
Anna, Athar, Gibran dan Sana kembali ke meja pertama mereka yang mana keluarga semuanya masih ada di Sana.
"Sana!" sahut Maharani menyapa menantu pertamanya itu dan Sana tersenyum.
"Ayo duduk nak," sahut Maharani. Sana menganggukan dan mereka kembali duduk bersama dengan Anna, Athar dan Gibran.
"Kamu kenapa meninggalkan makan kamu. Ada apa?" tanya Maharani dengan lembut dengan memegang tangan Sana.
"Tidak apa-apa kok mah, tadi Sana hanya ketoilet saja," jawab Sana dengan bohong yang padahal dia tadi dia tadi menenagkan dirinya.
"Ya sudah kalau begitu kamu lanjutin makan ya," ucap Maharani dengan lembut. Sana menganggukan kepalanya.
"Hay semuanya," sahut Olive yang tiba-tiba saja datang.
"Kamu ini dari mana sih Oliv kenapa baru muncul sekarang?" tanya Gibran yang baru melihat adiknya itu sejak tadi berada di acara tersebut.
"Olive tadi habis dari luar," jawab Olive.
"Sama siapa?" tanya Athar.
"Tidak sama-sama siapa-siapa, hanya mengangkat telpon saja," sahut Olive.
"Alasan aja kamu ini," sahut Gibran.
"Apaan sih, pada sewot deh," sahut Olive dengan kesal.
"Bagaimana tidak sewot kalau kamu yang hilang-hilang timbul kayak tuyul," ucap Athar.
"Sayang sudah deh, jangan marah-marah sama Olive terus," sahut Anna yang membela adik iparnya itu.
"Tuh dengarin," sahut Olive yang jika ada membelanya sudah merasa jauh lebih baik.
"Sudah-sudah Olive. Kamu itu karena hilang-hilang timbul jadi kamu tidak tau kabar bahagia yang sekarang sedang ada pada kakak ipar kamu," sahut Ari Purnama.
"Kabar bahagia?" tanya Olive dengan penasaran.
"Olive Anna kakak kamu sekarang sedang mengandung," ucap Maharani.
"Serius?" tanya Olive yang pasti kaget dengan mendengar apa yang telah terjadi.
__ADS_1
"Iya Olive itu benar," sahut Maya.
"Ya ampun Anna," sahut Olive yang langsung memeluk sahabatnya itu yang bahagia dengan kehamilan sahabatnya.
"Aku akan punya keponakan sebentar lagi," ucap Olive yang tidak sabaran yang membuat yang lainnya tersenyum mendengarnya yang mana mereka juga sangat bahagia. Sana yang merasa sudah jauh lebih tenang juga ikut tersenyum sekarang.
Namun pasti matanya tidak bisa berbohong yang masih sedih karena dirinya belum di berikan kepercayaan juga. Olive yang melihat raut wajah Sana langsung menghampiri Sana dan memeluk Sana membuat Sana kaget.
"Kakak iparku yang satu ini juga sebentar lagi pasti akan di beri kepercayaan. Kakak ku ini akan segara menyusul Anna dan aku akan banyak keponakan," ucap Olive yang berusaha untuk menghibur Sana.
Yang lainnya tersenyum mendengarnya yang tau jika sebenarnya Sana sedih dan hanya berusaha untuk menyembunyikan perasaannya.
Namun Olive yang paling mengerti dan tidak ingin berlebihan dalam kehadiran calon keponakannya itu. Bukan dia tidak bahagia dan tidak eksaitit. Namun dia menjaga perasaan sahabatnya dan juga kakak iparnya itu yang belum di percaya untuk mengandung.
"Makasih ya Olive kamu sudah selalu mendoakan ku," ucap Sana.
"Jangan berterima kasih, sesama saudara memang seharusnya saling mendoakan," sahut Olive dengan tersenyum.
"Sudah-sudah sekarang sebaiknya kita makan aja setelah ini kita foto-foto sama pengantinnya tuh lihat Aurelia dan Derry dari tadi pasti sudah menunggu kita," ucap Maya.
"Iya benar," sahut Anna yang melihat kepelaminan dan memang benar Aurelia sedang mengajak Anna untuk ke pelaminan yang ingin mengabadikan moment bahagia.
Pernikahan berjalan dengan lancar dan semua acara selesai dari acara ijab kabul sampai resepsi semuanya berjalan dengan lancar.
Derry dan Aurelia juga sudah berada di dalam kamar. Seperti layaknya kamar pengantin baru yang di siapkan di hotel berbintang. Kamar pengantin baru yang indah dengan segala pernak-pernik yang indah dan romantis.
Aurelie yang sudah berganti pakaian terlihat menyisir rambutnya yang duduk di depan cermin. Sementara Derry masih di kamar mandi yang mungkin sedang mandi dan tidak lama Derry keluar dari kamar mandi dan melihat Aurelia yang berada di depan cermin.
"Kamu capek hari ini?" tanya Derry yang sepertinya kode-kode.
"Lumayan. Tapi tidak lumayan juga memang sangat lelah," jawab Aurelia yang apa adanya.
"Hmmm, begitu rupanya. Ya sudah kita istirahat saja," sahut Derry yang langsung menaiki tempat tidur dan bersandar di kepala ranjang dan Aurelia kembali pada pekerjaannya yang memakai scincare dan Derry mengambil ponselnya untuk menghilangkan kejenuhannya. Karena sebenarnya dia sangat jenuh.
"Sayang aku baru membuka pesan Lisa dan Marko memberi kita selamat atas pernikahan kita dan mereka minta maaf tidak bisa datang. Karena Lisa belum keluar dari rumah sakit," ucap Derry yang baru membaca pesannya.
"Kamu balas aja Terima kasih. Lagian tidak apa-apa kalau Lisa sama Marko tidak datang kan kita juga tau kalau Lisa baru saja lahiran," ucap Aurelia.
"Hmmm, baiklah," sahut Derry yang membalas ucapan pesan itu.
__ADS_1
Aurelia yang selesai dengan aktivitasnya langsung menaiki ranjang menyusul suaminya.
"Oh iya sayang kalau besok tidak ada halangan kita jenguk Lisa ke rumah sakit ya sekalian kiat baby nya," ucap Aurelia.
"Boleh," sahut Derry dengan mengangguk dan meletakkan handphonnya kembali di atas nakas dan Aurelia langsung mendekat pada Derry dan Derry membawanya kepelukannya.
"Aku sangat lega dengan hari ini di mana cara kita berjalan dengan lancar," ucap Derry yang merasa sangat bersyukur.
"Aku juga sayang walau aku sebenarnya sangat sedih karena papa tidak hadir," ucap Aurelia yang akan terharu jika mengingat sang papa.
"Siapa bilang papa tidak hadir. Papa hadir kok. Papa ada di tengah-tengah kita, dia sangat bahagia dengan pernikahan kita dan sangat bahagia melihat putri kesayangannya yang akhirnya menikah," ucap Derry membuat Aurelia mengangkat kepalanya dan melihat suaminya.
"Iya kamu benar," sahut Aurelia.
"Oh iya sayang bicara masalah bahagia. Kamu tau tidak kalau Anna sedang hamil," ucap Aurelia yang menyampaikan kabar bahagia itu pada suaminya.
"Anna sedang hamil?" tanya Derry yang pasti terkejut.
"Iya kamu benar. Mama tadi sempat-sempatnya membisikkan padaku dan bahkan mama dan yang lainnya baru tau tadi," ucap Aurelia.
"Alhamdulillah kalau begitu. Semoga Anna dan bayinya sehat. Besok aku akan mengabari kak Athar untuk memberikannya selamat yang mana sebentar lagi dia akan menjadi seorang ayah," ucap Derry.
"Iya aku juga berdoa semoga Anna dan bayinya sehat-sehat terus," sahut Aurelia.
"Kamu akan menjadi Tante sebentar lagi," ucap Derry.
"Iya sih," sahut Aurelia.
"Lalu kemungkinan kamu juga akan menjadi ibu sama seperti Anna. Kamu akan menyusulnya," ucap Derry mengusap-usap pucuk kepala Aurelia.
"Bagaimana bisa menyusul Anna. Kalau kita saja tidak menyukainya," sahut Aurelia dengan santainya yang memberi kode pada Derry. Hal itu membuat Derry tersenyum mendengarnya.
"Bukannya tadi katanya capek?" tanya Derry.
"Ya kalau tidak mau ya tidak apa-apa sih," sahut Aurelia yang menantang Derry membuat Derry tersenyum miring dengan menatap Aurelia dengan intens dan mendekatkan wajahnya dengan mengusap-usap lembut pipi Aurelia.
"Jadi apa ini akan menjadi malam pertama untuk kita?" tanya Derry. Aurelia mengangkat bahunya sebagai jawabannya.
Seharusnya Derry sudah tau apa yang harus di lakukannya. Yang mana sang istri sama sekali ingin menghabisi malamnya dengan suaminya dan Derry langsung mencium lembut kening Aurelia yang langsung berlanjut pada pipi Aurelia dan mencium bibir Aurelia yang di pastikan malam ini akan terlewatkan sebagai malam pertama untuk mereka berdua malam yang penuh dengan kebahagiaan untuk ke-2nya.
__ADS_1
Bersambung