Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 68 Tentang Anna.


__ADS_3

Jennie sekarang sedang berhadapan dengan Athar di mana Athar yang duduk di bangku mejanya membuka-buka lembaran kertas yang mana data-data yang di berikan Jennie.


" Jadi dia benar anak kandung Pak Chandra," ucap Athar yang ternyata melihat data-data milik Anna yang mana Athar menyuruh Jennie untuk mencarinya tau tentang siapa Anna sebenarnya.


" Benar, Anna dan Aurelia adalah kakak beradik, anak dari Chandra lasamana dan Maya Ratih. Chandra Laksmana terlibat perselingkuhan dengan Amelia dan hubungan itu membuat pernikahan Maya Ratih dan Chandra berakhir," jelas Jennie.


" Lalu apa ibu kandungnya masih hidup?" tanya Athar.


" Tidak ada yang tau di mana Maya Ratih sekarang. Semenjak perselingkuhan itu, keluarga mereka cekcok dan Maya Ratih pergi meninggalkan anak-anaknya Chandra yang menjaga mereka. Sampai akhirnya Chandra menikahi Amelia," jawab Jennie yang sepengetahuannya.


" Bukan hanya Anna yang tidak menerimanya. Tetapi Aurelia juga. Hanya saja saat itu Aurelia berusia 14 tahun yang sudah mulai mengerti sementara Anna masih 10 tahun yang tidak tau apa-apa, dan Aurelia lama kelamaan menerimanya tidak dengan Anna yang tidak menerima semuanya," jelas Jennie lagi


" Anna gadis menyimpan kebencian dari kecil pada Chandra dan juga Amelia. Dia tidak pernah mengakui Amelia sebagai orang tuanya dan dia selalu bertengkar dengan Chandra saat beberapa kali Anna dengan sengaja menimbulkan keributan dan juga menentang apapun yang di katakan Chandra,"


" Dan pada akhirnya kesabaran Chandra berakhir dan mengusir Anna keluar dari rumah saat Anna berusia 16 tahun. Anna tinggal di rumah bibinya di perumahan susun sampai menyelesaikan sekolahnya menengah atas dan akhirnya bibinya juga pulang kembali ke kampungnya saat Anna sudah lulus sekolah. Anna melanjutkan kuliahnya dengan mengandalkan beasiswa dan untuk kehidupannya sehari-hari dengan bekerja paruh waktu di berbagai tempat," jelas Jennie selengkap-lengkapnya pada Athar.


" Anna, juga merupakan mahasiswi yang lulus dengan cepat," lanjut Jennie lagi.


" Apa itu sebabnya dia tidak memakai nama belakang ayahnya," sahut Athar yang melihat nama lengkap Anna yaitu Anna Fariza Citra Maya sementara setau Athar nama Aurelia adalah Aurelia Bhatari Chandra Maya.


" Iya dia memang tidak pernah menggunakan nama tuan Chandra, karena salah satu kebenciannya pada Chandra.


" Jadi dia benar-benar bersaudara kandung dengan Aurelia," batin Athar yang terus kepikiran hal itu.


" Ada lagi yang ingin kamu tanyakan?" tanya Jennie.


" Tidak ada, terima kasih sudah mencari informasinya," sahut Athar. Jennie mengangguk-angguk.

__ADS_1


" Kalau begitu aku permisi. Kalau ada apa-apa. Kamu tanyakan saja kepadaku," ucap Jennie. Athar mengangguk. Jennie pun langsung pergi dari ruangan Athar.


Athar menghembuskan napasnya perlahan dan melihat-lihat kembali data-data Anna. Tidak tau kenapa dia begitu tertarik dengan kisah Anna yang bisa di katakan begitu sulit. Namun Anna dan dirinya jelas sama. Dia juga anak dari seorang wanita yang ibunya tidak tau di mana dan dia juga mempunyai ibu tiri.


Hanya saja Athar menerima segala kenyataan itu tanpa dendam dan kebencian. Karena mau marah dengan ke adaan pun sudah tidak ada gunanya. Berbeda dengan Anna yang mungkin tidak bisa menerima ke adaan itu dan sampai detik ini selalu membenci papa, ibu tirinya dan juga kakaknya.


Mungkin hal ini juga berbeda dengan Athar. Walau dengan posisinya yang juga tidak mudah papanya selalu bersamanya dan di berikan kasih sayang. Sementara Anna sama sekali tidak. Memiliki ayah egois harus membuat Anna melarat dan hidup tanpa kasih sayang.


*********


" Akhirnya selesai juga aku bekerjanya," gumam Anna yang merasa lega dengan pekerjaannya yang selesai tepat waktu.


" Sekarang waktunya pulang," ucap Anna yang menyusun perlengkapan kerjanya kedalam tasnya.


" Na,na,na, na, na, na," Anna bernyanyi tanpa beban.


" Enak banget, kalau cepat pulang bisa langsung rebahan, oh tidak hari ini Sana gajian. Aku harus menagih traktirannya," ucap Anna yang mengingat tanggal temannya gajian. Kalau temannya yang gajian memang pasti akan di ingatnya. Ya memang Anna beda dari yang lain.


" Astaga," ucap Anna menepuk jidatnya yang teringat sesuatu, " aku lupa aku tadi pergi bersama Pria angkuh itu dan aku lupa mengambil ongkosku pulang, aku harus secepatnya menemuinya nanti dia kabur lagi. Mau pulang pake apa coba nanti," ucap Anna yang buru-buru memasukkan semua peralatannya kedalam tasnya dan langsung pergi tidak lupa mengambil handphonenya.


Anna langsung keluar dari ruangannya dengan lari-larian yang memang kantor di jadikannya sebagai taman bermain. Anna yang lari-larian pun harus menabrak Lisa yang berjalan cantik.


" Auhhhh," pekik Lisa saat ingin jatuh dan untung tangannya di tarik Anna.


" Sorry, Lisa, aku tidak sengaja," ucap Anna yang mengatur napasnya dengan napasnya yang ngos-ngosan seperti di kejar-kejar setan.


" Kamu ngapain coba lari-larian segala. Apa nggak liat apa ada wanita cantik yang berjalan. Kamu ini," geram Lisa.

__ADS_1


" Iya Lisa cantik maaf aku sedang buru-buru. Jadi aku minta maaf ya," ucap Anna menyatukan ke-2 telapak tangannya memohon maaf pada Lisa dengan wajahnya yang penuh penyesalan.


" Ya sudah, awas kalau sampai lari-larian lagu," ucap Lisa menegaskan. Anna dengan cepat menaggukkan kepalanya.


" Ya sudah aku pergi ya," ucap Anna pamit.


" Heh, tunggu!" sahut Lisa menarik tangan Anna.


" Ada apa?" tanya Anna heran.


" Ingat besok jangan telat, pagi-pagi sekali ada rapat penting dengan bos Athar semua yang ikut dalam 20 besar harus hadir termasuk kamu," ucap Lisa mengingatkan.


" Memang ada apaan kok tumben banget?" tanya Anna heran.


" Bos Athar ingin peserta 20 besar mendesain ulang secara langsung untuk menghindari adanya penipuan dan lain-lain. Jadi kami harus bersiap-siap. Desain kamu harus lebih menarik dari pada gambar awal. Agar kualitas kamu semakin bertambah," ucap Lisa mengingatkan temannya itu dengan tegas.


" Dia itu memang ada-ada saja. Banyak sekali tingkahnya memang dasar aneh," ucap Anna gelang-gelang.


" Anna kamu mendengarku tidak?" tanya Lisa yang melihat Anna bergerutu sendiri.


" Iya aku mendengarmu. Kamu tenang saja. Aku tidak akan telat dan pasti aku akan mendesain yang lebih baik dari yang kemarin," ucap Anna dengan percaya diri.


" Asal benar saja," sahut Lisa ragu-ragu.


" Ahhhh, sudahlah, aku sebaiknya pergi. Ini antara masa depan. Bye," sahut Anna yang langsung lari meninggalkan Lisa begitu saja.


" Ishhh, memang dasar Anna aneh. Kenapa sih ada wanita seperti itu tanpa beban," gumam Lisa geleng-geleng. Dia mengakui Anna aneh. Dia tidak tau kalau dia sendiri juga sama anehnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2