Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 365


__ADS_3

Karena urusan Athar sudah selesai di Swiss yang hanya menghadiri pernikahan Mahendra dan Jennie. Athar juga harus kembali ke New York untuk melanjutkan pekerjaannya dan pasti tidak lupa untuk berpamitan pada semua keluarga termasuk Jennie dan Mahendra yang juga ikut mengantar kepergian Athar.


"Aku ucapkan selamat sekali lagi untuk kalian berdua dan Jennie meski aku sangat kecewa harus mengundurkan diri dari pekerjaanmu. Tapi tidak apa aku bahagia melihat mu bahagia yang pasti kau ingin fokus pada rumah tanggamu," ucap Athar.


"Iya Athar makasih ya kamu sudah memaklumi ku," sahut Jennie.


"Sama-sama. Aku juga berterima kasih sudah mendampingi ku selama ini. Terima kasih sudah sabar menghadapi ku dan banyak membantuku," ucap Athar.


"Sama-sama. Kamu jangan berlebihan. Kita adalah teman dan seorang teman sudah sewajarnya saling membantu," ucap Jennie.


"Athar aku juga berterima kasih kamu juga banyak membantu hubunganku dengan Jennie kamu dan Anna ada di balik semua ini," sahut Mahendra. Anna dan Athar saling minat dengan sama-sama tersenyum.


"Itu sudah sewajarnya aku lakukan dan sebagai balasannya kau harus menjaga Jennie dengan baik dan beri di kebahagiaan," ucap Athar berpesan.


"Itu sudah pasti Athar jangan khawatir," sahut Mahendra. Athar tersenyum mengangguk dan pasti sangat bahagia melihat partnernya yang akhirnya menemukan kebahagiannya.


"Mama, pah, aku kembali ke New York, mama dan papa kembalilah ke Indonesia dan aku tidak apa-apa," ucap Athar pamit pada orang tuanya.


"Sebenarnya mama tidak setuju dengan keputusan kamu Athar. Tapi mau bagaimana lagi. Kamu sudah memutuskan semua ini," ucap Maharani yang tampak sedih.


"Jangan memikirkan apa-apa mah, semuanya akan baik-baik saja dan iya, untuk mama, papa dan mama Anjani. Kalian jangan merasa bersalah. Ini hanya hal kecil dan keputusan yang aku ambil sudah yang terbaik," ucap Athar dengan santai.


"Ya sudah Athar papa tidak bisa mencegah kamu. Kamu sukses lah dan sering-sering mengunjungi kami," ucap Ari Purnama dengan menepuk bahu Athar.


"Pasti pah," sahut Athar.


"Mah, Athar tetap menunggu mama untuk tinggal bersama Athar di New York," ucap Athar pada Anjani.


"Mama belum bisa memutuskan apa-apa. Tetapi insyaallah mama akan memikirkan hal ini," ucap Anjani.


"Aku akan menunggu mama," sahut Athar memeluk mamanya dengan erat.


"Kabari mama. Jangan membuat mama khawatir padamu," ucap Anjani berpesan.


"Iya mah," sahut Athar melepas pelukannya.


Olive yang akan di tinggal kakaknya langsung memeluk manja Athar, "kenapa sih harus tinggal di Negara orang," ucap Olive dengan kesal.


"Kamu jangan manja. Kamu bisa kapan saja datang mengunjungi kakak," ucap Athar mengusap-usap pucuk kepala adiknya itu.


"Tapikan jauh," sahut Olive.


"Kalau kamu sudah merindukan kakak. Jauhpun harus kamu tempuh," ucap Athar.


"Iya deh," sahut Olive yang masih memeluk Athar dan langsung melepasnya.


"Derry, Perusahaan Glossi sudah menjadi tanggung jawab kamu. Jadi jaga dengan baik," ucap Athar.


"Iya jangan khawatir," sahut Derry.


"Gibran, sana aku pergi ya. Kalian juga baik-baik," ucap Athar pamit pada kakak dan kakak iparnya


"Iya Athar kamu juga baik-baik dan sering-sering pulang," ucap Gibran.


"Iya kamu jaga kesehatan juga," sahut Sana menambahi.


"Terima kasih untuk saran kalian berdua," sahut Athar, "Lisa dan kamu Marko. Aku juga pergi. Lisa jangan lama-lama cutinya. Kamu juga Marko. Bantu Derry untuk mengurus perusahaan," ucap Athar memberi pesan.


"Aman jangan khawatir," sahut Lisa dan Marko serentak.


"Tante Maya. Maafkan saya jika apa yang saya lakukan tidak sesuai dengan apa yang Tante harapkan. Ini sudah menjadi keputusan aku dan Anna," sahut Athar


"Tante paham, kamu baik-baik lah di Negara orang dan ini bukan pertama kali kamu tinggal di Sana. Tanya mendoakan kamu yang terbaik saja," sahut Maya yang sudah bisa berdamai dengan masalah percintaan anaknya.

__ADS_1


"Terima kasih Tante, Aurelia aku juga pergi. Kamu sukses ya untuk bisnismu," ucap Athar.


"Iya Athar. Kamu juga sukses," sahut Aurelia dengan tersenyum.


Dan terakhir untuk Anna dan Athar memilih untuk memeluknya dan Anna juga menerima pelukan yang kata mereka itu bukan lagi tanpa rasa cinta. Sekarang sudah berpindah jadi pelukan sahabat.


"Kamu jadi wanita yang sukses dan sekali-kali datang ke New York," ucap Athar.


"Iya, aku pasti akan mengunjungi mu jika ada waktu. Kamu juga jangan melupakan tempat kelahiran mu," ucap Anna.


"Pasti. Aku berdoa semoga kamu menemukan kebahagiaan mu. Mendapatkan laki-laki yang terbaik untukmu," ucap Athar.


"Aku juga berdoa dengan hal yang sama. Soga wanita yang mendampingi mu nanti mencintai mu dengan tulus," ucap Anna begitu tulus.


Mereka yang berpelukan orang-orang yang melihat hal itu yang baper. Tidak tau senang atau sedih. Ya mereka juga bingung. Bagaimana mungkin 2 orang yang saling mencintai bisa berubah menjadi sahabat. Hah sangat aneh. Namun Anna dan Athar yang memutuskan hal itu orang-orang yang pernah turut campur dengan hubungan mereka yang malah sangat menyayangkan.


Anna dan Athar saling melepas pelukan mereka dan mereka sama-sama tersenyum.


"Untuk semuanya terima kasih banyak dan selamat siang semuanya aku berangkat dulu," ucap Athar pamit dengan menundukkan kepalanya. Lalu pergi dari hadapan orang-orang yang mengantarkannya dengan lambaian tangan dan Anna juga tersenyum dengan kepergian Athar. Seperti hatinya sudah plong


*********


Aurelia berjalan dengan buru-buru yang terlihat mengejar seseorang.


"Mahendra, Jennie!" panggil Aurelia yang ternyata mengejar Mahendra dan Jennie dan pasangan pengantin baru yang saling bergandengan tangan itu menghentikan langkah mereka lalu menoleh kebelakang yang melihat Aurelia menghampiri mereka dan Mahendra begitu juga dengan Jennie saling melihat dengan wajah mereka berdua tampak heran.


"Aurelie!" ucap Jennie.


"Aku, aku menemui kalian berdua hanya ingin meminta maaf atas semua yang terjadi khususnya pada kamu Jennie yang tidak seharusnya aku mengatakan hal-hal kemarin dan kamu juga Mahendra yang aku terkesan memaksa dan membuat kamu tidak nyaman. Aku sungguh-sungguh meminta maaf. Aku juga tidak punya kesempatan untuk meminta maaf. Makanya aku meminta maaf sekarang pada kalian berdua," ucap Aurelia dengan tulus meminta maaf membuat Jennie dan Mahendra saling melihat.


"Aurelia sudahlah. Masalah itu sudah kami lupakan dan itu juga sudah berlalu dan kami tidak ingin mengungkitnya lagi. Yang penting kita sama-sama belajar kedepannya," ucap Jennie.


"Makasih ya Jennie aku benar-benar merasa bersalah dengamu. Kamu baik sekali," ucap Aurelia.


"Aku ucapkan selamat untuk pernikahan kalian berdua," ucap Aurelia.


"Makasih Aurelia," ucap Jennie dan Mahendra dengan serentak. Dan mereka bertiga sama-sama tersenyum yang merasa sudah sama-sama berdamai dan tidak ada dendam lagi di antara ke-3nya.


************


Ari Purnama dan Maharani, Maya, dan Anjani, Gibran dan Sana sudah pulang ke Indonesia. Mereka tidak ikut liburan bersama Anna, Olive, Aurelia, Derry, Lisa dan Marko. Karena memang Gibran tidak bisa lama-lama karena ada urusan di Jakarta dan istrinya harus mendampinginya.


Kalau Lisa dan Marko jangan di tanya. Mereka bahkan tidak ada habis-habisnya untuk berbulan madu yang ada kesempatan gratis dan bagaimana tidak mau liburan.


Sama dengan Olive dan Anna yang liburan berdua dengan penuh kebahagiaan yang mereka sama-sama menikmati suasana di Swiss yang kebetulan musim salju yang tidak menjadi penghalang untuk mereka liburan.


Sama dengan sekarang ini ke-2 gadis yang hidup dengan kebahagiaan itu sedang berlari-lari seperti anak kecil yang bermain-main salju, saling melempar.


"Anna sudah cukup!" ucap Olive.


"Enak saja. Kau yang memulainya," sahut Anna yang tidak mau mengalah dan terus saling menyerang dengan Olive dan akhirnya mereka berdua kelelahan sendiri dan sampai akhirnya mereka rebahan di atas salju dengan menatap langit.


"Enak banget kalau tidak punya pasangan. Sangat bebas," ucap Olive.


"Kamu benar. Tidak ada yang mengatur dan tidak perlu ini dan itu," sahut Anna.


"Anna aku sangat salut dengan kamu dan kak Athar. Kalian berdua bisa menjadi sahabat yang padahal sangat jarang pasangan kekasih seperti itu," ucap Olive menoleh kearah Anna.


"Kamu bisa aja Olive. Aku hanya ingin teguh pada pendirian ku. Ya mungkin tidak sepenuhnya salah Athar dan banyak hal untuk di perbaiki. Namun ini yang jauh lebih baik dan aku merasa lebih tenang seperti ini," ucap Anna dengan bijak menanggapi masalahnya dengan Athar.


"Dan aku sebagai sahabat kamu selalu mendukung kamu," ucap Olive tersenyum pada Anna.


"Terima kasih sahabat ku," sahut Anna tersenyum lebar.

__ADS_1


"Tetapi ya Anna. Apa tidak aneh harus mengubah nama panggilan," ucap Olive tiba-tiba.


"Maksudnya?" tanya Anna heran.


"Kamu dulu manggil kak Athar dengan sayang dan sekarang malah sahabat. Isssss, gilau," sahut Olive dengan mengejek Anna.


"Apaan sih, dari pada kamu tidak pernah memanggil orang sayang," sahut Anna mengejek Olive.


"Iya deh yang keseringan memanggil orang sayang," sahut Olive dengan kesal.


Dan mereka berdua kembali bercanda-canda dengan kembali lari sana-sini dengan saling jahil.


Anna dan Olive memang menikmati liburan mereka dengan banyak aktivitas yang mereka lakukan bersama dan mereka berdua juga sekarang sedang menikmati makan malam bersama. Liburan tetap liburan. Namun perut juga lapar dan mereka harus mengisi perut juga yang harus ada tenaga untuk liburan di tempat berikutnya.


"Di sini makananya ternyata enak-enak," ucap Anna Olive.


"Siapa dulu, Restaurant aku yang pilihkan," sahut Anna menyombongkan dirinya.


"Iya deh yang tau banyak. Katanya tidak pernah ke Swiss dan tidak suka makanan orang bule. Taunya lebih banyak taunya," sahut Olive.


"Itu hanya topeng saja," sahut Anna tersenyum sembari menikmati makannya dengan lahap.


Ting.


Anna tiba-tiba mendapat notif pesan dan langsung membukanya.


"Anna aku sangat bahagia, pernah jatuh cinta dengan mu dan juga kita menjalani hubungan dengan baik. Sungguh aku sangat bahagia yang pernah menjadi bahagian dari hidupmu dan aku merasa itu lah kebahagiaan ku. Namun ternyata aku salah tidak semuanya seperti justru sekarang dengan hubungan kita yang seperti ini. Justru terkesan jauh lebih baik dan membuatku bahagia. Terima kasih Anna kamu sudah menjadikan ku orang yang paling bahagia dan kamu sangat dewasa untuk menghadapi semuanya. Terima kasih Anna untuk semuanya. Aku yakin kamu akan mendapatkan laki-laki yang terbaik untuk mendampingi mu dan aku akan selalu mensuport kamu," tulis Athar dalam pesannya membuat Anna tersenyum saat membacanya.


"Sama-sama Athar untuk suport kamu. Aku juga akan mensuport semua keputusan kamu dan pasti untuk doa yang sama juga. Aku juga ingin mengatakan aku juga sangat bahagia telah menjadi bagian dari hidupmu dan hari ini. Aku jauh lebih bahagia dengan hubungan kita yang seperti ini," tulis Anna dalam jawaban pesan untuk Athar.


Athar yang berada di dalam pesawat mendapat balasan pesan itu dengan tersenyum begitu tulus


"Kamu wanita yang baik dan pasti akan mendapatkan pria yang baik juga," batin Athar melihat ke luar pesawat. Melihat gumpalan awan dengan senyumnya yang begitu tulus


Dia jauh lebih menerima keadaannya sekarang. Di bandingkan harus menerima menuntut suatu hal yang tidak jelas dan Athar sangat menghargai keputusan Anna yang memang sangat tepat.


********


Lain Olive dan Anna yang liburan berduaan ternyata Derry dan Aurelia juga jalan-jalan sejak tadi. Dia tadi juga awalnya gabung bersama Anna dan Olive. Namun lama kelamaan 2 bocah itu menghilang dan tinggal mereka berdua yang tadi juga sudah makan malam dan sekarang sedang berjalan berdua si tengah turunnya salju.


"Kamu akan kembali ke Indonesia kan?" tanya Aurelia.


"Kak Athar sudah menyuruhku untuk kembali. Lalu untuk apa lagi mengikutinya. Dia sudah memberikan tangung jawab untukku. Jadi aku harus memenuhi tanggung jawab itu," jawab Derry.


"Aku senang kamu lebih memilih untuk tinggal di Indonesia. Dari pada mengikuti Athar," ucap Aurelia.


"Kenapa kamu tidak bisa jauh-jauh dariku," goda Derry menoleh kearah Aurelia dan Aurelia hanya tertawa kecil saat mendengarnya.


"Lagian bukan anak kecil Aurelia yang harus mengikuti kak Athar terus. Dia sudah baik-baik saja dan aku yakin dia bisa menjalani kehidupannya yang sekarang," ucap Derry.


"Aku juga berharap seperti itu," sahut Aurelia dengan tersenyum.


"Sudah sampai," ucap Aurelia yang sudah sampai depan hotel, "aku masuk dulu ya," ucap Aurelia menghadap Derry.


"Iya istirahat lah," ucap Derry tersenyum.


"Terima kasih Derry untuk hari ini dan juga hari-hari sebelumnya. Aku benar-benar bahagia bisa kembali dekat bersamamu," ucap Aurelia.


"Sama-sama. Aku juga bahagia bisa bersamamu," sahut Aurelia.


"Hmmm, ya sudah kalau begitu aku masuk dulu," aurelia kembali pamitan. Derry mengangguk. Aurelia melihat Derry dan berjinjit mencium pipi Derry yang mengejutkan untuk Derry yang tiba-tiba mendapat ciuman itu.


"Makasih Derry untuk semuanya," ucap Aurelia yang tersenyum dan langsung pergi. Namun Derry menarik tangannya dan memegang kedua pipi Aurelia. Tanpa permisi Derry mencium bibir Aurelia dan tidak ada penolakan dari Aurelia. Aurelia memejamkan matanya dengan menerima ciuman yang pertama kali di lakukan Derry kepadanya

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2