Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 208 Berbicara padanya.


__ADS_3

Anna yang bersembunyi di balik tembok melihat Ari Purnama, Maharani, Aurelia, Derry dan Olive memasuki ruangan Athar. Anna memang tidak ada kepentingan untuk masuk. Karena dia kembali sadar diri dia bukan siapa-siapa yang padahal dia ingin sekali memegang tangan Athar atau berbicara pada Athar dengan berterima kasih atau apapun.


" Aku berharap kamu cepat sembuh Athar. Maafkan aku yang hanya bisa menyusahkanmu, aku minta maaf Athar," batin Anna dengan menyeka air matanya dan membalikkan tubuhnya yang ingin pergi dan Anna kaget dengan adanya Jennie yang tidak tau sejak kapan berdiri di belakangnya.


" Kenapa tidak masuk?" tanya Jennie.


" Aku tidak ada kepentingan untuk masuk," jawab Anna.


" Kenapa? Apa kamu tidak ingin berterima kasih padanya. Karena sudah menyelematkan mu," ucap Jennie.


Anna terdiam yang memang seharusnya dia berada di samping Athar dan menunggu Athar bangun dan berterima kasih pada Athar. Ya seharusnya dia melakukan itu.


" Kamu yang tau apa yang harus kamu lakukan. Kamu yang tau bagaimana isi hati kamu. Jangan memikirkan apa yang terjadi sebelumnya. Masalah yang kamu hadapi dengan Athar adalah masalah yang rumit. Tetapi bukannya masalah kalian harus di selesaikan," ucap Jennie yang memberi saran.


" Tapi aku sudah berusaha. Tetapi dia yang membuatku berhenti untuk melakukannya. Dia tetap dalam diamnya yang tetap menyalahkanku dan tidak ingin mendengarkan penjelasan ku," ucap Anna dengan wajahnya yang sendu.


Jennie mendekatinya dengan mengusap bahu Anna, " seperti apa yang aku katakan. Semua keputusan ada pada kamu. Terlepas dari masalah apa yang terjadi. Jangan di pikirkan. Kamu menemuinya. Bukan karena kamu ingin kembali berusaha atau menjelaskan semuanya tetapi kamu hanya ingin berada di sampingnya. Karena kamu juga merasakan sakit saat dia dia tidak berdaya di dalam sana. Atau paling tidak tunggu dia sampai bangun. Agar kamu bisa mengucapkan terima kasih kepadanya dan percayalah padaku Anna. Jika kamu bicara dengannya. Dalam keadaan dia seperti itu. Dia tidak akan bisa-bisa marah-marah padamu. Apa lagi akan mengusirmu. Karena dia sudah tidak mempunyai tenaga lagi. Jadi gunakan kesempatan ini," ucap Jennie memberi saran pada Anna.


Walau kata-kata Jennie bercampur dengan bercandaan yang mensyukuri atas apa yang terjadi pada Athar. Agar Anna bisa bicara kembali dengan Athar. Tapi saran itu lumayan masuk akal.


" Kamu akan mengikuti saranku?" tanya Jennie memastikan.


" Jika aku melakukan itu. Bukannya keluarganya ada di sana dan mana mungkin aku di sana. Aku pasti bingung," ucap Anna yang masih ragu. Karena memang dia dan Athar tidak memiliki hubungan apa-apa.

__ADS_1


" Jika kamu mengikuti saranku. Aku akan membantumu," sahut Jennie yang dengan berbesar hati ingin membantu Anna.


" Bagaimana? Apa kamu mau?" tanya Jennie memastikan.


Anna terlihat diam dan masih ragu apakah harus setuju atau tidak dengan saran Jennie. Yang padahal saran itu merupakan masukan yang tepat untuk Anna.


" Anna kenapa diam? Aku tidak memaksamu tetapi pilihan ada pada kamu. Aku hanya memberikan peluang kesempatan untuk kamu dan sisanya kamu yang membutuhkannya. Karena bagaimanapun kamu dan Athar tidak mungkin saling berjauhan terus. Masa iya kamu tahan," ucap Jennie yang benar-benar mendukung hubungan Athar dan Anna.


Karena dia tau Athar mencintai Anna dan banyak perubahan yang terjadi pada diri Athar semenjak bersama dengan Anna dan untuk hubungan Athar sendiri dengan Aurelia sama sekali tanpa ada perasaan dari Athar. Karena memang selama ini Athar tidak pernah memiliki perasaan yang lebih pada Aurelia.


" Anna!" Jennie kembali ingin meminta kepastian dari Anna.


" Baiklah aku akan melakukannya. Jika itu memang bisa untuk mengubah semuanya. Tetapi mungkin ini yang terakhir yang akan aku lakukan," ucap Anna.


*********


Anna benar-benar mengikuti saran Jennie dengan berada di ruangan Athar yang menunggu Athar sadar. Anna duduk di samping Athar dengan menatap wajah Athar yang masih tidak sadarkan diri.


Tidak tau apa yang di lakukan Jennie kenapa Anna bisa ada di sana. Padahal keluarga Athar ada. Ya Jennie yang meminta tolong pada Dokter untuk Anna di ijinkan masuk.


Karena sebelumnya Dokter juga mengatakan hanya boleh melihat Athar sebentar. Karena demi kesembuhan Athar. Tapi Jennie berusaha untuk melakukan yang terbaik agar Anna dan Athar cepat berbaikan.


Di mana dengan kesempatan itu Anna menunggui Athar dan berharap Athar akan sadar dan sesuai dengan apa kata Jennie.

__ADS_1


Anna yang melihat tangan Athar dan memegangnya dengan pelan dengan meletakkan tangan itu di pipinya dan matanya yang terus melihat ke arah Athar.


" Maafkan aku Athar. Aku selalu membuatmu susah, selalu membuatmu celaka, kamu sudah banyak berdarah karena aku. Kamu selalu saja menolongku. Maafkan aku Athar jika karena perkataanku. Sudah membuatku sangat marah kepadaku," ucap Anna dengan matanya yang berkaca-kaca yang terus menatap wajah Athar.


" Tapi bukan hanya kamu yang marah. Aku juga marah Athar. Aku marah karena kamu tidak pernah mendengarkan kata-kata ku. Aku marah karena kamu juga menjauhiku. Aku capek Athar jika harus terus-menerus bicara pada kamu. Tetapi kamu sama sekali tidak mendengarkanku. Aku capek Athar,"


" Athar aku tidak berani sama sekali jika harus mempermaikan perasaanmu. Sungguh Athar aku tidak berani melakukan hal itu. Aku tidak berani Athar harus mempermaikan perasaanmu. Maafkan kata-kata yang keluar asal-asalan dari mulutku. Aku tidak bermaksud Athar untuk bicara seperti itu. Aku mohon jangan marah lagi padaku," ucap Anna yang terus memegang tangan Athar dengan matanya yang berkaca-kaca saat bicara dengan Athar. Dia mengeluarkan semua apa yang ada di hatinya.


" Kamu bangunlah. Aku ingin bicara sekali saja padamu. Semoga benar kata Bu Jennie di saat kamu bangun. Kamu akan mendengarkan semua kata-kata ku. Kamu tidak akan marah lagi padaku," ucap Anna dengan penuh harapannya yang melihat wajah Athar dengan sendu.


Ternyata Jennie masih berada di depan pintu kamar Athar. Di mana Jennie melihat Anna yang bersama dengan Athar yang membuat Jennie tersenyum.


" Semoga saja masalah kalian berdua cepat selesai. Aku berharap besok pagi akan menjadi hari bahagia untuk kalian berdua yang mana kalian bisa sama-sama mendinginkan hati kalian dan tidak sama-sama membalas yang membuat kalian saling mencemburui," batin Jennie yang pasti ingin berharap hubungan Anna dan Athar baik-baik saja.


Jennie yang merasa sudah menempatkan Anna dengan baik pun akhirnya memilih untuk pergi. Ya dia sangat bersyukur Anna mengikuti sarannya dengan begitu Athar tidak akan galau lagi.


Athar bisa bekerja seperti biasanya yang tidak galau-galauan lagi. Sama dengan Anna yang juga bisa kembali menjadi gadis yang ceria. Anna yang sebelumnya yang tidak pernah galau sama sekali.


Setelah Jennie menjalankan misinya. Jennie pun keluar dari rumah sakit. Karena pasti dia masih banyak pekerjaan. Jennie yang ingin memasuki mobilnya tiba-tiba tidak jadi saat matanya mengarah pada ujung jalanan yang melihat mobil sport biru.


" Mobil itu. Bukannya mobil itu yang...." batin Jennie yang mengingat mobil yang melaju kencang saat menabrak Athar.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2