Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 119 Memeluknya.


__ADS_3

Athar sama sekali tidak tidur dia hanya melihat bulan yang indah yang menjadi penerangnya. Namun Anna tertidur. Karena waktunya tidur memang harus tidur walau di manapun dia tidak peduli sama sekali.


Athar melihat kearah Anna yang seakan mengawasi Anna apakah terkena air hujan atau tidak.


" Kau selalu membuat ulah dan membuatku begitu marah. Tidak pernah sekalipun kau tidak membuatku marah. Hanya tidur yang bisa menutup mulutmu yang sangat berisik itu," batin Athar yang terus melihati wajah Anna yang polosnya tertidur yang layaknya seperti seorang bayi.


" Tidurlah biar aku bisa tenang dan telingaku tidak sakit mendengar suaramu yang berisik itu," ucap Athar yang terus menatap wajah itu. Bahkan tersenyum tipis melihatnya.


Athar mengalihkan pandangannya dan melihat bulan yang tertutup awan.


" Hmmm, kenapa? kenapa?" tiba-tiba Anna mengigau membuat Athar melihat ke arah Anna yang terlihat begitu gelisah. Athar semakin mendekatkan dirinya pada Anna. Anna yang tidak sadar langsung menjatuhkan diri pada dada bidang Athar.


Athar kaget dengan Anna yang berada di pelukannya, satu tangan Athar merangkul dengan mengusap-usap punggung Anna. Dan Anna semakin mendekatkan pada Athar. Bahkan tangannya memeluk pinggang Athar yang seolah dia tidak ingin di tinggalkan.


Athar pun tidak bisa berbuat apa-apa dan membiarkan hal itu. Tubuh Anna yang terasa dingin membuat Athar memeluknya erat untuk memberikan kehangatan.


" Jangan semuanya pergi. Aku tidak mau sendiri, jangan semuanya menjadi penghiyanat. Aku mohon tetap di sisiku. Walau hanya sebentar. Aku mohon," ucap Anna meracau tidak jelas membuat Athar melihat terus wajah Anna yang di bidang dadanya itu.


Terlihat air mata keluar dari pelupuk mata Anna membuat Athar mengusap lembut dengan mengusap pipi Anna, dengan menyelipkan rambut Anna ke belakang telinga Anna dan terus melihat wajah yang terlihat sedih itu.


" Anna!" lirih Athar tepat di wajah Anna, hembusan napas Anna menerpa wajahnya. Wajah Anna yang mendadak sedih membuat Athar iba dan semakin mengeratkan wajah itu pada dadanya memeluknya dengan erat.


" Apa dia sedang bermimpi buruk," batin Athar yang terus memeluk Anna seakan memberikan ketenangan.


Tidak tau apa yang di lakukannya tiba-tiba Athar mencium kening Anna dengan memejamkan matanya yang seolah ciuman di kening itu memberikan arti. Atau ingin memberi ketenangan pada Anna atau ada perasaan yang mulai begitu jelas. Anna semakin memeluk Athar erat.


Sementara Athar mengusap-usap rambut Anna yang masih berada di dada bidangnya

__ADS_1


yang juga Atha memeluknya erat dengan kening Anna yang memang terus berada di bawah bibir Athar.


" Mama! mamah! mah!" lirih Anna yang tiba-tiba memanggil nama sang mama yang menguat Athar semakin simpatik. Dengan air mata Anna yang kembali jatuh.


" Keluarga Anna sangat berhubungan dengan mama dan juga Tante Amelia. Apa yang terjadi sebenarnya. Mereka saling mengenal. Apa Anna tidak tau kalau mama dan dan Tante Amelia sebenarnya dulu sangat dekat," batin Athar yang kembali memikirkan foto yang di temukannya. Belum menanyakan apa-apa. Tetapi dia seakan sudah bisa menebak-nebak sesuatu.


" Sekali saja. Aku mohon pulanglah! Anna merindukan mama. Anna sudah tidak mau hidup sendirian. Pulang dan bawa Anna pergi Anna sudah tidak punya siapa-siapa. Papa sudah meninggalkan Anna dan kakak sudah tidak menyayangi Anna lagi. Anna mohon pulanglah," ucap Anna yang menagis terus yang membuat Athar berkaca-kaca. Seakan dia tau apa yang di rasakan Anna.


Dia juga adalah Pria yang hidup dengan mencari sosok ibu kandung yang selama ini tidak di ketahuinya di mana berada dan bertemu dengan Anna yang juga adalah korban dari keegoisan orang tuanya. Melihat Anna yang seperti itu membuat Athar seakan luluh dan memeluk Anna semakin erat dengan kembali mencium lembut kening Anna.


Hal itu spontan di lakukannya dan tidak tau kenapa dia melakukan hal itu. Perasaannya semakin tidak terkendalikan entah Athar sudah mengerti atau belum sama sekali.


" Jangan pergi, tolong jangan pergi!" ucap Anna lagi.


" Aku tidak akan pergi. Aku akan terus berada di sampingmu," ucap Athar yang seolah menanggapi ketakutan Anna. Padahal Anna hanya meracau tidak jelas dalam mimpinya.


***************


" Anna!" Sapa mereka serentak yang masuk Kerumah dan tidak melihat Anna sama sekali.


" Kemana Anna?" tanya Sana heran yang melihat-lihat di dalam maupun di luar.


" Aku juga tidak tau," sahut Lisa.


" Kak Athar ke mana?" tanya Olive.


" Nggak tau juga," sahut Lisa mengangkat ke-2 bahunya.

__ADS_1


" Hmmmm, aneh sekali. Kemana mereka ber-2 padahal sudah malam dan jam segini belum pulang sama sekali," sahut Sana heran.


" Ahhhhh, sudahlah biarin aja. Ini itu kampung Anna. Lagian dia mau pergi pun tidak akan kesasar dan kak Athar. Dia itu cowok. Kalau pergi kemana-mana pasti aman," sahut Olive yang tidak mau ribet.


" Ya tapi sudah malam dan mereka belum kembali," ucap Sana.


" Ya susah biarin aja. Mending kita susun barang-barang kita dan barang-barang untuk Bibi," sahut Olive.


" Ya sudah deh," sahut Lisa dan Sana yang langsung setuju.


" Hmmm, mungkin aja mereka lagi pacaran, biarin ajalah, selagi ke-2 nya sama-sama suka. Atau jangan-jangan hanya kak Athar lagi yang menyukai Anna dan Anna tidak," batin Olive dengan penuh harapan.


Olive memang sangat suka memperhatikan kalanya itu. Dari mata sang kakak Olive bisa menduga-duga. Jika kakaknya itu sebenarnya mulai ada rasa dengan Anna. Dan sepertinya Olive memberikan restu untuk kakaknya dan sahabatnya itu.


***************


Anna dan Athar tetap berada di dalam hutan yang mana Athar terus menjaga Anna dari gigitan nyamuk dari curahnya hujan dia terus memeluk Anna dan Anna memang sudah tidak bermimpi buruk lagi. Dia jauh lebih tenang sekarang. Mungkin karena pelukan hangat Athar.


" Aku akan mencari tau apa yang terjadi dengan keluarganya sebenarnya. Dan hubungan mama dengan ibu Anna dan juga Tante Amelia. Ini sangat aneh," batin Athar yang begitu penasaran dengan keluarga Anna yang juga berhubungan dengan mamanya.


" Dan orang-orang yang belakangan ini mengawasi Anna. Siapa sebenarnya mereka dan ada hubungan apa dengan Anna. Apa yang mereka inginkan sampai mengawasi Anna. Itu sangat tidak mungkin jika itu berkaitan dengan om Chandra," batin Athar yang kembali berpikir keras.


Athar kembali melihat wajah polos itu yang tertidur yang menahan kesedihan itu.


" Semuanya akan baik-baik saja. Kamu jangan khawatir," ucap Athar yang seolah memberikan janji pada Anna.


__ADS_1



__ADS_2