
Tetapi tidak sampai di situ begitu di rumah Aurelia langsung di intimidasi Chandra dengan kemarahan Chandra atas apa yang terjadi. Atas tindakan Aurelia.
Plakk. Tamparan keras melayang di pipi Chandra.
" Anak kurang aja!" umpat Chandra pada Aurelia yang diam dengan memegang pipinya itu.
" Hebat sekali kamu yang berani merusak pertunangan itu. Kamu mau membuat papa hancur hah!" teriak Chandra.
" Anak tidak tau malu. Selama ini apa yang kamu bisa. Tidak berguna, anak bodoh. Kamu jauh lebih bodoh dari pada Anna. Aku sudah menghabiskan unhan banyak untuk pendidikan mu. Bekerja sama dengan dia saja sampai detik ini kau tidak bisa. Kau harus mengikuti kompetisi yang buang-buang waktu itu dulu untuk bisa bekerja sama. Tapi apa tetap saja kau menjadi unggul dan sekarang kau dengan bijaknya mengambil keputusan membatalkan pertunangan itu tanpa berpikir, anak bodoh!" maki Chandra dengan meletakkan jarinya di jidat Aurelia yang membuat kepala Aurelia sedikit terhuyung.
" Dia tidak mencintaiku pah," sahut Aurelia.
" Cuihhh, persetan dengan cinta. Apa kau pikir kau bisa hidup dengan cinta hah!" sahut Chandara dengan terus marah-marah pada Aurelia.
" Lalu kau mengatakan jika dia mencintai adikmu. Itu yang akan kau katakan selanjutnya!" teriak Chandra seakan tau lanjutan kata-kata Aurelia.
" Itu kenyataan. Aku tidak bisa bertunangan dengan Athar yang mana cincin yang di berikannya...."
Plakk.
Belum sempat lagi Aurelia bicara Chandra sudah menampar pipi yang satunya yang membuat Aurelia hanya meneteskan air matanya.
" Kau memang manusia paling bodoh. Jika Athar lebih memilih Anna itu karena kau memang sangat tidak bisa berbuat apa-apa dan itulah kebodohanmu yang sesungguhnya!" tegas Chandra yang membuat Aurelia hanya diam saja dengan air matanya yang mendapat tamparan dan makian dari papanya.
Chandra jelas emosi dengan tindakan Aurelia membatalkan pertunangan itu yang artinya usahanya juga akan di ambang kehancuran. Mungkin berbeda tadi jika keluarga Athar yang membatalkannya. Mungkin masih ada toleransi lagi dan Aurelia pasti tidak di salahkan. Namun karena Aurelia membatalkannya dia harus menerima konsekuensi nya.
__ADS_1
Dia melakukan itu untuk menyusahkan sedikit harga diri yang sudah di injak-injak Athar. Di permalukan Athar. Makanya mengambil alih dia yang membatalkan semua itu yang artinya pihaknya membatalkannya dan pertunangan itu tidak akan ada lagi. Karena Aurelia jelas mengatakan tidak ada hubungan dengan Athar.
Dan di sini lah di Club itu Aurelia menenangkan dirinya, meluapkan kemarahannya pada Athar dan Anna, merasa terkhiyanati dan merasa begitu hancur mendapat imbas kemarahan dari sana dan sini.
Derry merasa khawatir dengan Aurelia pun mencari Aurelia. Ya tadi saat Derry mengantarkan Aurelia pulang tiba-tiba handphone Aurelia tertinggal dan Derry yang kembali untuk mengembalikannya pada Aurelia dan Derry melihat dan mendengar sendiri. Bagaimana perlakuan Chandra yang memaki dan menampar Aurelia atas keputusan yang di ambil Aurelia.
Dia jelas tidak tega. Ingin masuk tetapi takut ikut campur dan memilih tidak menemui Aurelia. Derry memilih berada di mobil. Menunggu waktu yang tepat kapan harus menemui Aurelia. Namun tidak lama Aurelia keluar rumah dan memasuki mobil. Menyetir dengan kecepatan tinggi yang membuat Derry khawatir dan memutuskan untuk mengejar Aurelia.
Ternyata Derry sempat kehilangan jejak Aurelia. Tetapi dia yang begitu khawatir terus mencari Aurelia dan akhirnya menemukan mobil Aurelia di salah satu Club yang akhirnya membuat Derry untuk masuk kedalam Club tersebut.
Akhirnya Derry menemukan Aurelia melihat wanita itu yang mabuk parah di salah satu meja bar dan membuat Derry langsung menghampiri Aurelia.
Saat Aurelia ingin minum lagi, Derry menghentikannya mencegah wanita itu untuk tidak minum lagi.
" Hey, kau!" Aurelia yang kesal melihat ke arah sampingnya. Aurelia sudah mabuk parah sampai penglihatannya sudah tidak jelas lagi.
" Siapa kau, kurang ajar, kau mengganggu kesenangan ku!" Aurelia menunjuk-nunjuk dada Derry dengan mendorong-dorong sedikit.
" Ayo pulang jangan di sini!" ajak Derry.
" Berani sekali kau mengajakku untuk pulang, kau pikir kau siapa. Pergi! Aurelia dengan tenaga yang tidak ada mendorong dada Derry namun Derry menangkap tangannya.
" Lepaskan tanganku! Apa kau Chandara si tua Bangka tukang atur itu, situkang selingkuh, menelantarkan anaknya, mengaturku dari kecil, menyuruhku ini dan itu, apa kau dia, He Chandra kau benar aku memang bodoh seperti apa katamu, bodoh karena terus mengikuti kata-kata mu. Aku tidak seperti adikku yang pembangkang itu yang melawanmu. Tapi itu aku pikir dia yang bodoh. Tapi memang kenyataannya aku yang bodoh dan lihat dia mendapatkan Athar yang jelas-jelas Athar mengatakan mencintai dirinya," ucap Aurelia yang mengeluarkan isi hatinya.
Derry mendengarnya begitu terharu dengan kata-kata Aurelia wanita itu terlihat sangat menyedihkan. Wanita yang benar-benar kehilangan arah.
__ADS_1
" Kenapa kau diam?" tanya Aurelia dengan menepuk-nepuk pipi Derry, " kau juga bodoh Chandra kau bodoh, aku berdoa semoga kau bangkrut bersama istrimu itu. Ya aku tidak menyesal membatalkan pertunganku. Supaya kau bangkrut hahahaha," Aurelia tertawa di depan Derry. Namun tawanya hilang menjadi sedih.
" Tapi kenapa Athar menyakitiku. Rasanya sakit di sini, Chandra itu karena kau Chandra yang membuatku seperti ini. Athar menyakitiku dan memilih Anna, di sini sangat sakit," ucap Aurelia memukul-mukul dadanya dengan air matanya yang keluar.
" Aurelia cukup! kamu jangan seperti ini. Jangan menyakiti diri kamu!" ucap Derry menghentikan tangan Aurelia.
" Lepaskan tanganku! Jangan menyentuhku! aku mau minum lagi, tenggorokan ku sakit, aku haus!" Aurelia kembali mencari-cari minumannya dan Derry langsung mencegah wanita itu agar tidak mabuk lagi.
" Jangan seperti ini, kamu sudah mabuk, ayo kita pulang!" ajak Derry.
" Aku tidak mabuk, aku hanya haus, aku tidak mau pulang, siapa kamu yang harus mengajakku pulang, aku tidak mau!" sahut Aurelia dengan bicara yang tidak menentu.
" Aku tidak bisa membiarkannya di sini. Tempat ini tidak baik untuknya aku harus membawanya pergi," batin Aurelia.
" Ayo kita pulang!" Derry meraih tangan Aurelia mengajaknya turun dari tempat duduk itu. Namun Aurelia tidak mau dan terus memberontak. Derry harus memaksanya sampai akhirnya Aurelia turun dari bangku itu. Derry merangkul bahunya membawa Aurelia pergi.
Karena Aurelia yang mabuk berat dan terus memberontak. Akhirnya Derry memutuskan menggendong Aurelia ala bridal style membawanya keluar dari tempat itu.
Setelah berhasil membawa Aurelia keluar dari tempat itu. Derry langsung membawanya masuk kedalam mobilnya yang mungkin mobil Aurelia akan di tinggal di sana dulu.
Derry membuka pintu mobil dan mendudukkan Aurelia di samping pengemudi. Aurelia memejamkan matanya dengan mulutnya yang tidak henti-hentinya maracau dengan tubuhnya yang gelisah, Sementara Derry sedang memakaikan sabuk pengaman pada Aurelia.
Saat tubuh Derry begitu dengan Aurelia, Aurelia membuka matanya perlahan dan melihat Pria yang di dekatnya membuatnya tersenyum.
Bersambung
__ADS_1