Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 116 Terjebak di hutan.


__ADS_3

Sementara Anna dan Athar malah sudah terjebak di dalam hutan yang tidak tau Athar membawanya kemana. Anna terus berjalan di belakang Athar dengan memegang baju Athar dan matanya terus kebawah yang takut memijak duri atau ranting yang kayu yang takut kesandung. Anna juga menepuk-nepuk tubuhnya yang terlihat ada nyamuk yang menggigitnya.


" Kita kemana sih sebenarnya," keluh Anna yang mengoceh terus di belakang Athar.


" Aku mana tau kita kemana," sahut Athar santai.


" Apa kau bilang tidak tau. Apa maksudnya kata-kata itu," sahut Anna kesal.


" Ya aku hanya mencoba untuk menghindari mereka. Aku juga tidak tau bisa tiba-tiba masuk kemari. Namanya juga lari-lari. Jadi pasti hanya mengikuti langkah saja," sahut Athar yang sebegitu santainya.


" Kamu itu ya benar-benar ya. Menghindari siapa coba," sahut Anna emosi yang memang tidak tau tujuan Athar membawanya pergi.


" Ada tadi," sahut Athar.


" Isssss, kamu itu. Mana ada orang akal-akalan kamu saja," geram Anna yang menghentikan langkahnya berkacak pinggang di depan Athar dengan matanya yang menatap Athar horor.


" Jadi sekarang kita bagaimana?" tanya Athar kesal.


" Ya aku mana tau. Ini kan kampungmu. Ya kamulah yang seharusnya tau ini di mana dan di mana jalan keluarnya," ucap Athar dengan santai.


" He, walau ini kampungku. Kalau sudah masuk hutan. Aku juga tidak tau ini di mana gila," sahut Anna dengan kesal.


" Kau berani mengataiku gila," sahut Athar kesal.


" Ya habisnya kau mencari masalah terus," geram Anna. " Kalau begini bagaimana kita mau pulang coba," sahut Anna dengan kesal. Athar hanya diam yang mendengarkan cerewetnya Anna.


" Huhhhhh. Kenapa nasibku harus sial sekali," ucap Anna yang semakin penuh dengan emosi yang kesalnya makin ampun Athar tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya berusaha melarikan diri. Ternyata dia malah terjebak dengan Anna di dalam hutan.


" Kenapa kau diam saja. Ayo berpikir kita harus bagaimana?" ucap Anna dengan marah-marah terus yang berkacak pinggang di depan Athar yang hanya melihat-lihat di sekitarnya.


" Hey, kau malah bengong aku di depanmu bicara kepadaku. Aku tidak mau terjebak di sini bersamamu dan semua itu gara-gara mu," sahut Anna menekan suaranya yang mulutnya terus mengoceh pada Athar seperti kereta api.

__ADS_1


" Athar!" teriak Anna semakin menggila emosinya yang tidak di tanggapi oleh Athar.


" Diamlah, kau jangan semakin berisik. Nanti penghuni hutan ini bisa keluar. Mereka akan marah dan menerkammu," ucap Athar bicara dengan mengusap-usap belakang lehernya yang seakan begitu ketakutan.


" Aaaaaaaa," teriak Anna langsung mendekati Athar dengan masuk pada pelukan Athar. Tangannya memeluk pinggang Athar dengan wajahnya yang berlindung di dada Athar yang ketakutan.


" Kalua begitu ayo kita pergi, jangan sampai mereka berkeluaran dan membawa kita ke alam mereka. Aku belum siap untuk berubah wujud," ucap Anna yang begitu ketakutan di pelukan Athar.


Athar tertawa melihat Anna yang ketakutan. Anna yang di pelukan yang ketakutan itu dengan mata terpejam yang memang dari pelukan itu sangat jelas Anna sangat lemah dengan masalah perhantuan. Bahkan mulutnya berhenti mengoceh karena begitu kesalnya.


Anna mendengar suara tawa Athar yang membuatnya langsung membuka matanya dengan cepat dan menyadari ada yang aneh langsung mengangkat kepalanya dan menangkap Athar menertawakannya


" Kau mengerjaiku!" gertak Anna dengan memukul Athar kuat dan langsung menjauh dari Athar. Wajah Athar langsung berubah dengan kembali dingin.


" Siapa yang mengerjaimu," sahut Athar dengan santai dengan wajah pasang mode serius. Padahal dia masih ingin tertawa.


" Apa namanya kau tidak mengerjaiku. Kau menertawakan ku. Lagian mana ada di dunia nyata hantu-hantuan. Hantunya itu kau. Kau itu iblis ketua dari geng hantu!" teriak Anna yang mengatai Athar dengan sesuka hatinya.


" Kau benar-benar ya sengaja menakut-nakuti ku, kau juga mengejekku," geram Anna yang penuh dengan emosi dengan melihat wajah santai Athar.


" Siapa yang menakut-nakuti mu, memang kau saja yang penakut dan terlalu berlebihan. Kau menggunakan kesempatan untuk memelukku. Jadi jangan mengalihkan cerita dengan mengataiku," sahut Athar dengan santai mengejek Anna.


Anna mengkerutkan dahinya mendengar tuduhan Athar. Emosinya semakin besar menghadapi bosnya yang membuatnya terus merasa di tindas.


" Bukan aku yang mencari kesempatan. Kau yang sengaja melakukan itu," bantah Anna.


" Aku tidak punya keuntungan untuk sengaja melakukan itu," sahut Athar santai.


" Tetap saja kau sengaja melakukannya. Kau benar-benar menyebalkan. Semua ini terjadi gara-gara kau. Dan kau sengaja menakut-nakuti. Dalam kesempatan ini kau masih saja menindasku. Kau benar-benar," ucap Anna yang marah-marah yang langsung memukuli Athar.


" Anna hentikan apa yang kau lakukan, Anna!" keluh Athar yang menghindari pukulan dari Anna. Anna tidak peduli dan terus memukul Athar membalas kejahatan Athar.

__ADS_1


" Makanya jangan suka usil rasakan sendiri. Aku hampir mati jantungan karena dirimu. Jadi rasakan itu," geram Anna yang terus memukul Athar.


Atahr yang kesulitan menghadapi Anna langsung menangkap ke-2 lengan Anna dan membuat Anna berhenti memukul Athar.


" Aku bilang hentikan!" ucap Athar dengan lembut dengan napas beratnya.


Anna dan Athar malah saling melihat dengan ke-2 tangan Anna yang masih di pegang tepat di depan wajah Anna. Hutan yang begitu sepi tanpa suara dan begitu hening membuat suara jantung ke-2nya semakin bergemuruh seperti ada perang di dalam sana. Dan juga terdengar deru napas Anna yang terlihat tidak stabil.


Mata ke-2nya yang bertemu seakan saling berbicara seakan mengisaratkan mengatakan sesuatu.


Anna yang sadar pun langsung dengan cepat melepas tangannya dari Athar.


" Kau yang memulai duluan," ucap Anna dengan menggaruk-garuk belakang lehernya yang menutupi salah tingkahnya dan tidak berahi menatap Athar.


" Kau sengaja melakukannya padaku. Mana ada hantu di tempat ini," ucap Anna yang bicara tanpa melihat Athar.


" Aku hanya mengujimu," sahut Athar dengan santai.


" Isssss," desis Anna yang terlihat kesal. " Lalu bagaimana sekarang. Kita harus lewat mana supaya bisa keluar dari tempat ini?" tanya Anna dengan kesal.


" Ayo cari jalan keluar bersama-sama. Aku mendengar suara air. Berarti ada jalan keluarnya," ucap Athar yang mencoba untuk usaha.


" Kalau tidak ketemu bagaimana?" tanya Anna tidak yakin dengan Athar.


" Kita belum mencobanya. Makanya jangan marah-marah terus," sahut Athar.


" Apa urusannya. Lagian siapa yang tidak marah. Kau merusak hariku. Sudah bagus tadi aku menonton kau malah bertingkah," ucap Anna yang kembali mengungkit hal itu.


" Jika kita membahas itu terus. Maka kita akan tetap di sini. Tanpa menemukan jalan keluar," ucap Athar yang bicara begitu lembut. Anna pun diam yang tidak menjawab- jawab Athar lagi.


" Ayo kita cari jalan keluarnya!" ajak Athar lagi. Anna akhirnya mengangguk. Athar pun berjalan terlebih dahulu dan Anna mengikuti Athar dari belakang yang mana Anna mencoba untuk percaya pada Athar.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2