
Anna dan Aurelia saling melihat dengan tatapan yang saling menantang yang di mana Aurelia terlihat marah kepada Anna.
" Menjijikkan," maki Aurelia.
" Wanita munafik yang akhirnya. Kamu bisa menunjukkan wajah kamu yang munafik dan menjijikkan itu yang telah menjadi benalu untuk menghancurkan pertunangan ku," desis Aurelia dengan kemarahannya. Anna hanya diam yang menunggu kakaknya itu ingin bicara lagi.
" Kenapa kamu diam. Kau tau sangat menjijikkan dirimu!" teriak Aurelia.
" Berkacalah siapa yang menjijikkan yang datang ke ruangan orang marah-marah seperti wanita yang tidak punya harga diri," ucap Anna.
" Apa katamu!!!! teriak Aurelia yang ingin melayangkan tangannya yang ingin menampar Anna. Namun Anna langsung menahannya dan langsung menjatuhkan kasar tangan kakaknya itu yang membuat Aurelia kaget.
" Jangan bermain tangan kepadaku. Aku juga bisa melakukannya," tegas Anna dengan sorot matanya yang tajam.
" Kau sekarang begitu berani. Apa karena Athar sudah memihak mu," sahut Aurelia.
" Katakan adikku. Apa yang kau katakan kepada Athar hah! Apa yang kamu lakukan sampai membuat Athar meninggalkan pertunangan ku dan pergi bersamamu hah dan membuatmu seakan memilikinya dan dia berpihak kepadamu. Katakan kepadaku selain menjual dirimu kepadanya apa lagi yang kau lakukan," ucap Aurelia dengan suara rendahnya yang menghina Anna.
Mata Anna berkaca-kaca dengan kata-kata Aurelia. Pasti sangat sakit jika yang bicara adalah kakaknya sendiri.
" Kenapa diam!" teriak Aurelia, " wanita murahan, apa yang sudah kau perbuat hah! kau benar-benar wanita ******!" teriak Aurelia. Athar yang mendengarnya mengepal tangannya yang tidak tega melihat Aurelia memaki Anna.
" Kau sengaja merebutnya dari ku. Kau sengaja melakukan ini!" teriak Aurelia lagi yang kehilangan kendalinya. Mendapat hinaan itu. Anna berusaha menahan air matanya. Namun untuk membalas kata-kata kakaknya yang memakinya dia hanya mengeluarkan senyum mengejek yang membuat Aurelia semakin gila.
" Jadi hanya karena masal itu kakak ku harus marah-marah di ruanganku dan seperti orang kesetanan," sahut Anna dengan santai yang menutupi lukanya. Aurelia mendengarnya mendengus kasar.
__ADS_1
" Kau tersenyum kepadaku Anna dan apa katamu hanya karena masalah itu. Kau tau aku dan dia akan bertunangan dan kau sengaja mencari gara-gara. Dan lihat wajah polosmu yang tanpa dosa tersenyum kepadaku. Kau tau tidak dia tunanganku!" teriak Aurelia tepat di depan wajah Anna dengan kemarahannya yang membuat Anna tetap santai.
" Kenapa kau diam jawablah aku Anna!" ucap Aurelia dengan suara rendahnya.
" Kau itu ****** yang sengaja merebutnya dari ku!" maki Aurelia.
" Lalu kenapa jika merebutnya dan apa kemarahan kakakku ini adalah tanda keberhasilanku," sahut Anna yang tampak tenang walau hatinya sedari tadi begitu sakit.
" Apa maksudmu?" tanya Aurelia.
" Bukannya kau yang selama ini mencari gara-gara denganku. Kau sangat takut jika aku merebutnya darimu dan jelas kau mengingat perkataan ku waktu itu. Dan iya aku juga mengatakan saat itu. Jika aku akan mewarisi sifat istri papa kesayanganmu yang mana menghancurkan hubungan orang lain atau lebih tepatnya merusak kebahagian orang lain," ucap Anna dengan santai. Namun Aurelia kaget mendengarnya.
" Apa yang kau katakan Anna. Apa kau sengaja melakukan ini. Kau sengaja merusak hubungan ku dengan Athar hanya untuk membuatku keluarga kita malu, hancur dan berantakan?" tebak Aurelia dengan suara rendahnya.
Athar yang di balik tembok mendengar kata-kata Anna begitu kaget bahkan tubuhnya bergetar mendengar pernyataan Anna yang merasa tidak mungkin Anna melakukan itu.
" Apa yang di katakan Anna," batin Athar yang napasnya mulai naik turun.
" Apa maksud kamu Anna!" tiba-tiba suara Chandra muncul dan mendengar semuanya yang di katakan Anna. Chandra langsung memasuki ruangan Anna bersama Amelia.
" Kalian akhirnya berkumpul untuk apa. Untuk memarahiku atau untuk menghukumku, menyekap ku atau apa," sahut Anna terlihat begitu santai.
" Hmmm setelah kehancuran berada di depan mata kalian. Baru seperti orang kebakaran jenggot. Apa Perusahaan istri yang kau banggakan itu sudah mulai hancur. Karena gagal mendapatkan menantu dari Pengusaha kaya yang hanya membuat Perusahaan mu bertahan," ucap Anna dengan sinis menatap Chandra dengan mengejek.
" Apa yang kau katakan. Apa ini semua ulahmu, apa yang kau katakan tadi adalah rencanamu untuk menghancurkan segalanya," sahut Chandra menekan suaranya dengan matanya menatap tajam Anna dengan kemarahannya yang di uji.
__ADS_1
" Aku hanya belajar dari istrimu. Bagaimana caranya menghancurkan suatu hal yang sudah di rencanakan termasuk hubungan orang lain. Jika kakak ku mewarisi sifat mu yang tamak. Maka aku akan mewarisi sifat istrimu untuk menghancurkan hubungan orang lain," ucap Anna dengan santai yang membuat Chandra, Amelia dan Aurelia kaget dan bahkan Athar tidak percaya dengan kata-kata Anna.
" Dan rencanaku berhasil. Apa yang kau rasakan ketika putri mu merasa sakit hati karena tungannya meninggalkannya dan pergi bersamaku. Aku rasa kau mendapatkan rasa malu dan juga sakit dengan apa yang terjadi kemarin malam di mana ringannya berselingkuh dengan wanita lain. Seperti kau yang berselingkuh dari ibuku," ucap Anna dengan santai.
Plakkk.
Chandra langsung melayangkan tangannya menampar Anna sampai wajah Anna miring kesamping dengan tangannya yang memegang pipinya. Namun tetap dia tersenyum yang sudah merasa kebal.
" Mas," lirih Amelia.
Athar mendengar tamparan itu ingin keluar dari persembunyiannya. Namun seakan kakinya tertahan untuk tetap ingin mendengarkan apa lagi yang di katakan Anna.
" Kurang ajar kau Anna, kau mempermainkan keluarga kita dengan caramu yang murahan seperti ini!" teriak Chandra. Anna menyunggingkan senyumnya mendengar kata keluarga kita.
" Kalian bukan keluargaku dan aku hanya mewarisi sifat ibu tiriku," sahut Anna.
" Anna, kau sungguh rendahan telah merusak hubunganku dengan Athar!" teriak Aurelia dengan suaranya menekan yang tidak habis pikir hancurnya hubungannya dengan Athar karena perbuatan Anna yang sengaja.
" Jangan salahkan aku. Kau yang menantangku menganggap ku spele dan juga ini semua ajaran dari wanita itu bukan. Aku mungkin harus menjadi murahan sedikit. Agar bisa tertawa sedikit dengan kehancuran kalian. Ibu tiriku terima kasih untuk ilmu yang kau berikan. Aku bisa melakukannya untuk pembalasan Pria berselingkuh sepertimu. Istrimu yang secara tidak langsung untuk mempermainkan semuanya," ucap Anna dengan tersenyum
" Jadi kau benar-benar sengaja mendekati Athar hanya untuk membuatku hancur. Iya Anna!" teriak Aurelia dengan air matanya yang menetes.
" Iya, aku sengaja memanfaatkannya dan aku juga tidak percaya jika semudah itu mengelabuinya dan membuatnya mengutamakan ku dari pada kau dan acaraku. Aku berhasil kan," sahut Anna memperjelas semuanya.
Bersambung
__ADS_1