
Anna dan Athar sekarang duduk di anak tangga di mana mereka duduk bersebelahan yang sangat berdekatan dengan bahu mereka yang saling menempel. Athar yang meminum minuman kaleng memberikan yang satunya. Karena Athar memegang 2.
" Ambillah!" ucap Athar memberikan pada Anna. Anna menoleh ke arah Athar.
" Makasih," sahut Anna yang langsung mengambil minuman itu dan langsung membukanya dan langsung meneguknya dengan eksperesi kedinginan.
" Kau memasang Cctv di daerah perumahanku?" tanya Anna tiba-tiba.
" Dari mana kau tau?" tanya Athar.
" Aku iseng aja tadi bertanya pada pak RT yang tidak sengaja aku temui dan katanya Cctv itu dari perusahaan Glossi. Ya aku langsung berpikiran pada mu," jelas Anna.
" Memangnya di Perusahan itu aku saja orangnya," sahut Athar.
" Ya ampun Athar kamu cukup mengatakan iya atau tidak saja," ucap Anna yang lama-kelamaan kesal dengan Athar.
" Iya aku melakukannya," jawab Athar yang akhirnya jujur.
" Dan orang-orang itu. Apa orang-orang mu!" tunjuk Anna yang melihat beberapa yang berjaga di sekitar tempat tinggalnya.
" Iya mereka orang-orang ku," jawab Athar dengan jujur.
" Kenapa. Kenapa mereka ada di sini, untuk apa mereka berjaga di sekitar sini?" tanya Anna heran.
" Untuk menjagamu. Aku menyuruh mereka untuk menjagamu dan memasang Cctv sengaja untuk mengawasimu, agar tidak ada yang mencelakaimu," ucap Athar yang lagi-lagi jujur dengan Anna dan bahkan bicara terus melihat Anna tanpa berkedip sama sekali.
" Kenapa?" tanya Anna yang juga sama menatap mata Athar yang masih melihatnya.
" Aku tidak ingin kau terluka," jawab Athar dengan suara beratnya yang kalimat itu keluar begitu saja dari mulutnya.
Anna mendengarnya tiba-tiba hatinya begitu bergetar dan terukir senyum tipis di wajahnya yang terlebih senyum malu-malu yang tidak percaya dengan kata-kata Athar yang singkat itu.
Anna pun menjadi salah tingkah dan mengalihkan pandangannya melihat langit dia sudah tidak berani menatap mata Athar. Athar yang melihat kecanggungan Anna tersenyum tipis dan juga mengalihkan pandangannya yang tidak melihat Anna lagi.
Ketika Anna dan Athar malah sama-sama canggung dan seperti mencari kesibukan yang lain untuk mengalihkan salah tingkah yang mereka rasakan.
__ADS_1
" Oh, iya," ucap Athar dan Anna serentak.
Yang tiba-tiba sama-sama ingin bicara dan saling mengucapkan kata yang sama dengan sama-sama menoleh ke arah lawan bicara masing-masing.
" Ada apa?" tanya Athar yang mempersilahkan Anna bicara terlebih dahulu.
" Aku sudah lupa, kamu saja duluan apa yang mau kamu bilang," sahut Anna yang lama-kelamaa benar-benar seperti orang bodoh di depan Athar.
" Aku juga lupa apa yang mau aku katakan," sahut Athar dengan tiba-tiba.
" Kok bisa lupa?" tanya Anna dengan mengkerutkan dahinya.
" Kau juga kenapa bisa lupa," sahut Athar.
" Ya tiba-tiba aja," jawab Anna memberikan alasan.
" Aku juga sama tiba-tiba aja lupa," sahut Athar dengan santai. Anna hanya berdecak kesal.
" Hmmmm, ya sudah aku masuk dulu. Kau pulanglah ini sudah malam juga," ucap Anna.
" Baiklah, kau istirahatlah, jangan biarkan Bu Anjani menjadi pembantu di rumahmu. Perlakukan dia dengan baik dan suruh tidur di kamarmu," ucap Athar mengingatkan. Mendengar kata-kata Athar membuat Anna tersenyum dengan mengejek Athar.
" Segitu perhatiannya kau kepadanya, sungguh benar-benar so sweet," goda Anna lagi.
" Anna cukup kau mengataiku seperti itu. Sekarang masuk dan dengarkan yang aku katakan," ucap Athar menegaskan dengan wajahnya yang serius.
" Iya-iya," sahut Anna, " baik aku masuk dulu. Kau pulanglah, hati-hati di jalan," sahut Anna yang langsung berdiri dan pergi begitu saja.
" Bisa-bisanya dia berpikiran aku dan Bu Anjani memmpunyai hubungan. Memang ada-ada saja pikirannya," batin Athar geleng-geleng.
Setelah memastikan Anna memasuki rumah Athar pun langsung bangkit dari duduknya dan langsung pergi dari tempat Anna. Sebenarnya hatinya tadi tidak enak karena mendengar cerita mamanya. Namun hatinya sudah mencair kembali. Karena Athar bertemu dengan Anna.
********
Anna yang sudah memasuki rumah menuju dapur dan mengambil air minum untuk di teguknya.
__ADS_1
" Teman kamu sudah pulang?" tanya Anjani yang tiba-tiba muncul dari belakang Anna yang membuat Anna mendadak kaget dan hampir tersedak minuman.
" Hmmm, iya Bu sudah pulang," sahut Anna.
" Kalian begitu dekat. Apa kalian pacaran?" tanya Anjani tiba-tiba yang membuat Anna kaget dan langsung menggelengkan tangannya.
" Tidak-tidak Bu. kapan pula kami pacaran," sahut Anna yang langsung membantah apa yang di katakan Anjani.
" Mungkin teman rasa pacar ya. Ibu melihat kalian itu saling sayang," sahut Anjani. Anna mengkerutkan dahinya yang mendengar kata-kata Anjani.
" Dari mana ceritanya saking sayang. Ada-ada aja," batin Anna merasa aneh dengan kata-kata Anjani.
" Semoga saja hubungan kalian langgeng ya dan kamu tetap di sampingnya dan dia juga tetap di sisimu," ucap Anjani yang memberikan doa baiknya. Anna hanya berekspresi tersenyum terpaksa yang mendengar kata-kata Anjani
" Bukannya dia yang menyukai Athar. Lalu kenapa mengatakan itu kepadaku apa dia cemburu," batin Anna.
" Ibu mau kekamar mandi sebentar. Kamu tidurlah!" ucap Anjani yang langsung pergi kekamar mandi.
" Ini rumahku. Kenapa dia menyuruhku untuk tidur, nggak disuruh tidur juga aku bisa tidur sendiri," sahut Anna geleng-geleng.
*********
Athar yang berada di dalam mobilnya tiba-tiba senyum-senyum sendiri. Tidak tau apa yang membuatnya tersenyum. Padahal tadi wajahnya begitu murung dengan penuh kesedihan.
Namun kali ini dia terlihat begitu bahagia, bahkan wajah itu seperti berbunga-bunga. Mungkin karena pertemuannya dengan Anna yang begitu manis tanpa ada yang membuatnya kesal.
Ya pasti ada. Karena Anna memang suka mencari gara-gara dengannya. Apa lagi menggodanya masalah Anjani yang mengatakan jika wanita itu menyukai dirinya.
Mata Athar tertuju pada boneka kecil yang ada di mobilnya yang mana lagi, jika boneka itu bukan dari Anna. Dia menyunggingkan senyumnya mengingat boneka kecil itu.
Sementara Anna yang berada di kamarnya yang berada di atas tempat tidur yang mana Anna berbaring miring, membelakangi Anjani yang tidur di sampingnya.
Ternyata Anna senyum-senyum sendiri. Tidak tau kenapa dia harus senyum-senyum sendiri.
" Terluka, memang ada yang ingin melukaiku," batin Anna mengingat kata-kata Athar tadi.
__ADS_1
" Hmmm, aneh. Kadang dia seperti monster yang rasanya ingin membunuhku. Namun tiba-tiba seperti dewa yang baiknya minta ampun. Bahkan dia minta maaf. Tapi tidak mau minta maaf dengan kesalahan yang di lakukannya pertama. Menabrak motorku dan juga merusak handphone ku," batin Anna yang bergerutu sendiri di dalam hatinya dengan wajahnya yang berseri-seri.
Bersambung