
" Ada lagi yang ingin kamu bicarakan?" tanya Jennie.
" Aku rasa cukup. Aku percayakan semua kepadamu dan iya untuk pengumuman 5 besar yang akan kita adakan beberapa hari lagi. Kamu persiapkan semuanya. Kita akan mengumumkannya dengan resmi siapa yang masuk 5 besar dan kamu juga siapkan semua royalti untuk para pemenangnya dan bicarakan kembali dengan papa. Apa-apaan saja yang akan di dapatkan untuk 5 orang itu," ucap Athar mengingatkan Jennie masalah proyek besarnya.
" Baik Athar, aku sudah akan menyiapkan semuanya dan juga akan rapat kecil dengan tuan Ari Purnama dan masalah perintilan lainnya aku juga sudah memerintahkan Lisa untuk membantuku," ucap Jennie.
" Lalu apa media juga akan di hadirkan?" tanya Athar.
" Untuk menarik Citra Perusahan. Media memang harus hadir," jawab Jennie.
" Baiklah kalau begitu. Aku percayakan semua kepadamu dan juga media batasi mereka jika ingin bertanya," ucap Athar memberi saran. Jennie menganggukan kepalanya.
" Aku akan melakukannya," sahut Jennie.
" Bagus," sahut Athar.
" Ya sudah kalau tidak ada lagi yang mau di bicarakan. Aku keluar sebentar. Aku juga ada urusan," ucap Jennie pamit.
" Iya," sahut Athar.
" Hmmm, tapi," sahut Jennie tiba-tiba.
" Tapi apa?" tanya Athar heran.
" Kau terlihat lebih fresh belakangan ini. Kau sering senyum-senyum. Aku hanya mengingatkan jangan sampai menjadi orang gila baru," ucap Jennie menggoda Athar membuat mengkerutkan dahinya.
" Apa yang kau katakan," sahut Athar yang tampak kesal.
" Aku hanya bercanda jangan marah-marah," sahut Jennie tersenyum mengejek.
" Aku pergi!" ucap Jennie pamit dengan tertawa melihat wajah Athar yang tampak begitu kesal. Jennie pun langsung keluar dari ruangan Athar dan Athar terlihat masih begitu kesal.
" CK, sok tau. Kenapa dia sekarang ikut-ikutan mencampuri urusan pribadi ku. Apa pentingnya untuknya. Dia saja masih menjomblo sampai detik ini," ucap Athar dengan kesal.
" Argggghhh sudahlah hiraukan saja kata-kata Jennie itu memang hanya di lakukan untuk kaum jomblo yang mulai sirik," ucap Athar.
__ADS_1
" Huhhhhh yang penting masalahku akan selesai. Aku berharap masalahku dan Aurelia selesai hari ini juga. Karena lebih cepat jauh lebih naik," ucap Athar membuang napasnya dengan perlahan.
Athar kembali mengeluarkan kotak kalung yang di simpannya.
" Sebaiknya aku keruangan Anna. Aku ingin memberikannya ini. Ya mungkin tadi dia menghindar karena bingung mau melakukan apa. Tapi aku ingin melihat begitu aku datang Keruangannya apa yang akan di lakukannya," batin Athar yang penasaran melihat tanggapan Anna.
Athar langsung gerak cepat yang tidak mau membuang-buang waktu. Merasa perasaannya sudah tersampaikan pada Anna membuatnya tidak harus mencari alasan untuk memberikan kalung itu dan Anna juga pasti tidak akan bertanya lagi. Karena mereka sudah sama-sama dewasa.
Athar merapikan jasnya lalu berdiri dan langsung keluar dari ruangannya yang pasti dengan semangatnya untuk menemui Anna.
********
Athar keluar dari ruangannya dan tiba-tiba melihat Anna yang berjalan bersama Lisa yang menuju lift.
" Mau kemana mereka, bukannya ini belum waktunya jam makan siang," batin Athar yang kebingungan dan ingin tau saja kemana Anna dan juga Lisa.
" Aku menunggunya di ruangannya saja, mungkin dia ada keperluan sebentar. Jadi sebaiknya aku tunggu saja dia di ruangannya," batin Athar yang langsung berjalan menuju ruangan Anna.
**********
" Anna, kamu yakin kita makan siang lebih awal. Apa tidak akan di tegur?" tanya Lisa yang sudah ragu dengan Anna yang mengajaknya.
" Sudahlah Lisa jangan banyak komentar, lihat makanan sudah ada di depan mata kita dan seharusnya kita itu makan dan jangan malah takut seperti itu," ucap Anna dengan santai.
" Wajar aku takut. Nanti kalau bos Athar tiba-tiba datang bagaimana. Kita bisa kena omelin. Kamu suka banget cari gara-gara sama bos Athar. Heran deh aku sama kamu," ucap Lisa gelang-gelang.
" Bukan cari gara-gara. Namanya kita ber-2 itu lagi lapar dan kalau kita mati karena kelaparan bagaimana apa dia mau tanggung jawab. Nggak kan jadi ya sudah jangan memikirkan apa-apa sekarang makan dengan kenyang dan kembali bekerja," tegas Anna.
" Lalu nanti kita makan lagi?" tanya Lisa.
" Harus," sahut Anna tanpa dosa. " Sudah wajahnya jangan di tekuk seperti itu. Ayo makan," ucap Anna memaksa temannya itu.
" Iya deh, terserah kamu lah, sudah terlanjur juga," sahut Lisa pasrah. Anna tersenyum dan mulai makan.
" Hmmm, oh iya Anna kamu tau tidak kalau bos Athar dan Aurelia batal bertunangan," ucap Lisa yang mulai menggosip dengan membuka topik yang lagi heboh.
__ADS_1
" Tidak aku tidak tau. Lagian tidak mau tau juga. Memang kamu tau dari mana?" tanya Anna.
" Aku dengar-dengar sih dari orang-orang kantor yang katanya seperti itu," sahut Lisa.
" Kok dengar-dengar. Memang kamu tidak datang pada acara pertunangan itu?" tanya Anna.
" Tidak sama sekali. Aku males untuk datang. Ya seharusnya datang sih supaya bisa melihat kekacauan nya. Tapi memang lagi tidak bisa aja," ucap Lisa dengan santai.
" Memang kacau gara-gara apa?" tanya Anna pura-pura tidak tau.
" Hmmm, katanya tidak mau tau," sahut Lisa.
" Ya memang tidak mau tau. Tapikan apa salahnya tau, lagian kamu yang mulai," sahut Anna.
" Katanya sih Bos Athar pergi mendadak. Aku juga tidak tau kemana. Ya seharusnya aku di sana. Agar tau cerita aslinya dan pasti seru," sahut Lisa.
" Kamu ini ada-ada saja mencari keseruan," sahut Anna geleng-geleng. Namun Anna tiba-tiba tersenyum karena Athar saat itu malah pergi menolongnya.
" Kamu sendiri kenapa tidak datang?" tanya Lisa.
" Tidak di undang," jawab Anna simple.
" Kamu kan anak Pak Chandra kok tidak di undang," sahut Lisa hera.
" Ya berarti aku bukan anaknya," sahut Anna dengan santai. " Sudah jangan membahas itu. Tidak ada gunanya. Sekarang kita makan lagi sebelum Bos yang kamu takuti itu mengetahuinya," ucap Anna mengingatkan.
" Memang kamu tidak takut dengan bos Athar?" tanya Lisa. Anna menggeleng dengan cepat.
" Iya-iya, deh aku tau si paling berani dan mana mungkin tidak takut," ucap Lisa.
" Sudah jangan bicara terus kamu itu sebaiknya makan. Nanti makanannya dingin dan sudah tidak enak lagi," ucap Anna menegaskan.
" Iya Anna," sahut Lisa yang akhirnya makan dengan terus mengobrol bersama Anna.
" Aku tidak percaya jika sungguh Athar meninggalkan pertunangan itu hanya karena ingin menolongku. Dia memang baik," batin Anna yang tiba-tiba mengeluarkan senyumnya yang mana dia memang begitu berbunga-bunga.
__ADS_1
Bersambung