
" Athar mama tau mama bersalah. Maafkan mama Athar," ucap Maharani.
" Minta maaf pada Anna dan Aurelia. Mereka korban dari perbuatan mama. Mama itu sungguh keterlaluan sangat keterlaluan," ucap Athar yang langsung pergi meninggalkan Maharani yang menangis dan menyesali perbuatannya.
" Athar!" panggil Maharani. Maharani langsung menangis sejadi-jadinya yang menyesal kembali dengan apa yang dulu yang telah di lakukannya.
" Aku memang yang salah aku yang salah. Semua itu terjadi karena perbuatanku aku yang memang yang salah aku yang pantas di salahkan semua terjadi. Karena kesalahanku. Maafkan aku Maya. Maaf kan Tante Anna. Gara-gara Tante kamu kehilangan keluargamu," ucap Maharani yang menangis dengan penuh penyesalan.
" Aku memang tidak pantas mendapat kebahagian. Aku tidak pantas untuk bahagia," ucap Maharani yang menagis senggugukan.
**********
Athar berada di dalam mobilnya yang menyetir dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Di dalam mobil Athar mengingat terus cerita sang mama. Dia tidak tau bagaimana jika Anna mengetahui hal itu. Anna pasti merasa di khianati oleh Maharani. Karena Anna memang terlihat dekat dengan Maharani.
Athar seolah-olah menganggap dirinya Anna dan seakan bisa merasakan sakit itu pada Anna. Bahkan terlihat dari mata Athar yang berkaca-kaca yang terus memikirkan hal itu. Anna memang pasti akan sakit hati dengan jika mengetahui bahwa Maharani, ibunya dan juga Amelia ternyata adalah sahabat dan pasti Anna akan semakin membenci ibu tirinya itu dan punya kata-kata yang lebih untuk mengumpat kekesalan itu.
Tidak lama mobil Athar berhenti di perumahan milik Anna. Athar melihat ke arah jendela rumah Anna dan melihat ke arah rumah Anna yang lampunya masih terang. Tidak tau kenapa dia memang sampai di sana. tiba-tiba saja dia ingin kesana.
Athar membuka sabuk pengamannya dan langsung keluar dari mobil itu. Athar langsung menuju rumah Anna dan tidak lama Athar yang menaiki anak tangga yang panjang itu sampai di depan pintu rumah Anna.
Athar menarik napasnya panjang dan membuang perlahan yang ragu untuk mengetuk pintu. Athar tidak tau tujuannya apa dan tidak mungkin juga dia memberi tahu apa yang terjadi. Tetapi pada nyatanya Athar sudah ada di sana.
Tok-tok-tok-tok. Atahr mengetuk pintu yang tumben-tumbennya melakukan hal itu dan tidak lama Anna langsung membuka pintu. Wajah Athar begitu sendu dan ingin rasanya bergerak memeluk Anna untuk memberikan energi positif.
" Untung kamu datang," ucap Anna yang tiba-tiba langsung keluar dan menutup pintu. Athar heran dengan kalimat yang keluar dari mulut Anna yang seperti ada sesuatu yang terjadi pada Anna.
__ADS_1
" Ada apa Anna?" tanya Athar heran.
" Hmmmm, sungguh kamu memang janjian dengannya," ucap Anna. Athar mengerutkan dahinya bingung dengan perkataan Anna.
" Apa maksudmu?" tanya Athar heran dengan kalimat Anna.
" Aku sungguh tidak percaya jika wanita yang menyukaimu sampai menyusulmu kemari. Dia ada di Jakarta dan ada di rumahku," ucap Anna. Athar semakin heran dengan apa yang di katakan Anna.
" Apa yang kau katakan dan wanita apa yang apa kau maksud?" tanya Athar heran.
" Issss, pakai lupa lagi. Siapa lagi jika bukan ibu Anjani. Dia itu ada di Jakarta ada di dalam di rumahku," sahut Anna.
" Ibu Anjani," sahut Athar yang sedikit kaget.
" Iya ibu Anjani yang kemarin sewaktu di desa Bibi yang membawa kita pulang dan dia mengajaknya bertamu kerumahnya," jawab Anna.
" Ya mana aku tau. Yang jelasnya tadi aku menemukan dia di halte bis yang katanya mau ketemu saudaranya di Jakarta. Tetapi saudaranya itu tidak ada di Jakarta lagi, sudah entah gimana gitu katanya. Dan ibu Anjani kebingungan di halte bis. Aku membawanya kerumahku karena kasian. Aku yakin itu pasti alasannya saja. Dia pasti datang ke Jakarta hanya untuk mengejar cintanya," ucap Anna dengan menatap Athar curiga dengan senyum-senyum menggoda Athar.
" Apa yang kau katakan," sahut Athar kesal. Dia memang begitu kesal dengan Anna kalau sudah menggodanya masalah wanita yang menyukainya.
Tadi Athar menemui Anna karena sedih dan simpatik dengan Anna. Namun belum aja ada adegan sedih-sedihan Anna sudah membuat satu Drama.
" Kenapa kau diam. Hmmm kau senagkan jika dia datang kemari," goda Anna lagi.
" Jangan bicara sembarangan, kau juga jangan mengarang cerita," ucap Athar.
__ADS_1
" Siapa yang mengarang cerita memang benarkok, Bu Anjani ada di dalam," sahut Anna.
" Kalau tidak percaya lihat aja sendiri," sahut Anna menantang dan Athar pun langsung masuk untuk memastikan. Hal itu membuat Anna geleng-geleng.
" Ya ampun sebegitu rindunya dia dengan Bu Anjani sampai mengejar masuk," ucap Anna geleng-geleng dan ikut masuk kerumahnya.
Anjani berada di kamar Anna dan sedang membersihkan kamar Anna yang berantakan. Athar dan Anna malah berdiri di depan pintu seolah mengintip apa yang di kerjakan Anjani.
" Ya ampun kalian ber-2 benar-benar jodoh. Wanita itu sangat bersih dan sama rapinya sepertimu. Kalian sama-sama higenis. Jodoh mu sudah di pertemukan, benar kata orang jodoh adalah cerminan diri," ucap Anna yang terus menggoda Athar yang terlihat kesal dan terus memperhatikan wanita itu.
" Kau itu benar-benar tidak ada pikiran. Bisa-bisanya kau membiarkan ibu-ibu yang sudah berumur membersihkan kamarmu dan kau santai-santai seperti ini," ucap Athar dengan kesal menceramahi Anna yang membuat Anna langsung tersenyum.
" Ya ampun Athar kau sampai semarah itu. Aku tidak percaya. Kau sungguh-sungguh membela Bu Anjani, kalian memang cocok," ucap Anna yang semakin banyak bahan untuk menggoda Athar.
" Tutup mulutmu," geram Athar.
" Sudah sana bantu. Kasihan Lo, masa tegaembiarkan wanita yang mencintaimu harus melakukan pekerjaan itu," ucap Anna lagi yang begitu senangnya menggoda Athar.
Athar harus menghela napas dengan Anna di depannya itu. Anna sedari tadi senyum-senyum sendiri yang seolah mengejek Athar dan membuat Athar geram.
" Kalian sedang apa di sana?" tegur Bu Anjani tiba-tiba yang membuat Athar dan Anna sama-sama tersentak.
" Oh tidak ada Bu," sahut Anna, " Hmmmm, teman saya hanya senang melihat kedatangan ibu," sahut Anna. Anjani tersenyum melihat Athar. Namun Athar menatap Anna horor yang ingin melakban mulut Anna yang terus mengerjainya.
" lihat ibu itu tersenyum padamu," goda Anna lagi dengan pelan dan langsung pergi dari depan kamarnya.
__ADS_1
Athar hanya menatap dingin wanita itu. Namun Athar menundukkan kepalanya lalu pergi. Anjani tersenyum lepas melihat kepergian Athar. Dia seakan tampak begitu bahagia saat melihat Athar yang tidak di sangkanya akan secepat itu bertemu dengannya.
Bersambung