
Nyanyian tanpa dosa itu terus berkumandang dan semakin lama semakin menjadi-jadi semakin ribut dan semakin berisik.
Tin-tin-tin-tin Tin-tin-tin-tin.
Athar mengklakson dengan kuat yang membuat penghuni mobil langsung menutup telinga mereka dengan ke-2 tangan mereka.
" Ka. Athar!" teriak Olive.
" Diam kalian semua!" teriak Athar dengan penuh emosinya yang sudah meledak di dalam sana.
" Issss, kenapa di suruh diam sih? orang juga mau happy-happy. Lagian siapa suruh buat ikut-ikutan kita. Kekantor kenapa. Kayak nggak ada kerjaan aja," sahut Anna dengan santai.
" Kau benar-benar mau ku pecat," ancam Athar dengan matanya yang menatap horor. Anna diam dan tidak berani bicara lagi kalau sudah berbicara masalah pemecatan. Jujur uangnya hanya berasal dari sana.
" Kalian semua dengar di dalam sini. Jika kalian masih berisik. Awas kalian semua. Aku tidak akan memberi ampunan," ancam Athar dengan penuh emosi.
" Ya sudah turunkan saja kami. Kami bisa pergi sendiri. Iya tidak," sahut Anna santai.
" Kau masih berani bicara. Jangan mengujiku," ucap Athar menekan suaranya. Anna hanya menanggapi dengan sewot.
" Memang dia siapa sih?" tanya Sana heran.
" Diam!" Bentak Athar. Sana tersentak dan terdiam. Lisa hanya memejamkan matanya untuk menyuruh sana yang harus diam.
Hening mobil itu pun kembali hening dan Athar harus mengatur napasnya. Dia bisa mati tidak bernapas berada di dalam mobil itu. Jika terus marah-marah.
Setelah kurang lebih 3 jam perjalanan. Dalam perjalanan lokasi yang di tuju Anna belum sampai juga. Namun karena sudah waktunya jam makan siang mereka berhenti untuk mengisi perut yang terasa lapar itu. Mereka berhenti di salah satu Restaurant dan sudah mulai makan.
Di sana ada Anna, Sana, Lisa dan Olive. Tidak terlihat Athar sama sekali entah di mana dan tadi juga ikut makan bersama mereka.
" Ehhhh, makanan ini siapa yang bayar?" tanya Anna yang wanti-wanti. Jujur soal makan dia aman-aman saja. Tapi soal bayaran dia itu harus memastikannya dulu.
" Tenang saja. Kak Athar yang akan bayar," sahut Olive.
" Lagian bukannya kamu bilang, biaya kita di tanggung Perusahaan mu," sahut Sana.
" Ceritanya sudah berbeda," sahut Anna
" Benarkah kok bisa?" tanya Sana dengan wajah herannya.
" Sudah masalah makanan jangan khawatir pasti aman. Kak Athar yang akan membayarnya," sahut Olive.
" Baguslah," sahut Sana.
__ADS_1
" Hmmm, eh Lisa kok bisa sih dia itu tau," sahut Anna yang masih penasaran karena belum mendapatkan jawabannya.
Lisa menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan.
" Begini ceritanya?"
Lisa sedang sarapan dengan keluarganya. Sebelum pergi menemani Anna untuk melancarkan liburan mendadak mereka. Dia harus mengisi perutnya dulu.
" Kak Lisa!" Panggil adik Prianya.
" Ada apa?" tanya Lisa
" Tuh di depan ada tamu yang nyariin kakak" jawab sang adik.
" Tamu," sahut Lisa heran. Adiknya hanya mengangguk.
" Siapa?" tanya Lisa heran.
" Mana aku tau," sahut adiknya dengan mengedikkan bahunya. Lisa meneguk segelas susu dan akhirnya keluar bangkit dari tempat duduknya untuk mencari tau siapa sebenarnya tamu itu. Lisa pun menuju ruang tamu dan saat sampai di ruang tamu Lisa di kagetkan dengan kehadiran Athar di rumahnya.
" Bos Athar," sahut Lisa dengan matanya melotot yang tersentak kaget. Athar membalikkan tubuhnya dengan ke-2 tangannya di dalam saku celananya.
" Bos Athar ngapain kerumah saya?" tanya Lisa dengan panik.
" Hmmm, kan saya sudah ijin. Saya mau menemani Anna untuk melihat bahan-bahan yang di perlukannya," jawab Lisa dengan santai yang berusaha tenang. Namun dia terlihat gugup.
" Benarkah seperti itu?" Tanya Athar yang tidak percaya.
" Ya benarlah bos. Masa saya bohong. Kita ber-2 akan berangkat pagi ini," sahut Lisa dengan tersenyum.
" Hanya ber-2?" tanya Athar dengan menaikkan 1 alisnya.
" Ya ampun, kenapa bos Athar seperti ini bagaimana ini," batin Lisa panik.
" Hanya ber-2 Lisa?" tanya Athar lagi.
" Setau saya. Kamu karyawan yang paling jujur dan sangat percaya sama kamu. Akan begitu aneh. Jika tiba-tiba saja kepercayaan saya jatuh pada orang lain yang mungkin juga posisi kamu di dalam perusahaan. Hmmmm atau kamu di samakan saja dengan Anna. Bukannya kalian sangat dekat. Jadi sangat baik bukan. Jika kamu turun jabatan," ucap Athar dengan santai.
" Ber-4," sahut Lisa dengan cepat. Athar mendengus kasar mendengar pengakuan Lisa yang dengan cepat. Karena dengan ancaman yang di berikannya.
" Hmmm, baiklah siapa aja. Apa dari kantor semua?" tanya Athar.
" Tidak bos, ada Anna, teman Anna dan juga Olive," sahut Lisa dengan terus menunduk.
__ADS_1
" Kenapa bisa ada orang lain?" tanya Athar
" Anna butuh pendapat banyak," jawab Lisa yang berbohong. Athar hanya mengangguk-angguk saja seolah percaya.
" Benarkah begitu," sahut Athar. Lisa mengangguk.
" Kemana kalian perginya untuk liburan. Hmmm maksud saya menemukan bahan-bahan itu," sahut Athar meralat kata-katanya.
" Saya tidak tau bos. Anna yang menntukannya," jawab Lisa.
" Baiklah jika begitu mari kalian semua saya antarkan," sahut Athar. Lisa mendengarnya melototkan matanya yang terkejut dengan kata-kata Athar.
" Jangan bercanda bos. Itu tidak lucu," sahut Lisa.
" Siapa yang bercanda. Saya sedang berbaik hati untuk mengantarkan kalian," sahut Athar.
" Tapi bos," sahut Lisa.
" Adik saya sedang ikut dan melihat orang-orang seperti kalian. Sungguh tidak percaya dengan kalian. Jadi cepat ikut dengan saya. Saya akan mengawasi apa-apa yang kalian lakukan. Dan benar atau tidak dengan tujuan kalian itu!" ucap Athar menegaskan.
" Mampus bagaimana ini," batin Lisa sudah kebingungan.
" Cepat Lisa jangan sampai saya berubah pikiran," ucap Athar menegaskan.
" Baik bos," sahut Lisa yang mengangguk pasrah.
" Jadi begitu ceritanya," sahut Lisa. Mereka semua serentak membuang napas.
" Tapi dia tidak tau semuanya kan?" tanya Anna.
" Tidak tau Anna. Tapi akan tau setelah ini," sahut Lisa.
" Ya ampun bagaimana dong. Semuanya akan berantakan jika kak Athar tau dan ini saja sudah berantakan. Rencana kita terancam gagal," sahut Olive yang mulai panik-panik.
" Kalian sebenarnya bicara apa sih. Memang Pria tadi siapa. Kenapa kalian itu kayaknya takut banget?" tanya Sana penuh kebingungan.
" Sana laki-laki itu adala bos di Perusahan ku. Yang aku ceritakan kepadamu yang melakukannya kayak Dajjal dan dia juga kakak dari Olive," sahut Anna menjelaskan dengan seterang-terangnya.
" Ohhhh, begitu jadinya. Pantesan kalian heboh. Kayak di culik aja," sahut Sana yang baru mengerti.
" Jadi sekarang bagaimana ini. Liburan kita terancam batal dong, dan mana mungkin kita liburan ada kak Athar," sahut Olive yang sudah tidak bersemangat.
Bersambung
__ADS_1