Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 272 Hati di landa kebingungan.


__ADS_3

Derry yang terlihat begitu stress dengan keluarganya yang tidak semulus dengan apa yang di pikirkannya. Harus kembali ke hotel di mana Aurelia berada. Karena Derry juga tidak bisa di rumah begitu saja dengan suasana rumah yang tidak baik-baik saja.


Derry mengetuk pintu kamar hotel dan langsung di buka oleh Aurelia.


" Derry kamu sudah pulang. Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu," ucap Aurelia yang menarik tangan Derry yang membawa Derry masuk. Aurelia tidak memperhatikan wajah Derry yang terlihat murung. Aurelie membawa Derry masuk dan mendudukkannya di atas tempat tidur dengan Derry yang memijat pangkal hidungnya.


Setelah itu Aurelia terlihat membuka nakas dan Derry tampak tidak peduli sama sekali dengan apa yang mau di tunjukkan Aurelia. Aurelia kembali dan duduk kembali di samping Derry.


" Lihat ini!" Aurelia menunjukkan beberapa desain pada Derry.


" Ini persiapanku untuk final nanti. Seperti yang kamu katakan. Aku harus menunjukkan yang terbaik. Mau menang atau tidak yang penting aku harus menunjukkan kualitas ku dengan sempurna. Jadi kompetisi yang aku ikuti tidak sia-sia sama sekali," ucap Aurelia dengan semangatnya dan Derry malah tidak terlihat menanggapi apa yang di katakan Aurelia. Dia juga tidak peduli sama sekali. Karena pikirannya tidak mengarah pada arah sana.


" Derry!" tegur Aurelie yang menyadari Derry tampak acuh.


Derry tidak mendengar jika Aurelia memanggilnya dengan lembut membuat Aurelia kembali heran dan memegang bahu Derry menepuknya dengan pelan.


" Derry!" lirih Aurelia yang menegurnya kembali.


" Iya. Ada apa?" tanya Derry yang terlihat kurang fokus.


Mata Aurelia hanya melihat ke arah desain yang di tunjukkannya pada Derry.


" Oh, ini. Iya Aurelia aku sudah melihatnya. Semuanya sangat bagus," jawab Derry dengan datar yang bohong pada Aurelia.


" Melihat apa. Kamu bahkan tidak membukanya sama sekali. Jadi bagaimana mungkin kamu bisa mengatakan bagus," ucap Aurelia dengan pelan yang berusaha mengamati apa yang terjadi sebenarnya pada Derry.

__ADS_1


" Oh, maaf. Biar aku lihat sebentar," sahut Derry dengan mengusap kasar wajahnya dan tampak terpaksa melihat apa yang di tunjukkan Aurelia dan melihat langsung desain-desain itu.


" Bagus," jawab Derry datar yang melihat sebentar dan menutupnya kembali, " bekerja keraslah. Aku selalu mendukungmu," ucap Derry tersenyum dengan terpaksa dan langsung pergi yang membuat Aurelia bingung dengan sikap Derry yang terlihat tidak mempedulikannya sama sekali.


" Derry!" Aurelia langsung berdiri dan mengejar Derry yang berjalan ke sofa.


" Ada apa Aurelia?" tanya Derry berbalik badan.


" Aku yang harus bertanya. Ada apa dengan mu?" tanya Aurelia.


" Memang aku kenapa. Aku tidak apa-apa. Aku baik-baik saja," jawab Derry bohong.


Aurelia menghela napasnya dan memegang pipi Derry, " jangan bohong aku bisa melihat kau sedang ada masalah," ucap Aurelia dengan lembut.


" Aku tidak percaya," sahut Aurelia.


" Aurelia aku baik-baik saja. Kamu istirahat lah ini sudah malam. Aku juga akan beristirahat," ucap Derry menegaskan dengan lembut. Aurelia memegang tangan Derry dengan menumpuk dengan tangannya.


" Derry. Ini tidak adil untukku. Kau mengetahui semua masalahku, kau tau ini, itu dan banyak memberiku pelajaran, membuatku mengerti dan aku merasa jauh lebih baik dan semua itu karena mu dan aku bisa melihat kau sedang mempunyai masalah dan kau malah diam. Tanpa memberitahuku. Jadi ini tidak adil Derry. Apa hanya kau yang boleh tau semua masalahku dan aku tidak boleh tau apa yang terjadi padamu," ucap Aurelia menatap sendu Derry yang ingin tau apa yang terjadi pada Pria yang selalu bersamanya itu.


Derry menghela napasnya panjang kedepan dengan memegang tangan Aurelia yang ada di pipinya, " aku sedang ada masalah dengan keluargaku. Keluarga yang terlihat sempurna ternyata selama ini hanya topeng. Aku merasa seperti anak yang tidak ada arah sekarang yang juga tidak tau harus melakukan apa, harus berbuat apa. Semuanya salah," Derry yang terlihat kecewa dan sedih jika kembali mengingat keributan yang belum sampai 1 jam itu.


" Apa masalahnya seberat itu. Sampai kamu seperti ini?" tanya Aurelia.


Derry menganggukkan kepalanya, " aku tidak tau Aurelia apakah Maslaah yang aku hadapi. Jauh lebih berat dari pada masalah yang kamu hadapi. Aku benar-benar bingung Aurelia," ucap Derry yang begitu gusar dengan tatapan yang terlihat sangat kosong.

__ADS_1


" Aku ingin mendengar apa yang kamu simpan. Bukannya jika menceritakannya. Hati kamu akan plong. Jadi biarkan aku mendengarnya. Aku ingin menjadi pendengar yang baik untukmu. Bolehkan Derry aku mendengar apa yang terjadi padamu," ucap Aurelia dengan lembut yang ingin Derry membagi cerita padanya.


Derry sudah banyak membantunya dan sekarang dia harus membantu Derry. Jika Derry memang membutuhkan bantuannya.


" Aku tidak ingin merepotkanmu Aurelia," ucap Derry yang tidak ingin membebani Aurelia.


" Tidak ada yang di repotkan Derry. Kita harus saling berbagi dan paling tidak. Buatlah aku menjadi orang berguna sekali saja. Aku juga tidak tau apa nanti yang akan aku lakukan jika semua sudah di dengarkan di telingaku. Tapi aku ingin berusaha sedikit saja untukmu dan aku ingin tau apakah di dunia ini ada lagi masalah yang jauh lebih berat dari masalahku," ucap Aurelia dengan matanya yang menatapnya dalam-dalam yang memang sangat kasihan pada Derry.


Karena dia tau wajah Derry sangat menunjukkan prustasi yang besar.


" Berbagilah untukku Derry," ucap Anna. Derry menganggukkan kepalanya dan sekarang memeluk Aurelia yang sepertinya dia ingin menumpahkan apa yang di pikirkannya pada Aurelia.


Aurelia juga memeluknya dengan erat dengan menepuk-nepuk punggung Derry yang Aurelia juga ingin memberikan ketenangan untuk Derry yang selalu membantunya itu.


************


Di kediaman Ari Purnama. Maharani dan Ari Purnama sama-sama meresapi kesalahan yang terjadi di antara ke-2nya. Mereka di tempat yang berbeda sama-sama memikirkan hubungan masa lalu salam pernikahan mereka yang sama-sama menjadi penghiyanat.


Maharani berada di kamar yang berdiri di pinggir jendela dengan air mata yang terus mengalir yang pasti dia begitu menyesal dengan apa yang terjadi. Dia juga salah yang pernah menghiyanati suaminya.


Sama halnya dengan Ari Purnama yang berdiri di pinggir kolam renang yang juga merenungi masa lalunya yang harus di akuinya dia adalah Pria brengsek.


Ari Purnama seperti itu. Karena kematian wanita yang di cintainya dan membuatnya menyakiti banyak wanita. Bukan hanya Maharani yang menjadi istrinya sampai detik ini. Tetapi juga Anjani dan bahkan memisahkan Anjani dari Athar. Juga ibu Derry yang meninggal ya dia banyak menyakiti wanita dan Ari Purnama menyadari semuanya dan pasti menyesal.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2