
Athar dan Anna sedang menuju rumah sakit yang mana Athar masih menyetir dan Anna di sampingnya yang sejak tadi tidak tenang selalu saja menangis dan begitu panik.
"Sayang kamu harus tenang," Athar hanya berusaha untuk menangkannya.
"Aku sudah menduga semua ini dan ternyata benar papa tidak baik-baik saja. Pantas saja perasaan ku tidak tenang. Teranyar papa memang sakit," ucap Anna dengan terus menangis.
"Kita doakan saja semoga papa baik-baik saja. Kita sebentar lagi sampai rumah sakit. Jadi kamu harus bersabar," ucap Athar dengan lembut.
"Kenapa mama dan yang lainnya tidak memberitahuku. Jika di beritahu pasti kita lebih cepat pulangnya," ucap Anna yang menyesal karena tidak tau apa-apa.
"Mereka pasti punya alasan. Kamu memikirkan apa-apa. Kamu harus tenang kita akan sampai kok," ucap Athar yang sebenarnya juga ikutan panik.
"Ya Allah semoga saja papa benar-benar tidak apa-apa. Semoga papa benar-benar baik-baik saja," batin Anna yang hanya bisa berdoa untuk kesembuhan papanya.
Setelah sampai Bandara Anna dan Athar pulang dulu kerumah Ari Purnama dan ternyata kabar itu yang langsung di dapatkan Anna dan bagaimana Anna tidak schock dengan kabar yang terdengar di telinganya mengenai Chandra yang keadaannya tidak baik-baik aja.
**********
__ADS_1
Rumah sakit.
Aurelia yang berada di kamar perawatan Chandra, bersama dengan Derry dan juga Maya. Kondisi Chandra semakin memburuk membuat Aurelia semakin panik.
"Aurelia kenapa kamu sejak tadi menangis terus? papa tidak apa-apa Aurelia jangan menangis terus," ucap Chandra dengan suara tertahannya
"Papa terus saja mengatakan tidak apa-apa kondisi papa itu sedang tidak baik-baik saja pah. Papa sakit parah pah. Ini bukan main-main lagi, ini masalah yang serius pah," ucap Aurelia dengan wajahnya yang penuh kepanikan. Namun Chandra masih terlihat begitu santai.
"Aurelia sudahlah kamu jangan seperti itu. Kamu jangan menangis Aurelia, jangan menjadi cengeng. Papa benar-benar tidak apa-apa," ucap Chandra lagi.
"Kenapa harus di operasi. Papa tidak apa-apa. 2 hari lagi kondisi papa akan baik-baik saja," sahut Chandra yang tetap merasa dirinya sehat.
"Mas Chandra jangan keras kepala. Apa yang di katakan Aurelia benar. Mas harus di tangani karena Dokter juga mengatakan sakit mas sangat parah," ucap Maya yang memberi saran.
"Maya jangan berlebihan aku tidak apa-apa, uhuk-uhuk-uhuk-uhuk," Chandra batuk-batuk tiba-tiba.
"Papah," Aurelia langsung panik dengan batuk papanya, " lihatlah papa masih mengatakan tidak apa-apa. Papa itu sakit pah, sakit," ucap Aurelia yang panik.
__ADS_1
"Papah!" tiba-tiba Anna pun sampai kerumah sakit dan kaget dengan keadaan papanya. Maya Derry dan Aurelia juga kaget dengan kedatangan Anna yang tiba-tiba.
"Anna!" lirih Maya.
"Papa!" Annas langsung menghampiri tempat tidur dan langsung mendekati Chandara yang terlihat pucat. Jika Aurelia berada di sebelah kiri Chandra. Maka Anna berada di sebelah kanan Chandra.
"Papa!" lirih Anna yang langsung memegang tangan Chandra dengan air mata Anna yang sudah mengalir.
"Anna kenapa kamu pulang?" tanya Chandara.
"Papa bagaimana Anna tidak pulang. Dengan kondisi papa yang seperti ini. Kenapa papa sakit dan tidak bilang-bilang sana Anna. Kenapa kalian semua tidak ada yang memberitahu Anna. Kenapa kak Aurelia tidak mengatakan apa-apa. Anna sudah jelas-jelas bertanya pada kakak dan kakak tidak mengatakan apa-apa," ucap Anna yang sesuai dengan dugaan Aurelia. Jika Anna pasti marah dengan hal itu.
"Anna kamu tenang dulu jangan marah-marah sayang," sahut Maya yang mencoba untuk menenagkan Anna.
"Kondisi papa tidak baik-baik aja mah dan seharusnya mama dan yang lainnya memberitahu Anna bukan seperti ini," sahut Anna yang merasa kecewa dengan mamanya dan kakaknya yang tidak memberitahu apa-apa.
Bersambung
__ADS_1