
Anna tidak perduli dengan Aurelia tadi dia memilih pergi dan tidak mencampuri urusan Athar dan kakaknya itu dan tidak lama Anna sudah sampai di Perusahaan tempatnya bekerja yang sudah lama di tinggalkannya itu.
Motor Anna sudah terparkir kembali di depan Perusahaan Glossi. Anna terburu-buru turun dari motornya yang tidak sabaran dengan untuk memasuki Perusahaan itu. Anna berlari begitu saja.
" Heh, tunggu! tunggu! tunggu !" teriak Pak Satpam saat melihat Anna yang pergi begitu saja.
" Ada apa pak?" tanya Anna heran.
" Helmnya di buka dulu non, mau masuk pakai helm," ucap Pak satpam. Anna melihat kekepalanya yang ternyata Anna lupa membuka helmnya.
" Astaga kelupaan. Anna kamu ini benar-benar ya. Maaf Pak, namanya juga usia sudah semakin tua," ucap Anna yang langsung membukanya dan memberikan pada pak satpam.
" Tolong taruh di motor saya, oke pak," ucap Anna yang langsung lari memasuki lobi Perusahaan.
" Ada-ada aja, anak itu selalu saja cerobah," gumam Pak Satpam geleng-geleng dan mau dengan kelakuan Anna. Yang mau tidak mau pak satpam memang harus menaruhnya di motor Anna.
************
" Lisa!" teriak Anna saat melihat Lisa yang berjalan ala model seperti biasa Lisa memang selalu Perfect.
" Anna!" pekik Lisa yang kaget melihat Anna. Anna langsung berlari dan memeluk Lisa.
" Ya ampun Anna, ini benaran kamu. Kamu ini kemana aja. Kenapa tidak pernah ada kabar?" sahut Lisa yang kaget melihat Anna dan sekarang memeluk Anna erat dengan banyaknya pertanyaan yang di lontarkannya.
" Ceritanya panjang. Aku tidak percaya bisa bertemu denganmu lagi. Aku sungguh merindukanmu," sahut Anna yang benar-benar bahagia bertemu salah satu rekannya yang memang cukup dekat dengannya di kantor itu.
" Aku juga merindukanmu Anna," ucap Lisa yang melepas pelukan dari Anna.
" Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Lisa yang mengamati penampilan Anna yang meneliti apa ada yang kurang dari Anna atau tidak.
" Tidak. Aku tidak apa-apa. Kamu lihat aja sendiri. Aku sungguh baik-baik saja," sahut Anna dengan wajah cerianya.
" Syukurlah. Aku kira kamu mengundurkan diri. Makanya tidak masuk beberapa hari ini. Kamu juga tidak mengangkat telpon ku," ucap Lisa yang begitu mengkhawatirkan Anna.
" Maafkan aku Lisa sudah membuatmu khawatir," ucap Anna merasa bersalah.
" Tidak apa-apa. Yang penting kamu sudah datang dan iya kamu sangat beruntung. Saat karyawan 20 yang masuk babak selanjutnya melakukan desain ulang akan tereliminasi 2. Tapi kamu beruntung tidak ada yang Tereliminasi dan kamu masih tetap ikut," ucap Lisa menjelaskan.
" Benarkah?" tanya Anna tidak percaya.
__ADS_1
" Benar Anna. Jadi kamu jangan bolos-bolos lagi. Kamu harus gunakan kesempatan ini dengan baik. Siapa tau ini jalan rezeki kamu," ucap Lisa yang tumben-tumbennya begitu bijak bicara.
" Siap Bu Lisa tenang saja. Aku tidak akan mengecewakan ibu Lisa ku tersayang ini," sahut Anna dengan yakin.
" Ya sudah aku mempercayaimu. Karena aku tau kamu itu sangat berbakat. Ya sudah sekarang kita masuk. Kamu sudah sarapan belum?"
" Sudah," jawab Anna.
" Hmmm, padahal aku mau meneraktirmu," ucap Lisa.
" Alah... Kamu mah gitu, kalau aja aku sarapan di teraktir. Kalau belum nggak ada taraktiran. Bilang aja kamu nggak niat," sahut Anna dengan bibir kerucutnya.
" Isssh, aku niat tenang aja makan siang aku traktir kita makan di luar. Sekalian merayakan kembalinya kamu dan tidak jadi di eliminasi," ucap Lisa.
" Serius?" tanya Anna dengan semangat 45. Lisa mengangguk membuat Anna begitu happy.
" Makasihhhhh......Ayo kita masuk, di tunggu traktirannya," sahut Anna yang langsung merangkul bahu Lisa dan mereka sama-sama berjalan memasuki Perusahaan itu.
Bisa di katakan 5 hari Anna sudah tidak ke kantor. 3 hari di sekap dan 2 hari di rumah Athar untuk beristirahat. Jadi Anna benar-benar begitu bahagia bisa kembali kekantor.
***********
" Aku tidak bisa diam terus. Aku bicara dengan Athar. Jika aku diam terus itu hanya akan memperburuk masalah. Hubungan ku dan Athar benar-benar akan berakhir jika caranya seperti ini terus," ucap Aurelia dengan membuka sabuk pengamannya. Lalu keluar dari mobilnya.
" Semoga saja masalah akan selesai hari ini. Athar aku tidak akan membiarkan mu dengan siapapun," batin Aurelia yang melangkah dengan penuh keyakinan memasuki Perusahaan tersebut yang pasti untuk menemui Athar.
Saat di lobi Aurelia berpapasan dengan Gibran. Mereka sama-sama menghentikan langkah mereka saat mereka sudah berhadapan. Di mana Gibran tersenyum sinis melihat Aurelia sekaan Aurelia ada sesuatu.
" Ada apa?" tanya Aurelia.
" Tidak aku hanya meramal jika akan ada cinta segitiga antara kelas atas dan kelas bawah," ucap Gibran tiba-tiba. Aurelia mengepal tangannya mendengar kata cinta segitiga seoalah Gibran mengetahui sesuatu.
" Tutup mulutmu. Dan sebaiknya aku peringatkan kepadamu jangan ikut campur urusan orang lain kau urus saja dirimu sendiri," ucap Aurelia menegaskan. Namun Gibran menyunggingkan senyumnya.
" Aku hanya mengingatkan apa salahnya," sahut Gibran santai.
" Aku tidak butuh peringatkan mu," sahut Aurelia yang memilih langsung pergi. Sebelum bertambah emosi dengan Gibran.
" Hahaha, memang ada-ada saja. Apa tidak ada laki-laki lain di dunia ini. Selain anak haram itu," ucap Gibran geleng-geleng.
__ADS_1
**********
Athar berada di ruangannya dengan membuka kancing kemejanya satu persatu yang mengganti kemejanya yang sudah di siapkan Jennie dan dia memang menggantinya di depan Jennie. Itu sudah terbiasa untuk Jennie.
Sebelumnya Athar memang sudah menelpon Jennie untuk membawa pakaian. Karena di rumah Anna dia tidak mengganti pakaian sama sekali. Jadi sekarang menggantinya di depan Jennie.
" Aku ingin kau periksa tempat dengan teliti," ucap Athar dengan mengkancing satu persatu kemeja yang berwarna putih itu.
" Baiklah, aku akan coba memeriksanya dan mungkin ada cctv dari jalan. Yang membuat orang itu tertangkap kamera," sahut Jennie.
" Hmmm, secepatnya kau periksa! dan laporkan segera kepadaku!" titah Athar yang sekarang memakai jasnya.
" Iya aku akan memeriksanya dan akan segera memberikan informasinya kepadamu," ucap Jennie.
" Baguslah. Berikan jadwalku," ucap Athar mengadakan tangannya dan Jennie langsung memberikan Athar agenda.
" Bagaimana dengan proses mengenai 20 karyawan. Kita harus secepatnya menentukan desain siapa yang di pakai bulan depan kita sudah harus mengeluarkan produksi baru," ucap Athar menegaskan.
" Kalau begitu kita akan adakan pembuatan barang jadi langsung. Hanya saja beberapa karyawan melapor kepadaku. Banyak bahan yang tidak sesuai dengan desain mereka," sahut Jennie.
" Kalau begitu siapkan semuanya," sahut Athar.
" Alangkah baiknya kita memberikan mereka kesempatan untuk mencari sendiri. Agar apa yang mereka buat lebih sempurna," sahut Jennie memberi saran.
" Baiklah, kau atur saja semuanya. Yang jelas semuanya harus cepat dan fasilitasi mereka semua. Proyek ini harus cepat jadi," ucap Athar menegaskan.
" Iya aku akan mengaturnya. Kamu jangan khawatir," ucap Jennie meyakinkan Athar.
" Baguslah kalau begitu," sahut Athar yang membolak-balik agenda yang di berikan Jennie.
" Athar!" tiba-tiba Aurelia memanggil yang sudah berdiri di depan pintu ruangan Athar. Membuat Athar menoleh ke arah Aurelia dan Jennie menengok ke belakang.
" Ada apa lagi Aurelia kemari. Apa pembahasan tadi belum cukup," batin Athar bertambah pusing dengan kehadiran Aurelia.
" Aku ingin bicara dengan mu Athar. Sebentar saja dan aku mohon jangan menolakku," sahut Aurelia menegaskan.
" Aku permisi dulu!" ucap Jennie.
Athar mengangguk dan Jennie langsung keluar dari ruangan itu tanpa menutup pintu.
__ADS_1
Bersambung