
" Aku tidak takut dengan apapun. Termasuk dirimu yang sangat tidak tau sopan santun yang mengganggu kesenangan Bu Maya. Jadi menyinggir dari hadapannya. Atau aku akan mengusirmu secara paksa berengsek!" tegas Mahendra yang begitu bencinya kepada Pria yang ada di depannya.
" Berani kau mengataiku!" geram Chandra.
" Kenapa. Apa kau pikir aku takut padamu!" geram Mahendra dengan penuh kekesalan yang menantang Pria di depannya yang pasti memang tidak akan di takutinya sama sekali.
" Mahendra!" teriak suara yang menggelegar yang membuat semua orang melihat ke arah suara itu yang ternyata adalah Amelia.
Amelia berjalan cepat menghampiri Mahendra, Chandra, Maya dan Anjani.
" Dia masih punya muka untuk menemuimu," ucap Anjani pelan.
Bersama Amelia yang datang dengan penuh kemarahan saat itu juga Maharani, Ari Purnama, Olive, Lisa, Sana dan Gibran juga datang. Mereka melihat keributan dan bertanya-tanya apa yang terjadi dan memilih untuk menghadirinya.
" Kau mengenalnya Amelia?" tanya Chandra.
" Dia adalah seorang penipu. Dia yang sudah menipuku dan akhirnya Perusahaan ku jatuh ke tangan mereka," ucap Amelia yang membuat semua orang terkejut.
" Apa maksud Amelia. Mereka siapa?" tanya Maharani di dalam hatinya.
" Maksud kamu. Perusahaan kita sudah tidak ada lagi?" tanya Chandra dengan menekan suaranya yang berharap Amelia menjawab tidak.
" Iya Perusahaan keluargaku sudah di rebut dia pria ini yang menipuku yang ternyata bekerja sama dengan Maya," jelas Amelia dengan yang melihat ke arah Maya.
Sebenarnya dia begitu dek-dekan saat pertama kali bertemu Maya. Namun karena masih berharap perusahaannya jatuh kembali padanya. Dia pun memberanikan diri menemui Maya.
" Maaf nyonya Amelia. Bukannya saya sudah menjelaskan semuanya," sahut Mahendra yang berbicara begitu tenang.
" Penjelasan apa yang kau katakan. Kau telah menjebakku sehingga Perusahaan ku menjadi milikmu dan atasanmu Maya," tegas Amelia yang sangat bergetar menyebut nama Maya.
__ADS_1
Hal itu jelas mengejutkan semua orang. Namun Maya hanya mengeluarkan senyumnya mendengarkan kata-kata Amelia.
" Kau melakukannya Maya?" tanya Chandra.
" Maaf tuan Chandra kami hanya berbisnis menggunakan strategi. Dan strategi yang benar membuat kami bisa mendapatkan Perusahaan itu dan bukannya membahas masalah startegi itu dari nyonya Amelia. Karena nyonya Amelia juga melakukan strategi dalam mengambil sesuatu yang bukan milik nyonya," ucap Mahendra dengan penuh sindiran.
Amelia terdiam begitupun dengan Maharani yang ada di sana.
" Apa ini sebuah pembalasan Maya?" tanya Amelia dengan menekan suaranya.
" Maaf aku tidak melakukan pembalasan apa-apa. Dan aku juga tidak peduli bagaimana kehidupanmu dan juga dia. Aku hanya peduli pada anak-anak ku dan Perusahaan yang kau katakan telah aku ambil dengan cara menjebak. Kau salah. Tetapi kebodohanmu sendiri yang membuatmu kehilangan Perusahaan mu sama dengan kebodohan mu yang terlalu di butakan cinta sampai menghancurkan kebahagiaan ku dan anak-anak ku harus menderita di tangan Pria kejam itu!" ucap Maya dengan tegas, terlihat menahan air matanya agar tidak jatuh. Kala mengingat perbuatan kejam suaminya.
Amelia terdiam yang tidak bicara apa-apa lagi.
" Aku mempercayai mu Amelia, kita bersahabat. Tetapi kau menusuk ku dari belakang, menghancurkan keluarga yang kubangan dan anak-anak ku yang menderita karena perbuatanmu yang terobsesi pada cinta mu yang salah," lanjut Maya lagi.
" Kalian ber-2 adalah orang yang paling terkejam. Yang satu gila cinta dan rela menghancurkan keluargaku dan yang satunya gila dengan harta dan rela merusak mental anak-anak yang tidak tau apa-apa," ucap Maya menatap bergantian Maya dan Chandra yang ada di depannya.
Orang-orang di sekitar mereka, ikut sedih dan bahkan menahan air mata mendengar kisah kehidupan yang begitu kejam itu.
" Maya aku minta maaf!" sahut Chandra yang seketika berubah secepat kilat, " aku tau semua ini kesalahan ku. Aku tidak bisa mengendalikan diriku. Aku hanya ingin mengubah kehidupan kita. Aku tidak pernah mencintai dia. Aku hanya ingin kau dan anak-anak ku hidup lebih kaya dengan harta darinya. Tetapi dia yang berlebihan kepadaku," ucap Chandra yang memanipulatif keadaan yang membuat Amelia kaget.
" Sungguh Om Chandra sangat pintar memanfaatkan situasi. Dia seakan adalah seorang korban," batin Sana geleng-geleng dengan kelakukan Chandra.
" Apa yang kau katakan mas. Kau bisa-bisanya berbicara seperti itu di depanku?" sahut Amelia yang di pastikan sakit hati dengan perkataan Chandra yang masih berstatus suaminya.
" Perang akan di mulai," ucap Lisa yang hanya menjadi penonton.
" Tetapi yang aku katakan adalah kenyataan!" tegas Chandra.
__ADS_1
" Kau sungguh keterlaluan mas. Aku begitu tulus kepadamu dan aku juga bahkan berusaha untuk menjadi ibu untuk Aurelia dan Anna. Meski sampai detik ini mereka tidak menerimaku dan sering mengataiku yang tidak-tidak. Membuat hatiku sakit, menyindir. Ini dan itu dan kau setelah semuanya berubah. Aku yang sudah tidak punya apa-apa. Di depan semua orang kau bisa mengatakan semua itu," ucap Amelia yang begitu sesak mendengar perkataan suaminya itu.
" Amelia kau yang melakukan semua ini. Semua ini terjadi karena kebodohanmu. Aku sudah berusaha untuk mengembangkan perusahaan. Tetapi kau terlalu menganggapku remeh dan apa yang kau lakukan. Kau sok tau dan menghinaku yang mengatakan aku tidak bisa apa-apa dan lihat ini lah hasil dari perbuatan mu sendiri yang sudah menantangku," ucap Chandra yang semakin membuat Amelia sakit hati.
" Keterlaluan kau mas!" teriak Amelia yang mengepal tangannya, " kau benar-benar tidak tau terima kasih, sudah ku bantu dan sekarang kau mencampakkan ku dan kau berusahalah untuk membujuknya!" teriak Amelia.
" Cukup!" bentak Maya, " jangan membicarakan masalah keluarga kalian di depanku. Aku tidak punya urusan sama sekali!" tegas Maya.
" Maya percaya padaku. Aku sangat menunggu kepulangan mu. Aku tidak peduli sama sekali dengan Amelia," ucap Chandara mendekati Maya seolah ingin membujuk Maya dan untung ada Mahendra yang pasang badan di depan Chandra.
" Menyinggirlah, ini bukan urusan mu!" tegas Chandra.
" Aku sudah mengatakan jangan berani-beraninya mendekati Bu Maya. Jika tidak anda anda akan berhadapan dengan saya," tegas Mahendra.
" Aku bilang menyinggir!" bentak Chandra.
" Menyinggir Mahendra!" ucap Maya dengan suara pelan membuat Mahendra ragu. Tetapi mau tidak mau dia harus menuruti permintaan atasannya itu dan akhirnya Mahendra pun menyinggir.
" Apa yang ingin kau sampaikan. Selain pengakuan dosa mu itu?" tanya Maya.
" Aku memang melakukan kesalahan. Tetapi aku tidak pernah lepas tanggung jawab kepada Aurelia dan juga Anna. Aku merawat mereka membesarkan mereka dan aku harus setiap hari melakukan semuanya untuk mereka," tegas Chandra.
" Dengan cara memanfaatkan kami," terdengar suara serentak yang ternyata berasal dari suara Anna dan juga Aurelia.
Hal itu juga mengejutkan semua orang dan melihat ke arah Anna dan Aurelia secara bergantian. Begitu juga dengan Aurelia dan Anna yang saling melihat yang tidak percaya mereka berdua bisa mengucapkan kata yang sama dan Anna yang sejak tadi mencari kakaknya akhirnya lega menemukan makanya.
" Papa hanya memanfaatkan aku," ucap Aurelia dan Anna secara bersamaan lagi yang tidak sengaja berbicara.
Bersambung
__ADS_1