
Setelah acara pernikahan selesai dengan sempurna. Anna dan Athar bahkan sudah memasuki kamar pengantin mereka. Kamar pengantin yang seperti biasanya yang di siapkan dengan sempurna. Ala-ala pengantin baru seperti biasa pada umumnya. Penuh dengan mawar-mawar baik di lantai maupun di atas tempat tidur yang di beri seprai putih.
Dengan kamar yang remang-remang, tidak terlalu terang dan tidak terlalu gelap. Lebih terlihat warna biru-biru yang sangat indah. Anna sendiri sudah mengganti pakaiannya dengan piyama berwarna silver yang panjangnya sepahanya dengan lengan 3 suku yang duduk di meja rias yang sedang merapi-rapikan dirinya.
Tidak lama Athar keluar dari kamar mandi yang ternyata habis bersih-bersih. Athar keluar dengan menggunakan bathrobe putih dengan rambutnya yang basah. Tujuan matanya langsung mengarah pada Anna yang pasti menurutnya sangat cantik ya namanya juga istrinya pasti cantik lah.
"Kamu sudah selesai mandi?" tanya Anna dengan suara lembut. Athar hanya menganggukkan kepalanya.
"Oh begitu ternyata," sahut Anna yang mendadak sangat gugup dan tidak tau mau bicara apa lagi.
"Aku carikan baju ganti sebentar," ucap Anna yang langsung berdiri dari tempat duduknya menuju lemari untuk mencarikan Athar baju ganti. Namun saat Anna melewatinya Athar menahan tangannya dan langsung memeluknya dari belakang dengan erat yang membuat Anna tersenyum namun sangat gugup.
"Jangan kemana-mana tetaplah seperti ini," ucap Athar yang memeluk erat Anna dengan menempelkan pipinya pada Anna.
"Memang aku mau kemana. Bukannya sekarang kita sudah suami istri. Jadi aku akan terus ada di sampingmu," ucap Anna.
"Kamu benar. Kita sudah menikah yang artinya kamu akan selalu terus berada di sampingku dan aku tidak percaya jika kita bisa sampai ketahap ini," ucap Athar.
"Hmmm, sama aku juga tidak percaya," sahut Anna.
Athar membalikkan tubuh Anna yang membuat Anna menghadap Athar dengan Athar memeluk pinggang Anna dan Anna mengalungkan tangannya ke leher Athar.
"Kamu bahagia?" tanya Athar.
"Aku sangat bahagia, sampai aku tidak bisa mengatakan kebahagiaan ku seperti apa," jawab Anna dengan senyumnya yang penuh dengan kebahagiaan yang tidak bisa di gambarkannya.
"Sekarang kita berdua sudah menikah dan sudah sah menjadi suami istri jadi alangkah baiknya jangan panggil aku dengan sebutan nama lagi," ucap Athar.
Anna mengkerutkan dahinya mendengarnya.
"Lalu mau di panggil apa?" tanya Anna.
"Panggil sayang," jawab Athar yang ingin mendengar kembali panggilan sayang itu membuat Anna tertawa mendengarnya.
"Baiklah sayang," jawab Anna dengan tersenyum. Athar mencium lembut keningnya yang membuat Anna memejamkan matanya.
"Aku mencintaimu Anna," ucap Athar yang tidak tau sudah yang keberapa kali mengucapkan cinta pada Anna.
"Aku juga mencintaimu Athar," sahut Anna dengan tersenyum mengangguk. Athar langsung menggendong Anna ala bridal style yang membuat Anna kaget dengan Athar. Di mana Athar langsung mengangkat tubuh itu keatas ranjang di atas mawar-mawar yang berserakan di atas tempat tidur.
Anna sebenarnya dek-dekan dengan Athar yang begitu intim kepadanya. Namun Anna harus tau ini malam pertamanya dengan Athar dan bagaimana pun dia harus menyerahkan dirinya pada suaminya yang barusan saja menghalalkankan nya.
Dengan wajah mereka yang berdekatan Athar mencium lembut kening Anna kembali dengan Anna memejamkan matanya. Mata mereka kembali bertemu dengan sangat dalam dan penuh cinta.
Mata Athar berpindah pada bibir Anna dan ingin menciumnya namun tiba-tiba Anna menutup mulut Athar dengan jarinya membuat Athar heran dengan tingkah Anna.
"Kita akan melakukannya sekarang?" tanya Anna dengan pelan. Athar menyinggirkan tangan Anna dari bibirnya dengan Athar tersenyum miring.
"Melakukan apa?" tanya Athar dengan menaikkannya alisnya.
"Ya itu, melakukan hal..."
"Hal apa?" tanya Athar dengan mendesak yang sepertinya sengaja menggoda Anna.
"Hmmmm, itu, Hmmmm," wajah Anna begitu memerah yang tidak bisa menjawab pertanyaan Athar.
"Itu apa Anna?" tanya Athar lagi.
Anna mengangkat kepalanya dan berbisik di telinga Athar, "malam pertama," kata-kata itu membuat Athar mendengus tersenyum apa harus berbisik orang tidak ada siapa-siapa juga di kamar mereka. Namun Athar yang adanya gemes dengan Anna yang memang ingin langsung di sarangnya.
"Kok kamu ketawa sih, memang ada yang lucu apa," ucap Anna dengan wajah cemberutnya yang merasa di ejek oleh Athar.
"Kamu yang lucu, sangat menggemaskan," ucap Athar dengan mengusap-usap lembut pipi Anna.
"Memang aku anak kecil apa yang menggemaskan," sahut Anna dengan bibirnya yang manyun.
"Kami lebih dari anak dan anak kecil ini sekarang banyak taunya. Ayo katakan kepadamu dari mama mendapatkan kata-kata malam pertama itu?" tanya Athar yang berbicara begitu dekat dengan Anna yang berada di atas tubuh Anna.
"Aku sudah dewasa. Jadi wajarlah aku tau. Kamu itu aneh," sahut Anna.
"Benarkah sudah dewasa?" tanya Athar. Anna menganggukan kepalanya.
"Kalau begitu katakan bagaimana itu malam pertama?" tanya Athar.
__ADS_1
"Isssss, sayang kamu apa-apaan sih, kenapa menyebalkan sekali, ahhhh sudahlah," sahut Anna dengan suara manjanya yang mulai ngambek dengan Athar dengan memalingkan wajahnya ke kiri yang tidak mau bertatap wajah dengan Athar.
Melihat istrinya yang ngambek membuat Athar yang adanya tambah gemes dengan Anna.
"Aku hanya bercanda jangan marah," ucap Athar dengan lembut. Namun Anna tetap mengalihkan pandangannya yang tetap tidak mau melihat Athar sampai Athar memegang dagu Anna untuk mensejajarkan wajah mereka.
"Hey, aku di depanmu, lihat aku," ucap Athar dengan lembut.
"Kamu menyebalkan," ucap Anna.
"Maafkan aku," ucap Athar, "jangan marah Anna. Aku benar-benar minta maaf," Athar menghilang lagi kata maafnya sampai Anna menganggukkan kepalanya dengan teraneh membuat Athar kembali mencium kening Anna.
"Sekarang aku yang bertanya apa malam ini kita harus melakukannya?" tanya Athar yang meminta izin dulu.
"Hmmm, bagaimana kalau tidak sekarang, karena aku capek banget," ucap Anna dengan pelan yang sangat takut Athar marah.
"Baiklah kalau begitu aku tau kamu capek hari ini. Jadi kita istirahat saja ya," ucap Athar yang menuruti istrinya. Anna menganggukkan kepalanya dan Athar langsung mengambil posisi untuk berbaring di samping Anna dan Athar juga langsung menarik Anna kedalam pelukannya.
Yang pasti Anna sangat nyaman berada di pelukan suaminya itu.
"Istirahatlah," ucap Athar.
"Kamu juga," ucap Anna.
"Hmmm, pasti," sahut Athar yang kembali mencium pucuk kepala Anna yang perlahan ke-2nya memejamkan mata mereka. Memang tidak ada gunanya melakukan malam pertama kalau ke-2nya sama-sama lelah. Jadi alangkah baiknya mereka menunda dulu yang memilih untuk beristirahat.
***********
Mentari pagi kembali tiba Anna dan Athar masih berada di dalam kamar yang mana keduanya masih berada di atas ranjang yang masih tertidur dengan lelap dengan posisi yang sama yang mana Anna masih berada di pelukan Athar.
Namun perlahan-lahan Anna membuka matanya yang mungkin merasa sudah waktunya bangun, ketika mata itu terbuka dengan sempurna pandangan matanya langsung melihat ke indahan yaitu ciptaan tuhan yang siapa lagi jika bukan Athar yang masih berada di depannya.
Anna tersenyum dengan mengusap lembut pipi Athar, di mana jemari Anna yang lembut langsung mengusap lembut pipi Athar, jari indah itu menelusuri pipi sampai kemata Athar meraba-raba setiap bentuk di wajah itu.
Ternyata apa yang di lakukan Anna membuat Athar terbangun dengan membuka matanya perlahan dan langsung melihat kearah Anna.
"Morning," sapa Anna dengan lembut.
"Apa aku mengganggu?" tanya Anna.
"Tidak sama sekali. Tidur kamu bagaimana?" tanya Athar.
"Sangat nyenyak," jawab Anna, "kamu sendiri bagaimana apa tidur nyenyak?" tanya Anna.
"Hmmm, bagaimanapun tidak tidur nyenyak ada seseorang yang aku cintai di sampingku," ucap Athar dengan tersenyum lebar. Membuat Anna juga tersenyum.
"Ya sudah kalau begitu, ayo kita turun yang lain pasti sudah menunggu kita," ucap Anna.
"Baiklah!" sahut Athar.
"Aku mandi duluan," ucap Anna. Namun Athar langsung menahan tangan Anna ketika Anna hendak turun dari atas ranjang.
"Ada apa?" tanya Anna heran.
"Kamu belum memberikan ku morning kiss," ucap Athar membuat Anna mengkerutkan dahinya.
"Apa harus di berikan?" tanya Anna. Athar menganggukkan kepalanya. Anna menghela napasnya dan langsung mencium pipi Athar.
"Sudah," ucap Anna dengan tersenyum.
"Tidak hanya di situ saja. Tetapi di sini juga," ucap Athar dengan menunjukkan bibirnya.
"Isss kamu ini benar-benar ya," geram Anna. Namun walau geram Anna tetap melakukannya yang langsung mengecup bibir Athar sekilas. Saat Anna ingin melepas Athar menahannya dan malah mencium Anna dengan dalam-dalam membuat Anna kaget. Namun menutup matanya saat ciuman itu berlangsung.
Pagi-pagi mereka sudah saling romantis aja yang berciuman di pagi hari. Maklum masih baru-baru menikah jadi sangat wajar keduanya masih saling romantis-romantisnya.
************
Lain sisi keluarga besar Anna dan Athar sedang melaksanakan sarapan bersama yang kebetulan Jennie, Mahendra, Marko dan Lisa juga masih ada di sana. Mereka semua ikut sarapan bersama dengan Athar.
"Kak Athar dan Anna kenapa lama sekali turunnya," ucap Olive yang selalu saja tidak bisa tenang. Jika melihat ada yang absen.
"Namanya juga pengantin baru Olive. Jadi wajarlah," sahut Lisa.
__ADS_1
"Isss, pengantin baru juga nggak usah harus bangun kesiangan juga kali," sahut Olive yang malah kesal.
"Hey, makanya kamu itu cepat nikah, biar tau kalau pengantin baru itu memang wajib bangun siang," sahut Gibran.
"Memang Olive sudah dewasa makanya harus di suruh menikah. Perasaan Olive masih anak-anak," sahut Derry dengan becandaan.
"Oh iya sampai lupa lagi," sahut Gibran.
"Sayang kamu ini ya, nanti Olive ngambek loh," tegur Sana.
"Sudah-sudah jangan menggoda adik kalian terus," sahut Maharani.
"Namanya si tukang ngambek sih," sahut Gibran.
"Apa sih," sahut Olive dengan kesal.
"Sudah jangan mengganggu asik kalian lagi. Oh iya Olive pria yang bersama kamu tadi malam siapa?" tanya Ari Purnama tiba-tiba yang membuat Olive kaget.
"Kamu punya pacar Olive," sahut Aurelia yang cukup terkejut.
"Serius ya ampun ternyata Olive bukan anak kecil lagi," sambung Derry lagi yang punya bahan untuk menggoda adiknya sampai Aurelia harus mencubit lembut Derry agar tidak menggoda Olive lagi.
"Cie, Olive," Sana dan Lisa langsung menggoda Olive membuat Olive jadi kesal.
"Apa sih papa. Pria yang mana," sahut Olive dengan wajahnya yang memerah.
"Yang tadi malam, papa lihat kamu sangat dekat dengannya," sahut Ari Purnama.
"Oh itu. Itu kak Mike temannya kak Athar," jawab Olive yang baru mengingat.
"Jadi teman Athar yang lagi dekat sama kamu," sahut Gibran.
"Kak Gibran udah deh nggak usah mulai lagi," sahut Olive kesal.
"Papa hanya bertanya saja Olivie, papa lihat kamu dekat dengannya dan papa belum pernah bertemu dengannya sebelumnya dan Athar juga tidak mengenalkannya," sahut Ari Purnama.
"Mike itu teman kuliah Athar Om dan kebetulan menetap di New York," sahut Jennie yang juga mengenal dekat Mike.
"Ohhh, begitu rupanya," sahut Ari Purnama.
"Mungkin kak Athar lupa mengenalkannya. Dia juga yang bantu Olive dan Anna menyiapkan acara kak Gibran. Jadi Olive sama kak Mike tidak ada apa-apa sama sekali," ucap Olive dengan menegaskan.
"Ada apa-apa juga tidak apa-apa," sahut Marko.
"Kita oke-oke aja kok," sahut Gibran lagi.
"Terserah kalian," ucap Olive dengan kesal. Maharani hanya geleng-geleng dengan kelakukan putranya yang sangat jahil pada anak bungsunya itu.
"Itu Athar sama Anna sudah datang," sahut Maya.
"Pagi semuanya, maaf kami terlambat," ucap Athar yang menarik kursi untuk sang istri.
"Tidak apa-apa di maklumi," sahut Anjani dengan tersenyum.
"Ya sudah Anna Athar, ayo kalian juga mulai sarapan," sahut Chandra.
"Iya pah. Oh iya keadaan papa bagaimana?" tanya Anna.
"Memang papa kenapa. Papa baik-baik aja," sahut Chandra yang selalu merasa baik.
"Syukurlah kalau begitu," sahut Anna yang pasti sangat lega.
"Ya sudah sayang, ayo kalian berdua sarapan," sahut Maya. Athar dan Anna saling mengangguk.
"Hmmm, ciri-cirinya malam wajibnya tidak terlaksana nih," sahut Marko yang tiba-tiba membuat Anna dan Athar sama-sama mengkerutkan dahi mereka.
Marko mungkin bisa melihat Anna dan Athar tidak keramas sama sekali.
"Marko kamu ini yah," tegur Anjani.
"Canda," sahut Marko dengan tersenyum pada Athar. Anna dan Athar jadi canggung kan. Marko sih.
Bersambung
__ADS_1