
Bibi kembali membersihkan tempat itu yang membelakangi Athar. Sementara Athar masih melihat-lihat foto-foto masa kecil Anna dan Aurelia bersama keluarganya yang terlihat begitu bahagia.
Athar tiba-tiba melihat ke lantai dan melihat satu lembar foto yang yang yang tertutup di lantai. Sepertinya foto itu jatuh dan bibi sibuk membersih- bersihkan debu tidak melihat foto itu. Athar pun mengambilnya dan melihat foto siapa itu.
Betapa terkejutnya Athar saat melihat 3 wanita di foto itu dan 2 wanita di kenalnya dan satu lagi wanita yang berada di tengah adalah ibu Anna yang mana Athar tau karena melihat foto-foto di dalam bingkai itu adalah wanita yang sama dan bisa menebak itu adalah ibu dari Anna.
Tetapi bukan itu yang membuatnya terkejut sampai matanya melotot dan debaran jantungnya yang tidak terkendalikan. Yang membuatnya terkejut adalah wanita yang di kiri dan kanan itu adalah Maharani ibu tirinya dan Amelia ibu tiri Anna.
Jelas itu membuat Athar terkejut dan kebingungan kenapa 3 wanita itu bisa berfoto bersama. Yang di lihat dari foto itu ke-3 wanita itu terlihat begitu akrab dan pasti lebih dari saling mengenal.
" Apa ini. Apa mama mengenal ibunya Anna dan Tante Amelia juga ada di sini," batin Athar dengan penuh kebingungan yang masih begitu serius melihat foto tersebut.
" Oh iya nak Athar," sahut Bibi. Athar cepat-cepat menyimpan foto itu agar tidak terlihat Bibi.
" Ha iya, kenapa?" sahut Athar yang mencoba tenang.
" Bibi mau kerumah sebentar. Kalau kamu nanti mau keluar jangan lupa pintunya di tutup ya, lampunya juga di matikan ya," ucap Bibi.
" Iya," sahut Athar dengan suara beratnya. Bibi tersenyum dan langsung pergi. Setelah kepergian bibi Athar kembali melihat foto itu.
" Sangat aneh, apa mengenal Anna sebelumnya. Iya mama jelas mengenalnya dan kalau aku perhatikan mama sangat berlebihan kepada Anna. Membelikan handphone dan terlihat khawatir yang jelas pasti mama telah mengenalnya terlebih dahulu dan bukan karena Anna anak dari Om Chandra. Jika iya seharusnya papa juga tau. Tapi papa tidak tau karena Anna tidak tinggal di rumah itu. Pasti ada sesuatu yang berhubungan dengan mama, Tante Amelia dan juga ibu Anna," batin Athar yang menebak-nebak.
Athar, penuh dengan kebingungan, tanda tanya bertanya-tanya sendiri, menebak-nebak dan menarik kesimpulan. dengan apa yang di temukannya benar-benar sungguh mengejutkan bagi Athar.
" Aku harus mencari tau semuanya. Ada yang tidak beres dengan semua ini," batin Athar dengan menghembuskan napas kasar perlahan kedepan.
***********
Anna dan teman-temannya masih tetap tertidur di dalam rumah itu.
Dratt-dratt-drattt suara handphone yang berdering membuat Anna tersentak yang ternyata handphone yang di dekat telinganya bukan handphonenya. Karena handphonenya di tangan Athar dan handphone tersebut adalah milik Athar. Yang juga di tahan Anna kemarin.
__ADS_1
Anna meraba-raba untuk mengambil handphone tersebut dengan matanya yang masih terpejam. Saat mendapatkan apa yang membuat berisik dan mengganggu tidurnya.
Anna main angkat saja asal yang tidak menyadari itu miliknya atau bukan dia juga tidak melihat siapa yang menelpon dan asal angkat saja. Namanya juga Anna mana ada sadar-sadar nya.
" Hmmmm, halo ini siapa," sahut Anna dengan suara seraknya yang menjawab panggilan itu.
Anna yang tidak mendengar jawaban apa-apa bingung. Namun matanya tetap tertidur. Tanpa mengangkat panggilan itu sama sekali.
" Hallo. Siapa ini, pasti salah alamat ya. Hmmm, jangan mengganggu aku masih mengantuk," ucapnya lagi dengan suara yang masih serak.
Karena masih mengantuk Anna tidak bicara lagi dan tangannya yang memegang handphone di telinganya terjatuh terurai lemas yang mana dia kembali Bangkong.
Sementara si penelpon yang jauh di sana berdiri dengan mata melotot dan tubuh yang bergetar di mana adalah Aurelia dan Aurelia begitu terkejut mendengar suara yang menjawab telponnya. Tangannya yang memegang handphone yang di telinganya masih bergetar.
" Anna!" ucapnya dengan menekan suaranya.
Jelas Aurelia mengenal suara Anna. Terasa sesak di dadanya tiba-tiba dengan tangannya yang mengepal meremas ponselnya tersebut yang tidak percaya jika dia sangat jelas mendengar suara Anna yang bangun yang mengangkat panggilannya.
" Kenapa Athar bisa bersamanya. Jam berapa sekarang," Aurelia melihat arloji di tangannya yang membandingkan waktu di Indonesia.
" Dia mengangkat telpon Athar apa dia dan Athar. Tidakkkkk!" teriak Aurelia yang tidak mampu memikirkan apa-apa.
Yang pasti pikiran Aurelia sudah kemana-mana. Athar tidak mengangkat panggilannya, tidak menjawab pesan Wanya dan sekarang ketika di angkat wanita lain yang mengangkatnya. Bagaimana hatinya tidak terbakar. Tidak meledup- ledup. Dia yang sudah terlanjur di new York tiba-tiba mendapat kabar seperti itu.
**********
Pagi hari sudah tiba Anna, Sana, Olive dan Lisa sudah bangun mereka sudah mandi dan sekarang sedang berada di dalam rumah yang sedang rapi-rapi. Di mana Olive masih memakai make-up dan Lisa juga sementara Anna yang memang sangat simpel hanya memoles bedak sedikit sudah cukup.
Di mana Anna yang bersandar ke dingding dengan dengan kakinya yang lurus saling menimpah dengan di goyang-goyangkan. Anna hanya memakai kaus putih over size dengan hotpants rambutnya di sanggul cepol dan sekarang dia santai-santai memakan kripik kentang yang di bawakan Olive yang menunggu teman-temannya masih sibuk mengurus penampilan mereka.
Lisa melihat kearah Anna dan melihat makanan itu berjatuhan di sekitar Anna.
__ADS_1
" Anna kamu itu makan yang benar dong, jangan berserakan sampahnya. Nanti Bos Athar datang kalau dia marah gimana," tegur Lisa.
" Biar ajalah kak Lisa namanya juga makan ya pasti berantakan. Takut amat sih sama kak Athar," sahut Olive melap bibirnya dengan tisu dan melempar asal tisu itu yang membuat Lisa melotot dan harus tahan batin dengan semua itu.
" Kamu juga Olive, sampahnya di kumpuli jangan main buang-buang aja. Nanti di marahi," tegur Lisa yang sudah menekan suaranya. Olive sudah tidak memikirkan hal itu lagi masa bodo untuknya.
Belum lagi Sana yang sedari tadi merecoki tas makeup yang membuat Lisa tepuk jidat yang pasrah dengan Anna, Olive dan Sana yang memang tidak sferekuensi dengannya kalau masalah kebersihan. Lisa harus sabar-sabar dan pasti Athar akan menyalahkannya nanti.
" Lisa mukanya jangan di tekuk. Sudah deh kalian sudah siap apa belum, supaya kita keluar dan mulai membuat makanan aku lapar. Bibi sudah menyiapkan bahan makannya," sahut Anna.
" Kamu dari tadi makan. Bagaimana bisa cerita lapar," sahut Sana.
" Sana yang cantik. Kita ini orang Indonesia yang mana kalau makan harus pakai nasi baru namanya makan. Jadi kalau makan tidak pakai nasi namanya belum makan," sahut Anna dengan santai.
" Memang kamu bisa masak?" tanya Lisa.
" Kalau bahan makanan sudah ada di depan kita yang pasti akan bisa di olah. Soal bisa memasak atau tidak itu urusan belakang. Masa iya kita sudah sebesar ini tidak bisa mengolah apa yang terlihat," sahut Anna dengan sok bijak.
" Ya sudah aku sudah selesai," sahut Olive.
" Aku juga," sahut Sana.
" Ya sudah ayo kita keluar!" ajak Anna yang pertama kali berdiri.
" Kita bersihkan tempat ini dulu," sahut Lisa.
" Udah entar aja," sahut Anna yang main pergi aja.
" Nanti bos Athar marah," teriak Lisa.
" Sudah ayok kak, nggak akan, emang ini rumah dia apa," sahut Olive menarik paksa Lisa untuk keluar dari rumah itu dan mau tidak mau Lisa pun ikut keluar dan pasti rumah itu benar-benar terlihat begitu berantakan. Lisa lawan 3 orang yang tidak bisa di bilangin mana mungkin menang.
__ADS_1
Bersambung