Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 257 Berpenampilan cantik.


__ADS_3

Malam ini Athar berada di rumah Anna yang mana sedang duduk di sofa dengan menscroll ponselnya dengan satu kakinya di letakkan di atas pahanya.


Sementara Anna ternyata berada di dalam kamar yang mana Anna terlihat make up di depan cermin. Dia tampak centil dengan dress putih selutut nya dengan tangan yang turun yang membuat bahunya indahnya terlihat.


Untuk bagian rambutnya Anna membiarkan saja tergerai panjang dengan di beri pita putih di bagian kirinya yang mana Anna terlihat sangat cantik dan centil dengan polesan make up tipis dan aksesoris kalung yang di berikan Athar padanya. Anting kecil dan gelang dari mamanya.


" Oke sudah selesai. Aku rasa cukup. Jika terus mengotak-atik penampilanku yang adanya nanti seperti ondel-ondel. Jadi sebaiknya di sudahi saja per make up an ini," ucap Anna yang masih melihat-lihat apa yang kurang dari penampilannya dan merasa benar-benar cukup. Anna menyemprotkan Parfum dan mengambil ponsel dan tasnya dan keluar dari kamarnya.


" Aku sudah selesai," ucap Anna dengan cerianya.


Athar tersenyum dengan melihat ke arah Anna yang masih berdiri di depan kamar dengan tersenyum kecentilan layaknya seperti putri cantik.


" Apa ada yang salah?" tanya Anna heran dengan eksperesi Athar. Athar langsung berdiri dan berjalan mendekati Anna.


" Tidak ada yang salah. Ya sudah sekarang kita pergi!" ajak Athar dengan lembut.


" Hmmm, tunggu dulu. Kita mau kemana?" tanya Anna yang belum tau tujuan Athar mengajaknya kemana.


" Makan malam di rumah," jawab Athar.


" Di rumah kamu," ucap Anna yang mendadak senyumnya itu hilang. Athar mengangguk.


" Athar aku datang kesana harus ngapain. Aku datang sebagai temannya Olive. Kalau begitu aku tidak perlu berpenampilan seperti ini," ucap Anna panik.


" Anna, untuk apa datang sebagai teman Olive. Papa dan mama juga pasti sudah tau kalau kita ada hubungan. Jadi jangan berlebihan. Kita bisa menyembunyikan hubungan kita dari teman-temanmu dan juga dari para pekerja di Perusahaan. Tetapi keluargaku tanpa kita sembunyikan atau di beritahu. Mereka sudah tau kita ada hubungan. Jadi stop panik seperti ini," jelas Athar.


" Tapi aku jadi gugup Athar. Jika harus bertemu keluargamu sebagai kekasihmu. Nanti aku bingung harus berbuat apa," ucap Anna.


" Hey, kenapa harus bingung. Aku juga tidak memintamu harus ini atau itu. Kamu hanya seperti biasa. Apa adanya kamu. Jadi jangan terpaksa harus merubah diri, mengubah cara perlakuan kamu. Anna aku hanya mencintai kamu apa adanya. Jadi tetaplah menjadi Anna yang seperti aku kenal pertama kali," ucap Athar dengan menatap intens kekasihnya itu.

__ADS_1


Anna menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan.


" Baiklah kalau begitu aku siapa bertemu keluargamu sebagai kekasihmu," ucap Anna dengan yakin.


" Ini yang aku mau. Ya sudah sekarang ayo kita pergi. Jangan sampai kita telat lagi," ucap Athar yang ingin melangkah. Namun Anna masih menahan dirinya.


" Ada apa lagi Anna?" tanya Athar.


" Katakan kepadaku bagaimana penampilanku hari ini. Apa aku cantik atau tidak?" tanya Anna yang ternyata ingin di puji.


Athar mendengus dengan senyuman memegang pipi Anna, " kamu sangat cantik," jawab Athar singkat.


" Aku tau itu. Ayo pergi!" ajak Anna yang langsung berjalan terlebih dahulu. Athar hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Anna yang tidak bisa tertolong lagi. Bagaimana mungkin setelah mendapat pujian dari pacarnya dia langsung pergi begitu saja dan bahkan Athar yang menutup pintu rumah itu dan sekalian mengkuncinya.


Setelah itu mereka sama-sama memasuki mobil dan Athar memakai sabuk pengaman. Anna juga memakainya. Namu tiba-tiba mata Anna di fokuskan pada suatu hal di depannya dan membuatnya kaget dan mendadak langsung menunduk dan bahkan menurunkan sedikit tubuhnya.


" Lihat di depan ada Sana," ucap Anna. Athar pun melihat Sana yang memasuki pekarangan perumahan dan pasti Sana ingin menemui Anna.


" Lalu?" tanya Athar heran.


" Lalu apa. Ya kalau Sana melihat kita berdua. Dia bakalan tau hubungan kita," ucap Anna yang terus bersembunyi. Athar menghela napasnya melihat Anna.


" Anna bukannya biasa ya. Sana, Lisa itu tau. Kita sering satu mobil berdua dan juga sering berduaan dan aku rasa baginya ini pasti biasa saja. Kamu itu jangan berlebihan, Sana tidak akan mengerti apa-apa," ucap Athar.


" Tidak Athar. Sana akan curiga. Kamu lihat penampilan ku seperti ini. Dia pasti curiga kenapa juga aku dandan seperti ini. Jadi sebaiknya biarkan aku bersembunyi seperti ini," ucap Anna yang panik melihat Sana.


Athar hanya geleng-geleng dengan menghela napas. Terserah lah Anna mau seperti apa.


" Kalau dia sudah naik. Baru lajukan mobilnya!" perintah Anna.

__ADS_1


" Iya Anna," jawab Athar yang pasrah.


Athar pun melihat terus ke arah Sana yang berjalan ingin menaiki anak tangga. Namun langkahnya terhenti ketika melihat mobil yang tidak asing baginya dan mobil. Namun Sana yang tidak peduli akhirnya melanjutkan langkahnya menaiki satu persatu anak tangga.


" Dia sudah pergi Anna," ucap Athar.


" Benar dia sudah pergi?" tanya Anna yang masih tidak percaya.


" Hmmm," jawab Athar. Anna yang kurang yakin mengintip dulu dengan mengangkat kepalanya dan memang dia memastikan jika Sana sudah menaiki anak tangga. Anna langsung menghela napas panjang-panjang kedepan.


" Syukurlah kalau begitu. Aku merasa lega," ucap Anna mengusap-usap dadanya.


" Ya sudah sekarang kita pergi!" ucap Athar yang memakaikan Anna sabuk pengaman supaya prosesnya lebih cepat. Setelah selesai melakukannya Athar melihat ke arah Anna yang berada di depannya yang masih mengatur napasnya.


" Kau akan terus seperti ini. Apa tidak cepek?" tanya Athar menatap intens kekasihnya yang begitu dekat di depannya itu.


" Ini hanya sementara," jawab Anna.


Athar tidak bicara lagi dan berekspresi datar saja dan ingin mencium bibir Anna yang begitu dekat dengannya. Namun Anna menghentikannya dengan menempelkan 2 jarinya di bibir Athar. Membuat Athar menaikkan 1 alisnya dan melihat ke arah Anna penuh tanya.


" Aku baru memakai lipstik nanti belepotan," ucap Anna dengan suara yang masih mengatur napasnya. Athar menyinggirkan tangan Anna dari bibirnya dan mengecup bibir Anna sekilas.


" Jika begini tidak akan belepotan," ucap Athar tersenyum dan kembali ke posisi duduknya.


" Issss, kau selalu saja, cari-cari kesempatan," geram Anna. Athar tidak menggubris apa kata Anna dan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan santai. Dan Anna sudah lumayan lega yang tidak jadi ketahuan oleh Sana.


Karena bisa berabe kalau dia dan Athar ketahuan pacaran. Athar juga pasrah dan terserah Anna mau tetap menyembunyikan atau tidak. Yang penting tidak mempengaruhi hubungannya dengan Athar.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2