Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 18 Menginap di rumah Anna


__ADS_3

Anna dan Olive pun selesai makan bakso dan mereka kembali ke stadion ke parkiran untuk mengambil motor Anna dan tidak lama akhirnya mereka sampai di tempat itu.


" Kamu mau kan naik motor?" tanya Anna. Olive mengangguk.


" Nih pakai," ucap Anna memberikan helm pada Anna.


" Makasih," sahut Olive dan tampak kebingungan cara memakainya. Anna melihatnya mendengus tersenyum.


" Sini aku bantuin," ucap Anna. Yang memasangkan Olive helm dan akhirnya terpasang dan Anna naik terlebih dahulu .


" Ayo buruan naik," perintah Anna.


" Oke," sahut Olive dengan semangat dan langsung naik.


" Pegangan, nanti kamu jatuh," ucap Anna.


" Sip," sahut Olive yang langsung naik dan berpegangan pada pinggang Anna dan Anna langsung melajukan motornya.


Anna pun melajukan motornya di jalan lintas dengan Olive yang di boncengannya dengan memegang kuat pinggang Anna. Dengan tiupan angin yang kencang maklum Anna pasti balap-balapan. Jalanan punya nenek moyangnya.


" Apa seru!" tanya Anna berteriak.


" Ini seru sekali. Aku menyukainya," sahut Olive berteriak heboh.


" Kamu pernah naik motor?" Tanya Anna.


" Dulu pernah, tetapi sekarang tidak. Tetapi ini enak sekali seperti menaiki roller coaster," teriak Olive.


" Ini itu naik motor mana ada namanya rolerr coaster," teriak Anna heran.


" Tapi ini sangat seru aku menyukainya, ini wahana yang terbaik," teriak Olive.


Anna juga hanya tertawa-tawa saja mendengarnya sampai dia geleng-geleng dengan Olive. Ya memang kebanyakan orang kaya memang aneh-aneh. Naik motor di bilang wahana dan di katai seru mungkin memang bosan dengan naik mobil.


*********


Tidak lama akhirnya mereka sampai di depan perumahan tempat Anna tinggal. Anna memarkirkan motornya di tempat biasa. Olive pun sudah turun dari motor tersebut dan Anna mematikan mesin motornya dan langsung turun. Anna melihat Olive yang hanya melihatnya.


" Kamu yakin mau nginap di sini?" tanya Anna masih ragu. Olive dengan cepat mengangguk.


" Aduh, kamar malah berantakan lagi. Lagian dia apa-apaan sih masa iya mau nginap di sini. Pasti nanti akan nyesal," batin Anna yang tidak percaya diri membawa Olive untuk menginap di rumahnya.

__ADS_1


" Ya sudah kalau begitu yang jelas aku sudah mengingatkan mu," ucap Anna.


" Oke," Olive mengangguk.


" Ayo!" ajak Anna.


" Oke," sahut Olive yang berjalan mengikuti Anna dan Anna melihat kebelakang heran dengan Olive.


" Ada apa?" tanya Olive heran.


" Helemnya di lepas," ucap Anna.


" Oh, ini, ya ampun aku sampai lupa," sahut Olive yang tidak sadar dan langsung buru-buru melepas helm tersebut. Dan masih saja tidak bisa. Anna membuang napasnya perlahan dan langsung membantu Olive.


" Makasih," ucap Olive. Anna mengangguk dan meletakkan helmnya di motornya.


" Ayo," ajak Anna lagi olive mengangguk dan tiba mereka berada di depan tangga.


" Ini Apertemen kamu?" tanya Olive melihat anak tangga yang panjang itu. Anna mendengus tersenyum mendengarnya


" Ini bukan Apertemen. ini rumah susun," jawab Anna.


" Sama saja," sahut Olive yang berjalan terlebih dahulu mulai menaiki anak tangga.


" Tapi kok sepi?" tanya Olive heran.


" Jam segini para tetanggaku sudah pada tidur semua," jawab Anna.


" Hmmm, begitu rupanya," sahut Olive.


" Kenapa seram ya?" tanya Anna.


" Nggak biasa aja," sahut Olive yang memang terlihat santai.


" Ya sudah ayo," sahut Anna. Olive mengangguk dan mereka kembali melanjutkan langkah mereka.


Lama melewati anak tangga yang sunyi. Karena memang sudah malam dan tidak ada warga yang berkeliaran. Anna dan Olive pun sampai di depan pintu rumah Anna dan Anna mengambil kunci dari tasnya dan langsung membuka pintu rumahnya.


" Ahhhh, semoga saja dia tidak banyak protes," batin Anna saat membuka pintu rumahnya.


" Ayo masuk, ini rumah ku!" ajak Anna.

__ADS_1


" Oke," sahut Olive. Olive memasuki rumah sederhana itu. Tapi Olive tampak biasa saja. Matanya juga tidak julit yang harus melihat kesana kemari.


Rumah Anna memang terlihat sederhana. Terdapat ruang tamu yang hanya ada sofa panjang dengan 2 sofa kecil dan meja petak yang langsung berhadapan dengan Televisi.


Hanya ada kelang menuju dapur di mana terlihat dapur yang juga sederhana dengan 6 kursi putih dan terdapat kamar mandi. Rumah itu memang sesederhana itu.


" Ya beginilah rumahku sangat kecil dan berantakan yang pasti tidak seperti rumahmu," ucap Anna duduk di atas kursi di samping pintu membuka sepatunya.


" Kamu pasti nyesalkan datang kemari," ucap Anna yang menerka-nerka.


" Nggak biasa aja, ngapain nyesal. Memang apa yang salah," sahut Olive yang tampak santai.


" Dia belum melihat kapal pecah yang sesungguhnya," batin Anna.


" Kamar mu di mana?" tanya Olive.


" Itu," sahut Anna menunjuk pintu kamar berwarna pink lengkap dengan pernak pernik di depan pintu.


" Aku ngantuk aku langsung tidur saja ya bolehkan," ucap Olive yang langsung melangkah mendekati kamar itu. Anna melotot melihat langkah Olive yang mendekati kamarnya dan langsung buru-buru masuk berlari.


" Olive jangan!" teriak Anna yang mengejar Olive, mencegah Olive untuk tidak memasuki kamarnya. Tetapi sudah terlanjur Olive sudah membuka kamarnya.


" Hhhhhhhh," Anna membuang napasnya perlahan kedepan berdiri di samping Olive dia pasrah dan melihat ekspresi Olive yang bengong dengan melihat kamarnya. Saking bengongnya mata itu penuh kekosongan mulut menganga dan tangan Olive masih memegang gagang pintu.


Seperti biasa kamar itu memang sangat berantakan. Tidak ada istimewanya. Bukan hanya lantai yang berserakan dengan pakaian dan benda-benda lainnya. Tetapi dingding dengan banyaknya poster-poster BTS yang menjadi faforite Anna.


" Aku bilang juga apa. Kamu hanya akan menyesal menginap di rumahku," ucap Anna sambil mengambil pakaian dalamnya yang ada di lantai, Dia pasrah. Karena memang kamarnya lebih tepat di sebut kamar gudang pakain berserakan di mana-mana.


" Oh my Good, istanaku," sahut tiba-tiba Olive dengan sedikit berteriak dengan wajahnya seolah mengagumi dan mengagumi tempat itu. Anna sampai melihat Olive dengan heran.


" Aku tidak menyangka, aku akan menemukan tempat seperti ini, Ini tempat yang paling menyenangkan ini sangat indah. Ya tahan aku mimpi apa sampai bisa menemukan tempat seperti ini," ucap Olive melangkah memasuki kamar tersebut. Membentangkan tangannya memejamkan matanya menghirup udara dalam-dalam dan berputar-putar seraya menikmati kondisi kamar itu dan Anna heran melihat Olive sampai Anna menggaruk kepalanya dengan jarinya.


Dia merasa dia yang salah atau Olive yang salah. Masa iya ada orang yang bisa mengatakan tempat sebenrantak itu adalah istanha. Semua itu hanya membuat Anna penuh kebingungan.


" Anna, kamu beruntung sekali punya kamar seperti ini. Ini indah sekali Anna," ucapnya lagi yang sudah menghempaskan dirinya di atas ranjang degan tangannya yang di lentangkan.


" Apa dia tidak waras. Kenapa dia bicara aneh sekali. Masa iya dia mengatakan aku seberuntung itu. Dia buta atau bagaimana sih," batin Anna kebingungan dengan Olive yang terlihat happy.


Berbeda dengan ekspektasi Anna sebelumnya yang Anna akan mengira jika Olive kerumahnya banyak protes, komplen, risih, jijik dengan tempat tinggalnya pada nyatanya tidak seperti itu.


Ternyata Olive sangat santai dan malah tidak banyak protes dan seakan menyukai kamarnya yang berantakan dan super super jorok.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2