
Perkataan singkat Jennie mampu membuat Athar terdiam sejenak yang tidak tau apa artinya sebenarnya.
" Athar kamu seharusnya lebih bijak dalam setiap bersikap, jangan seperti ini," ucap Jennie memberi saran temannya itu.
" Aku sudah mengatakan kepadamu jangan mencampur urusanku, jika kau membelanya dan mempercayainya. Percayailah sesukamu. Dan lihat wanita yang kau percayai. Betapa bahagianya dia yang sudah menghancurkan perasaan orang lain. Lihatlah dia! jadi jangan hanya berpihak karena dengan apa yang kau tebak-tebak saja. Aku yang mengalaminya dan aku yang tau segalanya," tegas Athar yang menunjuk posisi Anna dan Derry.
Jennie juga melihat ke arah sana, " Dia hanya ingin melanjutkan hidupnya yang tidak seharusnya sia-sia," sahut Jennie.
Jawaban itu membuat Athar mendengus kasar, " tidak sia-sia. Setelah membuat waktu orang lain sia-sia. Memperalat diriku untuk kepentingannya, semua sia-sia untuk waktuku dan dia melanjutkan karena tidak ingin waktunya sia-sia. Sangat egois bukan dirinya," ucap Athar menekan suaranya yang terlihat marah dengan pembelaan Jennie pada Anna.
" Dia sudah berusaha banyak. Aku juga melihatnya beberapa kali menjelaskan kepadamu. Dan kau yang tidak memberinya kesempatan apa-apa. Jadi aku rasa manusia juga punya batas kesabaran dan batas untuk berhenti," ucap Jennie menegaskan.
" Terus saja kau membelanya. Kau juga termakan dengan kepolosannya," sahut Athar kesal.
" Jangan menyalahkannya Athar jika dia berhenti. Karena kau yang membuatnya berhenti dengan memutuskan bertunangan dengan Aurelia!" tegas Jennie.
Athar diam dengan jakunnya yang terlihat naik turun yang sudah tidak punya kata-kata lagi untuk membalas ucapan Jennie.
" Athar justru masalah ada pada dirimu kau lah yang membuat masalah semakin banyak. Dan ketika keputusanmu yang bertunangan dengan Aurelia. Itu berarti kau menyuruhnya untuk pergi," ucap Jennie bicara dengan lembut. Tetapi sangat menusuk.
" Baiklah, aku rasa sudah cukup. Aku permisi! tetaplah profesional. Jangan gabungkan masalah pribadi dengan pekerjaan," ucap Jennie memberi ingat dan langsung pergi dari hadapan Pria yang sekarang diam terpaku itu dengan pikirannya yang pasti kembali bercabang-cabang dengan kata-kata Jennie yang harus di akuinya jika apa yang di katakan Jennie adalah kebenarannya.
Ternyata Olive yang tidak sengaja lewat mendengarkan pembicaraan ke-2 orang itu. Ya dia memanfaatkan untuk menguping.
" Jadi itu masalahnya. Kak Athar dan Anna memang sedang tidak baik-baik saja. Mereka berdua ribut karena hanya salah paham dan kak Athar terlihat begitu marah, tetapi Anna sudah berusaha untuk meminta maaf. Kak Athar tidak memberikan maaf dan malah memperkeruh suasana dengan bertunangan dengan kak Aurelia. Kalau begitu siapa yang salah dong," Olive jadi kebingungan sendiri.
" Argggghhh, mereka salah paham terus. Belum juga jadian sudah seperti itu. Huhhhhhh benar-benar ternyata ke-2 orang itu lagi galau," Olive geleng-geleng dengan kakaknya dan juga sahabatnya yang cintanya sangat begitu rumit.
__ADS_1
***********
Anna dan Derry memang terlihat mengobrol dengan santai dan sepertinya sangat nyambung. Karena memang Anna selalu mudah bergaul dengan orang lain dan Derry sendiri yang tampaknya mengetahui masalah yang terjadi antara Anna dan Athar sepertinya berusaha untuk menghibur Anna agar Anna tidak terlalu murung dan menikmati hari ini.
" Pak Derry saya mau ke toilet dulu ya," ucap Anna yang tiba-tiba ingin ke toilet.
" Hmmm, baiklah Anna," sahut Derry yang mengangguk. Anna pun langsung berdiri dan pergi untuk ketoilet.
" Hmmm semoga dia bisa menikmati hari-hari ini dengan baik," batin Derry dengan penuh harapan dan doanya.
Saat Anna yang berjalan untuk ketoilet yang melewati sekitar taman di sekitar resort tiba-tiba Anna berpapasan dengan Athar dengan jarak 3 meter saja.
Ke-2nya sama-sama menghentikan langkah mereka. Ke-2nya terlihat canggung. Namun Anna memilih untuk langsung pergi melewati Athar.
Tidak biasanya yang setiap dapat kesempatan bertemu Athar dia selalu berusaha untuk meminta maaf. Kali ini tidak dan langsung pergi karena tidak mau berurusan dengan Athar yang mana Anna sudah merasa cukup selama ini.
" Kau memang sangat pintar bersandiwara. Seakan paling tersakiti, tetapi kau menikmati segalanya dan seolah lupa dengan apa yang kau lakukan," lanjut Athar.
Anna menghela napasnya dengan perlahan mendengar kata-kata itu. " Kau yang memutus segalanya. Aku tidak bisa memaksakan apa-apa. Dan apapun yang kau pikirkan kepadaku itu adalah urusanmu. Aku sudah berusaha dengan segalanya dan kau bisa melihat usahaku dan kau yang membuatku berhenti berusaha, jadi jangan melebarkan semua permasalahan kepadaku," sahut Anna yang berbicara tidak kalah dinginnya dengan Athar.
Deg
Debaran jantung Athar berdetak kencang saat mendengar kata-kata Anna. Anna dan dia yang bersebelahan dengan arah berlawanan yang tidak saling melihat.
" Kita hanya batas karyawan dan juga atasan. Permisi pak Athar!" ucap Anna yang langsung pergi dengan bahunya yang sedikit bersentuhan dengan Athar.
Kepergian Anna membuat Athar membuang napas beratnya yang hanya diam tanpa bicara apa-apa, " Dia yang melakukannya. Dia yang seperti ini. Apa dia merasa paling tertindas," gumam Athar.
__ADS_1
Anna memang lebih baik tidak meladeni Athar. Dari pada nanti dia semakin sakit karena meladeni Athar. Athar mungkin hanya sengaja saja untuk mengatakan hal itu supaya bicara dengan Anna. Eh ternyata keduanya saling menyakiti.
**********
Hari yang terang sudah berganti menjadi malam hari, 5 pemenang itu juga menginap 1 malam di resort mewah tersebut di mana di mana mereka di fasilitas kamar 1 orang satu. Anna yang keluar dari kamar mandi yang habis bersih-bersih menuju tempat tidurnya.
Yang di sana ada Olive yang telungkup dengan kakinya yang goyang-goyang.
" Kayaknya di luar mendung!" ucap Anna melihat keluar jendela.
" Iya Anna. Padahal kita akan ada makan malam ini," ucap Aurelia.
" Makan malam di mana?" tanya Anna.
" Aku juga tidak tau, papa yang nyiapin tempatnya," jawab Olive sambil melihat-lihat handphone.
" Hmmmm, seharusnya ajak Sana dan kak Lisa ya. Biar kita ber-4 bisa happy-happy bareng," ucap Olive kepikiran 2 orang itu.
" Percuma Lisa kan lagi keluar kota Sana juga lagi sibuk tidak bisa libur kerja," ucap Anna sambil menyisir rambutnya.
" Iya sih. Tetapi kalau kita ber-2 rasanya tidak enak," sahut Olive.
" Nikmati aja, orang cuma sehari doang," sahut Anna.
" Ya sudah, kamu sudah siap belum biar kita makan malam dengan yang lain," ucap Olive.
" Iya sebentar lagi," sahut Anna.
__ADS_1
Bersambung