Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 293 Berdamai.


__ADS_3

Anna dan Aurelia masih berada di atas panggung yang akan memberikan beberapa penghargaan. Untuk memberikan penghargaan kepada 2 pemenang. Beberapa orang yang memiliki jabatan tinggi di Perusahaan itu ikut naik ke atas panggung menyerahkan penghargaan kepada Anna sang pemenang dan Aurelia sebagai rune-up. Termasuk Athar dan Ari Purnama pastinya.


" Selamat Aurelia, kamu sudah melakukan yang terbaik," ucap Ari Purnama mengalungkan mendali pada Aurelia, sembari berjabat tangan.


" Makasih om, Om juga banyak mensuport Aurelia," ucap Aurelia dengan tersenyum ketulusan," Ari Purnama mengangguk dan sekarang giliran Anna yang di kalungkan mendali.


" Selamat Anna! kamu sangat hebat. Selamat bekerja sama dengan Perusahaan kami," ucap Ari Purnama.


" Terimakasih Om. Om juga banyak membantu Anna, memberi Anna masukan. Terima kasih untuk semuanya Anna benar-benar bahagia," ucap Anna dengan senyum kebahagiaan. Ari Purnama mengangguk dan menepuk bahu Anna.


Kemudian Athar juga memberikan boucket bunga untuk Aurelia yang pertama kali. Setelah memberinya Athar juga berjabat tangan dengan Aurelia.


" Kamu sudah menjadi pemenang Aurelia. Kamu menampilkannya yang terbaik. Semoga kedepannya kamu bisa berkarya lebih banyak lagi," ucap Athar memberikan semangat Aurelia.


" Makasih Athar. Semua ini berkat kamu. Kamu banyak memberiku kesempatan. Aku sangat berterima kasih untuk kesempatan yang kamu berikan," ucap Aurelia. Athar hanya mengangguk dengan tersenyum. Lalu Athar menuju Anna berdiri di depan Anna dan memberikan Anna boucket bunga tersebut.


" Aku bangga padamu," ucap Athar yang benar-benar tulus. Anna tersenyum dan memeluk Athar. Athar bahkan mencium kening Anna yang tidak ada lagi di tutupi nya hubungannya. Justru dia ingin dunia tau wanita yang di peluknya itu adalah orang yang di cintainya.


Para media yang melihat ganjil langsung memotret untuk menciptakan berita yang pasti akan menjadi trending topik.


" Kamu sangat hebat Anna, kamu membuktikan, bahwa kamu mampu dan aku benar-benar sangat bangga kepadamu," puji Athar lagi.


" Makasih ini semua karena kamu yang terus mendukungku dan memberikanku banyak kebahagian," jawab Anna yang wajahnya masih berada di dada bidang kekasihnya itu.


Aurelia yang melihat hal itu tersenyum. Ya mungkin dulu jika melihat Anna dan Athar seperti itu dia sangat cemburu dan iri. Namun sekarang dia menyadari bahwa Anna adalah wanita yang di cintai Athar dan justru dia begitu bahagia melihat kebahagian Anna dan hatinya juga terasa begitu plong.


***********


Acara sudah selesai. Tinggal pulangnya saja. Namun terlihat Ari Purnama berbicara serius dengan Gibran.


" Aku menerima hukuman apapun yang di berikan kepadaku. Aku mengakui semua kesalahanku dan pantas mendapatkan hukuman. Aku juga bukan anak papa dan aku tidak akan meminta toleransi apa-apa dari papa. Aku siap di penjara. Beberapa hari ini aku tidak langsung melapor pada Polisi atas apa yang aku lakukan. Karena aku ingin berguna sekali saja saat acara kompetisi itu. Dan kompetisi sudah berakhir. Aku menerima hukuman dari papa," ucap Gibran menundukkan kepalanya yang mengakui kesalahannya.


" Gibran kesalahan kamu bukan hanya pada papa saja. Justru Athar dan juga Anna. Masalah kecurangan yang kamu lakukan di Perusahaan. Papa memaafkannya. Tetapi yang lainnya, kejahatan kriminal yang kamu lakukan. Sebagai orang tua papa memaafkan kamu. Tapi sebagai orang tua juga papa ingin kamu bertanggung jawab atas kesalahan kamu. Agar kedepannya kamu bisa lebih baik lagi," ucap Ari Purnama.


Gibran mengangkat kepalanya dengan air matanya menetes.


" Setelah apa yang aku lakukan dan setelah aku mengetahui kebenarannya. Papa masih mengakuiku sebagai anak. Apa aku masih bisa menganggap papa dan mama adalah orang tuaku?" tanya Gibran.


Ari Purnama menepuk bahu Gibran dengan tersenyum, " aku merawatmu dari kecil. Bisa di katakan kau teman hidupku. Aku melupakan semua masa lalu. Dan kau Gibran Alexander Sanjaya Purnama adalah putraku. Jadi kau tetap anakku dan orang tua yang baik adalah orang tua yang memaafkan anaknya. Namun tetap akan memberikan anaknya hukuman. Karena itu orang tua yang baik," ucap Ari Purnama.

__ADS_1


Gibran langsung memeluk Ari Purnama dengan erat yang mungkin baru pertama kali Gibran menangis terisak-isak seperti orang lemah.


" Aku akan mempertanggung jawabkan semua kesalahanku. Aku tidak akan membuat papa kecewa lagi. Aku berjanji akan menjadi lebih baik. Aku menjadi orang yang jauh lebih bertanggung jawab lagi," ucap Gibran dengan tulus dan penuh penyesalan.


" Papa percaya pada kamu," sahut Ari Purnama menepuk-nepuk bahu Gibran.


********


Anna, Aurelie, Maya, Anjani, Lisa, Sana dan Athar, Jennie dan Mahendra sekarang berada di luar Perusahaan setelah acara selesai. Mereka berminat untuk melanjutkan dengan makan-makan bersama.


" Kita makan di mana hari ini?" tanya Anna.


" Karena Anna yang menang jadi Anna yang menentukan tempatnya," jawab Maya.


" Hmmm, di mana ya," sahut Anna dengan berpikir.


" Anna aku tau," sahut Sana.


" Di mana?" tanya Anna.


" Tempat kita biasa aja, langganan," sahut Sana.


" Orang-orang kayak gini. Maksud apa?" tanya Athar heran.


" Tidak apa-apa. Baiklah kita makan di sana saja," sahut Anna mengedipkan sebelah matanya pada Sana membuat Athar curiga. Pasti ada sesuatu. Ya karena Anna orangnya ada-ada saja.


" Ya sudah kalau begitu mari kita makan. Mahendra kamu juga ikut ya," ucap Maya.


" Tidak usah Bu saya pulang saja," sahut Mahendra menolak.


" Tidak Mahendra kamu harus ikut," tegas Maya dan Mahendra tampaknya tidak bisa menolak. Mungkin Mahendra agak canggung. Karena ada Jennie. Jennie memang jelas ikut karena sebelumnya Athar memerlukannya untuk menyetir.


" Ya sudah kalau begitu kita sekarang pergi saja," sahut Anjani. Yang lain mengangguk dan ingin melangkah.


" Tante Maya!" tiba-tiba suara Olive terdengar membuat semua tidak jadi pergi dan melihat ke arah Olive.


Dan Maharani, Derry, Ari Purnama dan Gibran menyusul Olive yang katanya ingin pulang. Namun Olive malah menghampiri Maya dan yang lainnya membuat Maharani dan yang lainnya juga menyusul. Seperti biasa jika Maharani begitu dekat dengan Maya jadi Maharani sedikit canggung-canggung.


" Olive ada apa?" tanya Maya.

__ADS_1


" Mama Olive ingin minta maaf," jawab Olive.


Maharani terkejut mendengarnya. Perasaan dia tidak bicara apa-apa dan ini membuatnya menjadi gugup. Apa lagi Maya sudah melihatnya. Sementara yang lainnya tersenyum yang menunggu moment itu.


" Ayo mah, katanya mau minta maaf, Tante Maya baikku," sahut Olive menarik Maharani.


" Olive kamu ini," Maharani begitu gugup dan tepat berdiri di depan Maya yang membuatnya sangat gugup dan tidak berani melihat Maya di depannya itu sampai akhirnya di pun akhirnya memberanikan diri untuk melihat Maya.


" Maya! aku_aku_ aku minta maaf," ucap Maharani dengan terbata-bata. Semua orang tersenyum mendengarnya.


" Kesalahan ku sangat besar kepadamu. Aku menjadi penghiyanat dalam rumah tanggamu dan juga dalam persahabatan kita. Aku menutupi dan membantu Amelia untuk menghancurkan mu. Aku sangat jahat dan aku sudah menerima banyak sekali karma atas perbuatan ku di masa lalu. Melihat Anna membuatku sangat tersiksa di penuhi rasa bersalah. Karena gara-gara aku kehidupannya seperti itu. Aku minta maaf Maya," ucap Maharani dengan air matanya yang mengalir.


" Kenapa baru sekarang meminta maaf?" tahta Maya.


" Aku tidak punya keberanian untuk mengatakannya langsung padamu. Aku salah melakukan segalanya. Maafkan aku Maya," ucap Maharani. Maya dengan berbesar hati menganggukkan kepalanya.


" Kamu sungguh memaafkanku?" tanya Maharani tidak percaya.


" Aku sudah memaafkanmu. Kamu adalah wanita yang hebat membesarkan seorang putra dari sabatku, mendidiknya dengan baik dan bahkan punya hati yang tulus mencintai anakku. Jadi tidak ada alasanku untuk tidak memaafkan mu," ucap Maya dengan berbesar hati membuat Maharani tidak percaya dan langsung memeluk Maya yang mereka sama-sama mengeluarkan air mata.


Para penonton tersenyum haru melihat apa yang terjadi. Seharian penuh dengan keharuan dan Anna dan Olive saling bergandengan tangan yang menjadi orang paling bahagia karena mama mereka akur.


" Terima kasih Maya," ucap Maharani melepas pelukan itu. Maya hanya menganggukkan kepalanya.


" Makasih Tante sudah memaafkan mama Olive, kita akan jadi keluarga bukan. Karena kakak Olive yang tampan ini jadi menantu Tante dan teman Olive yang cantik ini jadi kakak ipar Olive," ucap Olive dengan senangnya.


" Iya-iya," sahut Athar mengacak-acak pucuk kepala adiknya itu yang lain hanya tertawa-tawa saja.


" Ya sudah sekarang ceritanya. Jadi makan atau tidak?" tanya Lisa yang sudah lelah mengeluarkan air mata.


" Jadi dong, Tante Maharani dan yang lainnya ikut ya," sahut Anna.


" Nggak usah Anna kamu saja," sahut Ari Purnama menolak.


" Tidak Om harus ikut. Katanya mau silaturahmi," sahut Anna.


" Sudah pah, mah, kita ikut aja, kak Derry, kak Gibran juga ikut. Kita ini sekarang keluarga besanan," sahut Olive dengan semangatnya dan mau tidak mau Ari Purnama harus menuruti Olive. Mereka tidak punya pilihan. Lagian untuk senang-senang. Karena sudah banyak mengeluarkan air mata.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2