
Pagi hari kembali tiba, Athar, Ari Purnama, Maharani, Gibran, Derry dan Olive sedang melakukan sarapan seperti biasanya.
" Athar apa kamu sudah minta maaf pada keluarga Pak Chandra atas apa yang kamu lakukan? tanya Ari Purnama.
" Iya Athar. Karena bagaimana pun kamu tidak bisa hanya diam, kamu harus bertanggung jawab dengan apa yang kamu lakukan," sahut Maharani yang juga memberi ingat.
" Aku memang harus menyelesaikan masalah ini. Aku tidak bisa memberikan harapan pada keluarga Chandra. Aku tidak menyukai Aurelia. Aku harus bertindak. Agar tidak ada yang menjadi korban," batin Athar.
" Athar, papa kamu sedang bicara," tegur Ari Purnama yang melihat Athar diam.
" Iya pak, nanti aku akan menemui keluarga Chandra untuk meminta maaf dan pasti Om Chandra sendiri yang akan mengklarifikasi langsung pada media masalah pertunaganku dengan Aurelia yang seharusnya memang tidak terjadi," sahut Athar dengan keputusannya membuat Ari Purnama dan yang lainnya kaget.
" Apa maksud kamu. Kamu ingin membatalkan semuanya," sahut Ari Purnama menebak.
" Iya pah, jika pembatalan dari keluarga Chandara aku rasa masalah Perusahaan tidak akan besar dan aku akan mengatasinya aku jamin ini tidak akan berpengaruh pada pengeluaran produk terbaru kita," tegas Athar dengan yakin dengan segala keputusannya.
" Kak Athar lalu bagaimana Aurelia. Apa dia setuju semua ini. Mana mungkin kalian membatalkan semuanya," sahut Derry yang sangat tau jika Aurelia begitu mencintai Athar.
" Aku akan bicara dengan kepala dingin kepadanya," sahut Athar memutuskan.
" Tapi tidak semudah itu kak untuk membatalkan segala sesuatunya," sahut Derry.
" Ini keputusanku. Dari pada masalah ini berlarut-larut. Jadi lebih baik keputusan sekarang," ucap Athar menegaskan dengan penuh keyakinan.
" Hmmm, apa itu artinya kak Athar dan kak Aurelia tidak akan jadi bertunangan. Ya ampun akhirnya kak Athar sadar juga," batin Olive yang langsung tersenyum lebar.
" Dia pasti memilih wanita kampungan itu. Makanya memutuskan pertunangan itu. Hhhhhhh, rencanaku benar-benar berantakan. Wanita itu tidak jadi mati," batin Gibran yang kesal dengan setiap rencana yang di lakukannya selalu gagal.
" Athar apa kamu yakin dengan keputusan kamu dan tidak akan menimbulkan kekacauan?" sahut Maharani yang tampak ragu.
" Aku yakin ma, jangan Khawatir semuanya akan baik-baik saja," jawab Athar dengan tegas.
__ADS_1
Ari Purnama hanya diam saja yang merasa tidak yakin dengan Athar. Namun kembali lagi dia menyerahkan semuanya kepada Athar.
" Baiklah, terserah kamu. Papa hanya mengikut dan semoga tindakan kamu tidak membuat kacau atau merusak citra perusahaan," sahut Ari Purnama.
" Terima kasih pa atas kepercayaan yang papa berikan. Aku tidak akan mengecewakan papa dan akan tetap profesional dalam pekerjaan dan perusahan namanya tidak akan terseret dalam masalah pribadi ini," ucap Athar menegaskan. Ari Purnama hanya mengangguk.
" Akhirnya kak Athar membatalkan pertunangan itu dan Anna akan jadian sama kak Athar. Atau jangan-jangan mereka sudah jadian diam-diam. Makanya kak Athar tiba-tiba mengambil keputusan," batin Olive yang terus senyum-senyum yang paling bahagia di antara semuanya.
" Olive kamu kenapa?" tanya Derry melihat Olive tersenyum cengengesan.
" Tidak, tidak apa-apa. Kau hanya mendukung apa yang kak Athar lakukan. Semangat kak Athar," sahut Olive dengan memberi semangat dan yang lainnya malah heran tingkah Olive.
" Aku tidak tau bagaimana nanti Aurelia akan menerima kenyataan dengan keputusan kak Athar. Ya walau aku tau. Kak Athar pasti tau apa yang terbaik untuk dirinya. Karena dia yang menjalani semuanya," batin Derry yang malah resah.
************
Athar yang sudah berada di Perusahaannya berjalan dengan Jennie yang berada di sebelahnya dan tiba-tiba Anna dari Anna muncul dari ujung sana yang menuju arah Athar.
" Ya ampun Athar. Aku harus ngapain. Apa aku harus menundukkan kepala, atau mengeluarkan senyum, atau menyapanya, hai Athar! atau apa?" gerutu Anna di dalam hatinya yang bingung harus bersikap seperti apa saat berpapasan dengan Athar.
" Aduhhh, seharusnya aku tidak lewat sini kan masalahnya jadi seperti ini. Aduhh bagaimana ini. Malah ada Bu Jennie lagi," Anna malah begitu takut berpapasan dengan Athar yang semakin dekat dengannya. Namun Athar santai-santai saja yang juga penasaran apa yang akan dilakukan Anna jika berpapasan dengannya.
Mereka semakin dekat dan Anna semakin dek-dekan. Dan ternyata nyali Anna tidak seberani itu bisa-bisanya dia langsung berbalik badan dan langsung berjalan dengan cepat yang tidak berani jika harus berpapasan dengan Athar.
Athar mendengus kasar dengan tingkah Anna yang salah tingkah. Namun Jennie hanya geleng-geleng saja. Dia tau Anna pasti gugup. Makanya memilih mundur.
" Keberaniannya ternyata hanya sampai di situ," batin Athar berdesis melihat mental Anna yang secuil.
" Aku akan keruanganku!" ucap Athar yang menghadap Jennie.
" Baiklah, aku nanti akan menyusul," sahut Jennie. Athar mengangguk dan langsung pergi.
__ADS_1
" Huhhhhh, sekarang dia suka senyum-senyum sendiri. Ya selama puluhan tahun tidak tersenyum dan sekarang malah operdosis dalam senyum," gumam Jennie geleng-geleng dengan menatap punggung Athar yang semakin lama semakin jauh.
***********
Athar berada di ruangannya yang duduk di kursi kerjanya dengan bersandar, Athar terlihat memegang-megang kotak yang kemarin ada di mobilnya yang mana lagi jika bukan kalung yang ingin di berikannya pada Anna.
" Hmmm, aku harus memberikannya kepadanya. Sepertinya sangat lama jika harus memberikannya setelah pengumuman 5 besar. Aku tidak ingin berlama-lama menyimpannya. Aku ingin kalung ini melingkar di lehernya," batin Athar yang sedari tadi senyum- senyum saja.
Wajah jatuh cinta memang tidak akan pernah bisa bohong sudah melekat di wajah tampannya yang berseri- seri.
Tok-tok-tok-tok. Ketukan pintu membuat Athar menutup kotak kalung itu menyembunyikan di dalam sakunya.
" Masuk!" titah Athar. Yang mana Jennie yang telah datang.
" Ada apa Jennie?" tanya Athar.
" Aku sudah menghubungi, Pak Chandra, Bu Amelia dan Aurelia untuk datang ke Perusahaan sesuai yang kamu minta untuk membicarakan masalah pertunangan kalian," ucap Jennie menyampaikan apa maksudnya datang keruangan itu.
" Jam berapa mereka datang?" tanya Athar.
" Mungkin jam makan siang," sahut Jennie. Athar melihat jam tangannya.
" Berarti sebentar lagi," sahut Athar. Jennie hanya mengangguk.
" Hmmm, bagaimana tentang orang-orang yang mencoba mencelakai Anna. Apa kamu sudah menemukan titik terangnya?" tanya Athar.
" Aku masih menyelidikinya," sahut Jennie.
" Baiklah, aku minta sama kamu lebih fokus untuk masalah Anna. Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepadanya. Apa lagi mengingat kejadian kemarin," ucap Athar yang terang-terangan menunjukkan rasa khawatirnya pada Anna.
" Baiklah Athar aku mengerti. Aku akan melakukan yang terbaik dan akan segera menemukan orang-orang itu. Aku juga akan menambah keamanan untuk Anna," sahut Jennie.
__ADS_1
Bersambung