
Hari pernikahan.
Tiba hari pernikahan Anna dan Athar. Hari yang bahagia untuk pasangan kekasih yang sudah lama berhubungan yang melewati banyak ujian dalam hubungan mereka, dari bermusuhan sampai punya perasaan dan saling mencintai, mengalami ribut sana-sini dan memutusakan untuk berteman.
Sampai detik ini mereka berdua sama-sama bahagia dengan pernikahan mereka sekarang ini yang sudah di siapkan semua keluarga untuk pernikahan mereka secara out door
Athar yang berdiri begitu tampan dengan jas putih yang ada mawar di sakunya yang berbincang-bincang dengan Mahendra, Marko, Derry dan Gibran yang pasti Athar sedang menunggu pengantin wanitanya.
Yang lainnya juga terliahat sangat cantik dengan dress senada berwarna pink dengan model yang berbeda-beda. Jennie, Lisa, Aurelia, Sana dan Olive yang juga berdiri yang tidak sabaran menunggu penggantinya yang memang masih di ruang make up.
Maharani, Maya dan Anjani saling berbincang yang juga menunggu pengantin wanita yang tidak kunjung datang.
"Anna lama sekali, acaranya akan segera di mulai," ucap Maya tampak gelisah.
"Sabar Maya, sebentar lagi Anna pasti datang," ucap Anjani.
"Benar Maya, kamu itu harus tenang," sahut Maharani.
"Biar aku cek kekamar dulu, apa Anna sudah siap atau belum," sahut Maya yang tidak sabaran dengan putrinya itu.
"Tidak perlu, itu Anna!" tunjuk Maharani yang melihat ke arah Anna dan muncullah Anna yang di gandeng Chandra yang mencuri perhatian semua orang.
"Athar Anna!" ucap Gibran berbisik pada Athar dan Athar pun melihat kearah Anna.
Mata Athar tidak bisa bohong. Yang begitu kagum dengan Anna yang tampil cantik yang menggunakan baju pengantin putih yang memanjang sampai menyeret lantai. Dress mewah tanpa lengan yang sangat cocok untuk Anna dan pas pada tubuh Anna.
Dengan di bagian kepalanya di beri mahkota bunga yang begitu indah, sebenarnya penampilan Anna sangat simple. Namun Anna terlihatlah begitu cantik karena memang sudah dasarnya wajahnya sangat cantik.
Wajah Anna terlihat begitu bahagia dengan senyumnya yang sangat indah yang melihat ke arah Athar yang menatap dirinya dengan kagum.
"Ngedip Athar!" goda Gibran. Athar sampai kaget dengan teguran itu yang mana memang dia sangat fokus pada Anna memandang bidadari yang akan menjadi istrinya itu.
"Ya ampun kak Athar entar lagi juga bakal jadi istri, bakal halal," goda Derry membuat Athar senyum sendiri dengan apa yang di katakan Derry. Malu-malu tampan di wajah Athar. Dengan perasaan Athar yang dek-dekan dan apalagi Anna semakin mendekat padanya yang gandeng oleh Chandra papanya.
Marko memberikan Athar boucket yang akan di berikan pada Anna.
Athar mengambilnya dengan menghela napasnya dan berdiri menghadap Anna yang tersenyum kepadanya dan memberikan boucket bunga tersebut.
"Kamu sangat cantik," puji Athar yang tidak segan-segan mengatakan di depan papa mertuanya itu.
__ADS_1
"Athar aku jadi malu," sahut Anna tersenyum malu-malu.
"Jangan malu Anna putri papa memang sangat cantik," sahut Chandra.
Athar menjulurkan tangannya untuk di sambut Anna yang mengajak Anna menuju tempat ijab kabul. Chandra menganggukkan kepalanya yang memberikan pada Athar yang artinya dia menyerahkan putrinya pada suaminya.
"Ayo Athar Anna, ijab kabulnya akan segera di laksanakan," ucap Maya.
"Iya mah," sahut Anna dengan mengangguk. Di mana sekarang Athar dan Anna berjalan menuju tempat ijab kabul yang sudah di sediakan yang juga ada penghulu di sana.
Mereka berjalan namun mata mereka saling menatap. Untung- untung mereka tidak jatuh dan mereka tidak jatuh. Ketika Anna dan Athar sudah duduk bersebelahan. Maya memakaikan selendang keatas kepala ke-2nya dan lagi-lagi ke-2nya saling melihat, belum sah saja sudah seperti itu. Apa lagi nanti kalau sudah sah Anna dan Athar akan terus saling melihat.
"Baiklah, sudah bisa kita mulai!" ucap penghulu.
"Mari pak di mulai saja," sahut Chandra
"Baiklah kalau begitu mari kita mulai," sahut penghulu yang langsung berjabat tangan dengan Athar.
"Athar Kaziel Sanjaya saya nikahkan engkau dengan Anna Fariza Citra Chandra Maya binti Chandra dengan seperangkat alat sholat dan emas 24 gram di bayar tunai,"
"Saya terima nikahnya Anna Fariza Citra Chandra Maya binti Chandra dengan mas kawin tersebut di bayar tunaiii," sahut Athar yang sekali tarikan napas.
"Sah,"
"Alhamdulillah!"
Penghulu langsung memimpin doa dengan Anna yang menghela napas yang begitu terharu yang akhirnya sah menjadi istri Pria yang di cintainya. Begitu juga dengan Athar yang terharu yang akhirnya bisa mempersunting Anna.
Ketika selesai berdoa Anna langsung mencium punggung tangan Athar untuk yang pertama kalinya dan Athar langsung menciumi kening Anna dengan lembut membuat Anna mampu meneteskan air matanya.
Setelah proses acara pernikahan Anna di lanjutkan dengan Athar dan Anna yang sekarang menerima ucapan selamat dari yang lainnya.
"Anna selamat ya untuk pernikahan kamu dan juga Athar," ucap Lisa dengan memeluk temannya itu.
"Makasih Lisa," sahut Anna.
"Selamat Athar semoga kamu dan Anna langgeng terus," sahut Marko yang juga memeluk Athar.
"Thank ya Marko," sahut Athar.
__ADS_1
"Semoga juga cepat nyusul punya baby," goda Lisa.
"Issss, mulai deh," sahut Anna.
"Sudah-sudah gantian," sahut Sana yang menyusul dari belakang.
"Sabar kali," sahut Lisa yang langsung pergi bersama Marko karena masih banyak yang ingin bersalaman.
"Selamat ya Anna, akhirnya temanku ini menikah juga," ucap Sana dengan bahagia-bahagianya yang memeluk Anna.
"Iya-iya Sana, makasih ya kamu sudah terus suport aku," sahut Anna.
"Sama-sama, Athar kamu jagain Anna," tegas Sana.
"Jangan khawatir itu pasti," sahut Athar.
"Anna juga sekarang akan menjadi ipar kamu Sana," sahut Gibran.
"Ya itu benar," sahut Sana.Temannya menjadi iparnya sekarang ini.
"Sudah-sudah gantian," sahut Olive yang juga tidak mau ketinggalan yang mengucapkan selamat pada Anna.
"Kakak iparku yang cantik," ucap Olive yang sekarang sudah berganti yang memanggil Anna kakak ipar. Anna hanya geleng-geleng saja dengan Olive.
"Kamu ini terlalu berisik Olive," sahut Athar.
"Namanya juga happy, bye the way selamat untuk pernikahan kalian," ucap Olive.
"Iya-iya Olive makasih untuk ucapan selamatnya," sahut Anna.
Tidak lama dari itu Derry pun datang bersamaan Aurelia yang juga ikut mengucapkannya selamat untuk adiknya dan juga Athar.
"Selamat ya Anna, kakak ikut bahagia dengan pernikahan kamu," ucap Aurelia.
"Makasih ya kak Aurelia," sahut Anna dengan bahagianya yang masih berpelukan dengan Aurelia.
Aurelia jelas sangat bahagia dengan adiknya yang akhirnya menikah dengan Anna dan Athar yang akhirnya menikah juga.
Aurelia memang mengalah untuk adiknya untuk adiknya menikah terlebih dahulu.
__ADS_1
Bersambung