
" Jika aku diam. Kau akan merajalela Gibran dan diam ku tidak akan membuatmu jera. Karena aku juga korban di sini," sahut Jennie tersenyum sinis.
" Aku bilang diam!" teriak Gibran.
" Kamu yang diam!" teriak Ari Purnama yang melempar semua bukti-bukti yang di berikan Jennie ke wajah Gibran.
" Anak kurang ajar kau. Beraninya kau melakukan semua ini hah! Aku mendidik mu bukan untuk mencelakai dan ingin membunuh orang termasuk saudaramu sendiri. Bisa kau punya niat untuk mencelakai saudaramu sendiri dan bahkan berkali-kali ingin membunuhnya apa kau manusia," teriak Ari purnama dengan suara yang menggelegar yang kali ini tidak akan bisa diam pada Gibran.
" Papa jangan percaya dengan dia. Mereka ber-3 bekerja sama untuk menjebakku dan memalsukan semua bukti," sahut Gibran masih tetap membela dirinya.
Plakkk.
" Anak brengsek!" umpat Ari Purnama yang melayangkan tangannya pada Gibran membuat semua orang kaget dan Gibran sendiri baru di rasakannya mendapat tamparan keras dari papanya yang tanpa ampunan.
" Pah!" lirih Maharani dengan menutup mulutnya yang memang seumur hidupnya baru melihat suaminya semarah itu dan bahkan baru kali ini bermain tangan.
" Papa memukulku," sahut Gibran yang tampak tidak terima.
" Aku juga akan membunuhmu. Jika kelakukan seperti binatang yang merusak keluarga ini!" teriak Ari purnama dengan suaranya yang menggelar menunjuk tepat di wajah Gibran.
" Aku sudah bersusah payah memberimu pendidikan yang layak. Tetapi lihat kelakuanmu. Layaknya seorang hewan," teriak Ari Purnama yang benar-benar marah pada Gibran.
Sementara Athar memegang tangan Anna yang takut jika Anna takut melihat kemarahan Ari Purnama.
" Kau masih ingin mencari pembelaan dari perbuatan kotormu ini. Bukan hanya mengambil uang Perusahaan. Tetapi kau juga melakukan. Hal serendah ini!" teriak Ari purnama.
__ADS_1
" Kamu ini benar-benar keterlaluan Gibran. Kenapa kamu tega melakukan semua ini. Athar itu saudara kamu. Kenapa kamu sanggup ingin membunuhnya?" sahut Maharani yang emosi melihat Gibran yang tidak kalah dengan suaminya yang begitu marah.
Gibran masih diam saja dengan tangannya yang terkepal yang merasa terjebak dengan apa yang terjadi sekarang padanya. Tadinya dia hanya ingin menjebak Athar menggunakan Anna siapa sangka dia sendiri yang sekarang terjebak.
" Kak Gibran apa yang kakak pikirkan sampai ingin melenyapkan kak Athar. Ada apa kak Gibran. Kenapa kakak bisa berbuat seperti itu," sahut Derry yang tidak percaya dengan tindakan Gibran yang begitu mengerikan dan sekarang menyesal awalnya telah menyalahkan Athar.
" Jawabannya sudah jelas. Semua di lakukannya hanya ingin menduduki posisi Athar," sahut Jennie mengambil alih untuk bicara yang mengulang kembali tujuan Gibran.
" Kau melakukan semua itu Gibran. Hanya untuk posisi yang tidak seharusnya menjadi milikmu hah!" teriak Ari Purnama.
" Iya," sahut Gibran yang berteriak.
" Aku memang memang menginginkan posisi itu. Lalu kenapa pah. Apa itu salah. Aku seperti ini. Karena selama ini papa selalu saja pilih kasih. Papa terus saja memberikan kesempatan pada Athar dan aku tidak. Pa aku anak pertama di rumah ini. Seharusnya aku pewaris di keluarga ini. Tetapi apa yang papa lakukan. Papa tidak adil padaku dan lebih berpihak pada Athar anak haram itu!" teriak Gibran menunjuk Athar.
" Tutup mulut kamu Gibran. Apa yang kamu katakan?" sahut Maharani.
Athar tidak kaget. Kata anak haram sejak kecil sudah di perdengarkan di telinganya dan itu pasti kakaknya Gibran yang mengatakannya dan membuat masa kecilnya di Bully teman-temannya karena omongan kakaknya sendiri.
" Cukup Gibran!" bentak Maharani.
" Mama jangan menutup kenyataan. Jika pria itu datang kerumah ini sebagai anak haram!" teriak Gibran.
Plakkk.
Ari Purnama kembali melayangkan tangannya ke pipi Gibran dengan mata Ari Purnama yang memerah seperti monster.
__ADS_1
" Aku ternyata salah mendidikmu. Aku pikir mendidik dari seorang pembunuh tidak akan mengikuti jejak orang tuanya ternyata aku salah meski berusaha mendidikmu. Kau tetap seperti ini sama seperti ke-2 orang tuamu," ucap Ari Purnama dengan menekan suaranya yang sejak tadi menahan dirinya.
" Apa maksud papa?" tanya Ari Purnama.
" Kamu sekarang besar Gibran dan ku izinkan kau punya keluarga, memanggilku papa dan juga mama pada Maharani. Tapi aku tidak percaya jika sifat ke-2 orang tuamu menurun kepadamu," ucap Ari Purnama.
" Orang tua. Apa yang mas bicarakan?" tanya Maharani.
" Iya karena pada dasarnya pria kurang ajar di depanku ini. Bukanlah anak kandungku. Dia anak seorang pembunuh yang membunuh calon istriku saat itu sebelum aku menikah denganmu. Hanya ambisi dan kekuasaan orang tua mu telah membunuhnya secara sadis," ucap Ari Purnama mengejutkan semua orang termasuk Gibran yang langsung diam dan Derry sendiri begitu terkejut. Karena dia bersaudara dengan Gibran 1 ibu yang tidak percaya dengan apa yang di katakan Ari Purnama.
Anna dan Athar saling melihat. Tidak menyangka ada rahasia lagi yang terbongkar selama ini yang tertutupi dan sekarang terungkap yang benar-benar mengejutkan semua orang.
" Apa maksud papa apa aku dan kak Gibran bukan anak papa?" tanya Derry yang merasa sesak jika kenyataan itu benar terjadi. Bahkan matanya berkaca-kaca.
Mata Ari Purnama langsung melihat ke arah Derry.
" Kau putraku Derry kau bukan bersaudara kandung dengan dia. Kau, Athar dan Olive darah dagingku yang berbeda ibu," jelas Ari Purnama.
Dada Gibran kembang kempis mendengar dia adalah orang asing dan iya papanya mengatakan dia adalah anak dari pembunuh. Hal itu sontak mengejutkan.
" Bagaimana mungkin aku berbeda dengan kak Gibran. Bukankan kita satu ibu. Bukan kah ibu kita sudah meninggal. Jika pada kenyataannya yang papa katakan barusan. Orang tua kak Gibran seorang pembunuh. Berarti itu juga adalah orang tuaku," sahut Derry yang masih tidak bisa mengerti situasi itu. Dia hanya tau Gibran kakak kandungnya dan kenyataan ini sulit di mengertinya.
" Kau dan Gibran bukan bersaudara kandung Derry itu kenyataannya," tegas Ari Purnama yang membongkar kenyataan lagi yang banyak rahasia di sembunyikannya.
" Jika apa yang mas katakan adalah benar. Gibran bukan saudara kandung Derry. Lalu bagaimana dengan Derry. Bukankah saat aku menikah denganmu selama 3 tahun. Kita pindah ke Jakarta dan di sana ada Gibran dan Derry yang kau katakan anak dari istri pertamamu. Lalu jika mereka bukan saudara kandung kenapa mereka bisa bersama?" tanya Maharani yang juga tidak tau menahu hal itu.
__ADS_1
Bersambung