. Jadi lebih tepatnya Athar hanya terpaksa ada di dalam situasi tersebut.


Aurelia yang sedari tadi mencari-cari Athar akhirnya bertemu dengan Athar. Dengan membuang napasnya perlahan Aurelia langsung mendekati Athar dengan memegang pundak Athar dan mengusapnya perlahan. Membuat Athar kaget dan membalikkan tubuhnya.


" Ada apa?" tanya Athar dengan suara dinginnya.


" Kita belum pernah bicara," sahut Aurelia.


" Bicara soal apa?" tanya Athar


Aurelia tersenyum tipis. " Yang pertama, aku begitu bahagia dan berterima kasih dengan kamu yang sudah memutuskan segalanya. Aku bahagia kamu sadar dan akhirnya kembali kepadaku dan melanjutkan pertunangan kita. Aku rasa aku tidak perlu yang lain jika kamu sudah memilihku," ucap Aurelia dengan kata-katanya yang lembut.


" Jadi itu yang mau kau bicarakan?" tanya Athar.


" Iya karena aku saking bahagianya. Kita dari dulu berteman dan akhirnya bisa bersama untuk selamanya. Kamu dulu selalu menjagaku. Saat kita sama-sama masih sekolah dan juga sama-sama. Di Luar Negri dan sekarang kamu akan terus menjagaku lagi. Jadi aku begitu bahagia dengan kamu yang ada di sisiku," ucap Aurelia memegang tangan Athar yang mengeluarkan perasaan bahagianya.


Anna yang ingin mencari sesuatu keluar dari resort harus melewati taman dan tiba-tiba Anna haru melihat Athar dan Aurelia yang sekitar 7 meter darinya. Langkahnya mau tidak mau harus berhenti melihat pria dan wanita itu saling berhadapan dan ternyata Athar menyadari keberadaan Anna.


" Terimakasih Athar untuk semuanya. Aku sangat bahagia," ucap Aurelia dengan tangannya mengusap pipi Athar dan bahkan matanya melihat bibir Athar yang ingin mencium bibir Athar.


Anna masih tetap pada posisinya dan seakan tau apa yang terjadi selanjutnya melihat Aurelia menyosor terlebih dahulu yang akhirnya membuat Anna lebih baik pergi dari pada melihat Athar ciuman dengan Aurelia.


Bibir Aurelia yang hampir menempel, Athar pun langsung menghindar, " aku harus masuk, ada hal harus aku kerjakan," ucap Athar yang langsung pergi.


Aurelia hanya di tinggal dengan penuh kekecewaan yang tidak jadi mencium Athar.


" Hati kamu pasti akan menjadi milikku, aku bisa yakin hal itu," batin Aurelia dengan percaya diri.

__ADS_1


Mungkin tadi Athar bertahan dan membiarkan Aurelia yang hampir menciumnya karena ada Anna. Yang mungkin sengaja untuk membuat Anna cemburu. Mungkin iya Anna cemburu. Makanya Anna lebih memilih untuk pergi.


************


Hujan deras ternyata membasahi bumi. Olive duduk santai di ruang tamu yang sedang pedikur. Ari Purnama, Gibran, dan Maharani juga duduk di ruang tamu tersebut.


" Kalau hujan begini apa itu artinya kita akan dinner di dalam saja," sahut Maharani.


" Ya mau bagaimana lagi mah. Hujannya deras dan sebentar lagi juga jam makan malam," sahut Ari Purnama.


" Mending juga ngga usah ada makan malam, males banget," sahut Gibran yang sejak tadi main handphone terus.


" Kamu itu tidak boleh gitu Gibran ya harus ikut dong," sahut Maharani.


" Tapi nanti dulu makan malamnya Anna belum kembali soalnya," ucap Olive yang masih sibuk dengan kukunya. Saat Olive bicara seperti itu bersamaan dengan datangnya Athar dan membuat langkah Athar terhenti.


" Memang Anna kemana?" tanya Maharani heran.


" Hujan-hujanan seperti ini," sahut Maharani dengan wajah cemasnya.


" Tadikan belum hujan maha," sahut Olive.


Athar yang berdiri pada tempatnya terlihat begitu cemas dengan Anna. Athar juga melihat keluar hujan yang begitu deras dan tadi Athar melihat Anna pergi tanpa payung.


" Ngapain di peduliin sih," sahut Gibran.


" Ya pedulilah namanaya teman Olive, memang kakak apa cari musuh mulu," sahut Olive kesal.


Ari Purnama tiba-tiba melihat Athar yang berdiri yang tidak tau apa tujuan Athar, " Athar kamu kenapa?" tanya Ari Purnama.


Athar tersentak dengan membuyarkan lamunannya, " tidak apa-apa pa," jawab Athar bohong, " aku mau kekamar dulu!" ucap Athar yang langsung pergi.

__ADS_1


" Ingat Athar sebentara lagi makan malam," ucap Maharani mengingatkan. Athar tidak menjawab dan pergi saja.


**********


Hujan deras harus membuat Anna berlindung di pohon, dia berdiri kedinginan dengan mememluk tubuhnya dan beberapa kali membuang napasnya. Karena memang Anna begitu kedinginan.


" Kenapa aku bisa-bisa terjebak jika seperti ini. Malah tidak ada orang lewat lagi dan ada petir lagi. Bagaimana kalau tiba-tiba pohon ini di sambar. Itu artinya aku juga akan ikut tersambar," Anna tersus bergerutu di hatinya dengan dia yang semakin takut dan beberapa kali tersentak karena suara petir," ucap Anna yang takut.


" Ya Allah, jangan keluarkan petir yang meletup-letup itu. Itu sangat mengerikan. Aku hanya manusia yang ada di sini. Jadi tolong jangan buat aku semakin takut,"


Dia harus menahan takut dengan rasa kedinginannya. Karena pakaiannya juga lumayan terbuka.


Ternyata Athar tidak bisa menahan dirinya. Khawatir menghampirinya dan memilih untuk mencari Anna yang akhirnya Athar menemukan Anna.


Di mana Athar berdiri di sebrang jala Athar berdiri dengan menggunakan payung yang terus melihat Anna yang kedinginan di ujung jalan sana. Perasaan cemas pasti menghampirinya makanya membuatnya harus menemukan Anna.


Seakan ingin membuang egonya Athar menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan melangkah untuk menghampiri Anna yang tidak mungkin membiarkannya seperti itu.


Namun baru selangkah tiba-tiba Athar melihat Derry yang membawa payung dan berada di depan Anna.


" Pak Derry kok ada di sini?" tanya Anna heran.


" Tadi kebetulan saya lewat. Ayo kita pulang!" ajak Derry Anna mengangguk-angguk. Derry meletakkan terlebih dahulu payungnya dan membuka jaketnya yang memakaikan pada Anna.


" Agar kamu tidak kedinginan," ucap Derry.


" Makasih pak," sahut Anna.


Derry mengangguk dan langsung merangkul bahu Anna dan mengajaknya pergi dari tempat itu dengan mereka yang satu payung. Namun Athar hanya berdiri di tempatnya yang menyaksikan hal itu yang membuat Athar mendengus kasar.


" Ternyata kau masih bodoh Athar. Kau begitu mempedulikannya. Apa kau tidak dia. Bahkan tidak pergi sendirian. Lihat apa yang terjadi Athar. Apa kau tidak sadar juga dengan posisi mu seperti apa dan seperti apa kau di anggapnya," batin Athar yang penuh dengan kekecewaan yang harus galau dengan melihat Anna yang seperti itu. Bukan hanya cemburu lagi. Tetapi sakit hati lagi. Athar dan Anna hanya saling menyakiti dengan kejadian yang seperti itu saja.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2