Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 71 melihat Anna


__ADS_3

" Dan bahkan Aurelia masuk tahap 20 itu. Apa itu hal istimewa Athar," sahut Chandra. Athar tidak menjawab dan hanya diam.


" Athar sangat profesional bekerja dan mungkin memang desain Aurelie sangat baik dan memang pantas masuk dalam 20 besar," sahut Ari Purnama.


" Kalua begitu Aurelia, jangan membuat Athar kecewa. Kamu harus bekerja keras jangan main-main," sahut Amelia.


" Siapa yang menyuruhnya ikut campur, sangat menyebalkan," batin Aurelia kesal dengan ibu tirinya.


" Hmmm, Aurelia mana pernah main-main, dia sangat serius dalam melakukan apapun," sahut Maharani dengan tersenyum.


" Terima kasih Tante," sahut Aurelia.


" Hmmm, dasar mengundang makan hanya untuk mencari keuntungan. Namnya makan malam, ujung-ujungnya membahas hubungan yang tidak berpaedah. Wanita juga sangat bodoh. Mau saja dengan anak seperti itu, anak haram yang tidak jelas asal usulnya," batin Gibran yang tampak sewot dengan pembahasan makan malam itu.


" Ya kita memang harus sering makan bersama, agar semakin dekat dan hubungan Athar dan Aurelia, bisa segera di resmikan," sahut Chandra melihat pada Ari Purnama. Athar mendengarnya terlihat tidak nyaman.


" Benarkan Athar?" tanya Chandra yang langsung melempar pada Athar.


Athar diam tanpa menjawab. Sementara yang lain pasti menunggu jawaban dari Athar. Apa yang akan dikatakan Athar. Termasuk Aurelia yang sedari tadi senyum-senyum sendiri.


" Athar kamu tidak akan menjawab papa?" ucap Aurelia pelan.


Dratt, Dratttt, Dratttt. Ponsel Athar tiba-tiba berdering seakan menyelamatkan Athar.


" Maaf saya mengangkat telpon sebentar," ucap Athar dengan sopan yang langsung berdiri.


" Iya silahkan," sahut Chandra dengan mempersilahkan tangannya.


" Dia memang sangat sibuk," sahut Ari Purnama.


" Itu hal yang biasa," sahut Chandra tertawa kecil.


" Mari lanjutkan makannya," sahut Amelia. Yang lain mengangguk dengan tersenyum.


" Hmmm, akhirnya papa membahas masalah ini juga. Aku berharap dengan pembahasan ini. Aku dan Athar benar-benar semakin dekat dan apa lagi hubungan kami akan di resmikan. Aku berharap semuanya bisa berjalan lancar. Papa memang harus terus mendesak Athar. Agar dia benar-benar menjadi milikku," batin Aurelia dengan tersenyum penuh kebahagian.


" Apa yang di harapakanny dari Pria seperti itu," batin Gibran yang melihat senyum Aurelia.

__ADS_1


Namun Maharani terlihat tiba-tiba tidak nyaman yang seperti memikirkan sesuatu.


" Jadi Anna masih tetap di asingkan dari rumah ini. Apa kejadian kemarin tidak membuat Chandra untuk berbaikan dengan Anna," batin Maharani yang kepikiran dengan Anna.


***********


Athar terlihat menelpon di taman belakang di daerah Vaviliun. Kliennya menelpon yang harus membuatnya menjauh dari keramaian karena menelpon dengan serius. Dan lagian itu juga sebagai penyelamatan untuk pertanyaan yang tidak bisa di jawabnya.


...📞" Baiklah, nanti Sekretaris saya akan mengatur waktu pertemuannya, Bapak jangan khawatir semuanya akan baik-baik saja, kami tidak akan mengecewakan bapak," ucap Athar dalam telponnya....


...📞" Baiklah, terima kasih, saya tutup dulu," ucap Athar....


Tidak lama setelah berbincang-bincang Athar matikan panggilan itu. Athar menyimpan telponnya di dalam jasnya.


Athar merapikan jasnya dengan hembusan napasnya yang panjang dan setelah setelah itu Athar membalikkan tubuhnya yang ingin kembali kemeja makan.


Namun Athar tidak jadi pergi setelah melihat ruangan yang di luar begitu gelap namun di dalam tampak terang karena ada jendela kaca yang mungkin tadinya tertutup tirai dan sekarang terbuka dari dalam.


" Apa itu gudang, kenapa di dalam terang, di luar gelap," batin Athar heran. Athar membulatkan matanya melihat fokus pada ruangan itu.


Athar melihat dari jendela kaca melihat kedalam betapa terkejutnya Athar yang melihat Anna ada di dalamnya


" Anna!" Lirih Athar melihat jelas Anna yang terikat dengan tubuhnya yang lemas.


" Kenapa dia ada di sini!" ucap Athar panik yang melihat dengan melas yang mana memang itu benar Anna.


Athar langsung menekan kenopi pintu. Namun di kunci dan Athar mencoba mendobrak pintu itu dengan panik dengan sekuat tenaganya Athar mendobrak pintu itu.


" Anna kamu di dalam, buka pintunya Anna!" ucap Athar menggedor-gedor pintu gudang itu dengan berusaha membukanya mendobraknya dan segalanya di lakukan Athar.


" Maaf tuan!" tiba-tiba terdengar suara pria yang membuat Athar melihat kebelakang yang tak lain anak buah Chandra yaitu Jaya yang mungkin Athar yang ribut membuat Jaya harus mengecek tawanannya.


" Apa yang tuan lakukan?" tanya Jaya.


" Ada orang di dalam, buka pintunya," sahut Athar dengan memerintah.


" Tapi tuan, tuan tidak boleh membukanya, begitu juga dengan saya," cegah Jaya.

__ADS_1


" Apa katamu. Kau tidak melihat ada orang di dalam," sahut Athar tampak emosi.


" Saya tau tuan. Tapi tetap tidak boleh di buka, saya hanya menjalankan perintah," sahut Jaya dengan menundukkan kepalanya.


" Siapa yang mengurungnya di dalam?" tanya Athar dengan wajahnya yang memerah.


" Maaf tuan, tuan Chandra menyuruh kami untuk menjaga nona Anna di dalam dan di larang ada yang masuk," jawab Jaya.


" Benar-benar gila!" Bentak Athar dengan penuh emosi. Athar menedang pintu namun tetap tidak terbuka dan Athar langsung pergi dengan penuh kemarahan.


" Ya namanya juga tuan besar kalau dia tidak gila ya mana mungkin seperti membuat anaknya sampai di sekap dan di perlakukan seperti itu," ucap Jaya gelang-gelang.


Ternyata Athar kembali keruang makan dengan dengan wajahnya yang memerah dan rahang kokohnya yang mengeras di mana napasnya juga terlihat tidak beraturan.


" Athar ada apa?" tanya Maharani yang Yang melihat Athar ke walahan.


Bahkan dahi Athar mengeluarkan keringat. Penghuni meja makan juga heran dengan Athar yang tampak begitu ngos-ngosan seperti di kejar-kejar setan.


" Ada apa kak?" tanya Derry.


" Om, Chandra bisa berikan saya kunci gudang di taman belakang," ucap Athar yang membuat Chandra tersentak kaget mendengarnya.


Aurelia dan Amelia juga kaget dengan kata-kata Athar yang itu artinya Athar tau ada orang yang di sekap di sana.


" Kenapa tiba-tiba Athar meminta kunci gudang," batin Aurelia panik.


" Athar apa yang kamu bicarakan, kamu ini aneh sekali meminta kunci gudang di rumah ini," sahut Ari Purnama.


" Aku harus membukanya ada wanita yang di sekap di dalamnya," sahut Athar. Mata Chandra membulat sempurna yang mana Athar mengetahui hal itu.


" Apah, di sekap, siapa?" tanya Maharani dengan panik.


Aurelia menunduk yang tidak berani berbicara apa-apa. Dan Amelia juga sama yang terlihat gelisah yang tidak berani berpendapat apa-apa.


" Anna. Anna ada di dalam!" Lirih Athar yang menahan napasnya. Maharani dan yang lainnya kaget mendengarnya. Saat mengetahui Anna di sekap di dalam gudang.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2