
Aurelia pun memasuki kamar Chandra yang mana Chandra tertidur dengan lemah dan Chandra terbangun ketika menyadari kedatangan seseorang keruangan itu.
"Maaf Aurelia mengganggu papa," ucap Aurelia.
"Tidak apa-apa, Kemarilah!" ajak Chandra yang menyuruh Aurelia untuk duduk di sampingnya dan Aurelia pun menurut dengan duduk di samping Chandra dengan Chandra yang memegang tangannya.
"Kamu anak yang hebat, maafkan papa ya," ucap Chandra tiba-tiba.
"Papa kenapa minta maaf, memang apa salah papa?" tanya Aurelia.
"Salah papa sangat banyak Aurelia dan tidak akan bisa di hitung," ucap Chandra.
"Pah, tidak ada manusia yang tidak bersalah dan sama dengan papa dan juga yang lainnya. Jadi jangan meminta maaf pada Aurelia," ucap Aurelia.
"Tapi papa banyak melakukan kesalahan kepada kamu Aurelia, papa banyak menekan kamu dan membuat kamu tidak bisa menjadi diri kamu sendiri. Papa mencuri kebahagian kamu dan menjadikan kamu sebagai boneka," ucap Chandra.
"Pah sudahlah itu sudah pernah papa bicarakan sebelumnya dan papa juga sudah minta maaf waktu itu dan itu sudah cukup," ucap Aurelia dengan mata yang berkaca-kaca yang tidak mau mendengar papanya yang membahas masalah itu.
"Aurelia papa sangat menyayangi kamu dan papa berterimakasih banyak pada kamu," ucap Chandra.
"Tidak ada yang di ucapkan terima kasih pah. Aurelia ini anak papa dan papa tidak perlu mengucapkan terima kasih atau melakukan ini dan itu," ucap Aurelia.
"Papa tau itu. Tapi papa tetap sangat berterima kasih kepada kamu. Di mana kamu telah memberikan kesempatan untuk adik kamu menikah terlebih dahulu dan kamu tidak masalah dengan hal itu dan menyampingkan ego kamu untuk pernikahan yang kamu rencanakan bersama Derry," ucap Chandra.
"Itu tidak masalah bagi Aurelia karena itu keinginan papa yang menginginkan Anna cepat menikah dengan Athar dan jika Aurelia masih bisa membantu lalu kenapa tidak. Jadi papa jangan mengungkit hal itu yang penting sekarang Anna sudah menikah dengan Athar dan Athar pasti bisa membahagiakannya," ucap Aurelia.
Ternyata pernikahan Anna dan Athar juga ada jasa Aurelia yang mengorbankan pernikahannya dengan Derry. Karena mereka berdua memang sudah menyiapkannya hanya saja mereka belum memberitahu keluarga karena tidak ingin merepotkan orang banyak dan ketika Anna dan Athar yang hubungannya kembali baik Aurelia pun bicara dengan Derry dan Derry juga tidak masalah untuk hal itu.
"Tapi maafkan papa Aurelia. Karena papa pasti tidak bisa hadir di pernikahan kamu dengan Derry," ucap Chandra yang terasa sesak bicara. Air mata Aurelia langsung jatuh ketika mendengar kata-kata papanya.
Dia sering konsultasi dengan Dokter masalah kondisi Chandra. Jadi jelas Aurelia juga tau bagaimana perkembangan kondisi Chandra dan sebenarnya kata-kata ini sangat di takuti Aurelia.
"Maafkan papa," ucap Chandra.
Aurelia menggelengkan kepalanya, "papa pasti sembuh jangan mengatakan itu. Papa sudah janji untuk menikahkan Aurelia sama seperti Anna. Jadi jangan mengatakan hal yang tidak perlu di katakan. Aurelia akan marah, akan cemburu pada Anna yang di nikahkan oleh papa dan Aurelia tidak. Aurelia dan Anna sama-sama anak kandung papa dan papa tidak boleh pilih kasih," ucap Aurelia yang menangis sengugukan yang tidak ingin mendengar lebih jauh lagi.
"Tapi Aurelia, papa tidak bisa menepati janji papa," ucap Chandra. Aurelia langsung memeluk Chandra yang menangis dengan terisak-isak.
"Jangan mengatakan seperti itu pah. Papa harus bertahan. Aurelia masih ingin di nikahkan oleh papa. Dokter pasti akan secepatnya menangani papa. Jadi bertahanlah pah," ucap Aurelia.
Chandra hanya bisa tersenyum yang menutupi rasa sakitnya. Aurelia melepas pelukan itu dari Chandra.
"Papa harus kuat ya," ucap Aurelia yang memberi Chandra semangat. Chandra hanya menganggukkan saja kepalanya. Walau menurut dirinya tidak ada harapan untuk bisa bertahan.
"Aurelia boleh papa minta sesuatu pada kamu," ucap Chandra.
__ADS_1
"Apa itu pah?" tanya Aurelia, "jika Aurelia bisa maka akan menurutinya," sahut Aurelia. Chandra tersenyum dengan menggenggam erat tangan Aurelia.
"Papa telah melakukan kesalahan dengan menikah dengan sahabat ibumu yang menghancurkan keluarga kita dan membuat kamu dan Anna menderita dan Aurelia kamu juga tidak boleh lupa. Jika kamu juga masih punya adik dari papa dan Amelia," ucap Chandra yang mengingatkan Aurelia.
"Kenapa papa membawa-bawa wanita itu. Semua itu sudah masa lalu pah. Dan jangan mengingat-ingat nya lagi. Dia sudah tidak ada di kehidupan kita," sahut Aurelia yang masih menunjukkan kemarahannya dan kebenciannya pada Amelia.
"Papa tidak membawa nama Amelia. Kamu benar dia sudah tidak ada lagi di kehidupan kita. Tetapi Aurelia kamu tidak lupa dengan papa yang mempunya anak darinya. Kamu tidak lupa itu kan?" tanya Chandra.
"Pah apapun itu. Tidak ada urusannya lagi dengan keluarga kita, sudahlah pah, jangan membahas masalah itu lagi," sahut Aurelia yang tidak mau mendengar tentang wanita yang menghancurkan keluarga mereka.
Berbeda dengan Anna yang mungkin memang membenci Amelia. Tetapi tidak dengan Chaca yang tidak mungkin di benci karena Chaca tidak tau apa-apa.
"Papa sekarang istrirahat saja dan jangan membicarakan dia lagi," ucap Aurelia.
"Papa tau kamu sangat membenci Amelia. Tapi tidak seharusnya membenci Chaca. Dia juga adik kandung kamu Aurelia," ucap Chandra.
"Adik Aurelia cuma Anna yang lahir dari rahim mama dan itu sudah menjelaskan Aurelia tidak punya adik siapapun yang lahir dari wanita manapun," tegas Aurelia yang tidak menerima kehadiran Chaca.
Dari dulu dia memang tidak pernah akrab dengan anak kecil yang berusia 8 tahun itu.
"Aurelia kamu tidak boleh seperti itu. Kamu tidak boleh menyalahkan Chaca atas apa yang terjadi. Ini semua salah papa dan cukup papa yang kamu salahkan," ucap Chandra.
Aurelia menghela napasnya perlahan kedepan, "baiklah kalau begitu langsung saja apa yang sebenarnya papa minta kenapa menyinggung mereka dengan tiba-tiba?" tanya Aurelia yang berusaha untuk menghilangkan egonya dan demi papanya yang dia tau konsinyasi tidak baik-baik saja.
"Papa ingin kamu juga menjaganya seperti kamu menjaga Anna. Papa tidak tau bagaimana kehidupannya setelah Amelia membawanya pergi. Namun papa ingin kamu membawanya untuk menemui papa. Paling tidak papa masih di beri kesempatan untuk meminta maaf pada adik kamu," ucap Chandra yang menyampaikan keinginannya sama dengan apa yang di sampaikannya sebelumnya dengan Anna.
"Tapi papa hanya ingin bertemu dengannya Aurelia dan papa yakin kamu akan menuruti permintaan papa," ucap Chandra dengan suaranya yang semakin lama semakin habis dan Aurelia juga melihat sang papa semakin sulit untuk bicara.
"Aurelia kamu mau kan melakukannya?" tanya Chandra.
"Aku tidak tau dia di mana," jawab Aurelia dengan ketus.
"Papa yakin kamu akan mengetahuinya, kamu juga akan membawanya kemari," sahut Chandra.
Aurelia menghela napasnya, "papa sebaiknya istirahat. Jangan memikirkannya," sahut Aurelia.
"Papa tidak akan memikirkannya. Jika kamu membawanya menemui papa," ucap Chandra.
"Aku tidak bisa berjanji," ucap Aurelia.
"Tapi papa yakin kamu akan berusaha," ucap Chandra. Aurelia tidak bicara lagi.
"Aku tidak tau kenapa tiba-tiba papa sangat ingin bertemu dengannya. Mungkin aku bisa menuruti dan mengabulkan banyak permintaan lain. Tetapi dengan ini pah," batin Aurelia yang sangat berat mengabulkan keinginan Chandra yang pasti Aurelia tidak ingin berhubungan dengan Amelia lagi.
************
__ADS_1
Aurelia keluar dari ruangan Chandara yang ternyata Anna dan Athar masih ada di tempat semula duduk di sana yang mana Athar sedang menyuapi Anna makan. Aurelia duduk dengan menghela napas kasar dan menutup wajahnya dengan ke-2 tangannya yang terlihat Aurelia begitu stres membuat Anna dan Athar saling melihat.
"Apa ada sesuatu Aurelia?" tanya Athar yang melihat Aurelia tampak tidak baik-baik saja.
"Aku tidak tau kenapa papa harus mengungkit masalah Amelia," jawab Aurelia.
"Jadi papa mengatakan itu juga pada kakak?" sahut Anna dengan bertanya.
"Papa membicarakan masalah itu pada kamu?" Aurelia balik bertanya dan Anna menganggukkan kepalanya dan sekarang Athar yang kebingungan yang tidak mengerti dengan Anna dan Aurelia.
"Apa maksudnya Anna? membicarakan apa?" tanya Athar dengan heran.
"Yang aku mau aku katakan sama kamu tadi mengenai Tante Amelia dan juga Chaca adikku yang mana papa meminta ku untuk membawanya menemui papa," jawab Anna dengan jelas dan singkat.
"Dan itu sangat tidak masuk akal. Kenapa papa harus mengungkit hal itu. Itu anak wanita itu dan bukan saudara kita," ucap Aurelia yang sampai detik ini tidak menerima kenyataan itu.
"Kak mengatakan hal itu. Chaca juga darah daging papa dan dia tidak tau apa-apa," ucap Anna.
"Benar Aurelia kamu tidak seharusnya menyalahkan Chaca atas apa yang terjadi dia juga anak kecil dan dia tidak menginginkan hal ini," sahut Athar.
Hufff.
Aurelia menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan.
"Lalu apa kamu akan setuju dengan permintaan papa?" tanya Aurelia.
"Jika Anna masih bisa menurutinya dan bisa berusaha kenapa tidak. Aku hanya tidak ingin nanti akan menyesal," sahut Anna.
"Memang kamu tau mereka di mana?" tanya Aurelia.
"Aku tidak tau di mana mereka. Tapi aku akan berusaha untuk mencarinya," sahut Anna dengan yakin.
"Dan aku pasti membantu," sahut Athar yang pasti selalu ada untuk istrinya.
"Kak Aurelia. Dia juga asik kita dan kita hanya punya urusan padanya dan ada sebaiknya kita membawanya pada papa dan jika papa ingin kita menjaganya. Maka tidak akan ada yang salah, semua ini bukan keinginannya," ucap Anna.
"Baiklah Anna mungkin aku akan bisa meredakan semua kebencian ku demi papa. Tapi bagaimana jika membawa Chaca menemui papa. Apa wanita itu tidak akan muncul dan aku sudah tidak bisa berpikir jernih jika bertatap muka dengan wanita itu dan bagaimana dengan mama. Apa kamu pikir mama tidak akan sedih harus mengingat-ingat kembali masa lalu," ucap Aurelia.
Anna terdiam seakan apa yang di katakan Aurelia ada benarnya. Ya memang ada benarnya Anna sampai tidak kepikiran dengan Maya.
"Anna kamu juga harus memikirkan perasaan mama seperti apa," ucap Aurelia.
"Mama tidak apa-apa!" tiba-tiba Maya menyahut yang membuat Anna, Athar dan Aurelia langsung melihat ke arah suara itu yang ternyata Maya yang tidak tau sejak kapan berdiri yang tidak jauh dari mereka.
"Mama!" lirih Anna dan Aurelia dengan serentak.
__ADS_1
Bersambung