
Jakarta.
"Aurelia bagaimana apa kamu sudah selesai!" teriak Maya yang menunggu di ruang tamu yang mana Maya terlihat sudah rapi dengan pakaian yang di kenakan nya dan terlihat ada juga koper di sampingnya.
"Aurelia!" panggil Maya lagi.
"Iya mah sebentar!" sahut Aurelia yang menuruni anak tangga yang juga bersama terlihat membawa kopernya.
"Maaf mah, Aurelia lama," ucap Aurelia.
"Kamu ini lama sekali sih. Ayo buruan nanti kita ketinggalan pesawat," ucap Maya.
"Iya mah," sahut Aurelia.
"Oh iya bagaimana dengan Derry apa Derry pergi bersama kita atau bagaimana?" tanya Maya.
"Derry kayaknya berangkat besok mah. Katanya masih ada pekerjaan," jawab Aurelia.
"Ya sudah kalau begitu kita berangkat sekarang aja. Nanti kita telat," ucap Maya.
"Baik mah," sahut Aurelia dengan menganggukkan kepalanya. Ibu dan anak itu pun langsung pergi dengan ke-2nya yang langsung menuju mobil yang koper ke-2nya langsung di masukkan supir kedalam Bagasi mobil.
Aurelia dan Maya akan melakukan perjalanannya ke New York untuk menghadiri acara gala primer Gibran yang di adakan 2 hari lagi. Hanya saja Aurelia dan Maya berangkat lebih awal dan pasti ada juga yang berangkat lebih awal. Namun tidak satu pesawat.
**********
Sama dengan Sana dan juga Gibran yang si pemilik acara yang mereka sudah berangkat sejak tadi dan bahkan sudah berada di dalam pesawat yang melakukan perjalanan cukup panjang.
Kedua pasangan suami istri itu yang duduk bersebelahan, "semoga saja acaranya nanti berjalan dengan lancar," ucap Sana dengan meletakkan kepalanya di bahu suaminya.
"Aku juga berharap begitu, Anna, Olive dan Athar pasti bekerja keras untuk acara ini," sahut Gibran.
"Kamu benar sayang, semoga usaha mereka juga tidak sia-sia," ucap Sana.
"Kita doakan saja apa yang terbaik," sahut Gibran.
"Aku juga berharap acara nanti juga menjadi kabar gembira untuk kita berdua," ucap Sana.
"Maksudnya?" tanya Gibran.
Sana mengangkat kepalanya dan melihat ke arah sang suami, "semoga kita di beri kepercayaan untuk aku segera mengandung," jawab Sana.
"Kita sama-sama berdoa dan sama-sama berusaha dan aku yakin pasti akan di kabulkan," ucap Gibran yang berpikir positif.
"Amin," sahut Sana yang merangkul suaminya.
Belum di karuniai anak mungkin membuat Sana ingin buru-buru. Apa lagi temannya Lisa sudah hamil yang padahal dia yang pertama kali menikah. Padahal Gibran sendiri mengatakan dia tidak pernah buru-buru dan apa lagi memaksa Sana.
Ya namanya juga wanita perasaannya sangat sensitif. Gibran hanya terus mendukung Sana apapun yang sana katakan dan lakukan. Selagi itu tidak berlebihan. Karena kalau sudah berlebihan akan lain ceritanya lagi.
__ADS_1
*********
New York.
Anna berada di dapur yang sedang menyiapkan makanan. Anna tampak sangat serius dalam memasak di dapur Athar. Tiba-tiba sebuah tangan melingkar di pinggangnya dengan memeluknya dengan dari belakang dengan erat membuat dan Anna melihat ke belakang.
"Athar," gumam Anna.
Athar menempelkannya pipinya di pipi Anna yang membuat Anna tampak canggung, "kamu sedang masak apa?" tanya Athar.
"Hmmm, lagi masak sup," jawab Anna gugup, "Athar jangan seperti ini, nanti Olive turun," ucap Anna yang sangat takut jika Olive tiba-tiba datang.
"Lalu kenapa?" tanya Athar.
"Nanti dia banyak pertanyaan. Jadi sebaiknya jangan seperti ini," ucap Anna dengan tidak nyaman.
"Anna!" panggil Olive dan Anna langsung cepat-cepat mendorong Athar yang berada di belakangnya sampai sikut Anna mengenai perut Athar dan Athar harus merasakan sakitnya dengan memegang perutnya.
"Heh kak Athar ada juga," sahut Olive tampak santai namun Anna terlihat canggung. Apa lagi dia merasa bersalah. Karena sudah membuat Athar sakit perut.
"Ya ampun Athar pasti kesal banget samaku," batin Anna merasa bersalah dengan Athar.
"Olive ada apa memanggilku?" tanya Anna.
"Oh tidak aku hanya mencarimu tadi. Ternyata kamu memasak. Kamu memasak atau kak Athar yang masakan?" tanya Olive.
"Anna yang memasak," sahut Athar mengambil alih untuk menjawab.
"Ya, ya, mau kedapur aja," jawab Athar dengan beralasan yang membuat Olive mengkerutkan dahinya dengan menatap penuh curiga.
"Oh di kirain mau menemani Anna memasak," sahut Olive.
"Apa sih Olive," sahut Anna dengan wajahnya yang memerah.
"Kamu yang kenapa Anna. Biasanya kamu tidak pernah canggung kalau dekat sama kak Athar sekarang kenapa jadi canggung dan terlihat gugup," ucap Olive dengan melihat Anna dengan mengintimidasi.
"Siapa juga yang canggung. Kamu itu pikirannya aneh-aneh aja," sahut Anna yang membantah tuduhan Olive.
"Oh begitu. Ya kelihatan seperti ada apa-apa sih. Ya ampun Anna kalau ada apa-apa juga nggak masalah kok," sahut Olive dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Olive. Apa sih," sahut Anna malu-malu.
"Iya deh, ya sudahlah aku mau pergi dulu," ucap Olive.
"Mau kemana kamu?" tanya Athar.
"Olive mau ke Bandara mau jemput Sana dan dan kak Gibran," jawab Olive.
"Naik apa?" tanya Athar.
__ADS_1
"Olive di antar sama kak Mike," jawab Olive.
"Oh begitu. Ya sudah kamu hati-hati," ucap Athar mengingatkan.
"Baiklah kalian berdua happy ya. Ingat ada apa-apa juga tidak apa-apa," ucap Olive lagi dengan becandaan.
"Olive," kesal Anna. Namun Olive hanya tersenyum dan langsung pergi.
Setelah Anna memastikan Olive pergi. Anna langsung menghampiri Athar, " maaf aku tidak sengaja," ucap Anna yang merasa tidak enak dengan perut Athar yang pasti sekarang masih sakit.
"Masih sakit ya?" tanya Anna dengan wajah merasa bersalahnya. Athar menganggukkan kepalanya dengan raut wajah manjanya.
"Maaf ya. Aku tadi hanya refleks. Aku benar-benar kaget," ucap Anna yang merasa bersalah.
"Tidak apa-apa. Sudah tidak separah tadi sakitnya. Lagian kenapa sih. Kalau Olive tau. Kalau kita sudah kembali seperti dulu. Aku perhatikan kamu seperti tidak ingin Olive tau?" tanya Athar.
"Bukan begitu Athar, bukan aku tidak mau Olive tau atau tidak. Hanya saja aku belum ingin mengumbar- ngumbar hubungan kita. Aku tau kok Olive pasti akan mensuport apapun keputusanku. Namun ini terlalu cepat. Jadi biarlah seperti ini dulu dan lagian tanpa kita kasih Olive juga pasti tau. Terlihat dari cara dia bicara tadi," ucap Anna.
"Baiklah, terserah kamu saja. Aku mengikut kamu saja," ucap Athar.
"Sekali lagi aku minta maaf, aku benar-benar tidak sengaja membuatmu seperti ini," ucap Anna yang tetap merasa bersalah.
"Sudah lupakan. Ayo kamu lanjutkan masak. Aku sudah Tidka sabar ingin menikmati masakan kamu," ucap Athar.
"Kamu tidak marah kan?" tanya Athar.
"Athar geleng-geleng dan Anna tersenyum yang kembali melanjutkan memasak yang sekarang di temani oleh Athar sang kekasih.
**********
Sangat banyak kesempatan untuk Anna dan Athar berduaan. Yang mana pasangan itu sekarang sedang menikmati udara malam yang berjalan-jalan santai. Walau cuaca dingin di kota New York tidak menjadi alasan untuk mereka untuk tidak berjalan-jalan.
Sebenarnya tadi banyak keluarga Athar, yang sudah datang, bahkan Maya dan Aurelia juga sudah tiba di New York. Anna dan Athar hanya mencari-cari waktu dalam kesempatan untuk berduaan.
Yang sekarang mereka berdiri di atas jembatan dengan berdiri berdampingan dengan menatap langit yang indah di atas sana.
"Apa tidak ada yang sadar kalau kita hilang tiba-tiba?" tanya Anna.
"Biarkan saja," sahut Athar menjawab dengan santai membuat Anna tersenyum melihat Athar.
"Aku berharap semoga besok acara Gibran lancar," ucap Anna yang ternyata acara Gibran sudah sampai pada finalnya.
"Aku juga mengharapkan hal yang sama," sahut Athar dengan tersenyum mengangguk. Anna menghela napasnya kedepan dengan perlahan.
"Anna!" tegur Athar membuat Anna melihat kearah Anna.
"Ada apa?" tanya Anna.
"Mari menikah," jawab Athar. Anna mendengarnya jelas terkejut. Dengan lamaran Athar terkesan datar yang langsung mengajaknya menikah. Hanya mengucapkan 2 kata tanpa persiapan apa-apa membuat Anna benar-benar tidak tau harus berekspresi seperti apa.
__ADS_1
Bersambung.