Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita

Ceo Tampan Di Antara 2 Wanita
Bab 139 Permintaan Aurelia.


__ADS_3

Setelah sarapan Anna pun berpamitan pada Anjani untuk pergi kekantor. Anna bahkan mencium punggung tangan Anjani.


" Ya sudah Bu Anjani Anna pergi dulu. Kalau ada apa-apa. Nanti ibu telpon Anna saja, kalau tidak ibu panggil aja tetangga di sini. Mereka baik-baik semua kok," ucap Anna.


" Baiklah Anna, ibu akan mendengarkan apa yang kamu katakan sahut Anjani.


" Ya sudah Anna berangkat dulu," ucap Anna pamit lagi.


" Anna tunggu!" panggil Anjani tidak jadi pergi.


" Oh iya ini kamu berikan untuk teman kamu yang tadi malam ya," Anjani memberikan Anna bekal untuk Anna.


" Teman, maksud ibu ini untuk Athar?" tanya Anna memastikan. Anjani mengangguk.


" Jelas-jelas ini rumah ku dan aku tinggal bersamanya dan aku ada di depannya mau berangkat kerja dan bisa-bisanya Bu Anjani malah menyiapkan Athar bekal. Aku sama sekali tidak di anggap. Benar-benar cinta itu buta, Anna bersabarlah ini ujian," batin Anna yang wajahnya terlihat kesal.


" Anna!" tegur Anjani, membuat tersentak.


" Iya Bu," sahut Anna.


" Kamu tidak apa-apa kan memberikan ini pada Athar?" tanya Anjani. Anna langsung menggelengkan kepalanya.


" Ya nggak apa-apa lah. Kan sekalian satu kantor. Ya sudah Anna pergi dulu hampir telat soalnya. Oh iya doakan hari ini Anna ada pembuatan desain dengan rekan-rekan Anna dan semoga Anna lulus ketahap selanjutnya," ucap Anna tidak lupa meminta doa.


" Iya ibu akan mendoakan kamu," sahut Anjani.


" Ya sudah bye, Anna pergi dulu," sahut Anna yang langsung pergi dengan semangatnya. Anjani tersenyum dengan kepergian Anna.

__ADS_1


" Ya Allah dengan adanya aku di sini. Aku bisa melihat Athar terus, aku tidak percaya jika melalui Anna aku bisa melihat putraku bahkan memegang tangannya. Aku sungguh tidak percaya bisa berada di situasi ini," batin Anjani yang merasa terharu.


Yang mana Athar adalah anak kandungnya yang dulu di tinggalkannya dan langsung di ambil mantan suaminya Ari Purnama dan saat itu Ari Purnama tidak memberi ijin Anjani untuk menemui Athar dan sekarang Anjani sudah beberapa kali bertemu Athar, mendMendengar suara Athar. Anjani memang sengaja ke Jakarta untuk mendekatkan diri pada Athar.


Sementara Anna menaiki motornya membuat bekal itu di bagasi motornya.


" Beruntung sekali nasibnya yang di berikan bekal. Aku saja tidak ada. Lagian dia juga tidak perlu kayak ginian. Yang perlu itu aku. Bu Anjani benar-benar ya," gerutu Anna mengoceh terus saking kesalnya dengan Athar yang di berikan bekal.


**********


Di rumah Chandra. Aurelia, Amelia sedang sarapan bersama dengan sarapan yang pasti mewah.


" Aku mau pertunangan ku dan Athar di resmikan secepatnya dengan Athar," ucap Aurelia di tengah sarapan.


" Kamu sudah membicarakannya dengan Athar?" tanya Chandra.


" Ya kan memang pada kenyataannya Athar sibuk. Kamu juga melihat sendiri banyaknya pekerjaannya. Itu bukan alasan tetapi memang kenyataan," sahut Amelia.


" Pertunangan tidak akan menguras waktu, hanya beberapa jam dan aku mau tetap harus di resmikan, aku tidak peduli dia sibuk atau tidak," ucap Aurelia menegaskan.


" Ya kamu sudah berkomunikasi apa tidak dengannya," sahut Amelia sewot.


" Aurelia benar kata mama kamu. Kamu sudah bicara baik-baik atau belum padanya. Jika kamu dan Athar memang sudah bicara dan menginginkan hal itu. Ya kita bisa bicarakan dengan keluarga Ari Purnama," sahut Chandra.


" Papa yang bicarakan dengan Om Ari. Karena Aurelia yakin Athar akan tetap mengundur waktu. Jadi papa dan keluarga itu yang harus bicara serius. Sebelum Anna bertindak," sahut Aurelia. Mendengar nama Anna membuat Chandra dan Amelia kaget.


" Apa maksud kamu dengan Anna?" tanya Chandra.

__ADS_1


" Pah, Anna berusaha untuk menghancurkan hubungan Aurelia dah juga Athar," ucap Aurelia yang membuat Amelia dan Chandra kaget.


" Apa maksud kamu Aurelia. Jangan asal menuduh kamu, mana mungkin Anna melakukan itu," sahut Amelia yang tidak percaya.


" Apa yang aku katakan adalah kebenarannya. Papa coba melihat Athar waktu di rumah ini. Dia bahkan mengancam papa hanya perkara ingin membawa Anna pergi dari gudang. Dan itu karena Anna menggoda Athar dan membuat Athar menggilainya. Anna sengaja melakukan semua itu untuk merusak semuanya dan pasti untuk papa dan keluarga ini. Agar papa dan keluarga Athar tidak ada hubungan bisnis lagi. Dia ingin menghancurkan papa," ucap Aurelia yang mengatai hal-hal buruk tentang Anna pada Chandra.


Chandra tampak berpikiran dengan hal itu seakan mempercai apa yang di katakan Aurelia. Bahkan Chandra mengingat sewaktu dia menghadang Anna dan Athar langsung membawa Anna pergi.


" Jika papa juga tidak mau bangkurut. Papa harus berusaha untuk membuat Aurelia dan Athar benar tunangan dan di ketahui media. Bukan sekedar isu. Tetapi kenyataan dengan begitu perusahan papa tidak gulung tikar," ucap Aurelia yang menekankan pada Chandra.


Dia sengaja menakut-nakuti Chandra. Karena Chandra takut miskin. Aurelia tidak ingin kehilangan Athar dan membutuhkan papanya untuk semua ini. Jika dia tidak bisa mengendalikan Athar. Maka urusannya harus pada orang tua.


" Aurelia. Jika kamu melakukan ini. Ini sama saja kamu memaksakan diri," sahut Amelia.


" Aku hanya membantu perusahanmu. Jika hubungan ku selesai dengan Athar. Aku yakin perusahan kalian juga akan berakhir," sahut Aurelia yang memperingatkan.


" Anna sungguh melewati batas. Dia sangat suka bermain-main denganku," desis Chandra yang termakan dengan omongan Aurelia. Aurelia menyunggingkan senyumnya.


" Anna, jika aku sudah memberimu banyak ampunnan maka kali ini tidak akan. Aku tidak membiarkanmu mendekati Athar. Atau berharap akan bersamanya," batin Aurelia.


" Akan ada Maslaah baru lagi. Aku khawatir jika mas Chandra marah lagi. Dan kejadian kemarin akan terulang lagi," batin Amelia yang mulai panik.


" Hari ini aku dan Anna akan bertanding di perusahaan Glossi di mana kami akan membuat desain dalam betuk jadi. Di sana ada orang tua Athar yang lengkap pastinya, ada media dan juga orang-orang penting. Aku berharap papa menggunakan kesempatan itu untuk mengumumkan pertunangan ku dengan Athar. Papa harus bisa mendesak orang tua Athar agar menyuruh anaknya untuk tunagan denganku. Tanpa alasan apapun," ucap Aurelia yang memberikan saran pada Chandra.


" Baiklah, papa dan mama akan kesana nanti dan akan membicarakan masalah kamu dengan Athar," sahut Chandra yang benar-benar takut kehilangan harta dan sekarang termakan dengan omongan Aurelia.


" Akhirnya aku benar-benar akan bertungan dengan Athar. Ini yang aku tunggu selama ini. Aku tidak akan membiarkan Anna mengganggu hubungan ku dan juga Athar," batin Aurelia yang merasa lega.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2