Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 254


__ADS_3

Suara ayam berkokok terdengar di perumahan Anna. Dan Anna langsung terbangun saat mendengarkan suara itu. Hal itu merupakan mukjizat yang pasti tidak mungkin terjadi di dalam kehidupan Anna yang mana bisa bangun subuh-subuh.


Anna langsung bangkit dari tempat tidurnya dengan menguap panjang. Anna mengkucir asal rambutnya dan langsung keluar dari kamar dengan buru-buru yang mana kelihatan Anna begitu semangatnya. Anna keluar dari kamar yang tidak lain ternyata menghampiri Athar yang masih tidur di sana.


" Athar bangun! Athar!" Anna membangunkan Athar dengan berjongkok yang mengoyang-goyangkan tubuh Athar yang masih tertidur.


" Athar bangun! Athar!" Anna terus membangunkan Athar yang membuat mata Athar bergerak-gerak.


" Ada apa Anna, kenapa membangunkan ku sepagi ini," ucap Athar dengan heran yang masih menutup matanya yang sepertinya begitu malas untuk bangun.


" Bukannya kamu mau mengajariku memasak. Jadi ayo bangun. Mumpung jam segini. Nanti kalau kelamaan kita juga akan telat kekantor," ucap Anna yang ternyata alasannya membangunkan Athar karena ingin memasak.


" Anna ini masih pagi sebentar lagi!" sahut Athar dengan suara malasnya. Ya tumben-tumbenan Athar begitu malas bangun padahal jam bangunnya memang jam seperti ini.


" Tetapi Athar. Kalau kelamaan nanti kita tidak kekantor dan masaknya bahkan tidak jadi dan kapan lagi aku bisa memasak," ucap Anna yang memang begitu semangat untuk memasak.


Athar tidak menjawab dan hanya diam saja dalam tidurnya yang sepertinya begitu sulit untuk bangun.


" Athar ayolah bangun. Athar!" Anna terus membangunkan Athar dengan menggoyang-goyangkan tubuh Athar bahkan menepuk-nepuk pipi Athar.


" Isss, kamu ya benar-benar. Kalau giliran aku mau aja. Kamu itu malas-malasan, nanti aja kalau maunya kamu harus," ucap Anna yang mulai kesal, " ya sudah kalau tidak mau mengajariku memasak. Aku masak sendiri aja dan awas kalau kamu tidak memakannya," ucap Anna mengancam Athar.


Athar jelas kaget mendengarnya dan langsung membuka matanya dan melihat wajah cantik itu terlihat cemberut di subuh-subuh seperti ini.


Athar menghela napasnya panjang kedepan dengan menatap intens Anna, " kenapa murah sekali marah?" tanya Athar menatap sayu mata kekasihnya itu.


" Siapa yang marah, kamu yang tidak menepati janji," sahut Anna kesal dengan wajahnya yang tidak mau melihat Athar.


" Baiklah! aku akan mengajarimu memasak," ucap Athar yang tidak mau melihat kekasihnya itu menunjukkan wajah seperti itu.


" Benar?" tanya Anna yang kembali semangat yang mana sudah melihat wajah Athar.

__ADS_1


" Hmmm, aku akan mengajarimu cara memasak yang benar dan baik," jawab Athar. Anna mengangguk sembari tersenyum.


" Kalau begitu ayo kita mulai," ucap Anna yang terlihat begitu semangat.


" Mana bisa Anna. Di dapur tidak ada bahan makanan. Jadi kita harus membelinya dulu," ucap Athar.


Anna menautkan ke-2 alisnya mendengarnya, " Di beli?" tanya Anna.


Athar menganggukkan kepalanya, " iya kita harus membelinya. Karena tidak ada persiapan untuk memasak," jawab Athar.


" Apa pagi-pagi gelap seperti ini. Ada Supermarket yang buka?" tanya Anna.


Athar mengangkat ke-2 bahunya. Ya jelas mana ada yang buka Supermarket.


" Mana mungkin ada yang buka," sahut Anna yang kembali tidak semangat.


" Memang tidak ada yang buka Anna," jawab Athar.


" Ya kita harus mencari di mana tempat yang menjual bahan makanan yang ingin kita makan," ucap Athar.


" Di mana?" tanya Anna, " tapi kamu tau tempatnya kan?" tanya Anna lagi. Athar diam dan terliahat tidak menjawab apapun.


" Ya sudah kita sekarang bergerak, ayo! jangan membuang waktu lagi," Anna langsung menarik paksa tangan Athar untuk membawa Athar pergi padahal Athar tidak mengatakan tempatnya di mana. Ya Anna memang benar-benar ada-ada saja kelakuaknnya.


Dan Athar pun dengan terpaksa harus berdiri yang di tarik Anna kekamar mandi untuk mencuci mukanya ya sebelum pergi mereka memang harus cuci muka dulu. Supaya tidak terlihat bangun tidur. Walau kenyataan memang mereka bangun tidur.


**********


Masih di pagi-pagi buta. Ternyata mobil Athar berhenti di parkiran pasar yang membuat Anna heran. Dengan kepalanya yang terus melihat keluar.


" Cari di sini bahan makanannya?" tanya Anna memastikan.

__ADS_1


" Iya Anna," jawab Athar membuka seat belt nya dan menoleh ke arah Anna yang masih terlihat bengong.


" Kenapa? kamu tidak bisa memasuki pasar?" tanya Athar.


" Bukan! bukan seperti itu. Aku hanya tidak percaya. Jika orang sepertimu. Justru bisa memasuki pasar. Kan tempat ini bukan sekelas dirimu," ucap Anna.


Athar mendengarnya tersenyum sembari geleng-geleng kepala, " Kamu ini aneh-aneh saja. Jadi menurut kamu orang seperti ku. Harus mendatangi tempat yang seperti apa?" tanya Athar.


" Ya tidak masuk akal. Jika memasuki tempat ini. Buka nya kamu itu orangnya sangat perfect apa-apa begitu higenis dan pasar seperti ini kan kotor, belum lagi bau. Apa kamu jamin kebersihannya," jawab Anna yang memang tidak percaya kekasihnya itu bisa-bisanya pergi ke pasar.


" Kamu benar aku memang orangnya super higenis. Tetapi asal kamu tau saja justru itu aku memilih ke pasar untuk mencari bahan makanan. Karena ke higenisan nya ada di sini," ucap Athar.


" Maksudnya!" tanya Anna heran.


" Anna jika membeli sayuran di pasar. Maka kita akan mendapatkan bahan yang jauh lebih baik. Kamu lihat itu!" tunjuk Athar pada truk yang berhenti dan banyak orang-orang yang menurunkan sayuran.


" Sayuran-sayuran itu masih terlihat begitu fress dan jelas kehigenisan nya jelas sangat terjamin. Jadi belanja di pasar itu sayurannya masih segar-segar. Jadi belanja di sini jauh lebih baik dari pada di supermarket," jelas Athar.


" Hmmmm, begitu rupanya. Ya ampun ternyata pacarku yang tampan ini sangat tinggi pengetahuan masalah seperti ini. Di luar dugaanku. Jika pacarku ternyata sangat suka ke pasar," puji Anna dengan senyum-senyum menatap dalam-dalam Athar. Yang mana Athar memiliki hal lain yang begitu luar biasa dalam bentuk ke ahlian lain yang tidak di sangka- sangka Anna.


Athar mendengus dengan tersenyum mendengar kata-kata Anna, " sudahlah jangan di bahas terus sekarang sebaiknya kita keluar dan mencari keperluan Makanan. Nanti kita kelamaan dan bisa kesiangan ke kantor," ucap Athar.


" Hmmmm, baiklah kalua begitu, sekalian kamu harus kenalkan aku jenis-jenis sayurannya," sahut Anna yang mengangguk setuju dan mereka berdua sama-sama keluar dari pasar untuk mencari-cari apa yang mereka perlukan.


Maklumlah pasar pasti ramai dan becek. Namun Athar terlihat santai yang bahkan dia terliahat tampan saat harus berbelanja dengan bersosialisasi dengan para pembeli. Ya dia lebih tampan dari pada seorang CEO.


Anna hanya mengikuti saja yang pasti mengagumi kekasihnya yang memiliki banyak keahlian yang tidak pernah di duga-duganya itu. Anna saja yang wanita sederhana jarang sekali kepasar. Bukan karena tempatnya. Tetapi karena pada dasarnya malas.


Lagian dia juga kepasar untuk apa. Bahan makanan saja dia tidak tau dan dia juga dulu kepasar. Karena bibinya yang membawanya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2