Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 278 Anna dan Athar sangat alay.


__ADS_3

" Dengar ya kalian semua yang ada di sini. Aku tegaskan untuk kalian semuanya sekali lagi. Jangan macam-macam denganku. Sekarang kalian semua sudah tau aku adalah pacar bos kalian yang itu artinya kalian tidak boleh sembarangan denganku," ucap Anna menegaskan dengan wajah galaknya.


" Sombong sekali dirimu hasil dari guna-guna aja bangga," celetuk seorang wanita yang membuat Anna kesal.


" Benar hanya hasil guna-guna saja," sahut yang satunya lagi.


" Lalu kenapa kalau hasil guna-guna hah! kau mau mencobanya. Kau mau tau aku berguru pada siapa hah! kau itu Sirik sekali aku pacaran dengan bos. Kenapa kau tidak mampu hah! eh sirik itu tanda tidak mampu," ucap Anna dengan kesalnya yang menantang wanita yang mulutnya lemes itu.


Lisa di samping Anna senyum-senyum saja dengan Anna yang begitu galak yang tidak takut dengan siapapun.


" Dugaanku benar kan Anna itu pacaran dengan bos Athar. Hmmm sungguh Anna the best," batin Lisa yang salut pada temannya itu.


" Jadi kalian yang iri di sini. Nggak usah gosip-gosip lagi. Ini itu kantor sembarangan mengataiku," tegas Anna dengan wajahnya yang begitu galak.


Athar menghela napasnya dan melangkah mendekati Anna yang mengoceh terus dengan merangkul bahu Anna dan karyawan yang lain terlihat menunduk takut-takut saat kedatangan Athar yang tiba-tiba.


" Sayang kenapa marah-marah?" tanya Athar menatap kekasihnya itu dengan suaranya yang khas.


" Bagaimana aku tidak marah. Lihatlah mereka semua. Mereka sedang tidak menceritaiku. Masa iya mereka mengatakan kalau aku sedang mengguna-gunamu. Kan aku jadi sedih. Hatiku sakit," ucap Anna yang sekarang mengadu pada Athar dengan manjanya dan bahkan merasa tertindas ya Anna memang sangat pandai berakting. Dia yang bicara seperti itu membuat Lisa menjadi geli melihatnya bahkan ingin muntah.


" Oh iya siapa yang mengatakannya. Aku tidak bisa membiarkanmu seperti ini?" tanya Athar.


" Dia!" tunjuk Anna pada wanita di depannya. Athar menatap wanita itu tajam dan wanita itu terlihat kepanikan.


" Kau berani membuat pacarku marah?" tanya Athar.


" Ma- ma-maaf Pak, saya tadi, saya tadi hanya..." wanita itu sekarang kepanikan dengan tubuhnya yang bergetar.


" Ehmmm, sayang apa yang kau inginkan. Apa aku harus menghukumnya?" tanya Athar dengan lebaynya.


" Iya. Hukum dia, aku tidak mau melihatnya. Moodku akan rusak. Aku sungguh sakit hati,"'sahut Anna benar-benar membuat ulah yang sok berkuasa yang tidak peduli dengan yang lainnya dan merasa dia wanita yang menyedihkan.

__ADS_1


Jennie saja sama dengan Lisa yang hampir ingin muntah dengan Athar dan Anna yang begitu lebai dalam berakting.


" Nanti aku akan memberinya sangsi karena berani membuat kekasihku ini menjadi marah dan lihatlah wajah cantiknya ini menjadi berkurang. Apa kalian semua ingin bertanggung jawab atas apa yang kalian lakukan!" tanya Athar melihat satu persatu Karyawan itu.


" Tidak Pak," sahut semuanya serentak yang sudah ketakutan.


Jennie melihat pemandangan itu hanya geleng-geleng. Begitu juga dengan Marko di sampingnya yang mungkin Marko pasti heran kenapa Anna bisa pacaran dengan Athar. Tetapi Jennie pasti tidak kaget lagi dan malahan dia kaget dengan Athar yang bisa seperti itu yang bucinnya minta ampun.


" Ini peringatan pertama untuk kalian semua. Kalian semua sudah tau Anna itu pacarku dan itu artinya. Jika kalian menghormatiku. Jadi juga harus menghormatinya. Karena aku tidak ingin kekasihku ini sampai kenapa-kenapa. Apa lagi moodnya sampai rusak. Kalian yang berkaitan akan mendapatkan sangsi," ucap Athar menegaskan pada karyawannya tersebut. Anna mendengarnya hanya senyum-senyum saja penuh kemenangan.


" Apa kalian semua mengerti?" tanya Athar menegaskan.


" Mengerti pak," sahut semuanya serentak.


" Baiklah, anggap hari ini aku memberikan kalian toleransi. Tetapi setelah itu. Jangan pernah melakukan kesalahan yang sama," tegas Athar. Para karyawan itu diam saja.


" Ya sudah sayang ayo kita pergi!" ajak Athar. Anna menganggukan kepalanya dengan wajahnya yang begitu manja dan Athar pun membawa kekasihnya itu pergi dengan merangkulnya. Anna menoleh kebelakang dan menjulurkan lidahnya mengejek para Karyawan tersebut.


" Ya ampun Anna nggak usah kayak gitu segala tau. Biasa aja," ucap Lisa kesal. Namun dia lega yang akhirnya tau. Jika Anna benar-benar pacaran dengan Athar.


" Makanya kalian semua jangan suka gosip. Sudah tau Perusahaan itu tempat bekerja. Bukan untuk yang lain-lain. Jadi hindari pergosipan," tegas Lisa menegaskan semua Karyawan yang sekarang hanya diam menunduk itu.


" Issss," Lisa berdesis dan akhirnya pergi dari tempat itu.


" Jennie benar Anna pacaran sama Athar?" tanya Marko yang masih terkejut.


" Kau sedari tadi di sampingku. Seharusnya kau itu tau," ucap Jennie.


" Ya aku mana percaya. Kok bisa mereka pacaran dan tadi Athar. Oh mau God itu bukan dirinya," ucap Marko masih dengan wajah terkejutnya.


" Kau juga akan berubah, jika sudah menemukan cinta sejatimu," sahut Jennie dengan bijak.

__ADS_1


" Kau mengataiku. Lalu bagaimana denganmu. Apa kau menemukan cinta sejatimu," ucap Marko.


" Jika pun iya aku tidak perlu mengatakannya kepadamu," ucap Jennie dengan datar.


" Benarkah. Lalu bagaimana dengan.... Mahendra!" ucap Marko membuat Jennie serius melihat Marko dengan menyebutkan nama Mahendra. Tiba-tiba Marko melihat ke arah belakang Jennie.


" Pak Mahendra ada apa datang kemari?" lanjut Marko membuat Jennie menoleh kebelakang. Ternyata Marko menyebutkan nama Mahendra di belakang Kalimatnya karena memang ada Mahendra.


" Saya ingin membicarakan proyek kita kemarin," jawab Mahendra.


" Hmmm, begitu rupanya," sahut Marko. Jennie menjadi canggung dan Mahendra melihat ke arahnya sebentar yang juga di lihat Jennie.


Mungkin masalah di antara mereka tidak ada yang tau dan kata-kata Marko barusan tadi hanya kebetulan tepat saja karena memang ada nyatanya Mahendra.


" Jennie kau tau kan kalau pak Mahendra ini adalah orang kepercayaan Bu Maya yang sedang bekerja sama dengan perusahaan kita," ucap Marko menjelaskan.


Mungkin Jennie tau dan mengenal siapa Maya yang tak lain ibu Anna. Namun cukup di kagetkan pada akhirnya 2 perusahaan itu bekerja sama. Ya sebelumnya dia dan Athar sudah membahas hal itu.


" Jennie!" Marko menegur Jennie yang masih diam dan bengong.


" Iya. Aku mengetahuinya," jawab Jennie dengan datar.


" Kalau begitu mari pak Mahendra kita bicarakan di ruang rapat. Biar Jennie dan saya yang mewakili Athar. Soalnya Athar sedang pacaran. Maklum lagi bucin- bucinnya," ucap Marko.


" Baiklah saya memahami hal itu," sahut Marko yang bicara melihat Jennie.


" Ya sudah pak Mahendra. Kalau begitu mari!" ajak Marko.


Mahenndra mengangguk dan mengalihkan pandangannya dari Jennie dan mengikuti Marko yang mengajaknya entah kemana untuk membicarakan bisnis mereka.


Kepergian mereka membuat Jennie menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan dan akhirnya menyusul Marko dan Mahendra. Jennie harus bersikap profesional dalam setiap apa yang di kerjakannya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2