
Anna dan Athar bukan terjebak di Bandara melainkan mereka berdua terjebak di mobil yang berada di pinggir jalan yang mana mobil mereka sedang mogok.
"Kenapa tidak ada orang sejak tadi lewat ya," ucap Anna melihat ke sekitarnya, sementara Athar sedang melihat mesin mobil apa yang salah dengan mobil yang mereka kendarai.
"Mungkin sebentar lagi Anna," sahut Athar.
"Anginnya malah semakin kencang dan saljunya juga turun semakin deras," ucap Anna yang melihat di sekitarnya dan bahkan merasa semakin dingin membuat Athar juga melihat ke sekitarnya yang merasa ada yang tidak beres dengan cuaca tersebut.
"Anna sebaiknya kamu masih!" titah Athar yang tidak tega melihat Anna kedinginan.
"Kamu juga. Sepertinya cuacanya semakin parah," sahut Anna yang menyarankan.
"Baiklah ayo kita masuk!" ucap Athar yang setuju karena memang tubuhnya tidak kuat dengan cuacanya yang seperti itu.
Mereka berdua memasuki mobil dan menutupnya. Udaranya lumayan tidak sedingin sebelumnya. Athar juga langsung menghidupkan penghangat di mobil tersebut. Namun tampaknya tidak terlalu berpengaruh karena cuaca yang begitu dingin.
"Aku akan coba telpon Mike untuk membantu kita," ucap Athar. Anna mengangguk.
"Tidak ada sinyal," ucap Athar yang baru menelpon.
"Lalu bagaimana?" tanya Anna.
"Kita tunggu saja sampai ada yang lewat. Lalu meminta bantuan mereka," ucap Athar.
"Baiklah kalau begitu," sahut Anna dengan menganggukan kepalannya yang menurut saja. Untuk menghilangkan kejenuhan Athar menghidupkan radio. Namun di awali dengan pemberitaan masalah cuaca hari ini yang membuat Athar dan Anna saling melihat.
"Astaga jadi cuaca benar-benar tidak bagus. Pantes saja tidak ada yang lewat," ucap Anna
"Kamu benar, hal sebesar ini sampai kita tidak tau dan malah terjebak di sini dan cuacanya semakin dingin," ucap Athar.
"Huhhhh, tidak tau kapan cuacanya akan kembali normal," sahut Anna yang pasrah dengan membuang napasnya perlahan kedepan. Padahal di dalam mobil tetapi napas Anna sangat terlihat yang memperjelas memang cuaca begitu dingin saat itu sampai Anna memeluk tubuhnya sembari mengusap-usap lengannya. Padahal pakaian yang di kenaikannya lumayan tebal.
"Kamu sangat kedinginan?" tanya Athar.
Anna menganggukkan kepalanya, "anginnya sangat kencang, saljunya juga dan penghangat di mobil ini tidak cukup," ucap Anna yang berbicara dengan bibirnya yang bergetar.
Athar yang memakai mantel tebal langsung membukanya dan memberikannya pada Anna.
"Pakailah!" titah Athar.
"Tidak usah. Kamu juga pasti kedinginan," sahut Anna menolak.
"Kekebalan tubuh Pria dan wanita sangat berbeda. Jadi kamu pakailah aku merasa tidak terlalu dingin," ucap Athar. Anna menghela napasnya dan mengambil apa yang di berikan Athar kepadanya.
"Makasih," sahut Anna yang langsung memakainya yang mungkin bisa mengurangi rasa dingin di tubuhnya.
***********
__ADS_1
Sementara Olive dan Mike duduk di meja Barra yang mengarah keluar ke jendela yang melihat turunnya salju dari jendela kaca.
"Kak Athar dan Anna belum kembali. Apa mereka baik-baik saja?" tanya Olive.
"Kau juga tidak tau. Mereka tidak bisa di hubungi," jawab Mike.
"Aku sih berdoa semoga saja mereka berdua terjebak di dalam mobil di tempat sepi yang tidak ada orang seperti di film-film," celetuk Olive membuat Mike melihat kearah Olive dengan tatapan penuh dengan tanya.
"Kenapa berharap seperti itu?" tanya Mike.
"Ya pengen aja dan endingnya seperti di film-film," ucap Olive dengan santai. Mike mendengus tersenyum mendengarnya.
"Astaga aku lupa. Pasti kak Mike tidak ingin hal itu terjadi. Karena kak Mike menyukai Anna," sahut Olive membuat Mike kembali menoleh kearahnya dengan mengkerutkan dahinya.
"Kak Mike cemburu ya?" tebak Olive.
"Kamu itu ada-ada aja Olive. Aku sama sekali tidak cemburu," ucap Mike.
"Lalu apa namanya kalau tidak cemburu? kenapa tanggapannya tidak ada dan bukannya kak Mike itu menyukai Anna," ucap Olive.
"Terserah kamu mau berpendapat aku ini bagaimana kepada Anna. Tetapi aku ingin tanya 1 hal kepada kamu. Kenapa kamu ingin sekali Anna dan Athar terjebak. Apa itu artinya kamu ingin mereka kembali menjalin hubungan?" tanya Mike.
Olive menghela napasnya, "aku selalu mendukung setiap keputusan Anna dan apa lagi pemicu hubungan kak Athar dan Anna berakhir waktu itu hanya karena masalah kak Athar yang takut dengan pernikahan. Karena takut yang terjadi pada orang tua Kaka Athar, keluarga kami dan orang tua Anna yang juga keluarga broken home membuat kak Athar tidak percaya pernikahan dan akhirnya mereka putus karena masalah itu," ucap Olive.
"Athar mengalami hal itu?" tanya Mike cukup terkejut.
"Iya kak Mike. Tetapi dengan pengobatan dan dukungan keluarga. Kak Athar pasti sudah sembuh. Dan kami juga tidak pernah bertanya lagi tentang pandangannya dalam pernikahan. Tetapi kesembuhannya tidak mempengaruhi hubungannya dengan Anna. Mungkin Anna terlalu kecewa dan tidak ingin memberi kak Athar kesempatan. Makanya Anna dan kak Athar memilih untuk tidak bersama lagi," jelas Olive.
"Iya. Tetapi tidak bisa karena Anna punya prinsip sendiri dan semua orang mendukung keputusan mereka. Mereka menjadi teman sampai sekarang. Tetapi sangat bisa di lihat. Jika ada cinta di dalam diri mereka. Namun hanya mereka yang tau apa yang harus mereka lakukan," jelas Olive.
"Aku juga melihat hal itu," sahut Mike.
"Makanya aku berharap ada moment untuk mereka berdua untuk kembali memahami perasaan mereka. Karena mereka dulu adalah orang yang saling mencinta dan kak Anna mungkin cinta pertama kak Athar," ucap Olive.
"Kalau mereka tidak kembali sampai detik ini. Itu berati doa kamu terkabul," sahut Mike dengan santai.
"Kak Mike tidak cemburu dengan hal itu?" tanya Olive.
"Olive-olive kenapa aku harus cemburu. Biar aku katakan pada kamu aku tidak menyukai Anna dan mungkin cara ku minatnya itu hanya bagiku biasa dan mungkin kamu heran dengan tindakan-tindakan yang aku lakukan pada Anna yang terkesan manis dan memperlihatkan aku menyukainya. Padahal itu hanya trik ku saja ingin melihat reaksi Athar bagaimana," ucap Mike.
"Jadi kak Mahendra tidak menyukainya Anna dan sengaja melakukan itu untuk membuat kak Athar cemburu?" tanya Olive dengan wajahnya yang tampak kaget.
"Iya. Bagaimana apa kamu bisa membaca ekspresi kakakmu yang gengsian itu?" tanya Mike.
Olive jadi tertawa mendengar pengakuan Mike. Dia mengira Mike menyukai Anna. Ternyata tidak.
"Kalau kita berdua yang berdoa. Pasti akan lebih cepat terkabulnya di mana Anna dan Athar pasti terjebak masa lalu dan mungkin mereka...." Mike tidak melanjutkan kata-katanya yang membuat Olive tertawa yang seakan tau apa yang di maksud Mike.
__ADS_1
**********
Anna dan Athar masih berada di dalam mobil yang mana mereka berdua masih terjebak dengan Athar yang bersandar di jok mobil melihat lurus kedepan.
"Athar punya gunting tidak?" tanya Anna.
"Untuk apa?" tanya Athar.
"Ada benang yang nyangkut," jawab Anna.
"Kayaknya ada di laci kamu lihat aja," jawab Athar. Anna mengangguk dan langsung membuka laci mobil untuk melihat apa kah ada gunting yang di butuhkan Anna, saat mengambilnya tiba-tiba Anna melihat benda kecil di dalam laci itu yang berupa kotak kecil.
Bukannya mengambil gunting Anna malah mengambil kotak itu dan tanpa permisi pada Athar membuka isinya yang ternyata cincin.
"Ini cincin siapa?" tanya Anna mengeluarkan dari kotaknya membuat Athar menoleh ke arah Anna, di mana Anna melihat-lihat dengan teliti cincin tersebut.
"Kok ada namaku?" tanya Anna melihat ada ukiran huruf A sebagai permatanya dan ada tulisan nama Anna yang terukir begitu halus.
"Itu cincin sudah lama?" jawab Athar.
"Untukku?" tanya Anna percaya diri.
"Seharunya aku memberinya dulu. Tetapi tidak sempat. Itu aku beli saat aku ke Luar Negri saat kita belum jadian dan bahkan cincin itu juga yang membuat aku dan Aurelia tidak jadi bertunangan saat itu," jawab Athar.
Anna mengkerutkan dahinya penuh dengan kebingungan, "maksud kamu?" tanya Anna heran.
"Pertunangan ku dan Aurelia sangat tidak terduga dan aku menerimanya karena kesalah pahaman di antara kita. Aku tidak mempersiapkan apa-apa dan ingin memberikan cincin itu pada Aurelia. Tapi Aurelia melihat ada tulisan nama kamu dan saat itu membuat Aurelia marah dan di situlah pertunangan batal. Karena memang intinya cincin itu ingin aku berikan padamu," jelas Athar.
"Dan saat kita sudah menjalin hubungan. Aku juga ingin memberikannya padamu di saat di Korea di saat kamu dan anak-anak yang lainnya menonton konser BTS. Tapi aku mengundurkan niat untuk memberikannya. Karena jika pria memberikan cincin pada kekasihnya itu artinya dia melamarnya dan saat itu aku rasa kamu tidak siap. Karena hubungan kita masih sangat singkat. Jadi aku mengurungnya,"
"Dan untuk me-3 kalinya saat 6 bulan aku pulang dari Luar Negri. Aku juga ingin melamarmu. Namun aku kurang percaya diri untuk melakukannya. Karena aku masih takut dengan bayangan pernikahan," jelas Athar panjang lebar.
Sepanjang Athar bicara Anna hanya diam mendengarkan apa yang di katakan Athar dengan ekspresi yang tidak terbaca.
"Jadi sampai detik ini cincin itu masih ada," ucap Athar.
"Kamu bahkan 3 kali sempat berencana untuk melamarku, itu artinya kamu punya niat untuk menikahiku. Lalu kenapa tiba-tiba harus muncul pikiran untuk takut dengan pernikahan?" tanya Anna dengan tersenyum datar.
"Jika kembali membahas itu. Maka kita akan kembali berdebat masalah hal itu," sahut Athar.
Anna menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan dengan mengembalikan cincin itu kedalam kotaknya dan menyimpannya kembali kedalam laci dan Athar memperhatikan Anna.
"Ambillah Anna Cincin itu. Namamu jelas terukir di sana dan itu milikmu," ucap Athar.
"Untuk apa mengambilnya, kita sudah tidak hubungan. Sangat aneh mengenakannya," jawab Anna melihat ke arah Athar.
"Kamu masih memakai kalung yang aku berikan sementara kita juga tidak ada hubungan lagi," sahut Athar yang saling menatap dengan Anna.
__ADS_1
Sangat jelas tatapan mereka berdua sangat besar cinta. Anna memang tidak melepas dari lehernya kalung pemberian Athar.
Bersambung.