Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 384


__ADS_3

Anna dan Athar sendiri sudah berada di Jepang yang mana keduanya sudah sampai hotel. Anna yang menggunakan piyama sepahanya dengan lengan 3 suku berwarna merah mencolok terlihat mengeluarkan pakaian dari dalam koper.


Sementara Athar sepertinya berada di kamar mandi terlihat terdengar suara air yang beraktivitas di kamar mandi yang sepertinya sedang mandi.


"Aku belum mengabari sejak tadi," ucap Anna yang tiba-tiba teringat dengan Chandra. Anna langsung mengambil tasnya untuk mengeluarkan ponselnya.


"Astaga ternyata lobet," ucap Anna geleng-geleng yang ternyata ponselnya kehabisan daya. Pantes saja Aurelia menghubunginya tidak bisa.


Ceklek.


Athar keluar dari kamar mandi dengan tiba-tiba yang menggunakan bathrobe dengan mengeringkan rambutnya dengan handuk putih.


"Sayang handphonenya kamu mana?" tanya Anna.


"Kayaknya di saku jaket sebelumnya," jawab Athar. Anna langsung mengambilnya yang letaknya jaket itu berada di Sofa.


"Memang untuk apa?" tanya Athar.


"Mau mengabari papa. Ponsel aku lobet," jawab Anna.


"Begitu rupanya," sahut Athar.


Anna pun langsung menghubungi Chandra. Namun ternyata tidak ada yang mengangkat sama sekali. Mungkin saja handphone Chandra ketinggalan di rumah. Jadi siapa yang mau mengangkat.


"Masa iya papa sudah tidur jam segini," gumam Anna yang gelisah karena telponnya tidak di angkat.


"Mungkin aja papa tidak enak badan. Jadi Istirahatnya lebih awal," sahut Athar yang berpikiran positif.


"Mungkin kali yah. Ya sudahlah besok saja di hubungi," sahut Anna yang tidak mau mengganggu Chandra. Karena takut Chandra memang sedang istirahat dan dia malah mengganggu.


"Kamu mau makan apa sayang. Biar aku pesan makanan?" tanya Anna.


"Makan kamu," sahut Athar dengan spontan.


"Issss mulai deh," sahut Anna dengan sewot karena suaminya itu sekarang lagi sering-seringnya mengeluarkan kata-kata godaan, "aku serius buruan mau makan apa," tegas Anna dengan wajah galaknya.


"Galak amat sih, takut jadinya," canda Athar.


"Ya sudah sayang, kamu makan apa?" ucap Anna dengan lembut yang bertanya pada suaminya.


"Kamu tidak usah repot-repot. Biar aku aja nanti yang pesan," sahut Athar yang juga menjawab dengan lembut.


"Tapi kami masih banyak yang harus kamu lakukan. Jadi biar aku aja," sahut Anna yang maunya buru-buru.


Tingnong.


Tiba-tiba bel kamar mereka di tekan. Anna menghela napas dan langsung menghampiri pintu kamar dan membukanya yang ternyata beberapa pelayan hotel ada laki-laki dan wanita yang sekitar 4 orang yang dengan pegangan mereka masing-masing membuat Anna heran dan pelayan-pelayan itu menundukkan kepalanya mereka.


"What is it?" tanya Anna.


"Please come in," sahut Athar.


Para pelayan itu pun langsung masuk dengan melewati Anna yang membuat Anna heran.


Ada meja yang mereka bawa dan di letakkan di tempat yang strategis di dekat jendela kaca yang lebar dengan 2 kursi yang di letakkan saling berhadapan.


Meja itu pun di isi dengan makanan, minuman dan di tata dengan cantik pakai ala-ala lilin segala dan ada juga boucket mawar. Wajah Anna hanya menunjukkan rasa kagetnya dengan apa yang di lihatnya. Mungkin Athar sudah menyiapkan semua itu untuknya dan Anna tidak tau apa-apa.


Bukan hanya itu saja. Tempat tidur yang tadinya polos juga langsung rapikan dengan di susun mawar-mawar yang indah yang sepertinya di tata seperti malam pertama yang lagi-lagi membuat Anna hanya melongo saja tanpa bisa mengatakan apa-apa.


Belum lagi wanita yang satunya mengeluarkan balon berwarna-warni pink dari pkarung besar yang di serak asal di lantai. Setiap apa yang mereka lakukan tidak mampu membuat Anna berkata-kata. Kamar itu di sulap dengan cepat di depannya.

__ADS_1


Tidak lama persiapan itu pun selesai dan terlihat pelayan-pelayan itu berbicara dengan Athar dan kemudian mereka keluar dari kamar hotel dan pasti sebelumnya menundukkan kepala pada Anna.


Athar tersenyum dan langsung menutup pintu kamar. Lalu Athar menuju saklar lampu dan mematikan lampu yang mana kamar itu berubah menjadi remang kebiruan yang terlihat indah dengan cahaya lilin yang dan juga ada lampu-lampu di sudut ruangan yang berwarna dan Anna tidak tau kapan itu di letakkan di sana.


"Sayang semua ini!" sahut Anna yang tidak bisa berkata-kata yang membuat Athar tersenyum mengangguk. Dengan menghampiri Anna dan menggenggam tangannya lalu mengajak Anna untuk mendekati meja tersebut.


Athar menarik kursi dan mendudukkan istrinya. Lalu Athar pun ikut duduk di depan Anna.


"Kamu mau makan bukan. Jadi malam ini kita dinner di sini saja," ucap Athar dengan lembut.


"Kapan kamu menyiapkan semua ini?" tanya Anna yang sebenarnya sangat terharu dengan kejutan yang tiba-tiba saja. Walau kejutannya di lakukan di depannya.


"Bukannya tadi kamu melihatnya?" tanya Athar balik.


"Maksud aku merencanakannya. Kenapa tiba-tiba kepikiran?" tanya Anna.


"Aku tidak hanya memikirkan ini saja. Namun masih banyak yang pasti cara-cara untuk membahagiakan mu. Termasuk ini. Jadi kalau kamu tanya kapan kepikiran nya. Aku memikirkannya sejak lama. Cara-cara untuk membuatmu bahagia," jawab Athar dengan lembut yang mampu membuat air mata Anna menetes.


"Hey, kenapa menangis?" tanya Athar dengan memegang tangan Anna sembari mengusap-usapnya jarinya.


"Aku tidak percaya kamu melakukan semua ini," ucap Anna dengan terharu.


"Aku tidak akan hanya melakukan ini saja. Tetapi akan melakukan hal yang lebih banyak lagi untuk kamu," ucap Athar, "sudah tidak perlu menangis sekarang kita makan. Ini bukannya makanan kesukaan kamu," ucap Athar.


Anna mengangguk-anggukkan kepalanya, "makasih untuk semua ini," ucap Anna.


"Sama-sama. Ya sudah sekarang kita makan," ucap Athar, "Anna menganggukkan kepalanya.


"Oh iya bagaimana bunganya kamu suka tidak?" tanya Athar. Anna langsung mengambil Boucket tersebut dan langsung menghirup aromanya.


"Kamu suka?" tanya Athar.


"Sama-sama Anna sekarang kita berdua makan," sahut Athar.


Anna mengangguk dan akhirnya makan malam bersama Athar. Sebenarnya sangat simpel dan cepat Athar menyiapkan semuanya. Namun Anna sangat bahagia. Karena semua itu memang tidak kaleng-kaleng begitu sempurna dan sangat romantis yang membuat Anna tidak bisa berkata-kata.


Makan romantis itu juga di sertai dengan Anna dan Athar yang saling menyuapi dengan senyum kebahagiaan di wajah ke-2nya. Namun tiba-tiba di tengah makan itu terdengar suara ledakan kembang api yang membuat Anna langsung melihat ke arah jendela.


Sangat indah kembang api yang meledak di udara membuat Anna tersenyum dengan penuh warna-warni. Namun Anna terkejut saat melihat di udara terdapat tulisan.


"Anna terus bersama ku selamanya," tulisan itu membuat Anna semakin terharu dan langsung melihat kearah Athar


"Ini juga kamu yang membuatnya?" tanya Anna. Athar hanya mengangkat ke-2 bahunya sebagai jawabannya yang membuat Anna bisa-bisa mewek karena banyak sekali kejutan keromantisan yang di berikan Athar kepadanya.


"Kamu suka?" tanya Athar.


"Sangat suka. Aku tidak percaya. Jika kamu sebenarnya sangat romantis," ucap Anna.


"Aku hanya melakukan apa yang bisa aku lakukan untuk membahagiakan mu. Karena bagiku sekarang kamulah proritas ku. Aku sudah mengabdikan hidupku untuk pekerjaan. Bahkan aku pernah tidak peduli dengan perasaan mu yang padahal kita sedang pacaran dan sekarang waktunya aku untuk memberikan kebahagiaan mu dan menjadikan mu proritas utamaku," ucap Athar yang membuat Anna terharu mendengarnya.


Athar mampu mengacak-acak perasaannya saat ini. Yang pasti bahagia, terharu dan lainnya yang tidak bisa di katakannya lagi.


Athar dan Anna akhirnya selesai makan romantis yang di siapkan Athar.


"Bagaimana apa makanannya enak?" tanya Athar.


"Hmmm, sangat enak. Dan jauh lebih enak karena kamu yang menyiapkannya. Makasih sayang untuk semua ini," ucap Anna dengan lembut.


"Sama-sama. Oh iya aku sesuatu untuk kamu lagi," ucap Athar yang membuat Anna mengkerutkan dahinya tidak tau apa lagi yang akan di berikan suaminya itu kepadanya.


Athar berdiri dari tempat duduknya dan terlihat mengambil sesuatu dari nakas yang membuat Anna heran. Dan Athar terlihat mengambil kotak kecil yang memanjang dan kembali menghampiri Anna dan Athar berlutut di depan Anna membuat Anna kaget.

__ADS_1


"Sayang kamu mau apa?" tanya Anna heran.


Athar mengeluarkan isi dari kotak kecil itu yang ternyata gelang yang begitu indah yang membuat mata Anna berbinar.


Athar langsung memakainya pada lengan Anna yang membuat Anna tersenyum lebar dengan semua kejutan yang indah pemberian suaminya.


"Cantik sekali," puji Anna setelah gelang itu terpasang.


"Kamu menyukainya?" tanya Athar. Anna menganggukan kepalanya, "aku selalu menyukai apapun yang kamu berikan terima kasih untuk semua ini," ucap Anna yang sampai tidak bisa berkata-kata lagi.


Athar pun berdiri dari tempat duduknya dan mengajak Anna untuk berdiri dengan mereka yang berhadapan. Athar mengambil remote yang tidak jauh darinya dan langsung menekan tombok play yang ternyata alunan musik dansa yang romantis yang membuat Anna tertawa kecil dengan apa yang di lakukan Athar.


"Berdansa lah denganku!" ajak Athar. Anna mengangguk dan langsung meyambut uluran tangan suaminya yang mana mereka berdansa dengan romantis mengikuti Melody musik yang selow.


Saling menatap dengan penuh dengan cinta yang sekarang tangan Anna mengalung pada leher Athar dan tangan Athar berada pinggang Anna.


"Aku sangat bahagia malam ini," ucap Anna dengan lembut.


"Aku juga sangat bahagia," sahut Athar.


Anna langsung mengecup bibir Athar sekilas dan langsung melepasnya, "makasih sayang untuk semua ini. Kamu benar-benar sudah membuatku sangat, sangat, sangat dan sangat bahagia," ucap Anna yang sudah tidak bisa mengatakan dengan kata-kata. Padahal sejak tadi dia terus mengucapkan terima kasih pada suaminya itu.


"Aku mencintaimu," ucap Athar.


"Aku juga sangat mencintai mu," sahut Anna. Athar tersenyum lebar dan mendekat kan wajahnya pada Anna dengan menempelkan bibirnya pada Anna yang membuat Anna memejamkan matanya dengan perlahan.


Ciuman Athar yang begitu lembut semakin dalam dan sama-sama saling membalas dengan Anna yang ke-2nya terlihat saling menikmati dengan sensasi-sensasi yang ada dengan tangan Athar yang meraba-raba punggung Anna dan wajah mereka yang kadang kekiri dan kadang kekanan.


Dengan sangat lembut Athar yang tiba-tiba sudah menggendong Anna ala bridal style tanpa melepas ciuman itu dan langsung membawa Anna keatas tempat tidur dengan membaringkan perlahan dengan posisi mereka yang masih berciuman dengan Athar yang berada di atas tubuh Anna.


Beberapa menit berciuman akhirnya Athar melepaskan tautan bibir itu untuk memberikan Anna waktu untuk bernapas. Karena memang terbukti ke-2nya sama-sama mengatur napas yang naik turun dengan tatapan mata Athar yang tidak lepas dari Anna.


Dengan lembut Athar mencium kening Anna, membuat Anna memejamkan matanya dengan mendapat ciuman hangat itu dan tidak hanya itu saja. Athar juga mencium pipi Anna bergantian dengan kanan dan kiri. Mencium ke-2 kelopak mata Anna, hidung Anna, dengan lembut wajah itu di cium Athar dan Anna hanya pasrah saja yang jujur dia sangat menginginkan semua itu. Ya tubuhnya tiba-tiba saja merasakan hal itu hal yang tidak pernah di rasakannya sebelumnya.


Setelah menciumi wajah istrinya Anna membuka matanya perlahan dan kembali bertatapan dengan Athar yang dari ke-2 bola mata Athar sudah menunjukkan gairah yang terpendam.


"Aku mencintaimu," ucap Athar lagi yang terus mengatakan cinta. Anna hanya mengangguk yang pasti tanpa dia menjawab Athar sudah tau jawabnya dan selanjutnya Athar kembali mencium bibir Anna dengan lembut dan pasti mencium sedalam-dalamnya dengan Anna yang memegang ke-2 lengan berotot Athar sembari meremasnya.


Ciuman itu tidak hanya di bibir saja. Bahkan sekarang ciuman itu turun pada leher jenjang Anna dan membuat Anna semakin menggila yang mana Athar mampu membuatnya benar-benar terbang melayang-layang.


Tangan Athar tidak tinggal diam yang menarik tali piyama Anna sehingga bagian depannya terbuka yang memperlihatkan pakaian dalam Anna yang senada dengan warna piyamanya.


Permainan dalam ciuman dan sentuhan itu semakin memanas yang dirasakan Anna sekarang hanya menikmatan dari sentuhan suaminya yang sekarang menyentuh tubuhnya bahkan hal-hal sensitif nya.


Tidak tau kapan Anna dan Athar sudah sama-sama polos yang berada di dalam ringkupan selimut putih yang mana mereka masih saja berciuman dengan mata Anna yang pasti terpejam.


Sudah melakukan banyak pemanasan yang membuat keduanya semakin terbalut gairah yang tidak bisa di katakan. Sampai pada titiknya Athar pun melakukan penyatuan yang membuat Anna meremas seprai dengan kuat sampai air matanya keluar yang pasti menahan sakit.


Sangat tidak tega melihat istrinya seperti itu dan ingin sekali menghentikannya. Tetapi tidak mungkin. Athar pun mencium kembali bibir Anna untuk mengalihkan rasa sakit yang Anna rasakan.


Mungkin memang benar cerita sakit di malam pertama itu nyata dan Anna merasakannya. Namun tidak bisa di pungkiri jika Anna menikmati apa yang di berikan suaminya.


Percintaan panas itu terus berlanjut sampai membasahi tubuh mereka dengan keringat, keluar suara-suara indah yang menghiasi kamar itu dan sampai pada puncaknya Anna merasakan hangat pada rahimnya yang mana Athar telah menyemburkan ribuan benih pada rahim sang istri dan mencium kening Anna lembut yang mana Anna terlihat begitu sangat lelah.


"Terima kasih Anna, aku mencintaimu," ucap Athar dengan suara seraknya yang merasa bangga menjadi orang pertama yang menyentuh istrinya Anna tidak mampu menjawab apa-apa. Hanya suara napas yang naik turun terdengar.


Seketika itu Athar menjatuhkan tubuhnya di samping Anna dengan Athar yang juga mengatur napasnya yang naik turun. Lalu kemudian Athar membawa Anna kedalam pelukannya dan memeluknya dengan erat dengan beberapa kali mencium kening Anna.


Sangat bahagia itu yang di rasakan Athar dan Anna juga pasti sangat bahagia dengan apa yang di berikannya. Menjaga dirinya untuk suaminya Pria yang menjadi cinta pertamanya dan sangat di cintainya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2